Anda di halaman 1dari 30

JOURNAL IDENTITY

PENDAHULUAN
Kelainan ginjal
multikistik displastik ,
Kelainan perkembangan
hipoplasia ginjal,
parenkim ginjal
kelainan jumlah
kelainan bentuk dan
penyakit ginjal kistik

Lokasi ginjal yang


KLASIFIKASI Migrasi embrio yang
menyimpang
abnormal dan fusi
anomali

Duplex Collecting
Kelainan pada collecting System dan
system Obstruksi pelvico
ureter junction (PUJO)
Agenesis Renal

Gambar 1 Seorang pria


berusia 35 tahun dengan
agenesis ginjal kiri. Potongan
koronal (A dan B) dan aksial
(C dan D) Ct scan dengan
kontras menunjukkan tidak
terdapat ginjal kiri (panah)
dan tidak terdapat vesikula
seminalis kiri (panah)
Gambar 2

Seorang pria berusia 40 tahun dengan agenesis ginjal kiri.


MRI perut (A) dan pelvis (B) menunjukkan tidak ada ginjal
kiri (Panah) dan adanya kista vesikula seminalis kiri
(panah).
Gambar 3 Persistent fetal
lobulations.

AUSG menunjukkan
gambaran yang mirip
massa yang berasal dari
hipertrofi dari column
Bertini (panah);
BUSG menunjukkan
Dromedary Hump (panah)
karena impressi lien
(panah);
C CTscan Coronal
menunjukkan ginjal kiri
yang kecil dengan
persistent fetal lobulations
(panah) diantara piramid
ginjal.
Gambar 4

Seorang wanita berusia 50


tahun dengan massa yang
solid pada ginjal kiri
berdasarkan pemeriksaan
USG. Ct scan potongan
Koronal (A dan C), aksial
(B) dan sagital (D)
menampilkan adanya
hipertrofi column Bertini
diregio interpolar dari ginjal
kiri (panah) yang
menunjukkan kepadatan
dan pola yang mirip dengan
korteks ginjal normal
Gambar 5

Seorang pria 60 tahun dengan massa yang mencurigakan pada ginjal kiri dari hasil
pemeriksaan USG. Pemeriksaan MRI koronal (A) dan pemeriksaan MRI menggunakan
kontras (B) menunjukkan hipertrofi column Bertini diregio interpolar dari ginjal kiri
(panah)
Gambar 6

Seorang pria 35 tahun dengan nyeri pinggang kanan dan hipoplasia ginjal kiri insidental.
Ctscan Koronal (A) dan aksial (B) non-kontras menunjukkan ginjal kiri dengan ukuran
yang kecil tanpa jaringan parut (panah). Terjadi hipertrofi kompensasi dari ginjal kanan.
Gambar 7

Seorang pria 45 tahun dengan nyeri perut berulang. Ctscan koronal non-kontras (A dan
B) menunjukkan hipoplasia ginjal (panah pendek) dan letak ektopik ginjal kiri (panah
panjang). Scan nuklir (C) menunjukkan ginjal kanan yang kecil dengan penurunan fungsi
(panah pendek) dan letak ektopik dari ginjal kiri (panah panjang)
Gambar 8

Seorang gadis 15 tahun dengan nyeri perut non-spesifik. USG (A dan B) menunjukkan
ginjal kanan yang normal dan beberapa kista non komunikan yang menggantikan ginjal
kiri. Scan nuklir (C) pada ginjal kiri yang bersifat non-fungsional
Gambar 9

Seorang 40 tahun dengan


nyeri perut berulang diregio
perut bawah. Ct scan
koronal non-kontras (A dan
B) menunjukkan letak
ektopik ginjal kiri pada
pelvis disertai dengan stag
horn kalkulus yang
menyebabkan hidronefrosis
(panah).
Gambar 10

Seorang pria berusia 30 tahun


dengan letak ektopik menyilang dari
ginjal kiri (crossed ectopic) tanpa
fusi. Melalui pembuluh darah
urography menunjukkan
menyeberang ectopia dari ginjal kiri
(panjang panah) di bawah
ginjal kanan normal (panah pendek).
Catatan ureter dari ginjal kiri tetap
berada disisi kiri (panah hitam) dan
fossa ginjal kiri kosong (panah).
Gambar 11

Seorang pria berusia 42 tahun dengan letak ektopik ginjal yang menyilang dan berfusi
di sisi kanan. Sebaliknya ct scan koronal (A dan B) menunjukkan fossa ginjal kiri yang
kosong (panah) dengan ginjal kiri ektopik yang berfusi (panah panjang) dengan ginjal
kanan (panah pendek) dan menunjukkan infiltrasi karsinoma sel transisional
Gambar 12

Skema diagram yang menunjukkan ginjal tapal kuda karena migrasi isthmus yang
terhenti dimana arteri mesenterika inferior (putih panah) berada diatas isthmus (panah
hitam).
Gambar 13
Seorang wanita 32 tahun
dengan ginjal tapal kuda dan
ureter duplex. Gambar
koronal (A) dan intensitas
maksimum (B) menunjukkan
ginjal tapal kuda dengan
ureter duplex bilateral yang
bersatu didaerah midureter
(panah panjang) di sisi kiri
dan dekat dengan kandung
kemih (panah pendek) disisi
kanan
Gambar 14

Seorang pria 43-tahun


dengan ginjal tapal kuda
yang dilakukan follow-up.
MRI Aksial T2W (A) dan T1W
(B) menunjukkan ginjal
tapal kuda (panah panjang)
dengan massa heterogen
dibagian ginjal kiri yang
menunjukkan T1
hyperintensitas sugestif
produk darah.

MRI Koronal T1 prekontras


(C) dan post kontras (D)
menunjukkan peningkatan
ringan massa ginjal (panah
pendek). Pemeriksaan
histopatologi keluar sebagai
karsinoid ginjal
Gambar 15

Seorang pria 25 tahun dengan ginjal


duplex bilateral dan drooping lily sign
disisi kiri. Setelah penundaan selama satu
jam untuk tomography urogram
menunjukkan adanya sistem duplex
bilateral dengan hydronephrosis bagian
atas kiri (panah panjang)
Gambar 16

Berbagai bentuk ginjal duplex berdasarkan tingkat fusi. A: bifida pelvis ginjal; B: ureter
berbentuk Y; C: ureter berbentuk V (panah pendek). Juga terlihat striktur ureter kiri pada
ureter bagian bawah (panah panjang).
.
Gambar 17

Seorang pria 24 tahun dengan nyeri pinggang bilateral. A: CTscannogram menunjukkan


batu ginjal bulat besar bilateral; B: Gambar menunjukkan penyempitan bilateral pada
pelvicoureter junction; C: menunjukkan ballooning bilateral dari pelvis (panah) dengan
kalkulus pelvis renal
KESIMPULAN
Anomali kongenital pada ginjal dan saluran kemih
bagian atas mencakup spektrum yang luas dari
berbagai kondisi

USG biasanya digunakan sebagai pencitraan pertama.


CTscan dan MRI berguna untuk mengkonfirmasi
deteksi kelainan yang didapat dari USG, deteksi
kelainan yang kompleks, dan yang lebih penting untuk
deteksi dini komplikasi seperti batu ginjal, infeksi dan
keganasan.
Analisis PICO
No. Kriteria Ya (+) atau tidak (-)

1 Jumlah kata dalam judul < 12 kata - (12)

2. Deskripsi Judul Menggambarkan


isi utama penelitian,
cukup menarik dan
tanpa singkatan

3. Daftar penulis sesuai aturan jurnal +

4. Korespondensi penulis +

5. Tempat & waktu penelitian dalam judul -


No. Kriteria ya (+), tidak (-)
1. Abstrak 1 paragraf +
2. Mencakup IMRC -
3. Secara keseluruhan Informatif +
4. Tanpa singkatan selain yang baku +
5. Kurang dari 250 kata + (219)
No. Kriteria Ya (+), tidak (-)

1. Terdiri dari 2 bagian atau 2 paragraf -

2. Paragraf pertama mengemukakan alasan +


dilakukan penelitian
3. Paragraf kedua menyatakan hipotesis atau -
tujuan penelitian
4. Didukung oleh pustaka yang relevan +

5. Kurang dari 1 halaman +


No. Kriteria Ya (+),tidak (-)

1 Jumlah subjek -

2 Tabel karakteristik subjek -

3 Tabel hasil penelitian -

4 Komentar dan pendapat penulis ttg hasil +

5 Tabel analisis data dengan uji -


No. Kriteria Ya (+), tidak (-)

1 Pembahasan dan kesimpulan terpisah +

2 Pembahasan & kesimpulan dipaparkan dengan jelas +

3 Pembahasan mengacu dari penelitian sebelumnya +

4 Pembahasan sesuai landasan teori +

5 Keterbatasan penelitian -

6 Simpulan utama +

7 Simpulan berdasarkan penelitian +

8 Saran penelitian -

9 Penulisan daftar pustaka sesuai aturan +