Anda di halaman 1dari 13

AIR BAKU

Air merupakan salah satu senyawa di alam yang


mempunyai peran penting bagi aktifitas kehidupan
manusia, baik secara biologis maupun non biologis.
Air merupakan pelarut kuat dan bersifat sangat polar.
Oleh karena itu hampir tak dijumpai air (bentuk cair) bebas
(alamiah) yang murni.
Air alam selalu mengandung banyak senyawa lain
yang terlarut.
Urutan senyawa terlarut didalam air alam menurut jumlahnya
ialah; garam mineral, senyawa organik, gas-gas.
Air beserta senyawa lain yang terlarut dan tersedia dalam
jumlah besar, untuk selanjutnya disebut dengan istilah air
baku.
Secara biologis
airdiperlukan untuk membentuk
senyawa karbohidrat, carrier bagi zat
gizi, dan sebagainya. Sedang untuk
kegiatan non biologis, air berperan
antara lain pada kegiatan industri.
Diantaranya untuk air proses, air
boiler, dan air pendingin.
Secara kimiawi
Molekulair tersusun atas dua atom
hidrogen dan satu atom oksigen
(H2O). Dalam keadaan cair, molekul-
molekul air saling bertautan
membentuk polimer via ikatan
hidrogen. Karena ikatan inilah air
mempunyai panas latent penguapan
yang besar serta daya pelarutan
yang tinggi.
AIR SUNGAI
Sungai merupakan sumber air baku yang
potensial bagi industri dan masyarakat
perkotaan pada umumnya, sehingga banyak
industri berdiri di sepanjang sungai agar dapat
memperoleh air baku yang baik dan murah.
Karakter air sungai tergantung pada
banyak faktor, antara lain :
asal aliran

penggunaan di sepanjang aliran

struktur tanah sepanjang aliran

fluktuasi aliran
AIR RAWA / DANAU /
WADUK
Kualitas air rawa (danau, waduk)
relatif sama dengan air sungai.
Fluktuasi kualitas serta debit yang
dapat diambil biasanya lebih kecil
dari pada sungai.
Ciri khas dari air tawar ialah adanya
gas metan yang terlarut serta
rendahnya kadar oksigen terlarut
untuk rawa yang anaerob
AIR TAWAR/ AirTanah
Keberadaan merupakan bagian dari siklus air alam.
Air tanah yang telah cukup lama tersimpan di dalam bumi
di sebut air connate.
Formasi geologi yang mampu menyimpan air tanah
dalam jumlah cukup sehingga mampu menghasilkan
sumber air (baik keluar ke permukaan atau lewat sumur)
disebut aquifer.
Kadar garam terlarut total, yang sering diukur sebagai
total Dissolved Solids (TS), merupakan indikator untuk
mengklasifikasikan kualitas air tanah untuk sesuatu
keperluan
Secara vertikal air tanah dapat dibagi dua bagian besar,
yaitu zona aerasi dan zona jenuh.
Zona Aerasi
Zona aerasi terdiri atas, zona-zona :
Tanah air : meliputi bagian dari permukaan
tanah sampai kedalaman akar tanaman. Jumlah
air yang terkandung dalam zona ini sangat
tergantung pada hujan atau irigasi.
Vadosa intermediate : meliputi bagian diantara
zona tanah air dan zona kapiler. Kedalamannya
berkisar dari 0 sampai lebih dari 100 m.
Zona kapiler : air di zona naik karena pengaruh
kapiler tanah dari muka air tanah. Tinggi zona ini
sangat tergantung struktur tanah dibagian
tersebut. Zona kapiler : air di zona naik karena
pengaruh kapiler tanah dari muka air tanah.
Tinggi zona ini sangat tergantung struktur tanah
dibagian tersebut.
Zona jenuh
Beberapa ukuran yang penting berkenaan
dengan jumlah air dalam zona ini ialah :
Spesifik retention
Sr = wr/V
Dimana wr = volume air tertahap V =
volume cross tanah
Spesifik Yield
Sy = wy/V
Dengan wy = volume air yang dapat ditarik
secara gravitasi dari zona jenuh setelah zona
ini jenuh air. Nilai Sr dan Sy dapat
dinyatakan dalam persen
Berbagai Formasi Geologi Aquifer
o Deposit aluvial.
o Batuan volkanik
o Batuan pasir.
o Batuan leburan dan batuan
metamorfose
o Lempung.
Mata Air (Sumber)
Mata air adalah pengeluaran air tanah yang terpusat di
permukaan dan terbentuk aliran air.
a) Mata air terjadi bukan karena tekanan gravitasi
(mata air vulkanis, mata air celah batuan geologis)
b) Mata air yang terbentuk karena tekanan gravitasi,
terjadi karena air mendapat tekanan hidrostatik
1. Mata air depresi terbentuk akibat perpotongan permukaan
tanah dengan muka air tanah
2. Mata air kontak terbentuk karena lapisan permeable berada
diatas lapisan yang kurang permeable yang berpotongan
dengan permukaan tanah .
3. Mata air artesis terbentuk dari keluarnya air tanah dari
dalam aquifer tertutup bertekanan melalui lubang / celah yang
terbentuk oleh akar tanaman, patahan, ataupun sumur buatan
4. Mata air batuan pejal terjadi dari
adanya saluran-saluran berisi air
dalam batuan dan keluar melalui
retakan-retakan batuan
5. Mata air tubular atau patahan
keluar dari saluran-saluran silindris
pada batuan lava atau karst pada
batuan kapur, atau patahan-patahan
yang menghubungkan dengan
aquifer.
AIR LAUT
Kadar garam terlarutnya yang tinggi, air laut umumnya
hanya dipergunakan sebagai pendingin
Untuk lokasi di mana air tawar langka, air laut digunakan
sebagai air baku proses setelah ditawarkan.
Sebagai pendingin, air laut berpotensi tinggi. Suhunya
relatif konstan sepanjang waktu (kecuali di negeri empat
musim).
Masalah yang umumnya dihadapi ialah biota pembentuk
karang dan kerang-kerangan.
Aktifitas tumbuh biota tersebut meningkat bila suhu air laut
meningkat (hangat).
Pencegahan yang umum dilakukan ialah dengan melakukan
khlorinasi air laut sebelum masuk penukar panas
Beberapa industri menggunakan air laut sebagai air proses
atau air boiler dengan desalinasi
Kesimpulan
Macam Air Baku di Alam :
1) Air Sungai
2) Air Danau/ Waduk/ Rawa
3) Air Tanah dan mata air
4) Air Laut
Pengelolaan potensi air baku di alam
untuk suatu daerah ditentukan oleh
keadaan geografis dan geologis
Potensi untuk air baku perkotaan : Air
sungai