Anda di halaman 1dari 28

PENANDA KELAINAN

TULANG
Saud L Tobing MS
DAFTAR ISI

Pada kuliah ini yang dipelajari


adalah :
1. Penanda osteoporosis
2. Penanda Rheumatic disorders
OSTEPOROSIS
Osteoporosis: Penyakit tulang sistemik
yg ditandai dgn penurunan kualitas &
kepadatan massa tulang, shg
menyebabkan tulang menjadi rapuh &
risiko patah tulang (WHO 1994).
Gejala osteoporosis sering diabaikan
oleh pasien krn tdk ada gejala spesifik.
Gejala dapat berupa nyeri pada tulang
dan otot, terutama sering terjadi pada
punggung.
KLASIFIKASI
1 Osteoporosis primer
Osteoporosis primer sering terjadi pada wanita paska
menapause& padapriausia lanjut .
2.Osteoporosis sekunder
Disebabkan oleh penyakit al:

Cushing's disease Hyperthyroidism


Hyperparathyroidism Hypogonadism
Kelainanhati Kegagalan ginjalkronis
Kurang gerak Alkohol
Pemakai obat-obatan/corticosteroid
Kafein Perokok
3.Osteoporosis anak
juvenile idiopathic osteoporosis
Osteoporosis postmenopausaldisebabkan
kekuranganestrogen, yang membantu
mengatur pengangkutanCalcium ke dalam
tulang.
Osteoporosis senilisterjadi krn defisiensi
Calcium & terjadi pada usia lanjut.
Osteoporosis juvenil idiopatiksering terjadi
pada anak dan dewasa muda. Biasanya kadar
hormon masih normal.
SIAPA YANG BERISIKO OSTEOPOROSIS ?
Usia > 40 tahun
Wanita menopause
Penurunan testosteron pada pria
Aktivitas fisiknya kurang atau berlebihan
Penderita penyakit : metabolisme, malabsorpsi, DM
mellitus, tiroid, hati, usus, ginjal kronis
Pengguna terapi steroid jangka panjang
Rheumatoid arthritis
Anorexia nervosa (kehilangan nafsu makan)
Kebiasaan minum alkohol
Perokok
http://www.labparahita.com/
PANEL PEMERIKSAAN UNTUK OSTEOPOROSIS
1.N-MID Osteocalcin
2.CTx Beta Crosslaps
3. Total Procollagen type 1 amino-terminal propeptide
(P1NP)

Bone Mineral Density (BMD)


Pemeriksaan foto tulang untuk memastikan ada
tidaknya osteopenia (suatu kondisi dimana kepadatan
mineral tulang lebih rendah dari normal) maupun
osteoporosis
http://www.labparahita.com/
N-MID Osteocalcin
Digunakan untuk mendeteksi konsentrasi
osteocalcin dalam darah.
Osteocalcin merupakan protein non-kolagen
penting pada matriks tulang.

Manfaat Pemeriksaan : Penanda biokimia


pembentukan tulang dan memantau efikasi
terapi antiresorpsi oral pada pasien
osteoporosis atau hiperkalsemia.
CTx (C-Telopeptide)
Adalah penanda proses pengeroposan tulang yang
spesifik.
Manfaat Pemeriksaan : Memperkirakan risiko
osteoporosis secara dini, menentukan dan
memantau terapi obat antiresorpsi oral.

Total Procollagen type 1 amino-terminal propeptide


(P1NP)
Dipakai untuk monitoring pengobatan penderita
dengan osteoporosis, terutama pada wanita post
menopausal dan penyakit Paget pada tulang.
RHEUMATOLOGY
Rheumatology(Greek, rheuma, river)
adalah ilmu yg mempelajari penyakit
rheumatik.
Rheumatic disorders adalah penyakit yang
merupakan bagian dari rheumatology. Saat
ini sudah ditemukan > 100 tipe rheumatic
disorders
(http://www.ucsfhealth.org/conditions/rheumatic_disorders )
Contoh Rheumatic disorders:
Antiphosppholipid Antibody Syndrome,
Sjorgrens syndrome, SLE
COMMON TEST IN
RHEUMATOLOGY
Ada beberapa tes yang sering digunakan dalam
bidang Rheumatology:
1. Antinuclear Antibody (ANA)

2. Rheumatoid Factor (RF)


3. Antineuthrophil Cytoplasmic Antibodies (ANCA)

4. Complement
5. Acute Phase Reactant (APR)

6. Erythrocyte Sedimen Rate (ESR)/ laju endap


darah (LED)
7. C-Reactive Protein (CRP)

