Anda di halaman 1dari 44

Permintaan dan penawaran suatu barang

dan jasa berkaitan dengan interaksi


antara pembeli dan penjual dipasar yang
akan menentukan tingkat harga suatu
barang dan jasa yang berlaku di pasar
serta jumlah barang dan jasa tersebut
yang akan diperjualbelikan di pasar.
Analisis D & S merupakan alat untuk :

1. Memahami respon harga dan kuantitas suatu


komoditas terhadap perubahan-perubahan
variabel-variabel ekonomi.
2. Menganalisa interaksi yang kompetitif antara
penjual dan pembeli dalam menghasilkan
harga dan kuantitas suatu komoditas
3. Menunjukkan kebebasan yang diberikan
pasar kepada konsumen dan produsen
4. Menganalisis efek berbagai intervensi
kebijakan pemerintah dipasar.
Demand atau permintaan didefinisikan sebagai
jumlah komoditi yang mau dan mampu
dikonsumsi oleh konsumer dalam periode waktu
tertentu. Komoditi tersebut dapat berupa
barang maupun jasa.

Dalam analisis demand dipengaruhi oleh dua


variabel
1. Income (pendapatan)
2. Price (Harga)
Hubungan antara pendapatan dan
demand
Pendapatan (income)mempengaruhi
demand, kurva berikut :

Income

I2

I1

Quantity
Q1 Q2
Hubungan antara harga dengan
demand
Demand dipengaruhi oleh harga, kurva
berikut :

Price

P2
Kurva
Demand

P1

Quantity
Q2 Q1
D : f(P)
Demand yang diminta berbanding terbalik
dengan P.
Pada : P Q
P Q

Perubahan demand dipengaruhi oleh :


1. Harga komoditas itu sendiri
2. Harga komoditas lain yang berkaitan erat
dengan komoditas tersebut
3. Pendapatan rumah tangga dan
pendapatan
rata-rata masyarakat
4. Corak distribusi pendapatan dalam
masyarakat
5.Citarasa masyarakat
6. Jumlah penduduk
7. Ramalan mengenai keadaan di masa
mendatang
8.dll
Supply atau penawaran adalah jumlah
komoditi yang mau dan mampu
ditawarkan oleh supplier dalam periode
waktu tertentu.
Penawaran komoditas pada berbagai tingkat
harga ditentukan oleh banyak faktor :
1. Harga komoditas itu sendiri
2. Harga komoditas2 lain
3. Biaya produksi, yaitu biaya untuk
memperoleh faktor-faktor produksi dan
bahan mentah
4.Tujuan dari perusahaan
5. Tingkat teknologi yang digunakan
6.Musim
7.Dll
Hubungan antara price dengan supply
(quantity)

Price

P2

P1

Quantity
Q1 Q2

S = f(P)
Mekanisme Pasar

Jika kedua kurva supply dan Demand


digabungkan, ditemukan keadaan yang
disebut mekanisme pasar.
1.Consumer ignorance
2.Supply Induced demand, cth unnecessary
procedures
3.High inflation rate
4.Inequity, karena kemampuan membayar dibawah
harga pasar dan tidak adanya pemerataan.
kebutuhan akan pelayanan kesehatan tidak bisa pasti,
baik waktu, tempat maupun besarnya biaya yang
dibutuhkan. Dengan ketidakpastian ini sulit bagi
seseorang untuk menganggarkan biaya untuk
memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatannya.
Penduduk yang penghasilannya rendah tidak mampu
menyisihkan sebagian penghasilannya rendah tidak
mampu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk
memenuhi kebutuhan yang tidak diketahui datangnya,
bahkan penduduk yang relative berpendapatan
memadai sekalipun seringkali tidak sanggup
memenuhi kecukupan biaya yang dibutuhkan untuk
memnuhi kebutuhan medisnya. Maka dalam hal ini
seseorang yang tidak miskin dapat menjadi miskin
atau bangkrut mana kala ia menderita sakit.
konsumen pelayanan kesehatan berada
pada posisi yang lemah sedangkan
proveder (dokter dan petugas kesehatan
lainnya) mengetahui jauh lebih banyak
tentang manfaar dan kualitas pelayanan
yang dijualnya.
misalnya kasus ekstrim pembedahan, pasien
hampir tidak memiliki kemampuan untuk
mengetahui apakah ia membutuhkan
pelayanan tersebut atau tidak. Kondisi ini
sering dikenal dengan consumen ignorance
atau konsumen yang bodoh, jangankan ia
mengetahui berapa harga dan berapa
banyak yang diperlukan, mengetahui apakah
ia memerlukan tindakan bedah saja tidak
sanggup dilakukan meskipun pasien
mungkin seorang professor sekalipun.
konsumsi pelayanan kesehatan tidak saja
mempengaruhi pembeli tetapi juga bukan
pembeli. Contohnya adalah konsumsi rokok
yang mempunyai resiko besar pada bukan
perokok, akibat dari ciri ini, pelayanan
kesehatan membutuhkan subsidi dalam
berbagai bentuk, oleh karena pembiayaan
pelayanan kesehatan tidak saja menjadi
tanggung jawab diri sendiri, akan tetapi
perlunya digalang tanggung jawab bersama
(publik).
Konsep elastisitas demand mengukur
bagaimana responsif perubahan kuantitas
dengan adanya perubahan harga. Jika harga
suatu barang menurun sebanyak satu persen
maka permintaan terhadap barang tersebut
akan bertambah, sesuai dengan hukum
permintaan.
Nilai dari perbandingan antara
persentase perubahan jumlah barang
yang diminta dengan persentase
perubahan harga dinamakan koefisien
elastisitas demand. Dihitung dengan
rumus :

Persentase perubahan jumlah barang yang dim int a


E d

persentase perubahan h arg a
Jika digambarkan dalam kurva demand,
maka koefisien elastisitas demand
merupakan perbandingan antara Q
(selisih antara Q0 dan Q1)dengan P(selisih
antara P0 dan P1)
Price

P0

P

P1
Q

Quantity
Q0 Q1
terjadi manakala kebutuhan yang timbul
pada individu umumnya dipengaruhi faktor
nilai, lingkungan sosial, dan hukum
terjadi manakala masyarakat menghendaki
pelayanan kesehatan, hal ini berkaitan
dengan persepsi perorangan tentang
pelayanan kesehatan, sehingga dengan
jelas akan berbeda dengan orang lain.
yaitu felt need yang berubah menjadi
permintaan.
Expressed need ini biasa disebut dengan
demand atau permintaan yang efektif.
kebutuhan yang dalam pemenuhannya
berbeda antara satu individu dengan
individu lainnya atau antara daerah yang
satu dengan yang lainnya.
Demand vs need sebagai dasar kebijakan dan
perencanaan ?
Need yankes : jumlah yankes yang diyakini
Oleh ahli kesehatan harus dimiliki oleh
Seseorang untuk tetap atau dalam kondisi
sesehat mungkin, berdasarkan ilmu
kesehatan/ medis
Aplikasi dalam perencanaan kes :
Ratio TT : penduduk
Ratio dokter : penduduk
Kebutuhan meningkat krena situasi
darurat/serius, dimana dihadapkan pada
pilihan antar hidup dan mati
Kebutuhan pada situasi yg tidak
membahayakan, penyakit kronis, operasi
terencana, yan rajal dll
Kebutuhan akan yankes untuk mendeteksi
masalah medis secara dini seperti general
check up, deteksi dini kanker dll
menyangkut pola sosial dari perilaku sakit yang
tampak pada cara orang mencari, menemukan,
dan melakukan perawatan medis, dimana latar
belakang budaya memengaruhi hubungan antar
kelompok sosial dengan orientasi medis.
Pendekatan yang digunakan berkisar pada
empat unsur yang merupakan faktor utama
dalam perilaku sakit, yaitu : 1) perilaku itu
sendiri, 2) sekuensinya, 3) tempat atau ruang
lingkup, dan 4) variasi perilaku selama tahap-
tahap perawatan.
Model Kepercayaan Kesehatan (Health
Belief Model) ini berasal dari teori dalam
bidang psikologi dan ilmu perilaku. Dalam
model HBM ini dapat dipahami bahwa
perbedaan faktor demografis, personal,
struktural, dan sosial memengaruhi perilaku
kesehatan, namun semua variabel itu
sebenarnya memengaruhi persepsi dan
motivasi individu, bukan berfungsi sebagai
penyebab langsung dari suatu tindakan.
Merupakan suatu teori tentang
pengambilan keputusan. Model ini
merupakan hasil pendekatan antropologi,
yang menitikberatkan pada proses
informasi yang diharapkan seseorang pada
saat kejadian sakit dan pengambilan
keputusan pengobatan.
Suatu model mengenai faktor-faktor yang
memengaruhi perbedaan cara orang
melihat, menilai serta bertindak terhadap
suatu gejala penyakit.
Model ini menggambarkan suatu sekuensi
determinan individu terhadap pemanfaatan
pelayanan kesehatan oleh keluarga, dan
menyatakan bahwa hal itu tergantung pada
: 1) predisposisi keluarga untuk
menggunakan jasa pelayanan kesehatan,
2) kemampuan mereka untuk
melaksanakannya, dan
3) kebutuhan mereka terhadap jasa
pelayanan tersebut.
Demografi : umur, jenis kelamin, status
pernikahan.
Struktur Sosial : pendidikan, ras, pekerjaan,
jumlah anggota keluarga, suku, agama.
Kepercayaan konsumen terhadap pelayanan
kesehatan : nilai terhadap penyakit, sikap
