Anda di halaman 1dari 65

SELAMAT DATANG DI PT.

PLN (Persero)
UDIKLAT PANDAAN

KURSUS PEMELIHARAAN
GARDU TRAFO TIANG 1
PEMERIKSAAN TRAFO SAAT BEROPERASI
HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT
PEMERIKSAAN TRAFO DALAM KEADAAN OPERASI

PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAA PACKING TRAFO .
PEMERIKSAAN ASSESORIS TRAFO.
PEMERIKSAAN NAME PLATE .
PERIKSA VOLUME MINYAK PADA GE
LAS DUGA (OIL LEVEL).
PERIKSA BUSHING TRAFO TM/TR.
DLL.

2
PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR
PEMERIKSAAN YANG SEKSAMA PERLU DILAKUKAN U/
MENJAMIN AGAR TRAFO SELALU BERADA DALAM
KONDISI BAIK.

1 PEMERIKSAAN OLI TRANSFORMATOR


1. PEMERIKSAAN LEVEL MINYAK TRAFO
DILAKUKAN UNTUK MENGETAHUI
VOLUME MINYAK.
2. PEMERIKSAAN TEMPERATUR MINYAK
TRAFO.

3
PEMERIKSAAN DAN PENGAMBILAN
MINYAK TRAFO
UNTUK PELAKSANAAN
PEMERIKSAAN MINYAK
TRAFO SEBAIKNYA 3
(TIGA) TAHUN PERTAMA
SETELAH TRAFO DI-
OPERASIKAN DAN SETIAP
TAHUN UNTUK TAHUN
BERIKUTNYA.

HATI-HATI
CARA MENGAMBIL
DAN MEMBAWANYA

PENGAMBILAN MINYAK 4
2. FUNGSI MINYAK TRAFO
a. MINYAK TRAFO BERFUNGSI UNTUK
MENGISOLASI TEGANGAN ANTARA
LILITAN DGN BESI, LILITAN DENGAN
BODI DAN ANTARA BAGIAN BAGIAN
YANG BERTEGANGAN LAINYA.

b. MINYAK JUGA BERFUNSI UNTUK


MEMINDAHKAN PANAS YANG DI-
TIMBULKAN OLEH BESI/CORE DAN
LILITAN KE PERALATAN PENDINGIN.
5
MINYAK TRAFO HARUS MEMPUNYAI
KRITERIA SBB:
1. HARUS MEMPUNYAI KEKUATAN ISOLASI BESAR.

2. HARUS MEMPUNYAI EFEK PENDINGIN YANG BAIK


DAN KEKENTALAN YANG RENDAH.

3. HARUS SUDAH DIMURNIKAN ( BEBAS DARI


MATERIAL ISOLASI LAINYA).

5. TIDAK MUDAH MENGUAP.

6
MINYAK TRAFO LAMBAT LAUN AKAN MENGALAMI
PENCEMARAN SESUAI DENGAN UMUR PAKAINYA.

PENYEBAB HAL TERSEBUT DIATAS ADALAH :


PENYERAPAN UAP AIR DARI LUAR.
MATERIAL DARI LUAR YANG MASUK KEDALAM
TANGKI.
MINYAK AKAN BEROKSIDASI BILA BERHUBUNG
LANGSUNG DGN UDARA LUAR DAN PROSESNYA
AKAN MEMPERCEPAT DGN KENAIKAN TEMPE-
RATUR, SEDANGKAN KONTAK DENGAN METAL
DIDALAM TANGKI AKAN MENIMBULKAN PER-
CAMPURAN DGN LOGAM TEMBAGA, BESI DAN
LARUTAN VERNIS.

7
LANGKAH UNTUK MENGHINDARI OKSIDASI TSB
ADALAH :
MENGHINDARKAN HUBUNGAN LANGSUNG MINYAK
DGN UDARA LUAR.
UNTUK ITU DIBUAT KONSERVATOR YANG BERFUNG-
SI MENCEGAH KONTAK LANGSUNG ANTARA MINYAK
YANG PANAS DALAM TANGKI DENGAN UDARA LUAR.
UAP AIR JUGA MENCEMARI MINYAK TRAFO, OLEH
SEBAB ITU DI PASANG DEHYDRATING BREATHER
YANG DIISI SILICA GEL.
TANGKI YANG TERTUTUP RAPAT DIISI DENGAN
NITROGEN.
TANGKI YANG TERTUTUP RAPAT DIISI MINYAK
SAMPAI PENUH.

8
STANDAR PENGETESAN MINYAK TRAFO
( IEC - 156 )
MINYAK BARU SEBELUM DIOLAH 30 Kv/2,5 mm
MINYAK YANG TELAH DIOLAH 50 Kv/2,5 mm
MINYAK YANG TELAH DIGUNAKAN 30 Kv/2,5 mm
UNTUK PELAKSANAAN PEMERIKSAAN TEGANGAN
TEMBUS MINYAK SEBAIKNYA 3 (TIGA) TAHUN PER
TAMA SETELAH TRAFO DIOPERASIKAN DAN SETIAP
TAHUN UNTUK TAHUN BERIKUTNYA.

S 9
PERALATAN PENGETESAN TEGANGAN
TEMBUS MINYAK TRAFO

10
2 BREATHER (SILICA GEL)
BREATHER BERFUNGSI SEBAGAI LUBANG PERNAPASAN
TRANSFORMATOR UNTUK MENJAGA TEKANAN DALAM
TANGKI.
BREATHER DILENGKAPI DENGAN SILICA GEL
UNTUK MENYERAP KANDUNGAN UAP AIR
DALAM TRAFO.

SILICA GEL YANG MASIH BARU


DAN BELUM PERNAH DIPAKAI
AKAN BERWARNA BIRU KARENA
MENGANDUNG COBALT CHLORIDE.

11
3 PEMERIKSAAN BAGIAN PENJEPIT
DAN KATUP / VALVE
PADA SAAT PEMERIKSAAN DITEMUI BAGIAN PENJEPIT
KURANG KENCANG, MAKA SEGERA DIKENCANGKAN.
KARENA DAPAT BER-AKIBAT ADANYA LOCAL OVER
HEATING YANG DAPAT MERUSAK ISOLASI TRAFO.

MISAL :
TERMINAL BUSHING.
GROUNDING TRAFO.

HATI-HATI:
SEWAKTU MENGENCANGKAN
PENJEPIT BHUSING TRAFO AGAR
DIPERIKSA RING KARET (SIL).

12
JADWAL PEMERIKSAAN / PEMELIHARAAN
BERKALA TRANSFORMATOR
No PEMERIKSAAN MINGGU BULAN TAHUN 7.TAHUN
1. NOISE,SUHU/TEMP
2. FISIK TRF,VALVE
BUSHING,PACKING
OIL LEVEL, FAN
BUCHOLZ RELAY
3. TEG TEMBUS OIL
BREATHER/SILICA
GARDU/LINGK TRF
4. BAGIAN DLM TRF :
WINDING
CORE, PENTANAH
LEAD WIRE
TAP CHANGER
13
4. PEMERIKSAAN GARDU / LINGKUNGAN
KARENA TEG TINGGI CENDERUNG MENGHISAP DEBU,
MAKA DEBU AKAN MENENPEL PADA BUSHING TRAFO
SISI TEG TINGGI.
HAL INI SERING DIANGGAP
SEPELE, TETAPI DAPAT
BERAKIBAT FATAL YAITU
MENGAKIBATKAN
TURUNNYA TAHAN
AN ISOLASI PADA
BUSHING TRAFO
SEHINGGA DAPAT
TERJADINYA
DISCHARNGER.

14
PROSEDUR OPERASI JAR - DISTR
(PENGOPERASIAN
SOP ). TRAFO DISTRIBUSI TERBAGI
MENJADI :
1. TRAFO DISTRIBUSI TELAH SELESAI DIBANGUN
DAN SIAP DI OPERASIKAN UNTUK MELAYANI
KONSUMEN.
2. TRAFO DISTRIBUSI YANG SUDAH MATI ( OFF )
KARENA GANGGUAN ATAU KARENA ADA
KEPERLUAN (PEKERJAAN / PEMELIHARAAN).

TUJUAN SOP ADALAH UNTUK MENGANTISIPASI ADANYA :


a. KESALAHAN KESALAHAN MANUVER DI GTT.
b. MENGHINDARI KERUSAKAN PERALATAN.
c. KECELAKAAN MANUSIA .
15
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN
GARDU TRAFO TIANG

MATERIAL
SDM

SASARAN GTT

PROSEDUR PERALATAN
BIAYA
16
LINGKUP PEMELIHARAAN
GARDU TRAFO TIANG

Har. Trafo
Har. LV Panel
Har. Pengaman
Har. Instalasi Gardu

17
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN

1. Alat ukur
2. Alat kerja
3. Material
4. Peralatan K 3

Persiapan Peralatan dan Material 18


SOP PEMADAMAN GTT
KONFIGURASI STANDAR (LBS/SAKLAR UTAMA).
KOORDINASI DENGAN PELANGGAN.
1. BUKA LBS 3 PHASA.
2. BUKA SEKERING LINE .
3. BUKA CO TRAFO.
4. MEMASANG GROUNDING / DIBUMIKAN SISI TR.
KONFIGURASI NON STANDAR (SAKLAR TANPA PEREDAM).
KOORDINASI DENGAN PELANGGAN 3 PHASA.
1. BUKA SEKERING LINE / .
2. BUKA SAKLAR PEMISAH.
3. BUKA CO TRAFO.
4. MEMASANG GROUNDING / DIBUMIKAN SISI TR.
19
LANGKAH KERJA
PEMELIHARAAN TRAFO DIST
1. PERSIAPKAN PERKAKAS KERJA UNTUK PEMELIHARAAN TRAFO.
2. BEBASKAN TRAFO DAN PERALATAN LAIN DARI TEGANGAN.

3. PERIKSA KEADAAN TRAFO SECARA UMUM.

4. BERSIHKAN BHUSING TRAFO TM/TR DARI KOTORAN.

5. KENCANGKAN MUR/BAUT PADA TERMINAL KABEL & BHUSING.


6. PERIKSA TANGKI TRAFO (BILA ADA KEBOCORAN).
7. PERIKSA KEDUDUKAN TRAFO.
8. PERIKSA KONDISI KRAN PEMBUANGAN MINYAK TRAFO.
9. PERIKSA SEMUA KABEL PENGHUBUNG TRAFO TM/TR (BERSIHKAN).
10. USAHAKAN KEADAAN KABEL AGAR TETAP RAPIH.
11. LAKUKAN PENGGANTIAN ATAU PERBAIKAN BILA ADA KABEL
PENGHUBUNG YANG RUSAK.
20
12. PERIKSA KONDISI MINYAK TRAFO MELALUI GELAS PENDUGA
( BILA ADA ).

13. PENGAMBILAN CONTOH MINYAK TRAFO DAN PENAMBAHAN


KEMBALI SAMPAI BATAS STANDARNYA.

14. PERIKSA KONDISI SILICA GEL ( BILA ADA ). JIKA WARNANYA


BERUBAH DARI BIRU MENJADI MERAH, PERLU PRIORITAS PENG
GANTIAN.

15. LAKUKAN PENGUKURAN TAHANAN ISOLASI (MEGER = 1000 V) .

16. PERIKSA KONDISI TAP CHANGER PADA SETIAP POSISI.

17. PEMERIKSAAN ULANG SELURUH TAHAPAN DIATAS.

21
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN

Pengambilan
dan
Penambahan minyak

22
PEMERIKSAAN KONDISI LV PANEL
1. NFB ATAU SAKLAR
UTAMA
2. SEKERING BAGI
3. KABEL INSTALASI
4. BODI PANEL TERMASUK
KUNCI
5. RAK / REL TR
6. PENTANAHAN NETRAL

Kondisi (isi) panel ? 23


PEMERIKSAAN KONDISI LV PANEL

CONTOH KONDISI
TITIK SAMBUNG
YANG TIDAK
MEMENUHI SYARAT

24
PEMERIKSAAN LV PANEL DENGAN
INFRA RED

PEMERIKSAAN LV PANEL
DG ALAT INFRA RED
MERUPAKAN SALAH SA-
TU CARA UNTUK MENGE-
TAHUI / MENDETEKSI
KOMPONEN YG PANAS.
SEHINGGA DLM PELAK-
SANAAN PEKERJAAN DA
PAT DISELESAIKAN DGN
BAIK DAN SEMPURNA.

25
PELAKSANAAN HAR LV PANEL

Pelepasan titik-titik sambung 26


PELAKSANAAN PEKERJAAN
PADA LV PANEL
MEMBERSIHKAN KERAK-
KERAK PD SAMBUNGAN
SAMBUNGAN DI REL TR.
PENGGANTIAN SEPATU
KABEL DG BIMETAL BI-
LA BAHANNYA LAIN.
PENGENCANGAN MUR-
BAUT PD SAMBUNGAN
PENGECATAN LV PANEL .

PERHATIAN :
GUNAKAN PERALATAN
KERJA DAN K3
YANG SESUAI. 27
PELAKSANAAN
PEMELIHARAAN PREVENTIF LV PANEL

MEMBERI VASELIN PADA PISAU-PISAU


ZEKRING TR.

PEMBERSIHAN KONTAK SAKLAR DNG CON


TACT CLEANER.

MEMBERSIHKAN DAN PENGENCANGAN


MUR BAUT REL TR.

28
MEMPERBAIKI KONFIGURASI GTT .

MEMPERBAIKI TRAVES YANG MIRING.

MENGGANTI BUSHING YANG CACAT/RUSAK.

MEMERIKSA / MENGGANTI PENGAMAN ARUS.

MEMERIKSA / MENGGANTI PENGAMAN TEG.

PENYESUAIAN POSISI TAP CHANGER

29
o PEMASANGAN LAMPU GARDU.

o PEMASANGAN PENGAMAN.

o PEMASANGAN TANDA BAHAYA .


PERBAIKAN / PENGGANTIAN KUNCI LV PANEL.

PENOMORAN GTT.

PENYEMPURNAAN PENTANAHAN UNTUK TM DAN

PENYEMPURNAAN SAMBUNGAN - SAMBUNGAN.

30
PENGGANTIAN MATERIAL

PERHATIKAN CARA PENGEPRESANNYA !!! 31


PEMERIKSAAN KONDISI PENTANAHAN
NETRAL

TITIK SAMBUNG TIDAK


SEMPURNA ANTARA LAIN :
TANPA PENGEPRESAN
SAMBUNGAN TIDAK
MENGGUNAKAN BI METAL

Kondisi Pentanahannya ? 32
PENGGANTIAN TITIK SAMBUNG GROUNDING

LANGKAH
APA YANG
HARUS DILAKUKAN ?

LAKUKAN PEMBONGKARAN 33
GROUND ROD
BI METAL CU-AL
PERBAIKAN DAN PENGGANTIAN
PANJANG CU 15 cm
KONDUKTOR GROUNDING YANG RUSAK
DIA METER
CU 50 mm2 16 mm
RING CLAMP
DI BAUT 13 mm
C.CLAMP CU
DI PRES / DES
PANJANG
PRAL LALU
DI PERTIN 250 mm
BAHAN BETON
PANJANG Yzer dilapisi
2,5 m CU 2,8 micron

DIA METER
16 mm2

34
PEMASANGAN GROUNDING

Pemasangan & pengukuran pentanahan


( Gardu & Ujung jaring ) 35
TITIK SAMBUNG GROUNDING

BIMETAL &
DI PRES 2 x

36
PENGUKURAN DAN PEMASANGAN
PENTANAHAN
PEMASANGAN

BENARKAH CARA
PELEPASAN MEMASANG DAN
MENGUKUR ARDE ???
PENGUKURAN

FINIS 37
PEMBONGKARAN ARRESTER

Tim PDKB siap untuk


membantu melepaskan
LA.

