Anda di halaman 1dari 64

LAPORAN DIAGNOSIS DAN INTERVENSI KOMUNITAS PERILAKU

PENCARIAN PENGOBATAN PADA KELUARGA BINAAN DENGAN


GEJALA TB PARU DI DESA PANGKALAN
RT 004 / RW 005 KECAMATAN TELUK NAGA
KABUPATEN TANGERANG
PROVINSI BANTEN

Oleh:
Nurmaulidia 1102011201
Nurzanah C. Primadani
02011203
Sahid Adi Kusumo Negoro
02010252
Suendia Putra Darda 1102011266
Widyanisa Dwianasti 1102011291

Pembimbing : dr. Dini Widianti, MKK


BAB I
LATAR BELAKANG
Gambaran Umum Desa Secara
Geografis
Batas Wilayah Desa Pangkalan

Utara
Desa Tegal
Angus

Barat Timur
Desa Lemo Desa
dan Kalibaru
Kampung
Besar
Selatan
Desa Kampung
Melayu Barat
Tabel Jumlah Penduduk dan
Kepadatan di wilayah kerja
Puskesmas LUAS
Tegal Angus
JUMLAH
2015
RATA- KEPADAT
RATA AN
WILAYA JUMLAH JIWA/RUM PENDUDU
RUMAH
NO DESA H PENDUD AH K
UK
(km ) 2
TANGGA TANGGA per km2


1 Pangkalan 7.54 16.888 5,362 4.08 2.24
2 Tanjung Burung 5.24 7.669 2,685 4.5 1.48
3 Tegal Angus 2.83 9.513 2,900 4.6 3.31
4 Tanjung Pasir 5.64 9.513 1,823 4.6 1.73
5 Muara 5.14 3.566 492 4.4 6.86
6 Lemo 3.61 6.632 655 4.4 1.82
JUMLAH 30.02 53.831 13.917 4.6 10.364

Sumber : Kantor Statistik Puskesmas Tegal


Tabel Lapangan Pekerjaan
Penduduk di wilayah kerja
Puskesmas
No.
Tegal Angus
Lapangan Kerja Penduduk
2015
Jumlah
1 Buruh 4592
2 Buruh industri 13757
3 Industri rakyat 13536
4 Nelayan 386
5 Pedagang 6373
6 Pengangguran 4004
7 Pensiunan PNS 45
8 Pensiunan TNI/POLRI 43
9 Perangkat Desa 141
10 Pertukangan 4109
11 Petani pemilik 13316
12 Petani penggarap 6063
13 PNS 222
14 TNI/POLRI 65

Sumber : Kantor Statistik Puskesmas Tegal Angu


Tabel Penduduk 10 Tahun Keatas Menurut
Jenjang Pendidikan di Wilayah Kerja
Puskesmas Tegal Angus Tahun 2015

No. Jenjang Pendidikan Jumlah


1 Tidak/belum tamat SD 12598
2 SD/MI 15738
3 SLTP/MTS 4060
4 SLTA/MA 3601
5 AK/Diploma 159
6 Universitas 130

Sumber : Kantor Statistik Puskesmas Tegal Angu


Tabel Lima Besar Penyakit
Puskesmas Tegal Angus 2015

Sumber : Data Surveilance Puskesmas Tegal Angus 2015


Jumlah
No Jenis Sarana Kesehatan
1
1. a. Puskesmas
1
b. Puskesmas Pembantu
1
c. Poskesdes
0
2. Rumah Sakit Pemerintah
0
3. Rumah Sakit Swasta
0
4. Rumah Bersalin Swasta
2
5. Balai Pengobatan Swasta
5
6. Praktek Dokter Umum Swasta
0
7. Rumah Sakit Pemerintah

Sarana dan
0
8. Rumah Sakit Swasta
0
9. Rumah Bersalin Swasta
10. Dokter Gigi praktek swasta
11. Laboratorium Klinik Swasta
0
0 Prasarana
0
12. Apotik
0
13. Optikal
0
14. Gudang Farmasi
0
15. Pos UKK
0
16. Polindes
1
17. a. Puskesmas
1
b. Puskesmas Pembantu
1
c. Poskesdes
2
18. Balai Pengobatan Swasta
2
19. Toko Obat Sumber: Puskesmas Tegal Angus
5
20. Praktek Dokter Umum Swasta
Upaya Kesehatan
Denah Rumah Keluarga Binaan
Keluarga Binaan
Keluarga Binaan Tn. Gampang

Status Jenis Usia Penghasilan


Nama Pendidikan Pekerjaan
Keluarga Kelamin (Tahun) Perbulan

Kepala Tukang Rp.500.000-


Tn.Gampang Laki-Laki 47 SD
Keluarga Becak Rp.750.000

Ny.Nimi Istri Perempuan 37 SD Buruh cuci Rp300.000

Anak Buruh
Nn. Yuli Perempuan 19 SMK Rp980.000
(kembar) pabrik

Anak Buruh
Nn. Yuni Perempuan 19 SMK Rp980.000
(kembar) pabrik

An. Yayu Anak Perempuan 13 Sedang SMP Pelajar -

An. Abay Anak Laki-Laki 8 Sedang SD Pelajar -


Keluarga Binaan Tn. Usa

Status Jenis Usia Penghasilan


Nama Pendidikan Pekerjaan
Keluarga Kelamin (Tahun) Perbulan

Kepala Tidak Tamat Buruh


Tn.Usa Laki-Laki 45 Rp.1.000.000
Keluarga SD pabrik

Perempua Tidak Tamat Buruh


Ny.Muni Istri 45 Rp.105.000
n SD pabrik

Tn. Tidak Tamat Tidak


Anak Laki-laki 18 Rp.-
Saipuloh SD bekerja

Orang tua Tidak Tamat Tidak


Tn.Majan Laki-laki 70 Rp.-
Ny.Muni SD bekerja
Keluarga Binaan Tn. Usman

Status Jenis Usia Penghasilan


Nama Pendidikan Pekerjaan
Keluarga Kelamin (Tahun) Perbulan

Kepala
Tn.Usman Laki-Laki 35 SD Penjahit Rp1.200.000
Keluarga

Perempua Tidak
Ny.Ariana Istri 23 SMP -
n Beker

Perempua Belum
Nn. Kiki Anak 1 - -
n Sekolah
Keluarga Binaan Tn. Gandi

Status Jenis Usia Pendidika Pekerjaa Penghasila


Nama
Keluarga Kelamin (Tahun) n n n Perbulan

Kepala Buruh
Tn.Gandi Laki-Laki 35 SD Rp2.000.000
Keluarga bangunan

Ny.Nurhasa
Istri Perempuan 29 SD Buruh cuci
nah

An.Dila Anak Perempuan 3 - - -

An.Salsa Anak Perempuan 1 - - -


Keluarga Tn. Mian

Status Jenis Usia Pendidika Pekerjaa Penghasila


Nama
Keluarga Kelamin (Tahun) n n n Perbulan

Tn. Kepala
Laki-Laki 70 SD Petani Rp 300.000
Mian Keluarga

Ny. Perempua Tidak


Istri 65 Petani Rp 200.000
Mini n sekolah
Area Masalah
Masalah Non Medis
1. Kebiasaan membuang sampah rumah
tangga di depan rumah Kurangnya
2. Kebiasaan membuang air cucian rumah
tangga di dalam rumah
kesadaran
3. Belum terlaksananya Pola makan sehat dalam
dan seimbang di keluarga binaan
mengenali
4. Kurangnya Ketersediaan air bersih
5. Kurangnya Kesadaran berolahraga gejala
6. Kurangnya Ventilasi dan Jendela pada penyakit TB
rumah
7. Kurangnya Pencahayaan pada rumah
keluarga binaan
8. Kurangnya kesadaran dalam mencari
pengobatan saat terkena penyakit diare
9. Kurangnya kesadaran dalam
mengenali gejala penyakit TB
10. Penggunaan jamban yang tidak sehat
di keluarga binaan
11. Rumah kelurga binaan yang tidak
sesuai dengan kriteria rumah sehat
Keluarga binaan
Alasan Pemilihan Area Masalah
METODE DELPHI

(53,7%)
memiliki
pengentahua
n yang baik
Permasal
ahan
pada ke-5
keluarga (47%)
binaan , memiliki
dilakukan sikap yang
kegiatan baik
pre
survey (40.17%)
memiliki
perilaku
yang baik
Alasan Pemilihan
Area Masalah
Alasan Pemilihan Area Masalah
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
KONSEP PERILAKU

Definisi Perilaku :
Perilaku adalah respons atau reaksi seseorang terhadap
stimulus (rangsangan dari luar), menurut teori S-O-R
(Stimulus organisme Respons) yang dikeluarkan
oleh Skiner dalam Notoatmodjo (2010).

Covert
Behaviour

Overt Behaviour
Bloom (1908) dalam Notoadmojo (2010) membagi
ranah (domain) perilaku menjadi tiga tingkatan

Pengetahuan
(Knowledge)
PERILAK
U Sikap (Attitude)

Tindakan (Practice)
Perilaku pencarian pengobatan
KONSEP PENYAKIT TB PARU

Definisi Tuberkulosis
Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang
disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis.
Kuman ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus
yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Kuman
TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi
dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang
gelap dan lembab.
Epidemiologi Tuberkulosis
Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa
terdapat 8,8 juta kasus baru tuberkulosis pada
tahun 2002, dimana 3,9 juta adalah kasus BTA
(Basil Tahan Asam) positif. Sepertiga penduduk
dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis dan
menurut regional WHO jumlah terbesar kasus TB
terjadi di Asia Tenggara yaitu 33 % dari seluruh
kasus TB di dunia. Diperkirakan angka kematian
akibat TB adalah 8000 setiap hari dan 2 - 3 juta
setiap tahun. Laporan WHO tahun 2004
menyebutkan bahwa jumlah terbesar kematian
akibat TB terdapat di Asia tenggara yaitu
625.000 orang.
Kuman dan Cara Penularan Tuberkulosis

Kuman, Mycobacterium tuberculosis sebagai kuman


penyebab Tuberkulosis Para ditemukan pertama kali oleh
Robert Koch pada tahun 1882, adalah suatu basil yang
bersifat tahan asam pada pewarnaan sehingga disebut pula
sebagai Basil Tahan Asam (BTA).

Sumber infeksi yang terpenting adalah dahak penderita TB


Paru Positif. Penularan terjadi melalui percikan dahak (droplet
Infection) saat penderita batuk, berbicara atau meludah
(Soediman, 1995). Kemungkinan suatu infeksi berkembang
menjadi penyakit, tergantung pada konsentrasi kuman yang
terhirup dan daya tahan tubuh (Depkes RI, 2002). Sumber
penularan adalah pasien TB Paru BTA positif. Pada waktu
batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara
dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei).
Diagnosis Tuberkulosis
BTA (+) bila
1. Minimal 2
dari 3 spesimen
sputum SPS
S hasilnya BTA
(+)
Pemeriksaan 2. Satu
Dahak
Mikroskopik
P spesimen
sputum BTA (+)
Diagnosi dan gambaran
s S rontgen
menunjukan TB
aktif
Pemeriksaan
1. Hanya 1 dari 3
Rontgen Toraks spesimen dahak SPS
hasilnya BTA positif.
2. Mengalami
komplikasi sesak
nafas berat yang
memerlukan
penanganan khusus.
Gejala Tuberkulosis Paru
1. Batuk
Batuk terus-menerus dan berdahak selama 3 (tiga) minggu atau,
lebih. Batuk baru timbul apabila proses penyakit telah
melibatkan bronkus dan terjadi iritasi.
2. Dahak
Dahak awalnya bersifat mukoid dan keluar dalam jumlah sedikit,
kemudian berubah menjadi mukopurulen/kuning atau kuning
hijau sampai purulen dan kemudian dapat bercampur dengan
darah
3. Batuk Darah
Darah yang dikeluarkan penderita mungkin berupa garis atau
bercak- bercak darah, gumpalan-gumpalan darah atau darah segar
dalam jumlah yang sangat banyak
4. Sesak Nafas
Kerusakan paru yang cukup luas atau pengumpulan cairan di
rongga pleura sebagai komplikasi tuberkulosis paru
5. Nyeri Dada
Sakit sewaktu menarik nafas dalam. Bisa juga disebabkan regangan
otot karena batuk.
TIPE PENDERITA TUBERKULOSIS
Ada beberapa tipe penderita yaitu ; (Depkes RI, 2002)
Tipe penderita ditentukan berdasarkan riwayat pengobatan
sebelumnya. Ada beberapa tipe penderita yaitu ; (Depkes
RI, 2002) Kasus Baru
Kambuh (Relaps)
Pindahan (Transfer In)
Setelah Lalai (Drop Out)
Lain-Lain Gagal

