Anda di halaman 1dari 31

PERENCANAAN

PONDASI JEMBATAN

DISAMPAIKAN PADA
DESIMINASI PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN
DI SEMARANG, 10 JULI 2012
Oleh :
Andi Indianto, Drs. Ir . MT.

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM


DIREKTORAT JENDRAL BINA MARGA
DIREKTORAT BINA TEKNIK
Jakarta, JULI 2012
Langkah Langkah Perencanaan Pondasi
1. Menentukan letak /posisi pondasi dibawah rencana Kepala jembatan
atau pilar,
2. Melakukan penyelidikan tanah.
3. Menentukan bentuk pondasi yang sesuai dengan kondisi tanah
dibawah kepala dan pilar jembatan
4. Menentukan beban-beban yang bekerja dari kepala dan pilar
jembatan sebagai aksi
5. Melakukan perhitungan mekanika untuk mendapatkan gaya-gaya
dalam ,gaya luar dari tanah sebagai reaksi dan daya dukung
pondasi
6. Menentukan dimensi akhir dan pendetailan penampang berdasarkan
gaya-gaya dalam tersebut.
7. Kontrol ketahanan pondasi terhadap kemungkinan : geser, guling dan
penurunan.
Data Data Perancangan
Pondasi
1. Profil melintang sungai
2. Data geoteknik mektan yang berisi parameter tanah hasil uji
laboratorium yang berisi ,,c, dan jenis tanah pada setiap
kedalaman ( Lanau / silt, lempung / clay, pasir/ sand, kerikil / gravel,
berongkal / boulder, hasil uji sondir yang berisi qs dan qb pada
setiap kedalaman, dan hasil uji penetrasi yang berupa nilai N Spt.
Pada setiap kedalaman.
3. Hidrologi dan pengaruh lingkungan yang berisi data permukaan
air tanah dan jenis zat-zat kimia yang ada di air tanah yang dapat
menyebabkan korosi pada pondasi.
Penyelidikan Tanah
1. Sondir Tahanan lekat dan tahanan ujung. ( qs dan qc )
2. Boring lapisan tanah dan karakteristiknya. ( h, jenis tanah, ,,c)
3. SPT Tingkat kepadatan tanah pada kedalamam tertentu
Data Data Perancangan Pondasi
1. Profil memanjang dan melintang sungai
2. Data geoteknik yang berisi stratigrafi tanah dan parameter tanah
( ,,c dan qu ) ( qs , qb) ( N Spt)
3. Hidrologi dan pengaruh lingkungan
KEKUATAN PONDASI
PERSYARATAN STRUKTUR
pondasi harus kuat menerima beban- beban yang bekerja padanya dari aksi dan
reaksi
Aksi : beban dari struktur bawah jembatan ( pilar dan kepala jembatan).
Reaksi : beban dari perlawanan tanah.

PERSYARATAN KESETABILAN
Pondasi tidak boleh bergerak atau berpindah dari kedudukannya, untuk itu
pondasi tidak boleh turun, terguling dan tergeser. Artinya pondasi harus
memiliki daya dukung yang kuat dan kedudukan yang kokoh. Agar pondasi kuat
dan kokoh dalam analisa diperlukan angka keamanan ( SF)

SF PONDASI
KETAHANAN PONDASI TERHADAP
DANGKAL DALAM
Daya Dukung 1,5 ~ 3 2~5
Geser 1,5 ~ 2 -
Guling 1,5 ~ 2 -
PONDASI DANGKAL / PONDASI LANGSUNG
DAYA DUKUNG ULTIMIT ( qu ) (t/m)
qu untuk tanah padat dan tidak ada air
Jenis Rumus
Telapak qu =
Z
Menerus c.Nc + q.Nq + 0,5..B.N
Persegi 1,3.c.Nc + q.Nq + 0,4..B.N
Bulat 1,3.c.Nc + q.Nq + 0,3..B.N

qu untuk tanah lepas baik ada atau


tidak ada air nilai c diganti dengan c
dan diganti dengan
c, 2
3 .c

Keterangan:
, inv.tg . 2 3 .tg .
= berat volume tanah
Diskripsi: tanah padat > 35 q = .z
tanah lepas 35 c = Kohesi Tanah
q max = qa = qu / SF = sudut geser tanah
SF Daya dukung = 1,5 ~ 3 Nc, Nq, N = faktor daya dukung tanah
PONDASI DANGKAL ( 1 ~ 5 m )
DAYA DUKUNG ULTIMIT ( qu ) untuk tanah padat jenuh air ( air tanah
mencapai dasar pondasi) Jenis Rumus
Telapak qu =
qu
qa Menerus 0,5 (c.Nc + q.Nq + 0,5..B.N )
SF Persegi 0,5 (1,3.c.Nc + q.Nq + 0,4..B.N )
Bulat 0,5 (1,3.c.Nc + q.Nq + 0,3..B.N )

DAYA DUKUNG IJIN ( qa ) untuk data hasil sondir qa qc


20
( Pendekatan )
qc tahanan ujung konus

DAYA DUKUNG ULTIMIT ( qa) untuk data hasil N Spt ( Pendekatan )

qu
qa
5
qu z.Nd
z faktor daya dukung
Nd = nilai N Spt pada dasar pondasi
NILAI FAKTOR DAYA DUKUNG
PONDASI DANGKAL ( 1 ~ 5 m )

Apabila tanah yang diuji dengan triaksial test merupakan tanah yang
jenuh air maka c yang digunakan adalah cu, dan yang digunakan
adalah sub,
dimana sub = sat - w
Keterangan: cu = kuat geser tanah jenuh air / tanpa drinasi
sub = berat isi tanah celup
sat = berat isi tanah jenuh
w = berat isi air
q = sub.Z
Z = Kedalaman pondasi
B = lebar pondasi

Jenis Telapak Rumus : qu =(t/m)


Plat menerus cu.Nc + q.Nq + 0,5.sub.B.N
Bujur sangkar 1,3.cu.Nc + q.Nq + 0,4.sub.B.N
Lingkaran 1,3.cu.Nc + q.Nq + 0,3.sub.B.N
Parameter tanah dari
Sondir
Data sondir dari nilai tahanan ujung conus (qc) dapat digunakan untuk
menghitung pondasi dangkal dengan pendekatan , melalui korelasi qc
dengan parameter c, dan , dan nilai c dapat diambil sebesar 0.05 qc..
qa = daya dukung izin (kg/cm2)
qc = tahan ujung konus (kg/cm2)
Paramete
r tanah
dari
Sondir
BMS. 4-16

BMS. 4-17
Parameter tanah dari N.SPT
korelasi nilai N SPT dengan nilai c , dan .

N
Pendekatan : c
10
PONDASI SUMURAN (CAISSON)
Kekuatan mengandalkan
DANGKAL daya dukung dasar ponasi
~5M Lekatan dan tekanan tanah aktif
boleh diabaikkan
PONDASI
SUMURAN Kekuatan mengandalkan
DALAM
- daya dukung dasar pondasi
Optimum 7~9 - Lekatan tanah cohesive
max ~ 15 M - tekanan tanah aktif

- DIBUAT PER SEGMENT


- ANTARA SEGMEN DIPASANG ALAT
BETON SAMBUNG.
PRA CETAK - TANAH DIGALI SETALAH SEGMENT
DIPASANG
- PENGECORAN PLAT DASAR
PEMBUATAN
SUMURAN
- TANAH DIGALI
- PEMBUATAN PLAT DASAR
BETON - PEMASANGAN TULANGAN
COR DITEMPAT - PEMASANGAN BEGESTING
- PENGECORAN
PONDASI SUMURAN BETON PRACETAK
PONDASI SUMURAN BETON COR
DITEMPAT
Daya Dukung Pada Tanah homogen
B
Pondasi tidak Qu qu . Ab (ton)
terjepit
Ab 1
4 . .B 2 ( m 2 )
Lapisan Tanah
Qu
Z Cohesive Qa
Lunak sekali SF
SF 1, 5 ~ 3

Data Nilai c
Tanah Cohesive
Sondir (qc) qc/20
qu 1,3.c.Nc .Z (ton/m ) 2
N Spt N/10

KEPADATAN TANAH C (kg/cm2) CA (kg/cm2)

Lunak sekali / sangat lepas <300 0 ~ 1,25 0 ~ 1,25


Lunak / lepas 300 ~350 1.25 ~ 2,40 1.25 ~ 2,30
Agak kenyal / agak padat 350 ~400 2,40 ~ 4,80 2,30 ~ 3,60
B Kenyal / padat 400 ~450 4,80 ~ 9,60 3,60 ~ 4,60
Keras / sangat padat >450 9,60 ~ 19,20 4,60 ~ 6,20
Daya Dukung Pada Tanah homogen
D

Lapisan tanah
campuran
(c dan )
Z CA CA
Lunak s/d keras
pH
pH pH
Pondasi
terjepit
As = luas dinding sumuran
Ab = luas dasar sumuran
Tanah Campuran C dan NC
Kll = keliling sumuran
padat
4 C A .Z PH .tg
Qu 1,3.c.Nc .Z .Nq 0,3. .D.N . Ab . As (ton)
D
pH
Qu 1,3.c.Nc .Z .Nq 0,3. .D.N . Ab (C A .Z PH .tg ).Kll (ton)

pH N0-. JENIS TANAH Tg. (beton)


pH 1 Batuan 0,7
2 krikil kepasiran 0,55~0,6
pH
3 Pasir kelanauan 0,45~0,55
Ka tg 45
2 0

2 4 Pasir halus 0,35~0,45


PH 2 . .Z .Ka
1 2
5 Lempung 0,3~0,35
Pondasi Sumuran dangkal pada
tanah dasar campuran padat
D

Pondasi
tidak terjepit

Lapisan Tanah qu 1,3.c.Nc .Z .Nq 0,3. .D.N


Cohesive Z Qu qu . Ab
Lunak sekali
Ab 1 . .D 2
1 4

Qu
Qa
SF
SF 1,5 ~ 3

Tanah campuran Qu (1, 3.c.Nc 1.Z .Nq 0, 3. 2 .D.N ). Ab (ton)


C dan NC
2 Jika air tanah pada dasar pondasi
Qu 0.5 (1,3.c.Nc 1.Z .Nq 0,3. 2 .D. N ). Ab (ton)
D
atau
Qu (1,3.cu .Nc 1.Z .Nq 0,3. 2 sub .D.N ). Ab (ton)
Pondasi Sumuran dalam pada tanah
D
berlapis
Lapisan tanah
Cohesive
Lunak ~ seadang
Z c1, 1 Z1
CA CA
Ponda
si
terjepi
pH1
ct , 2
pH2 Z2
pH pH 2 , 2

Tanah Campuran C dan NC padat,


PH1 = tekanan tanah aktif akibat tanah
pH setinggi Z1
PH2 = tekanan tanah aktif oleh tanah
setinggi Z2
pH pH
P .Z .Z .Ka PH1 = PH1
2 + PH2
H1 1 1 2 2 PH 2 2 . 2 .Z 2 .Ka2


Ka tg 2 450 2
2
pH
Qu 1,3.c2 .Nc2 1.Z1.Nq2 2 .Z 2 .Nq2 0,3. 2 .D.N 2 . Ab
As1 = luas dinding sumuran setinggi z
4 C A .Z1 4 PH .tg As2 = luas dinding sumuran setinggi z2
. As1 . As
2 (ton) Ab = luas dasar sumuran
D D
TIANG PANCANG DAN TIANG BOR
(6~100 m)
D Perhitungan daya dukung Pondasi dari data Boring

