Anda di halaman 1dari 159

ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS, METODE

PENELITIAN DAN ILMU KEDOKTERAN


KELUARGA

D R. MU HA MAD I B NU SI NA
PUBLIC HEALTH
Metodologi Penelitian
Promosi Kesehatan
Epidemiologi
Sistem Pelayanan Kesehatan
Family Medicine
Ilmu Perilaku
Komunikasi Efektif
PUBLIC HEALTH
METODOLOGI PENELITIAN

Desain Penelitian
Uji Hipotesis
Teknik Pengambilan Sampel
Bias Penelitian
VARIABEL VARIABEL
BEBAS TERIKAT

RISK EFFE
CT
Desain Penelitian

Cross Case
Cohort
Sectional Control

Singkat, Retrospektif Prospektif,


Bergerak , Bergerak Diikuti ke
dari Resiko dari Efek Depan

Prevalence
Odd Ratio Risk Ratio
Ratio
CROSS SECTIONAL /
POTONG LINTANG

Studi epidemiologi yang mempelajari :


Prevalensi
Distribusi
Hubungan penyakit dan paparan
dengan mengamati status paparan, penyakit atau
outcome lain secara SERENTAK pada individu- individu dari
suatu populasi pada suatu saat.

Clinical Key :
SATU POPULASI, JUMLAH SAMPEL TELAH
DITENTUKAN
MUDAH, MURAH, CEPAT, HEMAT, EFISIEN
STRUKTUR STUDI CROSS-
SECTIONAL

Pengukuran faktor resiko dan efek dilakukan


sekaligus
a efek (+)
b efek (-)

Faktor
resiko
c efek (+)
d efek (-)
KEUNGGULAN

Efisien waktu Tidak dapat


dan biaya memantau
Dapat perubahan yang

KETERBATASAN
mengetahui terjadi
prevalensi suatu Informasi kurang
kejadian mendalam
Dapat
mengetahui
hubungan sebab
akibat
HASIL PENGAMATAN STUDI CROSS
SECTIONAL

Efek Efek (-) Jumlah


(+)
Paparan a b a+b
(+)
Paparan c d c+d
(-)
Jumlah
RASIO a+c dihitung
PREVALENS b+d dengana+b+c+
d
membagi prevalens efek pada kelompok
paparan (+) dengan prevalens efek pada
kelompok paparan (-).
RP = a/(a+b) : c/
(c+d)
RASIO PREVALENS

RP = 1
Variabel yang diduga sebagai faktor resiko tidak
ada pengaruhnya dalam terjadinya efek.
RP > 1
Variabel tersebut merupakan faktor resiko
timbulnya penyakit.
RP < 1
Faktor yang diteliti merupakan faktor protektif.
CASE CONTROL /
KASUS KONTROL

Studi epidemiologis yang mempelajari hubungan antara


paparan dan efek (penyakit), dengan cara
MEMBANDINGKAN KELOMPOK KASUS dan
KELOMPOK KONTROL berdasarkan status paparannya.

Faktor resiko dipelajari dengan pendekatan


RETROSPEKTIF (faktor efek diidentifikasikan pada
saat ini, faktor resiko diidentifikasikan terjadinya pada
waktu yang lalu)
Efek sudah terjadi, hanya tinggal mengkaji dari
data yang ada.
Adakah faktor Ditelusuri Penelitian
resiko? retrospektif mulai
disini

Skema dasar studi kasus- kontrol


Cocok untuk mempelajari
penyakit yg jarang ditemukan
Subjek penelitian bisa lebih
sedikit
Dapat mengetahui faktor
risiko yg mungkin
berhubungan dengan
penyakit
Tidak mengalami kendala
etik
Mudah terjadi bias recall
Pemilihan sampel kasus
dan kontrol sering salah
Pengaruh faktor luar
selain paparan tidak
diperhitungkan
Data yang didapat tidak
dapat di validasi
HASIL PENGAMATAN STUDI KASUS
KONTROL
Kasu Kontr Jumlah
s ol
Faktor resiko a b a+b
(+)
Faktor resiko c d c+d
(-)
Jumlah
Resiko a+c
relatif yang dinyatakanb+d a+b+c+d
dalam rasio odds (RO)
Odds adalah perbandingan antara peluang
(probabilitas) untuk terjadinya efek dengan peluang
untuk tidak terjadinya efek.

RO =
ad/bc
Interpretasi nilai RO sama dengan
pada penelitian Cross-sectional.

RO = 1
Bukan faktor resiko
RO > 1
Merupakan faktor resiko
RO < 1
Faktor protektif
COHORT
Suatu penelitian epidemiologis yang PALING BAIK
dalam mengkaji hubungan antara faktor risiko
dengan efek (penyakit).

Penelitian PROSPEKTIF atau longitudinal

Faktor resiko diidentifikasi terlebih dahulu,


kemudian diikuti ke depan secara prospektif
hingga timbulnya efek
PENELITIAN COHORT

Diikuti prospektif
Penelitian Apakah terjadi
mulai disini efek?

Skema dasar penelitian kohort


prospektif
Membutuhkan waktu lama
sarana dan pengelolaan yang rumit
Kemungkinan subjek drop-out akan
mengganggu analisis hasil
Kurang etis, karena faktor resiko
pada objek akan diamati sampai
terjadinya efek

Perbandingan antara kelompok subjek


dan kelompok kontrol sejak awal
Besarnya angka resiko satu waktu ke
waktu dapat ditentukan
Ada keseragaman observasi, baik
terhadap faktor resiko maupun efek
dari waktu ke waktu
ANALISIS DASAR STUDI
COHORT
Efek

Ya Tidak Jumlah
Faktor
resiko

Resiko relatif dihitung dengan cara


membandingkan insidens efek pada kelompok
dengan resiko dengan insidens pada kelompok
tanpa resiko.
RR = a/(a+b) : c/
(c+d)
JENIS SKALA PENGUKURAN

N JENIS OPERASI EMPIRIS


KARAKTERISTIK CONTOH
O SKALA DASAR

1. Nomin Urutan (-), Penentuan Kesamaan Agama, Jenis


al Titik awal (-) Kelamin, Golongan
Darah
2. Ordinal Urutan (+), Penentuan lebih Tingkat
Perbedaan (-), besar dan lebih kecil Pendidikan, Sikap,
titik awal (-) Tingkat Motivasi,
3. Interva Urutan (+), Penentuan kesamaan Skala pada jam,
l Perbedaan (+), interval atau Skala pada
Titik awal (-) perbedaan termometer
4. Rasio Urutan (+), Penentuan Kesamaan Berat Badan,
Perbedaan (+), rasio pendapatan
Titik awal (+) karyawan
KLASIFIKASI SKALA

