Anda di halaman 1dari 15

Berisi :

1. Acuan perencanaan bangunan atas


2. Tipe bangunan atas jembatan
3. Pemilihan bentang ekonomis
4. Standar bangunan atas jembatan bina marga
5. Penentuan lebar, kelas & muatan jembatan
6. Ruang bebas horizontal & vertikal
7. Pembebanan rencana
8. Prinsip analisis struktur
9. Spesifikasi teknik jembatan rangka baja (2007)
10. Daftar berat jembatan
1. ACUAN PERENCANAAN BANGUNAN ATAS

A. Kriteria perencanaan jembatan


Pokok perencanaan (Kekuatan & stabilitas, Kenyamanan &
keselamatan, Kemudahan, Keawetan, Ekonomis, Lingkungan dan
sosial, Estetika)
Peraturan Perencanaan Jembatan (Bridge Design Code) BMS 92
dengan revisi (SK-SNI & Kepmen PU)
Umur jembatan (50-100 th) & Pembebanan (BM 100)
Lebar jembatan 1+7+1 m (Kelas A)
Apabila tidak direncanakan secara khusus, menggunakan standar
bina marga sesuai dengan bentang ekonomis dan kondisi lalu lintas
air di bawah struktur bangunan
Perencanaan struktur atas menggunakan Limit States atau Rencana
Keadaan Batas berupa Ultimate Limit States (ULS) dan Serviceability
Limit States (SLS)
(SLS
B. Peraturan Perencanaan Struktur Jembatan
Bridge Design Code BMS92, dengan revisi :
Pembebanan jembatan, SK.SNI T-02-2005 (Kepmen PU No. 498/KPTS/M/2005)
Perencanaan struktur beton jembatan, SK.SNI T-12-2004 (Kepmen PU
N0.260/KPTS/M/2004)
Perencanaan struktur baja jembatan, SK.SNI T-03-2005 (Kepmen PU
No.498/KPTS/M/2005)
Standar perencanaan ketahanan gempa untuk jbt, Rev SNI 03-2883-1992
Bridge Design Manual BMS 92
Peraturan perencanaan jembatan Indonesia
Bertujuan menjamin tingkat keamanan, kegunaan dan tingkat penghematan yang masih
dapat diterima dalam perencanaan struktur
Mencakup perencanaan jembatan jalan raya dan pejalan kaki
Jembatan bentang panjang lebih dari 100 m dan penggunaan struktur yang tidak umum
atau menggunakan material dan metode baru harus diperlakukan sebagai jembatan
khusus
C. Kriteria dan peraturan lain
kriteria dan peraturan lainnya (lokal/internasional) dapat disesuaikan
dengan permintaan dan harus mendapat persetujuan pemberi tugas
2. TIPE BANGUNAN ATAS JEMBATAN
3. PEMILIHAN BENTANG EKONOMIS
Bentang ekonomis jembatan ditentukan oleh penggunaan/pemilihan
tipe main structure & jenis material yang optimum

Apabila tidak direncanakan secara khusus maka dapat digunakan bangunan


atas jembatan standar Bina Marga sesuai bentang ekonomis dan kondisi lalu
lintas air di bawahnya
4. STANDAR BANGUNAN ATAS JEMBATAN BINA MARGA
A. Standar bangunan atas
Gelagar beton bertulang tipe T
Gelagar beton pratekan tipe I
Gelagar beton pratekan tipe T
Girder komposit bentang 20 s.d 30 m
Voided slab bentang 6 s.d 16 m
Rangka baja bentang 40 s.d 60 m

B. Standar bangunan pelengkap


Standar gorong-gorong persegi beton bertulang (box culvert)
single
Standar gorong-gorong persegi beton bertulang (box culvert)
double
Standar gorong-gorong persegi beton bertulang (box culvert) triple

C. Standar bangunan bawah


Spesifikasi pilar dan abutment jembatan sederhana bentang 11 s/d
25 m dengan interval kenaikan 1 m
REVISI DAN PENGEMBANGAN STANDAR JEMBATAN BINA MARGA

1. Standar bangunan atas


Gelagar beton bertulang tipe T (simple beam & continous
beam)
Gelagar beton pratekan tipe I & U
Girder komposit bentang 15 s/d 35 m (simple beam &
continous beam)
Voided slab bentang 6 s/d 16 m

2. Standar bangunan pelengkap


Standar gorong gorong persegi beton bertulang (box culvert)
single, double, triple
5. PENENTUAN LEBAR, KELAS & MUATAN JEMBATAN
1. Penentuan lebar jembatan
LHR Lebar Jembatan (m) Jumlah Lajur
LHR < 2.000 3,5 - 4,5 1
2.000 < LHR < 3.000 4,5 - 6,0 2
3.000 < LHR < 8.000 6,0 - 7,0 2
8.000 < LHR < 20.000 7,0 - 14,0 4
LHR > 20.000 > 14,0 >4

2. Berdasarkan lebar lalu lintas


Kelas A = 1,0 + 7,0 + 1 meter
Kelas B = 0,5 + 6,0 + 0,5 meter
Kelas C = 0,5 + 3,5 + 0,5 meter

3. Berdasarkan muatan / pembebanan


BM 100% : untuk semua jalan nasional & provinsi
BM 70% : dapat digunakan pada jalan kabupaten & daerah transmigrasi
6. RUANG BEBAS HORIZONTAL & VERTIKAL
Ruang bebas horizontal dan vertikal di bawah jembatan disesuaikan
kebutuhan lalu lintas kapal dengan mengambil free-board minimal 1,0
meter dari muka air banjir/pasang tertinggi.
Ruang bebas vertikal jembatan di atas jalan minimal 5,1 meter.

A. Horizontal clearance
Ditentukan berdasarkan kemudahan navigasi
US guide specification, horizontal clearance minimum adalah
2 3 kali panjang kapal rencana, atau
2 kali lebih besar dari lebar channel

B. Vertical clearance
Ditentukan berdasarkan tinggi kapal yang lewat dalam kondisi balast
dan permukaan air tinggi
Tinggi kapal memperhitungkan kondisi kapal yang ada & proyeksi ke
depan