Anda di halaman 1dari 13

PANCASILA

NILAI DAN PRINSIP ANTI


KORUPSI
Pengertian Korupsi
Kata korupsi berasal dari bahasa Latin corruptio
(Fockema Andrea:1951) atau corruptus(Webster
Student Dictionary:1960).
Arti kata korupsi secara harfiah adalah kebusukan ,
keburukan , kebejatan , ketidakjujuran , dapat disuap ,
tidak bermoral , penyimpangan dari kesucian.
Bentuk Tindak Pidana Korupsi
Menurut buku KPK (KPK, 2006:19), tindak pidana korupsi dikelompokkan menjadi 7 macam:
1. Perbuatan yang Merugikan Negara
Mencari keuntungan dengan cara melawan Hukum dan merugikan negara.
Menyalahgunakan jabatan untuk mencari keuntungan dan merugikan negara
2. Suap Menyuap
3. Penyalahgunaan Jabatan
4. Pemerasan
5. Korupsi yang berhubungan dengan Kecurangan
6. Korupsi yang berhubungan dengan pengadaan
7. Korupsi yang berhubungan dengan gratifikasi (Hadiah)
Faktor Penyebab Korupsi
1. Faktor Politik
Politik merupakan salah satu penyebab terjadinya korupsi. Hal ini dapat
dilihat ketika terjadi instabilitas politik, kepentingan politis para pemegang
kekuasaan, bahkan ketika meraih dan mempertahankan kekuasaan.
2. Faktor Hukum
Tidak bagusnya produk hukum yang dapat menjadi penyebab terjadinya ko-
rupsi, praktik penegakan hukum juga masih dililit berbagai permasalahan
yang menjauhkan hukum dari tujuannya.
3. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi juga merupakan salah satu penyebab terjadinya korupsi.
Hal itu dapat dijelaskan dari pendapatan atau gaji yang tidak mencukupi
kebutuhan.
4. Faktor Organisasi
Aspek-aspek penyebab terjadinya korupsi dari sudut
pandang organisasi ini meliputi:
kurang adanya teladan dari pimpinan,
tidak adanya kultur organisasi yang benar,
sistem akuntabilitas di instansi pemerintah kurang
memadai,
manajemen cenderung menutupi korupsi di dalam
organisasinya.
Nilai nilai anti korupsi
1. Kejujuran
2. Kepedulian
3. Kemandirian
4. Kedisiplinan
5. Tanggung Jawab
6. Kerja keras
7. Sederhana
8. Keberanian
9. Keadilan
Prinsip Prinsip Anti Korupsi
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan
kerja.
2. Transparansi
Prinsip transparansi ini penting karena pemberantasan korupsi
dimulai dari transparansi dan mengharuskan semua proses kebijakan
dilakukan secara terbuka, sehingga segala bentuk penyimpangan
dapat diketahui oleh publik (Prasojo : 2007).
3. Kewajaran
Prinsip fairness atau kewajaran ini ditujukan untuk mencegah
terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran, baik
dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya.
4. Kebijakan
Kebijakan ini berperan untuk mengatur tata interaksi
agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan
negara dan masyarakat.
5. Kontrol kebijakan
Kontrol kebijakan merupakan upaya agar kebijakan
yang dibuat betul-betul efektif dan mengeliminasi semua
bentuk korupsi.
Strategi dan Upaya Pemberantasan
Korupsi
1. ReformasiBirokrasi
Wewenang pejabat publikuntuk mengambil keputusan dan
kecenderungan menyalahgunakannya dapat diperkecil dengan cara
memodivikasi struktur organisasi dan pengelolaan program-program publik.
2. Budaya
Senjata yang paling ampuh dalam pertempuran melawan korupsi adalah
menumbuhkan kultur demokratis dan egaliter.
3. Kelembagaan
Harmonisasi kinerja antara lembaga kejaksaan agung, POLRI, badan
pemeriksaan keuangan (BPK), dan KPK memegang peran penting dalam
mensukseskan pemberantasan korupsi.
4. Integrasi Sistem Pemberantasan Korupsi
Tujuan pokok pembangunan sistem integritas nasional
adalah membuat tindak pidana korupsi menjadi tindakan
yang mempunyai risiko tinggi dan memberi hasil sedikit.
5. Sumber Daya Manusia
Upaya untuk memberantas kemiskinan etika dan
meningkatkan kesadaran adalah mutlak diperlukan,
karenanya sumber daya manusia yang unggul harus terus
di bangun terutama melalui pendidikan.
6. Infrastruktur
Infrastruktur yang di maksud disini adalah lembaga trias
politika yang meliputi eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
STUDI KASUS

KORUPSI
PROYEK
HAMBALANG
?
KRONOLOGI KORUPSI HAMBALANG
Tanggal 1 Agustus 2011, kasus korupsi Hambalang terkuak pertama kalinya oleh
KPK dan mulai diselidiki, dimana diketahui ada dana sebesar 2,5 triliun rupiah yang
dilibatkan dalam pemenangan tender pembangunan gedung olahraga Hambalang.
Tanggal 8 Februari 2012, Nazaruddin yang baru tertangkap setelah melarikan diri
membuat kehebohan ketika mengatakan bahwa Anas Urbaningrum si ketua umum
Partai Demokrat juga ikut menikmati pembagian dana sebesar 100 miliar rupiah
plus mobil mewah dan tender sub kontraktor bagi proyek Hambalang untuk
perusahaan milik istri Anas.
Tanggal 9 Maret 2012, Anas Urbaningrum mengeluarkan pernyataan kepada pers
yang isinya adalah bantahan keterlibatannya di dalam proyek Hambalang. Inilah
saat dimana ia mengeluarkan pernyataannya yang terkenal, yang menantang
orang agar menggantungnya di Monas jika ia terlibat korupsi.
Tanggal 5 Juli-3 Desember 2012, penyelidikan terus dilanjutkan, dimana daftar
tersangka kasus proyek Hambalang terus bertambah, di antaranya adalah Dedi
Kusnidar, Zulkarnain Mallarangeng dan Andi Mallarangeng.
Tanggal 22 Februari 2013, KPK sudah mengumpulkan cukup banyak bukti untuk
akhirnya bisa menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka yang ikut terlibat
dalam proyek Hambalang. Ini merupakan tahap akhir dari penindaklanjutan
pengakuan Nazaruddin.
Tanggal 23 Februari 2013, Anas mengundurkan diri secara resmi dari jabatannya
sebagai ketua umum Partai Demokrat menyusul ditetapkannya dirinya sebagai
tersangka.
Kesimpulan