dan kemampuan petugas kesehatan,
fasilitas kesehatan, pengetahuan tentang
penyakit.
Keluarga : Pendapatan, asuransi kesehatan,
jenis dan asset dari sumber daya keluarga.
Masyarakat : Rasio antara jumlah pasien
dengan fasilitas kesehatan yang tersedia,
harga dari setiap pelayanan kesehatan,
karakter penduduk.
Faktor predisposisi dan faktor pemungkin
untuk mencari pengobatan dapat terwujud
dalam tindakan apabila itu dirasakan
sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini dibagi
menjadi 2 kategori, dirasa atau perceived
(subject assesment) dan evaluated (clinical
diagnosis)
Model ini memformulasikan berbagai
alternatif pelayanan kesehatan setelah
terdapat keputusan seseorang untuk minta
pertolongan kepada tenaga professional.
Model ini mencoba mengaitkan karakteristik
sosiodemografi dengan kebutuhan
kesehatan, ekonomi, ekologi serta variabel-
variabel sosiopsikologi.
Dalam model ini meliputi empat komponen
utama yaitu : 1) penilaian tentang suatu
gangguan kesehatan, 2) peningkatan rasa
khawatir karena persepsi tentang gejala
penyakit, 3) penerapan pengetahuan
sendiri terhadap kesehatan, dan 4) bentuk
tindakan untuk menghilangkan
kekhawatiran dan gangguan kesehatan
tersebut.
Suatu model terpadu yang bertujuan untuk
membuat kategori tentang berbagai tipe
variabel yang berbeda menurut pola
tindakan tertentu, dan membuat spesifikasi
mengenai kaitan antara semua variabel
tersebut, dimana ketiga golongan variabel
tersebut adalah motivasi predisposisi,
variabel kendala, variabel kondisi.
Model perilaku pencegahan gangguan
kesehatan dengan cara menggabungkan
variabel-variabel sosiopsikologi dan model
kepercayaan kesehatan dengan
karakteristik kelompok sosial dari formulasi
Suchman, dan juga bermanfaat untuk
mencari perbedaan antara berbagai bentuk
perilaku pencegahan gangguan kesehatan.
1) kemudahan memperoleh pelayanan
kesehatan, seperti kemampuan individu
membayar biaya pelayanan dan
pemeliharaan kesehatan ; kesadaran
mereka untuk menggunakan pelayanan
kesehatan dan tersedianya fasilitas
pelayanan kesehatan.
2) sikap individu terhadap pelayanan
kesehatan seperti kepercayaan terhadap
manfaat pengobatan dan kepercayaan
terhadap kualitas pelayanan yang tersedia.

3. Perihal yang menyangkut ancaman


penyakit seperti persepsi individu terhadap
gejala-gejala penyakit dan kepercayaan
terhadap gangguan serta akibat-akibat
penyakit tersebut.
4. Perihal yang berkaitan dengan
pengetahuan tentang penyakit.
5. Perihal yang berkaitan dengan interaksi
sosio individu, norma sosial dan struktur
sosial.
6. Perihal yang berkaitan dengan
karakteristik demografi (status sosial,
penghasilan dan pendidikan).
1. Untuk menggambarkan hubungan kedua
belah pihak antara faktor-faktor penentu
dari penggunaan pelayanan kesehatan.
2. Untuk meringankan peramalan kebutuhan-
kebutuhan masa depan pelayanan
kesehatan.
3. Untuk menentukan ada atau tidak adanya
pelayanan dari pemakaian pelayanan
kesehatan yang tidak seimbang
4. Untuk menyarankan cara-cara
memanipulasi kebijaksanaan yang
berhubungan dengan variabel-variabel agar
memberikan perubahan-perubahan yang
diinginkan.
5. Untuk menilai pengaruh pembentukan
program atau proyek-proyek pemeliharaan
atau perawatan kesehatan yang baru.