KATEGORIK (KUALITATIF)
merupakan data yang hasil pengklasifikasian /
penggolongan data nominal, ordinal

NUMERIK (KUANTITATIF)
merupakan variabel hasil dari penghitungan dan
pengukuran Interval, rasio
VARIABEL
HIPOTESIS VARIABEL I JENIS UJI STATISTIK
II

Kategori Kategor Kai Kuadrat


k ik Fisher Exact
ordina
numerik
l
T
Variabel depende
Wilco
berpasa nt
KOMPARAT 2 xon
Ordinal ngan (paired)
IF Kategori kelompok
Numeri
k
k Variabel
T Mann
tidak
indepen Whitn
berpasa
dent ey
ngan
>2
Annova
kelompok
KORELATI Numeri Regresi
Numerik
F k Korelasi
MACAM-MACAM METODE SAMPLING

TEKNIK
TEKNIK SAMPLING
SAMPLING

Non
NonProbability
Probability
Probability
ProbabilitySampling
Sampling Sampling
Sampling

1.
1. Simple
SimpleRandom
Random 1.
1. Purposive
Purposive
Sampling
Sampling sampling
sampling
2.
2. Sistematis
SistematisRandom
Random 2.
2. Judgement
Judgement
Sampling
Sampling Sampling
Sampling
3.
3. Stratified
StratifiedSampling
Sampling 3.
3. Quota
QuotaSampling
Sampling
4.
4. Cluster
ClusterSampling
Sampling 4.
4. Snowball
Snowball
5.
5. Double
Double Sampling/
Sampling/ Sampling
Sampling
Multiphase
Multiphase 5.
5. Convenience
Convenience
Sampling
Sampling Sampling
Sampling
SIMPLE RANDOM SAMPLING SISTEMATIS RANDOM
SAMPLING
Pengambilan sampel dimana
semua unsur dari populasi
Pengambilan sampel dimana sampel
mempunyai kesempatan yang
pertama ditentukan secara acak
sama untuk dipilih sebagai
anggota sampel. Anggota sampel sedangkan sampel berikutnya

dipilih secara acak. diambil berdasarkan satu interval


tertentu.
Contoh :

POPULASI 1.Berdasarkan urutan genap absen

SAMPE
L
STRATIFIED RANDOM SAMPLING
Pengambilan sampel dimana populasi yang
ada memiliki strata atau tingkatan dan setiap
tingkatan memiliki karakteristik sendiri.
Contoh : Kelas pada suatu sekolah

CLUSTER SAMPLING
Hampir sama dengan teknik stratified.
Perbedaannya jika pada stratified anggota
populasi dalam satu strata relatif homogen
sedangkan pada cluster sampling anggota
dalam satu cluster bersifat heterogen.
Contoh : penelitian pada wilayah luas
DOUBLE SAMPLING /
MULTIPHASE SAMPLING

Double sample (sampel ganda) sering juga


disebut dengan istilah sequential sampling
(sampel berjenjang), multiphase-sampling
(sampel multi tahap).

Purwokerto
Purwokerto Pwt-Utara
Pwt-Utara Sumampir
Sumampir
Pwt-Utara
Pwt-Utara Grendeng
Grendeng Rw
RwI I
Pwt-Selatan
Pwt-Selatan Sumampir
Sumampir Rw
RwIIII
Pwt-Barat
Pwt-Barat Bancatkembar
Bancatkembar Rw
RwIII
III
Pwt-Timur
Pwt-Timur Buaran
Buaran Rw
RwIVIV
Baturaden
Baturaden Kararangwangkal
Kararangwangkal
Sokaraja
Sokaraja karanggintung
karanggintung
NON PROBABILITY SAMPLING
CONSECUTIVE SAMPLING
Penetapan sampel dari populasi secara acak
selama masih memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi
CONVENIENCE SAMPLING
Penetapan sampel berdasarkan kebetulan saja.
PURPOSIVE /JUDGEMENT SAMPLING
Penetapan sampel berdasarkan pada kriteria-
kriteria tertentu.
QUOTA SAMPLING
Penetapan sampel dengan menentukan quota
terlebih dahulu pada masing-masing kelompok.
SNOW BALL SAMPLING
Penetapan sampel yang pada mulanya jumlahnya
UJI DIAGNOSTIK
IDEAL :
1. memberi hasil (+) pd semua subjek yg
sakit (sensitif)
2. memberikan hasil (-) pd semua subjek
yg tidak sakit.
(spesifik)

TETAPI
1.Hasil (+) pd subjek yg sehat : FALSE
POSITITIVE
2.Hasil (-) pd subjek yg sakit : FALSE
NEGATIVE
Positive Predictive Value:
Probabilitas seseorang menderita penyakit
apabila uji diagnostiknya positif.
= A : (A+B)

Negative Predictive Value:


Probabilitas seseorang tidak menderita penyakit
apabila uji diagnostiknya negatif.
= D : (C+D)
SENSITIVITAS dan SPESIFISITAS
BAKU EMAS
UJI Positif Negatif Jlh
Positif A B A+B
Negatif C D C+D
Jlh A+C B+D A+B+C+D

Sensitivitas = A : (A+C)
Spesifisitas = D : (B+D)
Nilai prediksi positif (Positive Predictive Value ) = A :
(A+B)
Nilai prediksi negatif (Negative Predictive Value) = D :
(C+D)
CONTOH SOAL

Suatu uji diagnostik terhadap 100 pasien


limfoma malignum yang dibuktikan
dengan biopsi, 65 menunjukkan hasil
positif; sedangkan uji diagnostik yang
sama terhadap 100 pasien dengan
pembesaran kelenjar non-limfoma, hanya
30 yang menunjukkan hasil uji positif.
Penyakit
Limfoma Non Jlh
limfoma
Hasil uji Positif 65 30 95
Negatif 35 70 105
Jlh 100 100 200

Sensitivitas = A : (A+C) = 65 : 100


= 65%

Spesifisitas = D : (B+D) = 70 : 100


= 70%
Promosi Kesehatan
Level Pencegahan
Media Promosi
Teori Blum
PHBS
5 LEVEL OF PREVENTION
( LEAVELL & CLARK )

1. Health promotion
2. Spesifik protection
3. Early diagnosis and prompt treatment
4. Disability limitation
5. Rehabilitation
HEALTH PROMOTION

Kegiatan :
Pendidikan kesehatan agar berlaku sehat
Perbaikan gizi
Pemeriksaan kesehatan secara berkala
Cukup istirahat dan rekreasi
Pemeliharaan kesehatan lingkungan
SPESIFIC PROTECTION

Kegiatan :
Imunisasi
Pakaian pelindung
Kebersihan perorangan
Kesehatan lingkungan
EARLY DIAGNOSIS &
PROMPT TREATMENT

Kegiatan :
Mencari kasus (case finding)
Screening
Survey penyakit
Pemberian obat sesuai penyakit
Pemeriksaan lingkungan secara
berkala
DISABILITY LIMITATION

Kegiatan :
Pencegahan + perawatan yang baik dan tepat
Gangren amputasi
REHABILITATION

Kegiatan :
R. fisik
R. mental
R. sosial
R. estetis
SASARAN PROMOSI KESEHATAN
1. SASARAN PRIMER individu atau kelompok
yg diharapkan berubah perilakunya.
2. SASARAN SEKUNDER
individu/kelompok/organisasi yang
mempengaruhi perilaku sasaran primer.
Contoh : tokoh masyarakat, tokoh agama,
petugas kesehatan
3. SASARAN TERSIER
individu/kelompok/organisasi yang punya
wewenang membuat kebijakan/keputusan
yang memperngaruhi perilaku sasaran
primer. Contoh : badan eksekutif,
legislatif, donatur
METODE PROMOSI KESEHATAN

Individual : konseling dan wawancara


Kelompok :
1. Kelompok Besar : Ceramah dan Seminar
2. Kelompok kecil : Diskusi kelompok,
brainstorming, snowballing, buzzgrup,
roleplay, simulasi
Massa
. Public Speaking
. Diskusi
. Simulasi
. Billboard
SURVEILANS EPIDEMIOLOGI
proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan
interpretasi data, serta penyebarluasan informasi ke
penyelenggara program dan pihak / instansi terkait
secara sistematis dan terus menerus agar dapat
dilakukan tindakan penanggulangan secara efektif
dan efisien
-Surveilans aktif
-Surveilans pasif
-Surveilans sentinel
TEORI BLUM
Pada suatu desa diketahui angka kejadian Gizi
buruk terbilang tinggi. Setelah dilakuakn telaah
masalah, ternyata terdapat mitos di daerah
tersebut bahwa anak anak tidak boleh makan ikan
karena akan membuat cacingan. Penyebab utama
keadaan ini adalah?
A. Pengaruh Tenaga Kesehatan
B. Pengaruh Perilaku
C. Pengaruh Genetik
D. Pengaruh Lingkungan
E. Pengaruh Pejabat Pembuat Kebijakan
PHBS

10 (sepuluh) indikator PHBS, yaitu:


1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan;
2) Memberi ASI Eksklusif;
3) Menimbang balita setiap bulan;
4) Menggunakan air bersih;
5) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun;
6) Menggunakan jamban sehat;
7) Memberantas jentik di rumah sekali seminggu;
8) Makan sayur dan buah setiap hari;
9) Melakukan aktifitas fisik setiap hari;
10) Tidak merokok di dalam rumah (Kemenkes,
2011).
Epidemiologi
Ukuran Penyakit
Kejadian Luar Biasa
INDIKATOR KESEHATAN DAERAH


Jumlah bayi lahir hidup selama 1 tahun x 1000
Jumlah penduduk pada pertengahan tahun yang sama

Jumlah kematian selama 1 tahun x 1000


Jumlah penduduk pada pertengahan tahun yang sama

Jumlah bayi mati sebelum berusia 1 tahun selama 1 tahun x 1000


Jumlah bayi lahir hidup pada tahun yang sama

Jumlah kematian janin lahir > 28 minggu kehamilan + jumlah kematian bayi berumur <
7 hari x 1000
Jumlah lahir hidup tahun yang sama

Jumlah kematian bayi usia <28 hari selama setahun x 1000


Jumlah lahir hidup tahun yang sama
juml

Jumlah kematian balita selama 1 tahun x 1000


Jumlah balita pada tahun yang sama

Jumlah ibu mati akibat kehamilan, persalinan dan nifas selama 1 tahun x 1000
Jumlah lahir hidup tahun yang sama
INCIDENCE RATE PREVALENCE RATE
Merupakan jumlah Merupakan jumlah
kasus baru yang orang yang menderita
terjadi di kalangan penyakit di kalangan
DEFENIS
I penduduk selama penduduk pada satu
periode waktu titik waktu tertentu.
tertentu.

RUMUS
SKEMATIS:
1 X 2
4 X
X X
3
X X
5 6
x
7 X 9
X 8 X X X

1 Januari 1990 31 Desember 1990

Incidence: kasus 2, 3, 4, 8, 9
Point prevalence: 1 Jan: kasus 1, 5, 7
31 Des: kasus 2, 5
Periode prevalence: kasus 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8 dan 9
BESARNYA MASALAH
KESEHATAN
Endemi
Suatu keadaan dimana dijumpai suatu penyakit
dengan frekuensi kecil dan menetap di suatu
daerah tertentu

Sporadik
Penyakit dijumpai di suatu daerah tertentu
dengan frekuensi berubah-ubah menurut
perubahan waktu
Epidemi
Penyakit pada daerah tertentu dengan
frekuensi meningkat cepat, waktu singkat
dan gejala jelas.