8. Anti-CCP (Anti-citrullinated Protein Antibody)


ANA TEST
Pemeriksaan ANA sangat dianjurkan sebagai
pemeriksaan skrining pada pasien suspected
Sistemik Lupus Eritematosus (SLE).
ANA dapat juga positif pd: Rheumatoid
Arthritis, malignansi, liver disease, anemia
autoimun hemolitik, ITP, end stage renal
disease, DM tipe I, Grave disease, infeksi
bakteri/parasit dan drug induced
SLE: penyakit autoimun sistemik kronis yg
ditandai dng pembentukan berbagai antibodi
yang membentuk kompleks imun dan
menimbulkan inflamasi pada berbagai organ.
RHEUMATOID FACTOR (RF)
RF adalah protein yang diproduksi oleh
sistem imun tubuh dan dapat menyerang
jaringan sehat di dalam tubuh.
Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien-
pasien yang dicurigai adanya penyakit
autoimun seperti Rheumatoid Arthritis dan
sindrom Sjogren
RHEUMATOID FACTOR (RF)
Namun ada beberapa kondisi penyakit lain
yang dapat meningkatkan nilai RF, seperti :
kanker, penyakit kronis, sirosis hati,
Cryoglobulinemia, sarcoidosis, scleroderma,
sindroma Sjogrens, systemic lupus
erytematosus (SLE), infeksi (TBC, Sypilis,
Endokarditis)
ANTINEUTHROPHIL CYTOPLASMIC
ANTIBODIES (ANCA)
ANCA adalah antibodi yang secara langsung
menyerang cytoplasmic granule enzymes.
Ada 2 jenis pemeriksaan ANCA:

a. c-ANCA (ditujukan ke proteinase 3


antigen)
b. p-ANCA (ditujukan ke myeloperoksidase
antigen)
ANTINEUTHROPHIL CYTOPLASMIC
ANTIBODIES (ANCA)
c-ANCA biasanya ditemukan pada penyakit
Wegeners granulomatosis, Microscopic
polyarteritis.
p-ANCA biasanya berasosiasi dengan
penyakit: Microscopic polyarteritis, Pauci-
immune glomerulonephritis, Churg-Strauss
syndrome, Ulceratif colitis, Autoimmune liver
disease, HIV
COMPLEMENT
Complement adalah: bagian sistem imun
alamiah yang bersifat kimiawi, merupakan
mediator penting dalam reaksi Ag-Ab
Complement tdd 26 protein yg berbeda sifat
satu dgn lainnya, baik dari sifat kimia
maupun dari fungsi biologisnya.
Dalam keadaan normal Complement
diperlukan untuk perbaikan/regenerasi
jaringan tubuh
COMPLEMENT
Hipocomplemenemia dapat menyebabkan
penyakit seperti: penyakit autoimun (SLE,
reumatoid artritis, Glomerulonefritis), infeksi
yang berulang, Hemolytic uremic syndrome,
Hereditary Angioedema (HAE), Paroxismal
Nocturnal Hemoglobinuria (PNH), vasculitis,
Glomerulonephritis, subacute bacterial
endocarditis.
ACUTE PHASE REACTANT (APR)
APR diproduksi pada hati
APR adalah grup protein yang meningkat atau
menurun akibat respon terhadap inflamasi.
APR yang meningkat akibat respon terhadap
inflamasi: C-reactive protein,Laju endap
darah (LED), mannose-binding
protein,complement,ferritin,ceruloplasmin,
Serum amyloid A dan haptoglobin
ACUTE PHASE REACTANT (APR)
Penurunan APR akibat inflamasi terjadi pd :
- Albumin,
- transferrin,
- retinol-binding protein,
- antitrombin.
LAJU ENDAP DARAH (LED)
Merupakan APR.
LED ditentukan dengan cara mengendapkan
Eritrosit pada tabung khusus (biasanya
wintrobe atau westergren).
LED dipengaruhi oleh usia, sehingga nilai
normal LED ditentukan dengan cara Wester
Green
LAJU ENDAP DARAH (LED)
Peningkatan LED dijumpai pada inflamasi
seperti pd penyakit:
- Connective Tissue disease (Giant cell
Arteritis, SLE, polymyalgia rheumatica)
- Infeksi Bakteri
- Vasculitis
- Malignansi
- hamil
C-REACTIVE PROTEIN (CRP)

CRP adalah marker inflamasi dan dapat


dijumpai pada keadaan yang sama dengan
peningkatan LED
ANTI-CCP (ANTI-CITRULLINATED
PROTEIN ANTIBODY)
Anticitrullinated protein
antibodies(ACPAs) adalah autoantibodies.
Anti-CCP sering ditemukan pada rheumatoid
arthritis dan merupakan spesifik marker
terhadap penyakit ini.
Anti-CCP juga dapat ditemukan pada
inflamasi sinovium (pelapis pelindung minyak
sinovial)
RHEUMATOID ARTHRITIS, RA
Radang sendi/Rheumatoid Arthritis, RA
Adalah penyakit autoimun dan
mengakibatkan peradangan sendi.
Biasanya mengenai banyak sendi, yang
ditandai dgn radang pd membran sinovial &
struktur sendi disertai atrofi otot dan
penipisan tulang.
RHEUMATOID ARTHRITIS, RA

Penyebab belum diketahui, namun ada beberapa


faktor yang mungkin pencetus, seperti yaitu sistem
kekebalan tubuh dan infeksi virus Epstein Barr
(EBV).
PENANDA RA
Anti-cyclic citrullinated antibody (anti-CCP
antibodi) merupakan penanda baru untuk
membantu diagnosis RA.
Anti-CCP IgG :
Dapat ditemukan sebelum gejala klinik RA
muncul.
Spesifik untuk kondisi RA karena dapat
membedakan RA dari penyakit artritis
lainnya.
Menggambarkan risiko kerusakan sendi lebih
lanjut.
TERIMA KASIH