Lapisan
Tanah
Ab 1 . .D 2
Cohesive 4

As .D.Z Ab 1 . .D 2
Cu As .D.Z
4

Tanah tidak jenuh: C dan


Z Qs Qs
Tanah jenuh: Cu dan sat
BMS 4-31
Qu Qb Qs (ton)
Qu
Qa
SF
SF 1,5 ~ 2
Tanah kohesif : Qb Cu. Nc. Ab (ton)
. Qs Fc.Cu. As (ton)
Qb Cu = Kuat geser undrined ( ton/m 2 )
Nc = faktor daya dukung tanah cohesive
Ab = Luas penampang ujung tiang ( m 2 )
As = Luas selimut tiang (m 2 )
Fc = Faktor reduksi tanah cohesive BMS 4-32
Pondasi pada tanah Cohesive Jenuh yang
menumpu pada tanah campuran Cohesive (C) dan
non cohesive (NC)
D Qu Qb Qs (ton) Tanah kohesif :
Qu
Qa Qs .Fc.Cu. As (ton)
SF
Lapisan SF 1,5 ~ 2 Tanah campuran :
Tanah Qb (Cu.Nc. Ab) ( sat .Z .Nq. Ab) (ton)
Cohesive
Cu = Kuat geser undrained ( ton/m 2 )
Cu
Ab 1 4 . .D 2 Nc, Nq = Faktor daya dukung tanah
As .D.Z Ab = Luas penampang ujung tiang ( m 2 )
Z Qs Qs
As = Luas selimut tiang (m 2 )
Fc = Faktor reduksi tanah cohesive

Qb Pondasi Tiang Pancang

Tanah Campuran padat, Pondasi Tiang Bor


Cu dan NC
Pondasi pada tanah campuran C
D dan NC

Lapisan
Tanah Pondasi tiang pancang
Cohesive
Z1 C1 ,1
Pondasi tiang bor
Qs Qs

PH1

Z2
PH2
Daya dukung gesek :
Qs Fc1.C1.Kll.Z1 + Fc2 .C2 .Kll.Z 2 + Ft.PH .Kll. (ton)
Qu Qb Qs (ton) Daya dukung ujung :
Qb Qu
Qa Qb (C2 .Nc2 . Ab) 1.Z1 2 .Z 2 .Nq2 . Ab) (ton)
SF PH1 1.Z1.Ka.Z 2
Tanah Campuran SF 1,5 ~ 2
C2 , dan 2 PH2 1
2 2 .Z2 2 .Ka.

Tanah tidak jenuh: C dan


Ka tg 2 450
2
anah jenuh: Cu dan sat Cu = Kuat geser undrained ( ton/m 2 )
Ab 1 . .D 2 Nc, Nq = Faktor daya dukung tanah
4

As .D.Z Fc = Faktor reduksi tanah cohesive


Pondasi pada tanah non
D cohesive (NC)
Qu Qb Qs (ton)
Qu
Qa
Lapisan SF
Tanah SF 1,5 ~ 2
Non Cohesive Z1
, 1 Daya dukung gesek :
PH1 Qs Ft.PH 1.Kll + Ft.PH 2 .Kll + Ft.PH 3 .Kll. (ton)
Qs Qs
Daya dukung ujung :
Permukaan air tanah Qb 1.Z1 2 .Z 2 .Nq. Ab) (ton)

Lapisan
PH1 12 1.Z12 .Ka.
Tanah
Z2
PH2 PH2 1.Z1.Ka.Z 2
Non Cohesive
jenuh
PH3
PH3 1
2 sat 2 - w .Z22 .Ka.

, sat2
Ka tg 2 450
2
Ab 1 4 . .D 2 2 jenuh saturated
Qb Kll .D. Nq = Faktor daya dukung tanah
Tanah NC tidak jenuh: Ab = Luas penampang ujung tiang ( m 2 )
Tanah NC jenuh: sat Kll = keliling tiang (m)
Parameter tanah
Untuk tanah lepas baik ada atau tidak ada air
nilai c dan direduksi , diganti dengan c dan
: , 2
c 3 .c
, inv.tg . 2 3 .tg .

Parameter-parameter tanah untuk perhitungan pondasi dalam dapat


menggunakan parameter-parameter dibawah ini.

Parameter rencana tiang untuk tanah tidak kohesif


Kondisi Tanah NC Ft Nq

Tiang Tiang
Konsistensi N-SPT Tiang Bor Tiang Bor
Pancang Pancang

Lepas 0-10 0.8 0.3 60 25


Sedang 10-30 1 0.5 100 60
Padat 30-50 1.5 0.8 180 100
Parameter tanah
Parameter rencana tiang untuk tanah kohesif
Kondisi tanah kohesif Kuat geser undraind Koefisien terganggu
Cu (Kpa) Fc
Konsistensi Nilai N

Sangat Lembek 0-2 0-10 1.0


Lembek 2-4 10-25 1.0
Sedang 4-8 25-45 1.0
45-50 1.0-0.95
Kenyal 8-15 50-60 0.95-0.8
60-80 0.8-0.65
80-100 0.65-0.55
Sangat kenyal 15-30 100-120 0.55-0.45
120-140 0.45-0.4
140-160 0.4-0.36
160-180 0.36-0.35
180-200 0.35-0.34
Keras/Teguh >30 >200 0.34
Perhitungan daya dukung Pondasi dari data Sondir dan N.SPT

DATA SONDIR
Qu Qb Qs = qc. Ab qs.Kll.
Qu
Qa , SF 3 ~ 5
SF
qc nilai tahanan konus (kg / cm 2 )
qs nilai jumlah hambatan lekat / friksi ( kg / cm)
Qs Qs Ab luas penampang tiang (cm2)
Kll keliling tiang ( cm)

N = Nilai rata-rata N berjarak 4D dibawah


1
N = Nilai rata-rata N berjarak 10D diatas ujung tiang
2
Ns = Nilai rata-rata N pada lapisan pasi r
Qb
Nc = Nilai rata-rata N pada lapisan lempung
DATA N SPT Ab = Luas penampang ujung tiang (cm2 )
Ns Nc Kll = Keliling tiang (cm)
Qu =30.N . Ab .Kll.Ls .Kll.Lc
5 2 Ls = Panjang tiang pada lapisan pasir (cm)
Qu Lc = Panjang tiang pada lapisan lempung(cm)
Qa , SF 3 ~ 5
SF
Efisiensi Grup Tiang
Untuk kelompok tiang yang daya dukung utamanya mengandalkan
tahanan gesek, harus dilakukan evaluasi efesiensi daya dukung
kelompok tiang, dan disarankan jarak as antara tiang lebih dari tiga
diameter tiang.

(n -1).m ( m -1).n
E 1 - .
90 .m.n
dimana = arc tg (D/k)
m = Jumlah tiang dalam arah sumbu x
n = Jumlah tiang dalam arah sumbu y
D = diameter tiang
k = jarak antara tiang
Pilar Balok Cap Tiang Sederhana

29
Kedalaman jepit
Untuk tiang pancang yang cup pile nya diatas permukaan tanah harus
diperhitungkan kedalaman jepitnya
DL+ LL
T. Eq

h
Dasar laut
Kh = koefisien lateral subgride
Kh = 0,15 N
1
/ N = nilai SPT
Kedalaman jepit N = dicoba-coba untuk kedalaman
tertentu
kh.D D = diameter / ukuran tiang
4 E = elastisitas material
4 EI I = Momen Inertial tiang

JENIS TANAH Kh ( lb/in2) Kh ( kg/cm2)


Pasir halus kelanauan 300 ~ 350 21 ~ 24
Pasir sedang 300 ~ 450 21 ~ 31
Lempung lembek 350 ~ 500 24 ~34
Pasir padat dan lempung 1500 ~ 2000 103 ~ 138
Andi Indianto