Pandemi
Peningkatan frekuensi sangat tinggi dan
melewati batas negara.
KLB = OUT BREAK =
EPIDEMI
Dari tidak ada menjadi ada
ENDEMIS Dari ada meningkat 2x lipat
Terus menerus Dari ada terus meningkat 3
tinggi waktu berturut
SPORADIS
Pandemi
Naik turun
Wabah

Epidemi

OUTBREAK/KLB
Attack Rate

Jumlah kasus
Populasi yang beresiko
Secondary Attack Rate

Jumlah kasus sekonder


Case Fatality Rate
Populasi yang beresiko

Cause Spesific Death


Jumlah orang yang mati karena penyakit A
Jumlah penderit a dengan penyakit A

Jumlah orang yang mati karena penyakit A


Jumlah penduduk dalam periode waktu yang
sama
DEFINISI KASUS

Suspect hanya gejala klinis saja


Probable dilakukan pemeriksaan penunjang
yang bukan gold standard
Confirmed / definit dilakukan gold standard
Sistem Pelayanan
Kesehatan
Puskesmas & Posyandu
Sistem Rujukan
Pembiayaan Kesehatan
PELAYANAN KESEHATAN
TINGKAT PERTAMA DI
INDONESIA
PUSKESMAS (Pusat Kesehatan
Masyarakat)
Suatu kesatuan organisasi fungsional yang
merupakan pusat pengembangan
kesehatan masyarakat yang juga disamping
memberikan pelayanan secara menyeluruh
juga membina peran serta masyarakat
uruh dan terpadu kepada masyarakat di
wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok
KEGIATAN POKOK PUSKESMAS

Upaya Promosi Kesehatan


Upaya Kesehatan Lingkungan
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga
Berencana
Upaya Perbaikan Gizi
Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit
Menular
Upaya Pengobatan
PUSKESMAS DAN JUMLAHPENDUDUK

Ditetapkan satu macam puskesmas yang wilayah


kerjanya meliputi satu kecamatan atau pada suatu
daerah dengan jumlah penduduk antara 30.000 sampai
50.000 jiwa. Yang dikenal dengan konsep wilayah.
Berdasarkan Inpres No. 5 tahun 1974 dan No. 4 tahun
1976 konsep wilayah diperkecil menjadi suatu wilayah
dengan jumlah penduduk 30.000 jiwa.
Untuk koordinasi kegiatan di tingkat kecamatan, salah
satu ditunjuk menjadi sebagai penanggung jawab dan
disebut Puskesmas Kecamatan atau Puskesmas
pembina.
Dan puskesmas yang ada di desa/kelurahan disebut
sebagai puskesmas pembantu.
STANDAR KEBERHASILAN
PROGRAM PUSKESMAS

Indikator derajat kesehatan


masyarakat yang paling peka untuk
menilai dampak (impact) program
kesehatan adalah IMR, MMR dan BR
(Infant Motality Rate, Maternal
Mortality Rate, Birth Rate).
PENUNJANG PUSKESMAS

Puskesmas Pembantu
ruang lingkup lebih kecil
Puskesmas Keliling
memliki kendaraan bermotor, wilayah
terpencil, kasus KLB, penyuluhan audiovisual
Bidan Desa
Belum ada pelayanan kesehatan
3000 orang
Memberikan pelayanan dan rujukan
KONSULTASI & RUJUKAN
Konsultasi ad. upaya meminta bantuan
profesional penanganan suatu kasus penyakit
yang sedang ditangani oleh seorang dokter
kepada dokter lainnya yang lebih ahli

Rujukan ad. upaya melimpahkan wewenang


dan tanggungjawab penanganan kasus penyakit
yang sedang ditangani oleh seorang dokter
kepada dokter lain yang sesuai
PEMBAGIAN WEWENANG & TANGGUNG
JAWAB

1. INTERVAL REFERRAL
Pelimpahan wewenang dan
tanggung jawab penderita
sepenuhnya kepada dokter
konsultan untuk jangka waktu
tertentu, dan selama jangka
waktu tersebut dokter tsb tidak
ikut menanganinya.
2. COLLATERAL REFERRAL
Menyerahkan wewenang dan
tanggungjawab penanganan
penderita hanya untuk satu
masalah kedokteran khusus saja

3. CROSS REFERRAL M
Menyerahkan wewenang dan
tanggung jawab penanganan
penderita sepenuhnya kepada
dokter lain untuk selamanya
4. SPLIT REFERRAL
Menyerahkan wewenang dan
tanggung jawab penanganan
penderita sepenuhnya kepada
beberapa dokter konsultan, dan
selama jangka waktu pelimpahan
wewenang dan tanggungjawab
tersebut dokter pemberi rujukan
tidak ikut campur.
POSYANDU
Posyandu adalah kegiatan yang
dilaksanakan oleh, dari dan untuk
masyarakat yang bertujuan untuk
meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat pada umumnya serta kesehatan
ibu dan anak pada khususnya.

P O S P E L AYA N A N T E R PA D U
SASARAN

1. Bayi berusia kurang dari 1 tahun


2. Balita usia 1-5 tahun
3. Ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas
4. Wanita usia subur

1 POSYANDU 100
BALITA
5 KEGIATAN POSYANDU 7 KEGIATAN POSYANDU
(PANCA KRIDA POSYANDU) (SAPTA KRIDA
POSYANDU)

1. Kesehatan ibu dan anak


1. KIA
2. KB
2. KB
3. Imunisasi
3. Imunisasi
4. Peningkatan gizi
4. Peningkatan gizi
5. Penanggulangan diare
5. Penanggulangan diare
6. Sanitasi dasar
7. Penyediaan obat esensial
MEJA POSYANDU

Meja 1 Registrasi
Meja 2 Penimbangan
Meja 3 Pengisian KMS
Meja 4 Penyuluhan, pembagian PMT
Meja 5 Pelayanan kesehatan, pengobatan, KB,
Imunisasi
JENJANG POSYANDU
KONSEP ARRIF

Jenjang Program Dana


No. Jumlah Kader Kegiatan
Posyandu Tambahan Mandiri

1. Pratama Terbatas Belum Tidak ada Tidak ada


rutin
2. Madya 5 orang Teratur Tidak ada Tidak ada

3. Purnama 5 orang Teratur Ada Tidak ada

4. Mandiri 5 orang Teratur Ada Ada


Keberhasilan Posyandu tergambar melalui
cakupan SKDN

S : Semua balita diwilayah kerja Posyandu.


K : Semua balita yang memiliki KMS.
D : Balita yang ditimbang.
N : Balita yang naik berat badannya.

INDIKATOR KEBERHASILAN
1 ) D/S : Baik/kurangnya peran serta
masyarakat.
2 ) N/D : Berhasil tidaknya program
Posyandu
PROGRAM IMUNISASI
TAMBAHAN
Backlog Fighting
mencukupi imunisasi wajib yang tidak terpenuhi pada anak berumur 1-3
tahun setiap 2 tahun sekali
Crash Program
pada daerah dengan angka kematian bayi tinggi, angka PD3I tinggi,
infrastruktur kurang
PIN
pemberian imunisasi polio pada semua balita tanpa mempertimbnagkan
status imunisasinya. Dilakukan 2 bulan berturut turut
Sub PIN
bila telah terjadi 1 kasus polio, diberikan imunisasi polio pada semua
bayi kurang dari 1 tahun
Catch Up Campaign
imunisasi ulangan campak pada anak sekolah tanpa mempertimbangkan
imunisasi sebelumnya
JENIS LAPORAN TERPADU PUSKESMAS

Laporan harian : kejadian KLB penyakit tertentu

Laporan mingguan : kegiatan penyakit yang


ditanggulangi

Laporan bulanan : kegiatan rutin program


LB1: data kesakitan
LB2: data kematian
LB3: data program gizi, KIA, KB
Lb4: data obat-obatan
PENCEGAHAN DLM MASALAH
KESEHATAN
Primer
Health promotion
Spesific protection
Sekunder
Early diagnosis
Prompt treatment
Tersier
Disability limitation
Rehabilitation
Fee For
Service

SISTEM
PEMBIAYAAN

Health
Insuranc
e
PRINSIP
ASURANSI KESEHATAN
(HEALTH INSURANCE)

SOLUSI??

MEMBAGI RISIKO
(RISK SHARING) PEMBAYARAN PRA-UPAYA
DENGAN PPK (PRE-PAYMENT/
PROSPECTIVE PAYMENT)

KENAPA????

PPK = Pemberi Pelayanan Kesehatan


PEMBAYARAN PRA-UPAYA/PROSPEKTIF

Empat bentuk pembiayaan pra-upaya :


1)Sistem Kapitasi (Capitation System)
2)Sistem Paket (Packet System)
3)Sistem Kelompok Diagnosa Terkait (Diagnosis
Related Group/DGR System)
4)Sistem Anggaran (Budget System)

Menjaga di kala sehat,


Mengobati di kala sakit
PELAKU DALAM JAMINAN PEMELIHARAAN
KESEHATAN MASYARAKAT (JPKM)

Badan Penyelenggara
Peserta
Penyelenggaraan dan Pemberi Pelayanan
Kesehatan
PENYELENGGARAAN
JPKM
BAPIM

BAPEL

pe
ar

m
ay

ba
ab

ya
pr

ikatan kerja/kontrak

ra
an

n
siklus kendali mutu
ur

pr
i-i

pemantauan utilisasi

a up
em

penanganan keluhan

ay
pr

a
PESERT yankes (paripurna)
PPK
A
JENIS RUJUKAN MEDIS

Rujukan Pasien penatalaksanaan pasien


dari yg strata pelayanan kesehatan kurang
mampu ke strata pelayanan yang lebih
sempurna

Rujukan Ilmu Pengetahuan pengiriman


dokter/tenaga kesehatan yg lebih ahli ke
strata pelayanan kesehatan yang kurang
untuk bimbingan/diskusi

Rujukan Specimen pengiriman bahan


pemeriksaan ke strata pelayanan yang
mampu atau sebaliknya
JENIS RUJUKAN KESEHATAN

Rujukan tenaga mengirim tenaga


kesehatan ke strata kurang mampu untuk
menanggulangi masalah kesehatan di
masyarakat

Rujukan sarana pengiriman berbagai


peralatan medis/nonmedis ke strata kurang
mampu untuk menanggulangi masalah
kesehatan

Rujukan operasional pelimpahan


wewenang tan tanggung jawab
penanggulangan masalah kesehatan
masyarakat
Family Medicine
Dokter Keluarga
Konseling
Fungsi Manajemen
BENTUK-BENTUK KELUARGA

KELUARGA INTI (Nuclear Family)


Suami+istri+anak

KELUARGA CAMPURAN (Blended Family)


Suami+Istri+anak tiri+anak kandung

KELUARGA BESAR (Extended Family)


Terdiri dari 3 generasi vertikal maupun horizontal
berasal dari kedua belah pihak

KELUARGA ORANGTUA TUNGGAL


(Single Parent Family)
KELUARGA HIDUP BERSAMA
(Communal / Corporate Family)
BENTUK BENTUK KELUARGA

Keluarga inti

Property of PDKI Cab. Sumut - 2013


Keluarga orang tua tunggal

Property of PDKI Cab. Sumut - 2013


Keluarga extended

atau

Property of PDKI Cab. Sumut - 2013


Keluarga majemuk

atau

Property of PDKI Cab. Sumut - 2013


MODEL PELAYANAN DOKTER KELUARGA

One Stop Shopping


Bekerja dalam tim
Kemitraan jangka panjang
Pola pikir & tindak paradigma sehat
Kendali mutu & Biaya
Membentuk jejaring dokter keluarga
CIRI DOKTER KELUARGA

First Contact dalam pelayanan kesehatan


Melayani penderita sebagai anggota keluarga
(Family Based Service)
Doctor Patient Relationship (D P R) yang
optimal
Home Visite
Family Folder
PRINSIP
KEDOKTERAN KELUARGA

1. CONTINUITY OF CARE dokter

(Pelayanan yang Rumah


perawat
berkesinambungan) sakit

2. COMPREHENSIVE OF CARE
(Pelayanan yang
menyeluruh)
klinik bidan
3. COORDINATION OF CARE
(Pelayanan yang Dokter
spesialis
terkoordinasi)
4. COMMUNITY (Masyarakat)
5. PREVENTION (Pencegahan)
FIVE-STAR DOCTOR

Penanganan menyeluruh fisik, mental, dan sosial


Meliputi kuratif, preventif, dan rehabilitatif
CARE-PROVIDER
Memastikan pengobatan yang diterima pasien adalah yang terbaik
(highest quality)

Cost effective risk and benefit


DECISION-MAKER Penerapan teknologi penunjang secara
etik

Promosi individu, keluarga, dan komunitas menuju gaya hidup


COMMUNICATOR sehat
Memberdayakan masyarakat menjadi partner dalam promosi
kesehatan
Dapat menempatkan diri sehingga mendapatkan kepercayaan
COMMUNITY
masyarakat
LEADER
Mampu menemukan kebutuhan kesehatan bersama individu dan
masyarakat
Mampu melaksanakan program sesuai kebutuhan kesehatan
masyarakat

MANAGER
Bekerjasama harmonis dengan individu dan organisasi termasuk
bidang non-medis untuk kebutuhan pasien dan komunitas
Mampu memanfaatkan data kesehatan TEPAT & BERHASIL
GUNA
METODE DIAGNOSIS KOMUNITAS

1. Mengidentifikasi masalah
2. Menetapkan prioritas masalah
3. Menganalisis penyebab masalah
4. Menentukan alternatif pemecahan masalah
5. Mengevaluasi alternatif pemecahan masalah
6. Memilih alternatif pemecahan masalah
7. Implementasi
8. Follow up
TOOLS FOR FAMILY
ASSESSMENT
FAMILY LIFE CYCLE

Menggambarkan perubahan-perubahan dalam


jumlah anggota, komposisi, dan fungsi
keluarga sepanjang hidup.
Gambaran rangkaian tahapan yang akan
terjadi atau diprediksi dialami banyak keluarga
THE FAMILY LIFE CYCLE
Source: Duvall 1977

1. Newly married couple


2.Newborn children
2 3. The family with
2.5
young children
8. Family in 3.5
later years 10-15 4. The family
with school-age
7 children

7
15 5. Family with
7. Middle age adolescent
parents to retire 8
time

6. Launching family
THE FAMILY GENOGRAM
(GENOGRAM KELUARGA)
Manfaat:
Mencatat nama dan peran setiap anggota keluarga
Memisahkan keluarga besar dalam beberapa generasi
Mencatat masalah2 kesehatan setiap anggota keluarga
Mencatat tanggal2 penting dalam sejarah keluarga
Memberi informasi yang lengkap dan mudah sebuah
keluarga
FAMILY CIRCLE
APGAR Keluarga = Fungsi Keluarga
Adaptation (adaptasi)
Tingkat kepuasan anggota keluarga dalam menerima
bantuan yang diperlukannya dari anggota keluarga
lainnya
Partnership (kemitraan)
Tingkat kepuasan dalam berkomunikasi
Growth (pertumbuhan)
Tingkat kepuasan dalam kebebasan untuk
mematangkan pertumbuhan/kedewasaan
Affection (kasih sayang)
Tingkat kepuasan terhadap kasih sayang dan interaksi
emosional dalam keluarga
Resolve (Kebersamaan)
Tingkat kepuasan anggota keluarga terhadap
kebersamaan dalam membagi waktu, kekayaan dan
ruang antar anggota keluarga.
HUBUNGAN DOKTER - PASIEN

Aktif-pasif Paternalistic
(pasien merasa dokter tau semuanya)
Guidance cooperative
(pasien mencurahkan keinginannya, kemudian
bekerja sama dengan dokter yang membimbing agar
tercapai solusi
Mutuality
(dokter dan pasien sama sama mencari jalan terbaik)
Consumerist
(pasien sbg pembeli jasa medik, berhak menuntut
jika tidak puas)
TRANSAKSI TERAPEUTIK

Inplanning
Dokter berusaha menjanjikan UPAYA dan PROSES
yang terbaik

Resultant
Dokter menjanjikan HASIL yang terbaik
KONSELING EFEKTIF

Prinsip Konseling
CEA (Catarhsis Education Action)
Seorang pria didiagnosis dengan gangrene diabetikum dan
perlu menjalani operasi amputasi karena dikhawatirkan
akan meluas ke jaringan di sekitarnya. Pasien terlihat
enggan mdan ragu untuk menjalani amputasi. Langkah
konseling yang sebaiknya dilakukan dokter pada pria
tersebut adalah?
a. Menjelaskan bahwa amputasi tidak berbahaya
b. Menjelaskan bahwa amputasi merupakan jalan terbaik
untuk keadaan saat ini
c. Menjelaskan manfaat dan konsekuensi amputasi dengan
bahasa yang mudah dimengerti dan tanpa ditutupi
d. Mengundang anggota keluarga pasien untuk
memberikan support psikologis pada pasien
e. Menanyakan pada pasien mengapa enggan dan ragu
ragu
CATARHSIS

Biarkan pasien untuk mengeluarkan dan


mengutarakan yang dirasakan terhadap
kekhawatirannya atau penyakitnya. Biarkan
emosi pasien keluar, kita tidak boleh
mengarahkan atau memutusnya.
Identifikasi jika ada mispersepsi pasien tentang
penyakit atau apa yang menyebabkan pasien
cemas (ECM = Emotional Critical Misperception)
CATARHSIS

Dengan cara member pertanyaan pada pasien


Apa yang bapak/ ibu pikirkan saat bapak/ibu
merasakan sakit?
Perasaan apa yang muncul saat bapak/ibu
berpikiran seperti itu?
Dari penyakit/kecemasan bapak/ibu, konsekuensi
apa yang paling bapak/ibu pikirkan?
Rangkum dan simpulkan
EDUCATION

Kita lakukan edukasi dan mengoreksi mispersepsi


pasien. Kita berikan informasi tentang penyakit
pasien, meliputi definisi, etiologi, faktor resiko
ACTION

Menjelaskan pengelolaan penyakit


Mengklarifikasi pemahaman pasien tentang
penyakit/penyakit yang sedang dikhawatirkan
Mengklarifikasi perasaan pasien
FUNGSI MANAJEMEN

INPUT PROSES
Man Planning
Money Organizing
Material Actuating
Method Controlling OUTPUT OUTCOME
Machine Evaluation
Market
Time
INPUT-PROSES-OUTPUT

Input (struktur), ialah segala sumber daya yang


diperlukan untuk melakukan pelayanan
kesehatan, seperti SDM, dana, obat, fasilitas,
peralatan , bahan, teknologi, organisasi,

Proses adalah Semua kegiatan dokter dan tenaga


profesi lainnya yang mengadakan interaksi
secara profesional dengan pasiennya
Output/outcome, ialah hasil pelayanan
kesehatan, merupakan perubahan yang terjadi
pada konsumen (pasien/masyarakat), termasuk
kepuasan dari konsumen tersebut.. Hasil
pelayanan kesehatan / medis dapat dinilai antara
lain dengan melakukan audit medis, review
rekam medis
FUNGSI MANAJEMEN

POACE

Planning
Organizing
Actuating
Controlling
Evaluating
FUNGSI MANAJEMEN

Fungsi Perencanaan / Planning


Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat
tujuan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.

Fungsi Pengorganisasian / Organizing


Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan
pengaturan pada sumber daya manusia dan
sumberdaya fisik lain untuk menjalankan rencana yang
telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
FUNGSI MANAJEMEN
Fungsi Pengarahan / Directing / Leading / Actuating
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan
manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja
secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang
sehat, dinamis, dan lain sebagainya.

Fungsi Pengendalian / Controling


Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja
berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian
dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

Fungsi Peninjauan / Evaluating


Fumgsi Peninjauan adalah suatu aktivitas meninjau atau
memperhatikan hasil hasil dari kegiatan yang telah dilakukan.
DIAGRAM PENYELESAIAN MASALAH

DIAGRAM SEBAB AKIBAT (TULANG IKAN)


DIAGRAM PENYELESAIAN MASALAH

DIAGRAM PARETO
DIAGRAM PENYELESAIAN MASALAH

DIAGRAM POHON
DIAGRAM PENYELESAIAN MASALAH
DIAGRAM
SWOT
Ilmu Perilaku
Teori Perubahan Perilaku
Manajemen Konflik
Teori Kuble Ross
TEORI SKINNER

Respondent / Reflexive
Stimulus disikapi sama sehingga menghasilkan
respons yang sama

Operant
stimulus disikapi oleh masing masing individu
sehingga responsnya berbeda
TEORI PERUBAHAN PERILAKU

Prekontemplasi
tidak tertarik dan tidak berpikir untuk berubah
Intervensi : informasi dan edukasi
Kontemplasi
mulai berniat untuk berhenti. Tantangan yang dihadapi
adalah emosi negatif yang timbul karena pilihan untuk
meninggalkan kegiatan yang ia senangi
Intervensi : Motivasi
Persiapan
persiapan spesifik sudah mulai dibuat. Misalnya, tanggal
berapa
intervensi : mengajarkan teknik teknik
Tindakan
Perubahan perilaku
Intervensi : dukungan positif, kelompok kerja
Pemeliharaan
6 bulan setelah perubahan perilaku, beratahan
ataui kembali pada kebiasaan lama
Intervensi : pujian dan apresiasi
MANAJEMEN KONFLIK (COPING)
Kompetisi
hasrat untuk memuaskan kepentingan pribadi, tanpa
memedulikan dampaknya atas pihak lain yang berkonflik
dengannya
meyakinkan orang lain bahwa kesimpulan anda benar dan
kesimpulannya salah

Kolaborasi
ingin sepenuhnya memuaskan kepentingan kedua belah pihak

Avoiding
mencoba mengabaikan suatu konflik dan menghindari orang lain
yang berbeda pendapat.
Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini
dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi
MANAJEMEN KONFLIK (COPING)

Accomodating
salah satu pihak yang berkonflik untuk menempatkan
kepentingan lawannya di atas kepentingannya sendiri.
Maksud dari perilaku ini adalah supaya hubungan
tetap terpelihara, salah satu pihak bersedia berkorban

Compromising
berusaha mencari jalan tengah, umumnya melibatkan
kerelaan berkorban lebih banyak dibandingkan
pendekatan dominasi, namun tak sebanyak yang
direlakan dalam pendekatan akomodasi
TEORI KUBLE ROSS

DENIAL
Penyangkalan biasanya merupakan pertahanan sementara untuk
diri sendiri
Hal ini tidak mungkin terjadi, tidak pada saya

ANGER
Menyalahkan keadaan
"Kenapa saya ? Ini tidak adil!";

BARGAINING
harapan supaya individu dapat sedemikian rupa menghambat atau
menunda kematian
Kalau dengan bersedekah saya bisa sembuh, saya akan
bersedekah setiap hari sebanyak banyaknya
DEPRESI
menolak dibesuk dan menghabiskan banyak
waktu untuk menangis dan berduka
Untuk apa lagi saya berobat, toh pasti akan mati
juga

ACCEPTANCE
saya sudah siap menjalani pengobatan, inilah
jalan terbaik untuk saya
Komunikasi Efektif
Komunikasi
Breaking Bad News
KOMUNIKASI EFEKTIF
Lingkungan

Pembuat Berita Penerima


berita berita

Feedback
KOMUNIKASI EFEKTIF

Komunikasi Intrapersonal
komunikasi yang terjadi pada diri sendiri
Komunikasi Interpersonal
komunikasi antara 2 orang (dokter-pasien)
Komunikasi Verbal
Komunikasi Non Verbal
Kumunikasi Kelompok
komunikasi massal
KOMUNIKASI VERBAL
adalah komunikasi melalui kata-kata
yang diucapkan oleh seseorang

1. Membuat pasien merasa nyaman (Rapporting)

2. Mengajukan pertanyaan (pertanyaan terbuka dan tertutup,

diajukan satu-persatu)

3. Mendengar aktif (refleksi isi, refleksi perasaan, merangkum),

4. Memberikan informasi

5. Menanggapi pasien (asumsi, evaluasi, memotong

pembicaraan, tidak mencela, menenteramkan, memuji),

6. Mendorong pasien berbicara


KOMUNIKASI NON VERBAL

Suara (volume, kecepatan, nada, vokal)


Wajah (muram, kesal, senyum, marah, kecewa)
Kontak mata
Gerak tubuh, posisi tubuh
Touch
TEKNIK KOMUNIKASI VERBAL
RAPPORTING
Salam perkenalkan diri persilahkan duduk
berbasa basi

Mengajukan pertanyaan terbuka


bisa ibu ceritakan apa yang ibu rasakan,..?
Jenis jenis pertanyaan:
- Pertanyaan terbuka
- Pertanyaan tertutup
- Pertanyaan mendalam
- Pertanyaan mengarahkan
JENIS KEGUNAAN CONTOH
Pertanyaan- Untuk menanyakan riwayat "Berapa umur Ibu?"
tertutup kesehatan

Pertanyaan- Untuk mempelajari "Apa yang saudara


terbuka perasaan, kepercayaan dan rasakan saat ini?"
pengetahuan klien

Pertanyaan Untuk menanggapi "Apa saudara bisa


mendalam pernyataan klien menjelaskan lebih
lanjut kepada saya
mengapa saudara
berpikir bahwa
imunisasi itu justru
berbahaya pada
anak?"
KOMUNIKASI EFEKTIF DOKTER- KOMUNIKASI EFEKTIF:
PASIEN
MENGAJUKAN PERTANYAAN TERBUKA Pertanyaan dengan BANYAK kemungkinan
PERTANYAAN jawaban
PERTANYAAN TERTUTUP Pertanyaan dengan jawaban YA atau
TIDAK
REFLEKSI ISI Mengungkapkan kembali inti yang telah
dikemukakan pasien. Anda mengatakan
REFLEKSI PERASAAN amati & dengarkan PERASAAN pasien.
MENDENGA
Anda sepertinya bingung?
R AKTIF
MERANGKUM Mirip refleksi isi, BEDANYA??
Merangkum: durasi sudah lama, atau transisi topik atau bahan
rumit

BAHASA SEDERHANA
MEMBERIKA JUJUR
N BENAR
INFORMASI LENGKAP

DONT
VERBAL
Memotong pembicaraan
MENANGGA Mencela
PI KLIEN?!! Asumsi kesimpulan TANPA didukung bukti dan terlalu dini
Evaluasi TIDAK PERCAYA ucapan pasien
NON-VERBAL mengernyitkan dahi, reaksi terkejut, senyum
melecehkan
MENDENGARKAN AKTIF
Mengajukan Refleksi Isi
Gambaran ide yang diekspresikan pasien, untuk
memvalidasi apa yang didengar
Klien: Saya tidak tahu apa yang terjadi. Hari ini
saya merasa tidak enak badan.
Konselor: Anda merasa tidak sehat dan bingung
karena hal tersebut?
Mengajukan Refleksi Perasaan
Memberi respon pada perasaan klien
Merangkum
mirip seperti refleksi isi, tetapi dilakukan di akhir
CONTOH MENDENGARKAN AKTIF

Pasien: Sebenarnya saya ingin pakai pil KB, tapi


tetangga saya mengatakan bahwa kalau minum pil
saya akan jadi gemuk dan berjerawat, padahal
sekarangpun saya sudah gemuk begini, bagaimana
jadinya nanti!

Provider :
Refleksi Isi: Ibu mendengar berbagai akibat buruk
dari penggunaan pil.
Refleksi Perasaan:Ibu kuatir kalau menggunakan
pil akan memperoleh efek samping yang tidak
menyenangkan.
CONTOH MENDENGARKAN AKTIF

Pasien: Saya sudah tidak ingin punya anak lagi,


anak saya sudah 3, umur saya sudah 35 tahun, saya
ingin disteril saja, tapi suami saya tidak mau
mengerti, katanya dia ingin punya laki-laki, payah deh
dia.

Provider :
Refleksi Isi: Ibu sebenarnya sudah tidak ingin
hamil dan melahirkan lagi, tetapi suami ibu tidak
setuju.
Refleksi Perasan: Ibu jengkel karena itu ingin
disteril saja, tetapi suami ibu tidak setuju.
CONTOH MENDENGARKAN AKTIF

Pasien: Kakak saya menganjurkan supaya saya pakai


spiral, tetapi teman saya mengatakan agar saya memakai
susuk KB saja, jangan spiral, sebab katanya enak dan
praktis. Tetapi ada yang mengatakan susuk bisa berjalan-
jalan di dalam kulit kita, mana yang benar ?!

Provider :
Refleksi Isi: Ibu mendengar berbagai anjuran untuk
mengikuti KB, tetapi selalu ada pendapat negatif tentang
itu.
Refleksi Perasaan:Ibu bingung dengan berbagai
anjuran dan pendapat negatif tentang cara/alat KB.
MEMBERIKAN INFORMASI

Sederhana
Jujur
Benar
Lengkap
MENANGGAPI PASIEN
Mengajukan asumsi
Asumsi, adalah bila provider membuat
kesimpulan terlalu dini, membuat kesimpulan
tanpa bukti
Mengajukan evaluasi
evaluasi, bila dalam responnya provider
meragukan atau menaruh ketidakpercayaan
terhadap apa yang dikatakan oleh pasien.
CONTOH ASUMSI

PROVIDER: Ibu, syarat operasi steril antara lain


harus ada ijin suami.
KLIEN: Wah, kalau saya mengatakan pada
suami saya, kemungkinan besar dia tidak akan
setuju kalau saya memilih steril.

PROVIDER: Wah, jadi ibu akan bohong
kepada suami.
CONTOH EVALUASI

PROVIDER : Ibu, apakah ada saudara kandung


ibu yang pernah mengalami gejala-gejala seperti
penyakit ibu ini?
KLIEN : Nggak ada tuh dok?
PROVIDER : Masak sih, masak nggak
ada yang sakit seperti ibu?.
MENDORONG PASIEN BERBICARA

Dorong dengan mengatakan: Apa lagi,


..Lalu Sesudah itu apa yang terjadi?

Kadang-kadang provider perlu berhenti berbicara


sebentar (silence) untuk memberikan
kesempatan kepada pasien untuk berfikir atau
berkonsentrasi dengan baik agar dapat
mengutarakan pendapatnya.
Jarak kedekatan
Zona intim (0-0,5 meter)
Zona personal ( 0,5-1,5 meter)
Zona sosial (1,5-3 meter)
Zona publik ( 3 meter atau lebih)
PLEASE NOTICE THE BARRIER BETWEEN DOCTOR PATIENT!
PLEASE NOTICE THE POSITION OF DOCTOR PATIENT.
IT IS CLOSER, FAMILIAR, AND THERE IS NO BARRIERBETTER.
TIPS FOR BREAKING BAD NEWS.

PERSIAPAN :
Negosiasikan waktu konsultasi yang tepat.
Kondisikan situasi yang nyaman saat konsultasi.
Persilakan pasien membawa keluarga/kerabat
dekat.
Pelajari latar belakang pendidikan, pekerjaan dan
kondisi medis pasien.
Pelajari perasaan pasien yang mungkin muncul
dan hadapilah.
BERIKAN INFORMASI YANG BENAR
Nilai pemahaman pasien tentang penyakit yang diterimanya.
Berikan peringatan dini seperti
(Saya fikir,, mungkin hasilnya tidak seperti yang Anda
harapkan..)
Berikan Informasi Dasar
Hubungkan informasi yang anda berikan kepada pemahaman
pasien.
Jangan berikan terlalu banyak informasi dalam suatu waktu.
Empati terhadap perasaan pasien.
Gunakan bahasa yang mudah dimengerti.
TERIMA KASIH