Anda di halaman 1dari 45

IMPLEMENTASI KARTU

PLN SEHAT PT PLN (PERSERO)


KANTOR PUSAT

DI PT PLN (PERSERO) DIVISI HUMAN CAPITAL


MANAGEMENT SYSTEM
FASILITAS KESEHATAN PLN (PKB), UNDANG-
UNDANG, DAN BPJS

1.PKB REPLACE
2.UU ON TOP
3.BPJS < UNCLAIMA
BLE
PKB
FASILITAS KESEHATAN PLN (PKB), UNDANG-
UNDANG, DAN BPJS
BPJS PKB PLN

100% 100%

ON TOP
FASILITAS KESEHATAN PLN (PKB), UNDANG-
UNDANG, DAN BPJS
MAB
RS
Dr.
LAB PL
Apt. N
TPA
ICD-
PKB 10
International Statistical Classification of Diseases and Related Health
Problemsrevisi ke 10atau disingkat denganICD-10. Adalah buku mengenai
pengkodean atas penyakit dan tanda-tanda, gejala, temuan-temuan yang abnormal,
keluhan, keadaan sosial dan eksternal menyebabkan cedera atau penyakit, seperti yang
diklasifikasikan olehWorld Health Organization(WHO)
FASILITAS KESEHATAN PLN (PKB), UNDANG-
UNDANG, DAN BPJS
TP
A
SYSTEM IT
DATA &
PELAPORAN
FILTER &
COMPLIANCE
ADMINISTRASI

TPA BUKAN
ASURANSI
FASILITAS KESEHATAN YANG DILANGGAN PLN
DAN BPJS

BPJS PLN

A B C
Alur layanan Rawat Inap
2b
Ditolak /
1
Pendaftaran

Ditunda
2 Surat
konfirmasi
2a dengan
Disetuj detail limit
Peserta Petugas Mesin EDC ui dan Penilaian jaminan
menunjukkan kartu pendaftaran akan mencetak kelayakan dan
manfaa
kelayakan
peserta dan kartu menggesek kartu Letter of t claim oleh peserta
identitas ke petugas ke terminal EDC Authorization tersedi AdMedika dikirimkan
pendaftaran (LoA) a ke rumah
sakit
Peserta Case
Pelayanan

mendapatk Monitoring
an layanan berjalan
kesehatan

4
Surat pernyataan Peserta
claim disetujui dan boleh pulang
Pendaftara

akan dikeluarkan
n Keluar

dengan detail
Provider akan 3 claim yang dapat
mengirimkan tagihan AdMedika melakukan dibayar oleh
akhir dan ringkasan pengecekan kelayakan tagihan peserta atau
medis ke AdMedika dan ringkasan medis asuransi
melalui Fax
pelayanan

Proses Administrasi
Setelah

Claim
ALUR RESTITUSI/REIMBURSMENT
KARYAWAN

1 7
Pembayaran klaim
Peserta membayar seluruh dilakukan melalui nomor
biaya, dan menerima rekenaditerima
kuitansi dan resume pembayaran oleh peserta
medis/form klaim yang asuransi
telah dilengkapi

2
SD

PL
M

SDM PLN akan melakukan


Asuransi rekanan menerima Klaim
pembaywaran tagihan
dari peserta dan kemudian akan
restitusi kepada
langsung diberikan kepada Admedika
karyawan/pensiunan
untuk diproses klaim yang telah
diajukan.

3 Bila dokumen tidak


lengkap maka akan
5
dikembalikan
4 kepada PLN untuk
TPA

dilengkapi (Claim
Petugas melakukan cek Pending) Petugas AdMedika akan mengirimkan
Bila dokumen
kelengkapan dokumen lengkap maka kepada PLN :
klaim, dan melakukan verifikasi Dokumen Klaim
proses klaim administrasi serta Surat Jalan
I melakukan analisa Softcopy Klaim / Data upload
klaim sesuai dengan
ketentuan polis
TERIMAKASIH
IMPLEMENTASI
PROGRAM BPJS PT PLN (PERSERO)
KANTOR PUSAT

DI PT PLN (PERSERO) DIVISI HUMAN CAPITAL


MANAGEMENT SYSTEM
MENGAPA HARUS BENTUK KOMITMEN PT PLN
(PERSERO)
MENJADI PESERTA BPJS?
TERHADAP PELAKSANAAN UNDANG-
UNDANG
& BENTUK DUKUNGAN PT PLN
(PERSERO) TERHADAP PERAN
NEGARA DALAM MENJAMIN
KESEJAHTERAAN RAKYATNYA
1. UU RI No. 40 Tahun 2004 Tentang SJSN
2. UU RI No. 24 Tahun 2011 Tentang BPJS
3. PP No. 86 Tahun 2013 Tentang Sanksi dalam
Penyelenggaraan Jaminan Sosial
4. Perpres No. 12 Tahun 2013, Perpres No. 111 Tahun 2013,
Perpres No. 19 Tahun 2016, dan Perpres No. 28 Tahun 2016
Tentang Jaminan Kesehatan
5. Perpres No. 109 Tahun 2013 Tentang Penahapan Kepesertaan dalam
Program Jaminan Sosial
6. Putusan MK No. 138/PUU-XII/2014 tanggal 7 Desember 2015 yang
menegaskan bahwa kepesertaan dalam program BPJS sifatnya wajib.
Event Highlight Penyelenggaraan Jaminan
Sosial Pegawai
1996 - 2009 2010
1. Edaran Direksi Nomor Pendaftaran
007.E/7840/DIR/1996 Pegawai PT PLN
1992 (Persero) pada PT PT PLN
tentang Pegawai Kecelakaan
2. Dinas
Undang-Undang RI No 40 Tahun 2004 Jamsostek (Persero)
Program yang diikuti adalah JKK &
Undang Undang RI No. tentang Sistem Jaminan Sosial JKM
03 tahun 1992 tentang Nasional (SJSN)
3. Keputusan Direksi Nomor Program JHT belum diikutsertakan
Jaminan Sosial Tenaga 305.K/DIR/2009 [X]
Kerja tentang Jaminan Sosial Pegawai Kepesertaan JKK dan JKM
menggunakan dasar iuran PhDP
2014 201 2011
PT PLN (Persero) melakukan koordinasi dengan 3
Peraturan Presiden yang Undang Undang RI No. 24
BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan mengatur tentang tahun 2011 tentang Badan
22 Desember 2014 penahapan kepesertaan Penyelenggaraan Jaminan
Direktur Utama menetapkan untuk BPJS Sosial (BPJS)
mengikutsertakan pegawai pada Program JHT 1. Perpres RI No. 111 Tahun
Tindaklanjut UU RI
23 Desember 2014 2013
2. Perpres RI No 109 No 40 Tahun 2004
Kepala Divisi SDM mengumpulkan data Tahun 2013 tentang SJSN
kepesertaan BPJS
2015 13 Januari 2015 Agustus - September 2015
Serikat Pekerja meminta
penundaan pendaftaran
BPJS dan meminta
Dilakukan mediasi oleh Kajari Jaksel untuk
melakukan pendaftaran BPJS pada bulan 2016
November 2015
November 2015. Januari
dimasukkan dalam
Perundingan PKB masih belum 2016

