Anda di halaman 1dari 17

DETEKSI DINI

GANGGUAN
PENDENGARAN
dr. Indah Afriani Nasution

DEPARTEMEN
TELINGA HIDUNG TENGGOROK
KEPALA DAN LEHER
(T.H.T.K.L.)
informasi optimal modalitas perkemb. komunikasi dan
kecerdasan

NORMAL

DEWASA ?

bicara, & berbahasa,


Gangguan / ketulian kecerdasan
GANGGUAN
bayi dan anak PERKEMBANGAN interaksi sosial
Gangguan pendengaran / Hearing loss
Organ pendengar masih dapat utk komunikasi dgn / tanpa ABD

Tuli / Deafness
Organ pendengaran tidak dapat utk komunikasi walaupun + ABD
JENIS GANGGUAN PENDENGARAN / KETULIAN

Tuli Konduksi ( tuli hantaran)


Tuli Sensorineural ( tuli saraf )
Tuli campuran

KONDUKTIF SENS.NEURAL
TELINGA LUAR TENGAH DALAM
TULI KONDUKTIF TULI KONDUKTIF TULI SARAF
Serumen, Bd Asing Cairan Koklea
Otitis Ext OMA Saraf Auditorik
(N.VIII)
Liang telinga: OMSK
Atresia,Stenosis
TUJUAN
Mendeteksi gangguan pendengaran pada bayi baru
lahir , kemudian melakukan intervensi sedini
mungkin, sehingga diperoleh perkembangan
linguistik dan komunikasi yang optimal bagi para
penderita gangguan pendengaran.
FAKTOR RISIKO KETULIAN
Am. Joint Committee of Infant Hearing Statement (1994 ) /
( 0 28 HARI)
Riwayat keluarga dgn tuli kongenital
Infeksi pranatal : TORCHS
Anomali kepala leher
Sindrom yg berhubungan dgn t. kongenital.
BBLR < 1500 gr
Meningitis bakterialis
Hiperbilirubinemia ( tranfusi tukar ).
Asfiksia berat ( AS: 0 4 / 1 ; 0 - 6 / 5 )
Obat ototoksik
Ventilasi mekanik > 5 hari
Kurang pendengaran pada anak biasanya:

Ketulian : tuli saraf ( sensorineural )


Derajat berat sampai sangat berat
Kedua telinga (bilateral).
Gejala awal sulit diketahui: tidak terlihat.
Orang tua terlambat menyadari

Informasi dari orang tua sangat bermanfaat :


suara di lingkungan rumah
kemampuan vokalisasi
cara pengucapan kata
CURIGA gangguan pendengaran bila :

Usia 12 bulan belum dapat mengoceh


(babbling) atau meniru bunyi
Usia 18 bulan tidak dapat menyebut 1 kata
yang mempunyai arti
Usia 24 bulan perbendaharaan kata < 10
kata
Usia 30 bulan belum dapat merangkai 2 kata
Cara mudah deteksi gangguan pendengaran

Bunyi pss pss : frekwensi tinggi


Bunyi uh uh : frekwensi rendah
Suara menggesek dengan sendok pada
tepi cangkir ( frekwensi 4000 Hz)
Suara mengetuk dasar cangkir dengan
sendok ( frekwensi 900 Hz )
Suara remasan kertas (frekwensi 6000
Hz)
Suara bel (frekwensi puncak 2000 Hz)
TEKNOLOGI SKRINING PENDENGARAN BAYI

Baku emas yang direkomendasikan


oleh JCIH (2000)

1. OAE

2. Automated ABR (AABR)


OAE
Pemeriksaan OAE
AUDITORY BRAINSTEM RESPONSE ( ABR )
menilai fungsi saraf pendengaran + batang otak dalam memberikan respon
terhadap stimulus akustik (click atau tone burst )
obyektif , tidak invasif untuk pem retrokoklea.
Hasil ABR beberapa gelombang defleksi positif (gel. I sampai V).
Dapat memberi informasi gangguan konduksi saraf auditorik, tumor N. VIII
(neuroma akustik).
Kombinasi ABR + OAE dapat mendeteksi neuropati auditorik (kelainan
akson saraf auditorik dengan gambaran OAE normal dan ABR abnormal).
Diperlukan latihan untuk menginterpretasikan gelombang ABR

ABR tidak parktis untuk skrining Automated ABR


AUTOMATED AUDITORY BRAINSTEM RESPONSE (AABR)
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai