Anda di halaman 1dari 38

Sprinkler

NAMA KELOMPOK :
1. RENGGA SANDITYA
2. ATIKA NUR AINI
3. KHARINA PRATIWI
4. FIRDA MAULIDDANIA
5. MOCH. ILHAM BAGUS
6. KERIN NOVA DIANTI

Teknik Keselamatan Dan Kesehatan Kerja


POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
Definisi
Instalasi sprinkler adalah instalasi
pemadam kebakaran yang dipasang secara
tetap/permanen di dalam bangunan yg dapat
memadamkan kebakaran secara otomatis
dengan menyemprotkan media pemadam di
tempat mula terjadinya kebakaran
Instalasi sistem sprinkler
Prinsip Kerja

fusible bulb/
panas kebakaran fusible link Air menyemprot
meleleh

Tekanan air pipa


berkurang

Tanda bahaya Air dipompa Katub kontrol


Aktif ke jaringan pipa terbuka

air melalui
katub kontrol
Jenis-Jenis Sprinkler

Berdasarkan kepekaan terhadap suhu


a. Warna Segel
Warna putih pada temperatur 93 oC
Warna biru pada temperatur 141 oC
Warna kuning pada temperatur 182 oC
Warna merah pada temperatur 227 C
Tidak berwarna pada temperatur 68C
b. Warna cairan dalam tabung gelas
Warna jingga pada temperatur 53 oC
Warna merah pada temperatur 68 oC
Warna kuning pada temperatur 79 oC
Warna hijau pada temperatur 93 oC
Warna biru pada temperatur 141 oC
Warna ungu pada temperatur 182 oC
Warna hitam pada temperatur 201 oC
53o C
141o C

68o C
182o C

79o C

201o C
260o C
93o C
Klasifikasi kepala sprinkler

Berdasarkan arah pancaran:


Pancaran ke atas
Pancaran ke bawah
Pancaran arah dinding
Jenis-Jenis Sprinkler
Berdasarkan jenis pipa yang digunakan
1. Wet Pipe : saluran/ pipa telah terisi dengan
air dimana saat terjadi kebakaran dan panas
mencapai titik pecah kaca sprinkler, air
langsung menyembur keluar. Saat tekanan
air mulai berkurang valve akan terbuka dan
mensuplai air ke dalam saluran.
Wet pipe
Panas yang timbul dari suatu
kebakaran membuat head springkler
bekerja dan air keluar, berbentuk pola
pancar yang seragam karena air
membentur deflektor springkler dan
panas yang dibutuhkan springkler head
untuk bekerja adalah, sesuai dengan
temperatur rancangannya.
Jenis-Jenis Sprinkler
2. Dry Pipe
.Sistem pipa kering memiki jaringan pipa
yang berisi udara bertekanan yang
menjaga agar kerangan pipa kering tetap
tertutup. Tekanan udara dikendalikan
secara otomatis oleh instalasi pemelihara
tekanan udara
Dry Pipe

Bila panas dari kebakaran mengaktifkan


kepala springkler (springkler head),
maka tekanan udara dalam pipa akan
terlepas dan turun. Turunnya tekanan
ini akan memungkinkan air membuka
katup (clapper) dan seterusnya
mengalirkan keluar melalui kepala
springkler
Deluge System

Sistem ini biasa disebut open sprinkler, karena tidak


menunggu bulb pecah. Saat alarm berbunyi maka secara
cepat air mengisi saluran dan memancarkan lewat
sprinkler terpasang. Jenis ini biasanya dimanfaatkan
untuk tempat/ benda yang memiliki resiko kebakaran
berat, seperti genset, gardu induk, tempat penimbunan
bahan bakar.
Jenis Pipa Cabang Pada Srinkler
Susunan cabang ganda : pipa cabang
disambungkan kedua sisi pipa pembagi
Susunan cabang tunggal : pipa cabang
disambungkan ke satu sisi dari pipa
pembagi
Jenis Pipa Cabang Pada Srinkler (2)

Susunan pemasukan di tengah : pipa


pembagi mendapat aliran air dari
tengah
Susunan pemasukan di ujung : pipa
pembagi mendapat aliran dari ujung
Desain Instalasi Sprinkler

Yang diperlukan dalam desain instalasi sprinkler :


1. Menentukan klasifikasi hunian
2. Menghitung jumlah sprinkler
3. Menggambar sistem perpipaan
4. Menghitung head loss
5. Menghitung daya pompa
Instalasi Sprinkler
No Jenis Kebakaran Jarak Antar Sprinkler Jarak Sprinkler dari Daerah Kerja Kepadatan
(m) Dinding Tembok (m) max (m2) Pancaran
(mm/menit)

1 Kebakaran Ringan 4,6 1,7 84 2,25

2 Kebakaran Sedang 4 1,7 72 5


I

3 Kebakaran Sedang 3,5 1,7 144 5


II

4 Kebakaran Sedang 3 1,7 360 5


III

5 Kebakaran Berat 3 1,7 260 7,5-12,5


Case Study
Ruang DD 201
Kelas kebakaran = ringan
Jarak antar sprinkler = 4,6 m
Jarak sprinkler ke dinding = m
16 m

14 m DD 201
Menentukan Jarak Antar Sprinkler

Diketahui tingkat bahaya hunian :


ringan
Jarak maksimal antar sprinkler : 4,6 m
Jarak aktual antar sprinkler :
Menentukan Jarak Sprinkler Ke Dinding

Jarak maksimal sprinkler ke dinding = X/2


m
Jarak aktual sprinkler ke dinding
=
= 1,6 m
Penentuan Jumlah Sprinkler

Jumlah sprinkler arah X


Penentuan Jumlah Sprinkler

Jumlah Sprinkler arah Y


Peletakan Sprinkler
Jenis susunan pipa cabang ganda
KOMPONEN POKOK SISTEM SPRINKLER SISTEM
BASAH (WET PIPE SISTEM)

A. PERSEDIAAN AIR
Sumber air untuk menyediakan pasokan air bagi
kebutuhan sistem sprinkler dapat berasal dari PDAM,
sumur dalam (artesis) atau kedua-duanya.
Sedangkan untuk cara memasok air ke sistem sprinkler
ada 4 cara, yaitu dapat berupa langsung dari jaringan air
kota (Connection to Water Work Systam ), Pompa
kebakaran (Fire Pump) dengan reservoir bawah tanah
(Ground tank), Tangki bertekanan (Pressure tank) dan
reservoir (gravity tank).
B. POMPA KEBAKARAN
Pompa-pompa yang terpasang pada sistem pemercik (sprinkler) merupakan perangkat
alat yang berfungsi untuk memindahkan air dari bak penampungan (reservoir) ke ujung
pengeluaran (kepala sprinkler). Pompa-pompa pada sistem sprinkler ini sekurang-kurangnya
terdiri atas 1 unit pompa jockey, 1 unit pompa utama dengan sumber daya listrik dan generator
serta 1 unit pompa cadangan dengan sumber daya motor diesel. Untuk lebih jelasnya, tentang
fungsi masing-masing pompa akan dijelaskan.

C.PEMIPAAN
Rangkaian jaringan pemipaan pada sistem sprinkler terdiri atas pipa isap, header,
penyalur, tegak (riser), dan pipa cabang.Untuk memperoleh pengertian yang lebih jelas,
berikut ini diuraikan masing-masing pipa tersebut.

1) Pipa isap (suction):


Pipa isap adalah pipa yang terentang dari Bak penampung (reservoir) sampai ke pompa.
Pada ujung pipa isap dilengkapi dengan foot-valve yang berfungsi untuk menahan air
didalam sepanjang pipa isap . Diameter pipa isap bervariasi antara 4 dan 6 inci.

2) Pipa Header :
Pipa header dapat dikatakan sebagai pipa antara yang ukuran diameternya biasanya
lebih besar dari pipa lainya di dalam rangkaian sistem sprinkler. Pipa ini merupakan tempat
bertemunya pipa pengeluaran (discharge) dari pompa jockey, pompa utama ..
mauapun pompa cadangan, sebelum kemudian menerus ke pipa penyalur. Diameter pipa header
ini bervariasi antara 6,8 dan 10 inci, tergantung dari besar kecilnya sistem hidran yang dipasang.
Dari pipa header ini, selain ditarik hubungan ke pipa-pipa yang menuju ke tangki bertekanan
(pressure tank), tangki pemancing(priming tank), sirkulasi by-pas ke resevoir (safety valve),
pressure switch dan ke manometer indikasi tekanan kerja pompa.

3) Pipa Penyalur :
Pipa penyalur ialah pipa yang terentang dari pipa header sampai ke pipa tegak atau hidran
halaman. Diameter pipa ini bervariasi antara 4,6 dan 8 inci sesuai dengan besar kecilnya
sistem sprinkler yang dipasang.

4) Pipa Tgak (Riser)


Pipa tegak yang terpasang vertikal dari lantai terbawah sampai dengan lantai teratas bangunan
yang dihubungkan dari pipa penyalur, Diameter pipa ini bervariasi antara 3,4 dan 6 inci,
tergantung dari besarkecilnya sistem sprinkler yang dipasang.

5) Pipa Pembagi
Pipa pembagi adalah pipa yang ditarik dari pipa tegak sampai ke pipa cabang.. Diameter pipa
pembagi berkisar 3 dan 4 inci.

6) Pipa Cabang ialah pipa yang dihubungkan dari pipa pembagi sampai ke titik-titik pengeluaran
(Kepala sprinkler) pada lantai-lantai bangunan. Diameter pipa ini bervariasi antara 2 , 2, 1
, dan 1 inci.
D. VALVE, SWITCH DAN KOMPONEN KONTROL
LAINYA

Dalam sistem Sprinkler banyak terdapat valve & switch yang


fungsinya untuk mengontrol operasi dari sistem, diantaranya
adalah :

- Katup-katup (valve), termasuk katup kendali (Control


valve)
- Saklar Tekanan (Pressure switch)
- Saklar Aliran Air ( Flow swiitch)
- Alarm Gong ( mekanik)
- Tangki Bertekanan (Pressure tank)
- Tangki Pemancing (Priming tank)
- Manometer
- Sambungan Dinas kebakaran ( Siamese Conection)

E. KEPALA SPRINKLER

Kepala sprinkler adalah muara dari operasi sistem sprinkler,


yaitu dari kepala sprinkler air akan keluar waktu kebakaran.
KLASIFIKASI HUNIAN DARI BAHAYA KEBAKARAN

A. HUNIAN BAHAYA KEBAKARAN RINGAN


Hunian Bahaya Kebakaran Ringan adalah macam hunian yang mempunyai jumlah
kemudahan terbakar rendah dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panah rendah,
sehingga penjalaran api lambat.

Yang termasuk Hunia Bahaya Kebakaran Ringan Adalah seperti hunian :


- Tempat Ibadat - Perkantoran
- Klub - Perumahan
- Pendidikan - Rumah makan
- Perawatan - Perhotelan
- Lembaga - Rumah sakit
- Perpustakaan - Penjara
- Museum

B. HUNIAN BAHAYA KEBAKARAN SEDANG

1) Hunian Bahaya Kebakaran Sedang Kelompok I

Hunian Bahya Kebakaran Sedang Kelompok I adalah macam hunian yang mempunyai
jumlah dan kemudahan terbakar sedang ; penimbunan bahan yang mudah terbakar
dengan tinggi tidak lebih dari 2,5 M dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas
sedang, sehingga menjalarnya api sedang
Yang termasuk Hunian Bahaya Kebakaran Sedang Kelompok I adalah seperti Hunian:

- Parkir Mobil - Pabrik Susu


- Pabrik Roti - Pabrik Elektronik
- Pabrik minuman - Pabrik barang gelas
- Pengalengan - Pabrik permata
- Penatu

2) Hunian Bahaya Kebakaran Sedang Kelompok II


Hunian Bahaya Kebakaran Sedang Kelompok II adalah macam hunia yang
mempunyai jumlah kemudahan terbakar sedang ; penimbunan bahan yang mudah
terbakkar dengantinggi tidak lebih dari 4 meter dan apabila terjadi kebakaran
melepaskan panas sedang, sehingga menjalarnya api sedang.

Yang termasuk Hunia Bahaya Kebakaran Sedang Kelompok II adalah seperti Hunian :

- Pabrik penggilingan gandum/ beras - Pertokoan dengan pramuniaga kurang


- Pabrik kimia(bahan kimia dengan dari 50 orang
kemudahan terbakar sedang - Perakitan Barang kayu
- Perdagangan - Pengolahan biji-bijian
- Gudang pendingin - Pabrik barang keramik
- Gudang Perpustakaan - Pengolhan baja ( Kontruksi baja)
- Pabrik tembakau ( pengepakan tembakau - Pengecoran
Cerutu, Rokok) - Pabrik barang kelontong
- Pabrik Gula - Pabrik Tesktil
- Penyulingan - Percetakan dan penerbitan
- Pabrik kulit - Pabrik perakitan kendaraan bermotor

3) Hunian Bahaya Kebakaran Sedang Kelompok III


Hunian Bahaya Kebakaran Sedang Kelompok III adalah macam hunia yang
mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar tinggi dan apabila terjadi kebakaran
melepaskan panas tinggi, sehingga penjalaran api cepat.

Yang termasuk Hunian Bahaya Kebakaran Sedang Kelompok III adalah seperti hunian :

- Pameran - Pabrik Permadani


- Pabrik makanan - Pabrik sikat
- Pabrik ban - Pabik karung
- Bengkel mobil - Pabrik sabun
-Studio dan pemancar - Pabrik lilin
- Pergudangan yang menyimpan barang - Toko dengan pramuniaga lebih dari 50
seperti kertas, cat, minuman keras, perabot orang
rumah tangga dan lain-lain - Pabrik plastik dan barang plastik
- Pabrik makanan kering dari bahan tepung - Penggergajian kayu dan pengerjaan
- Pabrik Pesawt terbang Kecuali hanggar Kayu.
- Pabrik minyak nabati - Pabrik pakaian.
C. HUNIAN BAHAYA KEBAKARAN BERAT
Hunian Bahaya Kebakaran berat adalah macam hunian yang mempunyai jumlah dan
kemudahan terbakar tinggi dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas tinggi;
penyimparan cairan yang mudah terbakar, sampah serat atau bahan lain yang apabila
terbakar apinya cepat menjadi besar dengan melepaskan panas tinngi sehingga
penjalaran api cepat

Yang termasuk Hunian Bahaya Kebakaran Berat adalah seperti hunian :


- Pabrik kimia ( bahan kimia - Pengerjaan kayu yang penyelesaiannya
dengan kemudahan terbakar tinggi) menggunakan bahab mudah terbakar.
- Pabrik kembang api - Studio Film dan televisi
- Pabrik koerk api - Pabrik karet buatan
- Pabrik bahan peledak - Penyulingan Minyak bumi
- Pabrik cat - Pabrik karet busa atau plastik busa
- Pemintalan benang atau kain.

9. HUBUNGAN PERSEDIAN AIR DENGAN KELAS HUNIAN


Kapasitas minimum penampungan air untuk sistem sprinkler adalah sebagai berikut ini :

Tingkat Bahaya Kebakaran Kapasitas minimum Penampungan air


(m)
Bahaya kebakaran ringan 9
Bahaya Kebakaran sedang I 55
Bahaya kebakaran sedang II 105
Bahaya kebakaran sedang III 135
Bahaya kebakaran berat 225
Selain itu kapasitas persedian air juga ditentukan dengan waktu pemakaian air kebakaran
minimal, dalam menit yaitu sebagai berikut :

Tingkat Bahaya Kebakaran Waktu Pemakaian Air kebakaran minimal


(menit)
Bahaya kebakaran ringan 45
Bahaya kebakaran sedang I 60
Bahaya kebakaran sedang II 60
Bahaya kebakaran sedang III 60
Bahaya Kebakaran berat 90

Dengan persyaratan kapasitas laju air untuk masing-masing tingkat bahaya kebakaran
sebagai berikut :

Tingkat Bahaya Kebakaran Kapasitas laju air (liter/menit)


Bahaya kebakaran ringan 225
Bahaya kebakaran sedang I 375
Bahaya kebakaran sedang II 725
Bahaya kebakaran sedang III 1100
Bahaya Kebakaran berat 2300
Terima Kasih