38
PENGUKURAN AKHIR

Pemeliharaan selesai & diukur panasnya kembali


39
CONTOH LAK SOP HAR GTT
LINE
CO

Trf
REL
SAKLAR
ZEKRING

A B C D
S O P PEMELIHARAAN GTT.
1. PEMBEBASAN TEG Line A, Off
Jams/dSekring PEMBERIAN TEG
2. 1.Jams/dSekring
JamSekring Line
LineA,B,Off
Off 1. JamGrounding GTT, Off
3. 2.Jams/dSekring
JamSekring Line
LineB,C,Off
Off 2. JamCO , On
4. 3.Jams/dSekring
JamSekring Line
LineC,D,Off
Off 3. JamSaklar Induk, On
5. 4.Jams/dSaklar
JamSekring Induk
Line D,, Off
Off 4. Pengukuran tegangan TR
6. 5.Jams/dCO
JamSaklar Induk
GTT, Off, Off 5. JamSekring Line A, On
7. 6.Jams/dGrounding
JamCO GTT, OffGTT, On 6. JamSekring Line B, On
7. JamGrounding GTT, On 7. JamSekring Line C, On
8. Jams/dPEKERJAAN
8. JamPEKERJAAN
DILAKSANAKAN 8. JamSekring Line D, On
DILAKSANAKAN 40
PENGUKURAN AKHIR

Pemeriksaan akhir
sblm operasi kembali.

41
42
GRAFIK KEANDALAN PENYALURAN
ENERGI LISTRIK KE KONSUMEN
P LISTRIK NYALA TERUS

ON

0 KONSUMEN SENANG, PLN UNTUNG t


P
LISTRIK BYAR - PET

BYAR PET BYAR PET BYAR

0 KONSUMEN MARAH, PLN BUNTUNG t 43


GRAFIK MUTU PENYALURAN
ENERGI LISTRIK KE KONSUMEN
SPLN 1 : 1985

231 V
5%

198 V
-10 %

> -10 %
Banyaknya Pelanggan n

44
DATA GANGGUAN / KERUSAKAN

2000 2001 2002

Penyulang : 9.057 8.655 3.577


Trafo : 745 896 307
JTR : 3.993 4.716 1.213
SR : 34.070 35.547 9.675
APP : 39.880 34.198 7.299
45
Data th. 2002 s/d triwulan I
PEMELIHARAAN DISTRIBUSI

JARINGAN
GARDU
PEMELIHARAAN Identifikasi
SAMB. RUMAH
M APP
A
C
A
M

KOREKTIF Pemadam kebakaran


( Mengatasi )
PREVENTIF Sedia Payung Sebelum Huja
( Mencegah )
46
MACAM-MACAM PEMELIHARAAN
a. PEMELIHARAAN RUTIN (PREVENTIF)
b. PEMELIHARAAN KHUSUS (KOREKTIF).

PEMELIHARAAN RUTIN (PREVENTIF).


MERUPAKAN KEGIATAN BERSIFAT
PENCEGAHAN DAN BERTUJUAN UNTUK
MENDAPATKAN JAMINAN PENYALURAN
DAN DAPAT DIPERTAHANKANYA EFISIENSI,
MUTU DAN KEANDALAN TENAGA LISTRIK,
SERTA AMAN PADA JAR DIST MAUPUN
PERSONILNYA DAN DILAKSANAKAN DGN
JADUAL YANG TELAH DITENTUKAN
47
PEMELIHARAAN PREVENTIF

ADA KEMAUAN.
PEMELIHARAAN DIKERJAKAN.
PREVENTIF EFEKTIF & EFI-
SIEN.
C
PELANGGAN PUAS E
CITRA PLN MENINGKAT G
A
PLN DIPERCAYA PELANGGAN H

PETUGAS PLN TENANG GANGGUAN


KERUSAKAN
SUSUT
MENURUN BIAYA 48
PERBEDAAN PEMELIHARAAN
PREVENTIF DAN KOREKTIF

Padam Nyala

PEMELIHARAAN PREVENTIF

Padam

Nyala

PEMELIHARAAN KOREKTIF
49
PEMELIHARAAN PREVENTIF
GARDU TRAFO TIANG
TUJUAN PEMELIHARAAN :
MENGURANGI TINGKAT
KERUSAKAN / GANGGUAN
DARI PERALATAN.
MEMPERPANJANG UMUR
DARI PERALATAN.
MENEKAN PENGELUARAN
BIAYA.
MEMPERTAHANKAN KE-
MAMPUAN PERALATAN.
MENURUNKAN SUSUT.
50
GRAFIK UMUR PERALATAN

100 %
90
80
70

0 th
TANPA PEMELIHARAAN
DENGAN PEMELIHARAAN
51
GRAFIK UMUR PERALATAN vs BIAYA

KOR PREV

USIA PERALATAN
BIAYA
52
KONSTRUKSI KEDUDUKAN PENGAMAN
TEGANGAN (LA) versi LAMA

CO

LA

LV PANEL
S

GROUNDING 53
KONSTRUKSI KEDUDUKAN PENGAMAN
TEGANGAN (LA) versi BARU

CO

LA

LV PANEL
S
N

GROUNDING 54
KERUGIAN DAN KEUNTUNGAN
PEMASANGAN LA DI SISI TRAFO
KONSTRUKSI LAMA KONSTRUKSI BARU

CO CO

LA LA

1. MELINDUNGI SISTEM JARDIST. 1. MELINDUNGI SISTEM TERBATAS.


2. MELINDUNGI TRAFO. 2. MELINDUNGI TRAFO.
3. BILA LA RUSAK JARINGAN 3. BILA LA RUSAK JARINGAN
IKUT PADAM. TIDAK PADAM.
4. MENCARI LETAK GANGGUAN 4. TIDAK SULIT MENCARI LETAK
SULIT, SHG KONSUMEN YANG GANGGUAN, KONSUMEN YANG
PADAM BANYAK & LAMA. PADAM SEDIKIT.

55
SKEMA PENTANAHAN
SKEMA PENTANAHAN GTT GTT
TYPE TABUNG
TYPE TABUNG 11 PHASA
PHASA(( Baru
Baru ))

CO CO CO

LA U1 V1 U2 V2 LA U1 V1 U2 V2 LA U1 V1 U2 V2

R S T N
G 56
G
PENGAMAN PADA GTT
TUJUAN PENGAMAN ADALAH UNTUK MEN-
CEGAH ATAU MEMBATASI KERUSAKAN
PADA GARDU BESERTA PERALATANYA,
DAN KESELAMATAN MANUSIA SERTA
MENINGKATKAN KELANGSUNGAN PELA-
YANAN PADA KONSUMEN.

PERALATAN PENGAMAN TSB ADALAH :


1. PENGAMAN TEG LEBIH YAITU LIGHTNING ARRESTER (LA).
2. PENGAMAN ARUS LEBIH YAITU CO DAN FUSE

57
PENGAMAN TEGANGAN LEBIH
ARRESTER
DEFINISI ARRESTER / PENANGKAP PETIR ADALAH
UNTUK MELINDUNGI PERALATAN PADA SISTEM
TENAGA LISTRIK TERHADAP TEGANGAN SURGE
DENGAN MEMBATASI TEGANGAN LEBIH YANG
DATANG / MENYAMBAR DIALIRKAN KE BUMI.
HUTAHURUK 1986

SIFAT ARRESTER :
PADA SAAT JARINGAN NORMAL TIDAK
ADA SAMBARAN PETIR ARRESTER BERLA-
KU SEBAGAI ISOLATOR DAN PADA SAAT
ADA SAMBARAN PETIR DNG TEGANGAN
MELEBIHI TEGANGAN SISTEM, MAKA
ARRESTER BERLAKU SEBAGAI
KONDUKTOR. 58
KV TEG PUNCAK SURGE
1,2 / 50 S
TEG DISCHARGE
DARI ARRESTER
TEG OPERASI BIL

O Fw 1,2 s Tw 50s t

KARAKTERISTIK ARRESTER
59
CUT OUT DAN ZEKRING.
CUT OUT ADALAH PENGAMAN LEBUR YANG
DITEMPATKAN PADA SISI TM TRAFO YANG
GUNANYA UNTUK MENGAMANKAN JARINGAN
TM DAN PERALATAN KE ARAH GI, TERHADAP
HUBUNG SINGKAT DI TRAFO SERTA
MELOKALISIR GANGGUAN DI TRAFO .
GI
CB
CO
Trf
Z

ZEKRING ADALAH PENGAMAN LEBUR YANG


DITEMPATKAN PADA SISI TR TRAFO YANG
GUNANYA UNTUK MENGAMANKAN TRAFO,
TERHADAP GANGGUAN HUBUNG SINGKAT DISISI
TR SAMPAI DENGAN UJUNG JARINGAN TR. 60
TABEL FUSE LINK 24 Kv JENIS LETUPAN
(Pub.IEC 282-2, 1974/NEMA)
SEBAGAI PENGAMAN TRAFO DIST DI SISI PRIMER.
RUMUS : I = (DAYA)/(TEG)
Pelebur Arus Pengenal
TRAFO 20 kV Ratio pelebur
(A)
Daya Pengenal Arus Pengenal Minimum Maksimum Inom pelebur
(kVA) (A) Inom trafo
Phasa Tunggal 20kV
16 1,384 2H 2H 1,44
25 2,163 3,15 H 3,15 H 1,46
50 4,325 5H 6,3 H 1,15; 1,45
Phasa Tiga 20 kV
50 1,443 2H 2H 1,386
100 2,8867 5H 6,3 T 1,73; 2,18
160 4,6188 6,3 T 8 K; 8 T 1,36; 1,73
200 5,7735 6,3 T 10 K; 10 T 1,091; 1,73
KET : DIST JAWA TIMUR LIHAT TABEL 61
TABEL FUSE LINK 24 Kv JENIS LETUPAN
(Pub.IEC 282, 1970/NEMA), DISISI PREMER DAN
IEC 269-2, 1973 DISISI SKUNDER 230/400 V.
RUMUS : I = (DAYA)/(TEG)
Pelebur Primer Pelebur Skun
TRAFO 20 kV (A) (230/400 V)
Daya Pengenal Arus Pengenal Type T Type K Arus
(kVA) (A) Min Maks Min Maks Pengenal (A).
Phasa Tunggal 20kV
16 1,384 - - 6,3 6,3 80 100
25 2,163 6,3 6,3 6,3 6,3 125 200
50 4,325 10 10 10 16 250 250
Phasa Tiga 20 kV
50 1,443 - - 6,3 6,3 80 100
100 2,8867 6,3 8 6,3 10 125 200
160 4,6188 10 12,5 10 12,5 250 250
200 5,7735 10 12,5 16 20 315 315
KET : DIST JAWA TIMUR LIHAT TABEL
62
KOORDINASI KURVA ARUS WAKTU
PENGAMAN DAN ALAT YANG
DIAMANKAN

Waktu KETAHANAN ALAT


(dt)

ARUS WAKTU PENGAMAN

t2
t1

0 I.nominal If Arus 63
TRANSFORMATOR
TRANSFORMATOR SEBAGAI SALAH SATU PERALATAN
LISTRIK PADA DASARNYA
DALAM PENGOPERASIANYA
MEMBUTUHKAN LEBIH SEDI-
KIT PEMELIHARAAN BILA DI-
BANDINGKAN PERALATAN YG
LAINYA.
BESAR TINGKAT PEMELIHARA-
AN DAN PEMERIKSAAN TERGAN
TUNG PADA SEBERAPA BESAR
KAPASITAS DARI TRAFO TSB,
TINGKAT PELAYANAN BEBAN,
PENEMPATAN INSTALASI DLM
SISTEM, TEMP RUANG, LINGKU
NGAN DAN KONDISI OPERASI. 64
PROSES PERJALANAN TRAFO DARI PABRIKAN
SAMPAI KONSUMEN
PABRIKAN PERJALANAN

PEMASANGAN
PERJALANAN PLN/GUDANG

OPERASI PEMELIHARAAN

65