Anda di halaman 1dari 18

AUDIT

ENERGI
EAF
(ELECTRIC
ARC
FUNACE)
Disusun Oleh :
Astri Widya Sartika
APA ITU DI INDUSTRI
ELECTRIC ARC APA KITA BISA
MEMUKAN
FURNACE ? UNIT EAF ?
Definisi
Electric Arc Furnace (EAF)

Tanur Busur Listrik (EAF) adalah


peralatan / alat yang digunakan
untuk proses pembuatan logam /
peleburan logam, dimana besi
bekas dipanaskan dan dicairkan
dengan busur listrik yang berasal
dari elektroda ke besi bekas di
dalam tanur.
Skema Penampang
EAF
Arus Bolak-Balik
Bagian-bagian utama pada EAF

BadanFurnace

Furnace Shell, bagian terluar darifurnaceyang dibuat dengan


cara pengelasan (Welding) atau dengan pembentukan pelat baja
sehingga memiliki bentuk seperti silinder.

Slag Door,tempat keluarnya slag ( kotoran besi yang terapung


dipermukaan baja cair) yang kemudian di tampung dislag pot.

Tap Hole,tempat keluarnya baja cair hasil dari peleburan yang


melalui saluran penuangan (tapping spout)

Roof
Roofatau penutup bagian atasfurnaceini berbentuk sepeerti
kubah, bertujuan sebagai pengisolasi panas agar panas tersebut
tidak keluar
Bagian-bagian utama pada EAF

Elektroda Karbon, terdiri dari grafit dan mengalirkan arus


listrik dengan cepat. Elektroda ini dapat disambung antara
elektroda yang satu dengan yang lainnya menggunakan
bagian ujung dari elektroda tersebut

Gear(Gigi Penggerak), berfungsi untuk menggerakkan atau


memiringkan badanfurnace. Di pabrik slab baja ini
menggunakan sistem hidrolik sehingga badanfurnacedapat
digerakkan dengan halus
EAF PADA INDUSTRI BAJA
EAF PADA INDUSTRI BAJA
Mengapa memilih unit EAF
untuk dilakukan audit ?

Jawabannya
AUDIT ENERGI PADA EAF

Audit energi didefinisikan sebagai


analisa dari perbandingan antara
masukan dan keluaran per satuan
output dalam suatu sistem
pemanfaatan energi. Hasil dari audit
energi diharapkan mampu menentukan
efisiensi penggunaan energi sekaligus
langkah-langkah apa yang harus
dilakukan untuk meningkatkan efisiensi.
AUDIT ENERGI PADA EAF
Perbandingan Konsumsi Energi EAF

Neraca Massa pada EAF


AUDIT ENERGI PADA EAF
Perbandingan Konsumsi Energi EAF

Neraca Energi EAF Best World Condition


Sumber : Kementrian Perindustrian Republik
Indonesia
AUDIT ENERGI PADA EAF
Perbandingan Konsumsi Energi EAF

902 kWh/t

Hasil perhitungan jumlah konsumsi


energi yang dilakukan oleh ICCTF
pada industri baja di Indonesia
AUDIT ENERGI PADA EAF
Perbandingan Konsumsi Energi EAF

902 kWh/t
637,3
kWh/t
AUDIT ENERGI PADA EAF
Persamaan Untuk Menghitung Total Energi Spesifik
AUDIT ENERGI PADA EAF
Faktor Tingginya Konsumsi Energi Spesifik
pada EAF
Sistem dan kondisi pemasukan umpan (scrap
charging) mencakup metode charging,
kapasitas, frekwensi charging dan temperatur
scrap
Kualitas kokas, elektroda karbon dan oksigen
yang digunakan

Sistem penyaringan debu off gas (dedusting


system) dan pemanfaatan panas buang off gas.

Lama proses peleburan (tap to tap time)

Kondisi dinding furnace (temperatur dinding)


dan sumber-sumber kebocoran panas pada
dinding.
AUDIT ENERGI PADA EAF
Rekomendasi Penghematan Energi

Dengan Cara
Scrap Preheating

Oxy-fuel Burners/Lancing
Hot DRI Charging
Hot DRI Charging

AUDIT ENERGI PADA EAF


Rekomendasi Penghematan Energi

Sebagian besar unit produksi DRI yang digunakan untuk


proses sendiri,dimodifikasi menjadi pengisian Hot DRI/HBI
ke EAF pada suhu di kisaran 600C. Dengan demikian
dapat menghemat proses pemanasan pada proses
selanjutnya di EAF.

Pengisian DRI panas pada suhu sampai 600C dapat


mengurangi konsumsi energi untuk peleburan baja sekitar
150 kWh/t (>0,5 GJ/ton). Keuntungan lain yang didapat
melalui proses ini, di antaranya: peningkatan produktivitas,
peningkatan terak berbusa dan peningkatan kadar karbon
dalam umpan.