Anda di halaman 1dari 18

EFEKTIVITAS EDUKASI MELALUI SMS (Short Message

Service)TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN


TENTANG HIV/AIDS PADA REMAJA SMP

Disusun oleh:

CHYNTYA STYANINGRUM
20110310119
LATAR BELAKANG
Pada tahun 2009
Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi
jumlah orang yang
Jawa Barat, dari tahun 1989 sampai
meninggal karena HIV
September 2011 jumlah kumulatif
dan AIDS mencapai
penderita AIDS dan HIV positif tercatat
1,8 juta di seluruh
3.925 kasus AIDS dan 2.354 kasus HIV.
dunia (UNAIDS,
Dari data tersebut, sebanyak 934 kasus
2009).
AIDS dan 614 kasus HIV adalah
perempuan yang juga merupakan calon ibu.
Adapun sisanya 2.982 kasus AIDS dan
1.528 kasus HIV dijangkit para lelaki
SMS dapat
digunakan
sebagai salah
satu media untuk Strategi
alternatif Pentingnya
melaksanakan pendidikan kesehatan
kegiatan promosi massal sebagai
media promosi HIV/AIDS
kesehatan.
RUMUSAN MASALAH

Rumusan permasalah pada penelitian ini adalah


bagaimanakah efektifitas edukasi melalui media
SMS (Short Message Service) terhadap peningkatan
pengetahuan tentang HIV/AIDS pada remaja SMP?
TUJUAN PENELITIAN

o Tujuan umum :
Untuk mengkaji efektivitas edukasi melalui media
SMS (Short Message Service) terhadap peningkatan
pengetahuan tentang HIV/AIDS pada remaja SMP.

o Tujuan khusus :
1. Mengetahui pengetahuan pada perbedaan tingkat
remaja SMP sebelum dan sesudah diberikan SMS
tentang HIV/AIDS.
2. Mengetahui pengetahuan tentang HIV/AIDS pada
remaja siswa-siswi SMP.
MANFAAT PENELITIAN

Teoritis
Bagi ilmu pengetahuan
Praktis
1. Bagi masyarakat
2. Bagi dinas kesehatan
KEASLIAN PENELITIAN

Nama Tahun Judul

Juliandi Harahap 2004 Pengaruh Peer Education


Terhadap Pengetahuan Dan
Sikap Mahasiswa Dalam
Menanggulangi HIV/AIDS
Di Universitas Sumatera Utara

Nur Setiawati 2008 Pengaruh Pendidikan


Kesehatan Terhadap Perubahan
Dewi Pengetahuan Dan Sikap Dalam
Pencegahan HIV/AIDS Pada
Pekerja Seks Komersial
TINJAUN PUSTAKA

1. HIV/AIDS
AIDS merupakan suatu keadaan manusia yang tidak lagi
memiliki sistem kekebalan tubuh sehingga berbagai macam
penyakit dapat menyerang dan sangat sulit untuk disembuhkan.
AIDS disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus atau
istilah yang lebih populer adalah
virus HIV (Anonim, 2009).

2. SMS (Short Message Service)


Adalah kemampuan untuk mengirim dan menerima pesan
dalam bentuk teks dari dan kepada mobile phone.Teks yang
dikirim dapat terdiri dari kata-kata atau nomor atau kombinasi
alphanumeric
3. REMAJA

Adalah sebagai periode transisi antara masa kanak-kanak ke


masa dewasa, atau masa usia belasan tahun, atau seseorang
yang menunjukkan tingkah laku tertentu seperti susah diatur,
mudah terangsang perasaannya dan sebagainya.
KERANGKA KONSEP

Lingkungan pergaulan
/kelompok sebaya
Paparan
informasi
Konseling siswa-guru

Penyuluhan

Edukasi melalui media Tingkat pengetahuan


SMS (Short Message tentang kesehatan
Service) HIV/AIDS pada siswa
SMP
HIPOTESIS

SMS (Short Message Service) efektif dalam


meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS
pada remaja SMP
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Desain penelitian ini adalah desain quasi eksperimental
dengan rancangan Control Group Pre-test and Post-test.
Penelitian yang dilakukan menggambarkan pengetahuan
remaja tentang HIV/AIDS pada siswa di SMP Negeri 1
Kasian, Bantul.
B. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi Penelitian
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi
SMP Negeri 1 Kasihan, Bantul pada Tahun Ajaran 2013/
2014.
2. Sampel penelitian
Untuk menentukan besarnya sampel maka menggunakan rumus
yaitu apabila jumlah populasi kurang dari 100 orang maka seluruh
populasi dijadikan sampel, tetapi apabila jumlah populasi diatas
100 orang maka diambil diantara 10-15% atau 20-25%(Arikunto,
2006). Rumus Arikunto adalah:

Sampel= 25/100jumlah sampel


= 25/100150 orang
=37,5 38 orang

Jadi, besarnya sampel penelitin ini adalah 76 responden yang


terdiri atas 38 responden untuk sampel uji dan 38 responden untuk
sampel kontrol. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling yaitu
pengambilan sampel secara acak sederhana atau yang biasa
disebut simple random sampling.
C. Lokasi dan Waktu Penelitian
1) Lokasi Penelitian
Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 1 Kasihan,
Bantul.
2) Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September
2014.
D. Variable Penelitian dan Definisi Operasional
1. Variabel Penelitian
a. Variabel bebas
b. Variabel terikat
c. Variable pengganggu
2. Definisi Operasional
a) Penyampaian pendidikan HIV/AIDS melalui media
SMS adalah pemberian informasi tentang HIV/AIDS
dengan metode pengiriman SMS sebanyak dua kali dalam
seminggu yang dilakukan oleh peneliti selama satu bulan,
setelah pretest. Skala pengukuran yang digunakan adalah
nominal.
Materi edukasi melalui SMS

Minggu 1 Gejala-gejala HIV/AIDS

Minggu 2 Cara penularan HIV/AIDS

Minggu 3 Cara pencegahan HIV/AIDS

Minggu 4 Motivasi terhadap penderita HIV/AIDS


b) Tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.
Wawasan yang diketahui oleh remaja mengenai HIV/AIDS
pada remaja dan akibat yang ditimbulkan oleh pergaulan
yang salah terhadap HIV/AIDS pada remaja. Jadi skala
pengukuran menggunakan skala interval.

E. Alat dan Bahan Penelitian


1. Kuesioner
2. Lembar informed consent
3. Alat tulis
F. Jalannya Penelitian
SISWA REMAJA

KRITERIA INKLUSI

UJI KONTROL

PRE-TEST PRE-TEST

EDUKASI

POST-TEST POST-TEST
G. Uji Validitas dan Realibilitas
Alat uji yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah
kuesioner, sebelum kuesioner digunakan untuk
mengumpulkan data terlebih dahulu dilakukan uji validitas
dan uji reliabilitas. Kuesioner yang digunakan untuk
pengumpulan data pada penelitian ini sudah dinyatakan valid
dan reliabel, oleh karena itu sudah tidak perlu lagi untuk
dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Karena kuesioner yang
digunakan pada penelitian sudah pernah dilakukan uji
kevalidan dan kereliabilitasnya oleh Yogi (2009).
H. Analisis Data
o Aplikasi pengolah data SPSS for Windows Release 14
o Uji normalitas data menggunakan rumus shapiro wilk
o Jika persebaran data normal, maka uji analisis data yang
digunakan adalah paired t-test
o Jika persebaran data tidak normal, maka uji analisis data
yang digunakan adalah uji wilcoxon ( uji nonparametrik).
TERIMA KASIH