Kronik
RIWAYAT TERJADINYA TUBERKULOSIS
1. Infeksi Primer
Tuberkulosis paru primer adalah peradangan paru yang
disebabkan oleh basil tuberkulosis pada tubuh penderita
yang belum pemah mempunyai kekebalan yang spesifik
terhadap basil tersebut. Terjadi saat seseorang terpapar
pertama kali dengan kuman TBC.
2. Tuberkulosis Pasca Primer
Tuberkulosis pasca primer biasanya terjadi setelah beberapa
bulan atau tahun sesudah tuberkulosis primer. Infeksi dapat
berasal dari luar (eksogen) yaitu infeksi ulang pada tubuh
yang pernah menderita tuberkulosis, infeksi dari dalam
(endogeny yaitu infeksi berasal dari basil yang sudah ada
dalam tubuh, merupakan proses lama yang pada mulanya,
tenang dan oleh suatu keadaan menjadi aktif kembali,
misalnya karena daya, tahan tubuh yang menurun akibat
terinfeksi HIV atau status gizi yang buruk
Kerangka teori
Kerangka konsep
Definisi operasional
No. Variabel Definisi operasional Alat ukur Cara ukur Hasil Skala
Dependen
< 5 : Tidak
Perilaku baik
pencarian Pernyataan tentang tindakan
Wawancara
1. pengobatan keluarga binaan dalam mengatasi Kuisioner 5-10 : Cukup Ordinal
terpimpin
tersangka gejala tb paru baik
penderita TB paru
>10 : baik
Independen
<25 : Muda

Wawancara 25-50 : Tua


1. Umur Usia responden ketika di wawancarai Kuisioner Ordinal
terpimpin
>50 : Sangat
Tua
Sangat rendah :
Tidak tamat SD

Rendah : Tamat
SD dan Tidak
Tamat SMP
Jenjang sekolah formal tertinggi yang Wawancara
2. Pendidikan Kuisioner Ordinal
pernah di tempuh responden terpimpin
Cukup : Tamat
SMP dan Tamat
SMA

Tinggi : Tamat
Perguruan Tinggi
<2:
pengetahuan
Pengetahuan keluarga binaan tentang: kurang
Wawancara
3. Pengetahuan Definisi, gejala, penularan, komplikasi, Kuisioner Nominal
terpimpin
pengobatan >2 :
pengetahuan
baik
<5 : sikap tidak
Reaksi atau respon keluarga binaan baik
Wawancara
4. Sikap terhadap penyakit TB yang diderita Kuisioner Nominal
terpimpin
salah satu anggota keluarga binaan
>5 : sikap baik
Kesanggupan keluarga binaan dalam <2 : Tidak
usaha mencari pengobatan TB paru. Mampu
BAB III
METODE PENELITIAN
Jenis dan Sumber Data
Jenis Data
Sumber Data
Penentuan Instrumern Pengumpulan Data
Pengumpulan Data
Dilakukan selama 10 hari, tanggal 26 juli 4 agustus
2016
Pengumpulan data dengan wawancara terpimpin
Kriteria inklusi dan ekslusi
BAB IV
HASIL ANALISA DATA
DATA DEMOGRAFI RESPONDEN

Data karakteristik responden yang terdiri dari lima


keluarga di RT 004/RW 005, Desa Pangkalan,
Kecamatan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten yakni:
- Keluarga Tn. Usa,
- Keluarga Tn. Gampang,
- Keluarga Tn. Usman,
- Keluarga Tn. Mian,
- Keluarga Tn. Gandi.
Grafik 4.1 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin responden di RT 004/ RW 005, Desa
Pangkalan, Kecamatan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Juli 2016
Diagram 4.1 Distribusi Frekuensi Usia pada Keluarga Binaan di RT 004/ RW
005, Desa Pangkalan, Kecamatan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten, Juli 2016
Analisis univariat

Hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel dan


grafik berdasarkan variabel-variabel dalam check list
dan kuesioner yang diambil langsung pada lima rumah
keluarga binaan pada bulan Juli 2016.
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Aspek Perilaku pencarian pengobatan keluarga binaan
dengan gejala TB Paru di RT 004/ RW 005, Desa Pangkalan, Kecamatan Tegal
Angus, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Juli 2016
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan pada Keluarga Binaan di RT
004/ RW 005, Desa Pangkalan, Kecamatan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang,
Provinsi Banten, Juli 2016
Tabel 4.3 Pengetahuan mengenai pencarian pengobatan keluarga binaan dengan
gejala TB Paru di RT 004/ RW 005, Desa Pangkalan, Kecamatan Tegal Angus,
Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Juli 2016
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Sikap pencarian pengobatan keluarga binaan
dengan gejala TB Paru di RT 004/ RW 005, Desa Pangkalan, Kecamatan Tegal
Angus, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Juli 2016
Tabel 4.5 Distribusi tingkat kemampuan keluarga dalam pencarian
pengobatan keluarga binaan dengan gejala TB Paru di RT 004/ RW 005,
Desa Pangkalan, Kecamatan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang,
Provinsi Banten, Juli 2016
Tabel 4.6 Hasil Analisis Univariat Lima Variabel Terkait Pencarian Pengobatan
Keluarga Binaan Dengan Gejala TB Paru Di RT 004/ RW 005, Desa Pangkalan,
Kecamatan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Juli 2016
Rencana intervensi pemecahan
masalah
Tabel 4.8 Tabel Akar penyebab masalah, Alternatif Pemecahan Masalah dan Rencana
Intervensi Pada Keluarga Binaan, Desa Pangkalan RT 002/RW 004 Bulan Juli 2015

Variabel Akar Penyebab Alternatif


No. Rencana Intervensi
Masalah Pemecahan Masalah
1 Umur Pemahaman Memberikan pemahaman yang benar 1. Memberikan penyuluhan
tentang pencarian mengenai pencarian pengobatan mengenai pencarian pengobatan
pengobatan yang 2. Memberikan penyuluhan
salah oleh usia tua mengenai tanda-tanda TB
2 Pendidikan Tingkat Meningkatkan pendidikan 1. Memotivasi generasi baru untuk
pendidikan yang mencapai pendidikan yang tinggi
rendah
3 Pengetahuan Sosialisasi yang Mensosialisasikan mengenai kapan 1. Memberikan penyuluhan
salah mengenai waktu pencarian pengobatan yang tepat mengenai waktu pencarian
kapan waktu pengobatan yang tepat
mencari
pengobatan yang
tepat
4 Sikap Kurangnya Meningkatkan kesadaran untuk berobat 1. Mengedukasi mengenai
kesadaran berobat pentingnya berobat

5 Kemampuan Kurangnya jumlah Meningkatkan sarana transportasi 1. Menyediakan sarana transportasi


sarana transportasi alternatif seperti mendirikan
untuk menuju RT/RW Siaga, dimana terdapat
tempat pengobatan koordinasi antar masyarakat yang
membutuhkan sarana transportasi
agar diberi bantuan kendaraan oleh
masyarakat lainnya
INTERVENSI PEMECAHAN MASALAH
YANG DIPILIH
Intervensi yang tepilih yang dapat dilakukan adalah
sebagai berikut:
- Penyuluhan terhadap keluarga binaan mengenai gejala-
gejala TBC sehingga keluarga binaan dapat segera
mencari pengobatan yang tepat.
- Membuat poster mengenai pengenalan gejala-gejala
TBC dan tempat pencarian pengobatan yang tepat
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN