Anda di halaman 1dari 32

METODE

KONSTRUKSI
GEOTEKNIK
Oleh : Josua Sianturi/1306369232
DESKRIPSI KOMPONEN PONDASI
TIANG PANCANG BAJA
Standar yang digunakan pada pembuatan tiang pancang baja, yaitu :
SNI 07-0722-1989 : Baja Canai Panas untuk Konstruksi Umum
SNI 03-6764-2002 : Spesifikasi Baja Struktural
AASHTO M202M-02: Steel Sheet Piling
AASHTO M 111-04 : Zinc (Hot-DipGalvanized) Coatinga on Iron and
Steel Products
ASTM A252 : Steel Pipe
ASTM D 5882-07 : Low Strain Impact Integrity Testing of Deep
Foundation
DESKRIPSI KOMPONEN PONDASI
TIANG PANCANG BAJA
Bahan yang digunakan pada tiang
pancang baja adalah sebagai berikut :
Pipa baja yang digunakan harus
membeli ketentuan dari ASTM A252
Grade 2.
Tebal dinding tidak boleh kurang
dari 4,8mm
Pipa baja termasuk penutup ujung
harus mempunyai kekuatan yang
cukup untuk dipancang dengan
metode yang ditentukan tanpa
distorsi
Pelat penutup dan las penyambung
tidak boleh menonjol ke luar dari
Penyimpanan dan Perlindungan
Bahan
Baja harus ditempatkan
bebas dari kontak
langsung dengan
permukaan tanah,
Penyangga harus dipasang tidak lebih dari 20% ukuran panjang
ditempatkan pada unit, untuk gelagar dan tiang pancang.

penyangga kayu di atas


tanah keras
Jika disusun, tidka boleh
melebihi 3 lapisan dengan
penyangga kayu diantara
tiap lapisan
PROSEDUR PEMANCANGAN TIANG
PANCANG BAJA
Persiapan Pekerjaan (meyiapkan perhitungan pekerjaan, desain, metode yang akan digunakan,
usuluan pengujian pembebanan tiang pancang, persetujuan dari Direksi Pekerjaan)
Menyediakan alat berat untuk proses pemancangan tiang sesuai jenis tiang dan tanah
Jika kepala tiang berada di bawah permukaan tanah asli maka dilakukan galian terlebih
dahulu
Sebelum memancang, kepala tiang harus dipotong tegak lurus terhadap panjangnya dan
driving cap harus dipasang guna mempertahankan sumbu tiang pancang
Setelah pemancangan, pelat topi, batang baja harus ditambarkan pada pur
Tiang pancang dipancang dengan penetrasi maksimum
Posisi akhir kepala tiang pancang tidak boleh lebih tinggi dari gambar, apabila disetujui
Direksi Pekerjaan maka diizinkan
PROSEDUR PEMANCANGAN
TIANG PANCANG BAJA
Batas 1 atau 1,2 meter digunakan pada penumbukan
dengan gerakan tunggal
Apabila terdapat kerusakan pada tiang, maka tinggi jatuh
hammer harus dibuat lebih kecil
MUTU TIANG PANCANG BAJA
Mutu bahan yang dipasok kecapakn kerja dan hasil
penyelesaian harus sesuai dengan standaR pada seksi 7.1,
7.2, 7.3, dan 7.4.
Kelengkungan lateral tiang pancangan baja tidak boleh
lebih dari 0,00007 dari panjang total tiang
Kemiringan vertical tidak boleh melampaui 20mm per
meter
Pergeseran tidak boleh melampaui 75mm
AASHTO M 270-07 ( Structural
Steel for Bridges)
JENIS ALAT PANCANG
Drop Hammer
Diesel hammer
Hidraulik Hammer
PENGUJIAN TIANG
Test Pile
Loading Test
PDA
PIT
CSL
DESKRIPSI KOMPONEN GALIAN
PEMOTONGAN
Standar yang digunakan pada pembuatan tiang pancang
baja, yaitu :
ASTM D7012 : Standar Test Method for Compressive
Strength and Elastic Moduli of Intact Rock Core
Specimens under Varying States of Stress and
Tempratures
Pt T-39-2000-A: Tata cara penggalian pada pekerjaan
tanah
DESKRIPSI KOMPONEN GALIAN
PEMOTONGAN
Keperluan pekerjaan ini untuk :
Pembuaatan saluran air
Formasi galian
Gorong gorong
Stabilisasi lereng
Galiang sisa bahan konstruksi
Dll
DESKRIPSI KOMPONEN GALIAN
PEMOTONGAN
Pekerjaan galian dapat
berupa :
Galian biasa
Galian batu lunak Galian perkerasan berbutir
Galian perkerasan beton
Galian batu
Galian struktur
Galian perkerasan
beraspal
GALIAN PEMOTONGAN
GALIAN PEMOTONGAN
DINDING PENAHAN TANAH TIANG
BOR
Standar acuan yang digunakan untuk dinding penahan
tanah ialah
SNI 2847:2013 : tentang Dinding Struktural
DINDING PENAHAN TANAH TIANG
BOR
Metode pelaksanaannya
sebagai berikut :
Pembersihan lahan proyek
Pembuatan tulangan tiang Pengecoran beton

bor
Proses pengeboran
Proses pemasangan casing
Pemasangan tulangan
DINDING PENAHAN TANAH TIANG
BOR
Standar mutu untuk DPT, sebagai berikut :
Berdasarkan SNI 2847:2013 : tentang
Dinding Struktural
DINDING PENAHAN TANAH TIANG
BOR
DINDING PENAHAN TANAH TIANG
BOR
BASEMENT EXCAVATION
PROJECT
Metode dan tahapan
konstruksi geoteknik, yaitu :
Mobilisasi peralatan
Pelaksaanaan pondasi Waterproofing
Tie beam

tiang. Dinding basement dan struktur bertahap keatas.


Lantai basementbertahap keatas
Pelaksanaan dinding
penahan tanah (sheet pile)
Penggalian dan
pembuangan tanah
Dewatering
BASEMENT EXCAVATION
PROJECT
BASEMENT EXCAVATION
PROJECT
Spesifikasi untuk basement excavation
project :
Secondary pile : 800, mutu K-
300 5 buah Strand (wires strand 12,7mm)

Primary pile : 600, mutu K- Mutu strand : grade 270(fu=1860MPa)


Pressure grouting : 3 Mpa
300, fc = 25MPa Gaya efektif = 30 ton

Grouting : 200
Waller Beam : 2xWF
300x150x6,5x9
SUPERVISI
Kebutuhan
supervise/pengawasan yang
dibutuhkan seperti :
Pengawasan terkait Pengawasan terhadap settlement yang dapat terjadi

validitas desain
Pengawasan antara kondisi
tanah actual dan asumsi
desain
Risiko kegagalan saat
konstruksi
PORT RECLAMATION PROJECT
PORT RECLAMATION PROJECT
PORT RECLAMATION PROJECT
Metode Konstruksi Reklamasi
Pelabuhan adalah sebagai berikut :
Membangun seawall disekitar
lahan reklamasi
Melakukan pemompaan air ke laut Melakukan pemasangan pondasi bor pile pada tanah
reklamasi
dari dalam lokasi reklamasi
Melaksanakan penimbunan pasir
diatas laut yang telah dikeringkan
PORT RECLAMATION PROJECT
Spesifikasi untuk port
reclamation project :
Material reklamasi
Batu kosong 50-100kg, t=400
Steel pipe pile =40, t=14mm
Steel pipe pile =1016mm t=14mm

Batu kosong 20-50kg, t=400


TP Baja Crane =36; t=12mm
TP Baja Non Crane =32; t=9mm

Filter cloth
Steel pipe pile =36(914,4);
t=16mm(turap)
SUPERVISI
Pada proyek ini supervisi yang
dilakuan seperti :
Pengawasan pada saat
observasi tanah Pengawasan pada saat proses pemancangan pondasi

Pengawasan pada cuaca Pengawasan pada saat proses penimbunan

Pengawasan pada desain yang


telah dibuat
Pengawasan pada proses
reklamasi