Anda di halaman 1dari 42

TES HIV

Disampaikan pada:
Pelatihan PPIA
(Pencegahan Penularan HIV dariIbu ke Anak) bagi petugas
puskesmas di provinsi Papua Barat

Manokwari, 27 Mei -1 Juni 2013


Tes HIV untuk siapa saja?
Pasien dengan gejala klinik (PITC)
Pasien tanpa gejala dengan
kecurigaan/risiko tinggi (VCT)
Wanita Hamil (PMTCT)
Bayi dari ibu yang positif HIV
(EID)
Kantong Darah untuk transfusi
(PMI)
Tes rutin kesehatan berkala ?
(CDC 2006)
Tes HIV untuk siapa saja?
Berdasarkan Risiko
Injection drug use (IDU);
Men who have sex with men (MSM);
Sex with an IDU, MSM, or HIV-infected
partner;
Multiple sexual partners;
Exchange of sex for money, drugs, or
other goods;
Diagnosis of another sexually
transmitted infection (STI).
Tes HIV untuk siapa saja?
Berdasarkan Indikator Klinik
Kehamilan
Diagnosis atau riwayat infeksi menular seksual
atau parenteral (mis. HBV, HCV, sifilis, herpes
genitalis, gonorrhea, chlamydia, trichomonas)
Infeksi MTB atau TB aktif;
Bekas tusukan jarum suntik yang
mengindikasikan IVDU;
Tanda atau gejala yang mengarah pada infeksi
HIV atau sindrom retroviral akut
Pemeriksaan
laboratorium HIV
Diagnosis HIV (Tes Antibodi/Antigen)
Enzyme Immunoassays (EIAs/ELISA)
Tes Cepat (Rapid Tes)
Western Blot (WB)
Diagnosis awal untuk bayi (< 18 bulan)
Antigen p24
Nucleic acid test DNA /RNA (kualitatif)
Menginisiasi dan memantau ARV
CD4
Viral Load (HIV RNA kuantitatif)
Pengertian Antigen & Antibodi
Antigen :
Virus HIV (benda asing)
Pemeriksaan : biakan virus, antigen p24,
HIV RNA, (Viral load)
Antibodi :
Reaksi terhadap masuknya
benda asing (virus HIV)
Pemeriksaan : anti HIV (ELISA, Rapid),
Western Blot
Reagensia Anti HIV

Reagensia yang dipakai :

Telah terdaftar di Dep Kes RI


Di uji sensitifitas dan spesifisitasnya
KEBIJAKAN Reagensia Anti HIV
KepMenKes no 241/Menkes/IV/2006
Standar Pelayanan Laboratorium Kesehatan
Pemeriksaan HIV/AIDS dan Infeksi Opertunistik
Diagnosis dgn strategi III (Rapid dan atau Elisa)
Pertama : sensitivitas 99 %
Kedua : spesifisitas 98%
Ketiga : spesifisitas 99 %
Ketiga reagen memiliki preparasi antigen
berbeda
Diskordan tidak boleh lebih dari 5%
Petugas harus terlatih dan tersertifikasi
Harus melakukan PMI
Harus mengikuti PME
Tes HIV strategi penyaring WHO

Tujuan Prevalensi Strategi


pemeriksaan infeksi pemeriksaan

Keamanan Semua I
transfusi / prevalensi
transplantasi

Surveilans > 10 % I
10 % II
Diagnosis Terdapat gejala > 30 % I
klinik infeksi HIV
30 % II
Tanpa gejala klinik > 10 % II
infeksi HIV
10 % III
Dikutip dari WHO1
Strategi I

A1

A1 positif A1 negatif

Lapor reaktif Lapor


sebagai
Non-reaktif
Strategi II
A2

A1 pos A2 A1 pos
pos A2 neg

Ulangi A1&A2
A1 pos A1 pos A1 neg
A2 pos A2 neg A2 neg

Lapor Lapor
Lapor
sebagai sebagai
sebagai
Indeterm Non-reaktif
reaktif
Strategi III
A3

A1 pos
A2 pos
A3 pos

A1 pos A1 pos A1 pos


A2 pos A2 neg A2 neg
A3 neg A3 pos A3 neg

Lapor Lapor
sebagai sebagai
reaktif Risti Risiko rendah
Indeterm
Anggap Anggap
neg
Serokonversi pada infeksi HIV

anti-gp41, gp120, gp160

anti-p24
Kadar

minggu tahun

infeksi
JENIS BAHAN PEMERIKSAAN

Hematologi : K2 EDTA
Hemostasis : Nat-sitrat 0.109 M
Kimia Klinik : serum
Imunologi : serum

Sampel HIV
Anti HIV : serum 3 ml
CD 4 : K2EDTA 3 ml
HIV RNA : Plasma K2EDTA 3 ml
Bahan Pemeriksaan
Serum
Whole Blood , EDTA ( tergantung IK tes
Cepat)

Stabilitas Serum
Suhu kamar : stabil sampai 24 jam
Suhu 2- 8 derajat C stabil sampai 1
minggu
Suhu 20 derajat C stabil sampai 3 bulan
HIV EIA/ELISA
Gold Standard (bersama western Blot)
Sensitifitas dan spesifisitas tinggi
Untuk jumlah test banyak
Ada kontrol (Pemantapan Mutu Internal)
Ada dokumentasi hasil
Masalah
Perlu tenaga terampil
Perlu peralatan dan laboratorium
HIV EIA/ELISA
Enzyme ImmunoAssays (EIAs)
Lanjutan

Setelah beberapa kali inkubasi dan Pembaca otomatis memberikan


pencucian, timbul warna jika ada pengukuran densitas optik
antibodi HIV (adanya warna) untuk setiap
pelat
Petugas lab Tenaga kesehatan
Tes Cepat HIV
Pemeriksaan kualitatif untuk
mendeteksi antibodi HIV
Dapat mendeteksi HIV 1 dan HIV 2
Cukup terpercaya sama seperti EIAs
Masalah:
Untuk Jumlah volume pemeriksaan sedikit
Adanya validasi penggunaan (subjektif)
Perlu Pelatihan
Perlu adanya kontrol
Keunggulan Tes Cepat
Hasil Cepat
Tidak perlu peralatan dan
laboratorium
Harga lebih murah
Dapat dilakukan pada jumlah test
sedikit
Pelatihan tenaga kesehatan lebih
mudah
Keterbatasan Tes Cepat
Pembacaan secara visual (subjektivitas)
Waktu pembacaan harus tepat (sesuai kit)
Harus dibaca oleh tenaga terlatih
Spesimen dapat gagal mengalir
Tidak dapat menyimpan bukti
pemeriksaan
Umumnya tidak disertai bahan kontrol
Hanya dianjurkan untuk jumlah spesimen
20 untuk tiap kali pengerjaan. Bila
terlalu banyak, berisiko menimbulkan
kesalahan lebih besar.
Kebaikan dan Keterbatasan
Cara Tes Cepat HIV
Pemeriksaan serologi

+ +
Sistim
indikator
/
detektor

Antigen Antibodi Radioaktif


Enzim
Partikel
Koloid
July Kumalawati emas
Berbagai teknik cara diagnosis cepat
(simple/rapid = S/R)
Aglutinasi

Imunokonsentrasi (Flow-through)

Immunocomb

Imunokromatografi (Lateral flow)

July Kumalawati
Aglutinasi
Ag

partikel

Antibodi

July Kumalawati
Hal yang perlu diperhatikan pada
aglutinasi

Efek Prozone atau Postzone (hook effect)

July Kumalawati
Kebaikan aglutinasi

Cepat

Tidak perlu listrik

July Kumalawati
Keterbatasan aglutinasi

Pembacaan secara visual (subjektivitas)


Waktu pembacaan harus tepat
Efek Prozone dan Post-zone
Perlu cahaya cukup
Harus disimpan pada suhu 2-8C, tidak
dapat pada suhu kamar (25C)
Tidak dapat menyimpan bukti
pemeriksaan
July Kumalawati
Imunokonsentrasi (Flow-through)

Konjugat

Spesimen

Ag
Membran

absorben

July Kumalawati
Kebaikan imunokonsentrasi
Cepat

Tidak memerlukan alat listrik

July Kumalawati
Keterbatasan imunokonsentrasi

Pembacaan secara visual (subjektivitas)


Waktu pembacaan harus tepat
Perlu cahaya cukup
Harus disimpan pada suhu 2-8C, tidak
dapat pada suhu kamar (25C)
Umumnya masih memerlukan 2 atau lebih
tahap pengerjaan
Tidak dapat menyimpan bukti
pemeriksaan

July Kumalawati
Immunocomb

Konjugat

Ag

July Kumalawati
Kebaikan immunocomb
Cepat

Tidak memerlukan alat listrik

July Kumalawati
Keterbatasan immunocomb
Pembacaan secara visual (subjektivitas)
Waktu pembacaan harus tepat
Perlu cahaya cukup
Harus disimpan pada suhu 2-8C, tidak
dapat pada suhu kamar (25C)
Umumnya masih memerlukan 2 atau
lebih tahap pengerjaan, beberapa tahap
pencucian
Tidak dapat menyimpan bukti
pemeriksaan
July Kumalawati
Imunokromatografi

Koloid emas

Antibodi

July Kumalawati
Kebaikan imunokromatografi
Cepat

Tidak memerlukan alat listrik

Reagensia dapat disimpan pada suhu


kamar (maksimal 25C)

July Kumalawati
Keterbatasan imunokromatografi
Pembacaan secara visual
(subjektivitas)
Waktu pembacaan harus tepat
Perlu cahaya cukup
Spesimen gagal mengalir ke samping
Tidak dapat menyimpan bukti
pemeriksaan

July Kumalawati
Keterbatasan lain cara diagnosis cepat

Umumnya tidak disertai bahan


kontrol positif maupun negatif

Hanya dapat dipakai untuk jumlah


spesimen 20 untuk tiap kali
pengerjaan. Bila terlalu banyak,
berisiko menimbulkan kesalahan
lebih besar.

July Kumalawati
Cara mengatasi keterbatasan
Subyektivitas:
Hasil dibaca oleh 3 orang secara
terpisah, dilaporkan hasil yang sama
dari 2 orang pembaca

Efek prozone/post-zone:
Pengenceran spesimen

July Kumalawati
Western Blot
Digunakan sebagai tes
tambahan yang digunakan
untuk mengkonfirmasi infeksi
HIV (hanya pada kasus sulit)
Mendeteksi antibodi terhadap
antigen HIV khusus di strip
selulosa
Masalah:
Banyak standar digunakan
untuk menilai perfoma dan
interpretasi
Mahal
Western blot

A. Positif untuk infeksi


HIV-1
B. Positif lemah untuk
infeksi HIV-1
C. Negatif
Terima
kasih