perundingan PKB
PT PLN (Persero) melakukan ada titik temu, pendaftaran Perundingan
penundaan kepesertaan BPJS BPJS masih tertunda PKB Baru
Kesehatan dan BPJS Desember 2015 masih belum
Ketenagakerjaan
Mei - Juni Juni 2015 Kajari Jaksel Menyurati PLN terkait ada titik
2015 Peraturan Pemerintah komitmen untuk pendaftaran BPJS temu
Perundingan tentang Penyelenggaraan Putusan MK No. 138/PUU-XII/2014 tanggal 7
PKB Baru
deadlock
Program JKK, JKM, KHT Desember 2015 yang menegaskan bahwa
dan JP yang berlaku per 1 kepesertaan dalam program BPJS sifatnya
?
Kewajiban Pemberi Kerja dan
Peserta
Pasal 15.
UU No. 24 Tahun 2011

Ayat 1: Pemberi Kerja secara bertahap wajib mendaftarkan


Pasal 3
PP No.86 Tahun 2013

Ayat 1: Pemberi Kerja Selain Penyelenggara


dirinya dan Pekerjanya sebagai Peserta kepada BPJS sesuai Negara wajib:
dengan program Jaminan Sosial yang diikuti. a. mendaftarkan dirinya dan pekerjanya
Ayat 2: Pemberi Kerja, dalam melakukan pendaftaran sebagai
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), wajib memberikan data peserta kepada BPJS secara bertahap sesuai
dirinya dan Pekerjanya berikut anggota keluarganya secara dengan program jaminan sosial yang
lengkap dan benar kepada BPJS. diikutinya;
Ayat 3: Penahapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dan
dengan Peraturan Presiden. b. memberikan data dirinya dan pekerjanya
berikut anggota keluarganya kepada BPJS
Pasal 19. secara lengkap dan benar.
Ayat 1: Pemberi Kerja wajib memungut Iuran yang
menjadi beban Peserta dari Pekerjanya dan
menyetorkannya kepada BPJS.
Ayat 2: Pemberi Kerja wajib membayar dan menyetor
Iuran yang menjadi tanggung jawabnya kepada BPJS.
Perpres No. 109 Tahun 2013 Perpres No.111 Tahun 2013
Pasal 6 Pasal 11
Ayat 2: Pemberi kerja selain penyelenggara negara sesuai Ayat 1: Pemberi Kerja sesuai ketentuan Pasal
dengan skala usahanya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) 6 ayat (3) dan ayat (4) wajib mendaftarkan
mulai tanggal 1 Juli 2015 wajib mendaftarkan pekerjanya kepada dirinya dan Pekerjanya sebagai Peserta
BPJS Ketenagakerjaan untuk mengikuti program jaminan Jaminan Kesehatan kepada BPJS Kesehatan
kecelakaan kerja, program jaminan hari tua, program jaminan dengan membayar iuran.
pensiun, dan program jaminan kematian secara bertahap.
Ayat 3: Penahapan pendaftaran sebagaimana dimaksud pada Pasal 17
ayat (2) untuk: Ayat 1: Pemberi Kerja wajib memungut
a. usaha besar dan usaha menengah wajib mengikuti program iuran dari Pekerjanya, membayar iuran
jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua, program yang menjadi tanggung jawabnya, dan
jaminan pensiun, dan program jaminan kematian. menyetor iuran tersebut kepada BPJS
Kesehatan paling lambat tanggal 10
Sanksi bagi Pemberi Kerja dan
UUPeserta
Perpres No.111 Tahun
No. 24 Tahun 2011 PP No.86 Tahun 2013
2013
SANKSI UNTUK PESERTA SANKSI UNTUK PEMBERI KERJA SANKSI UNTUK PEMBERI KERJA
Pasal 11 Pasal 5, 6,7,8 dan Pasal 9 Pasal 17
Huruf a: sanksi administratif Apabila tidak mendaftarkan sebagai Ayat 5 dan 6 : Keterlambatan
kepada Peserta peserta BPJS kesehatan maka pembayaran Iuran Jaminan
atau Pemberi Kerja yang tidak dikenakan sanksi administratif Kesehatan oleh Pemberi Kerja
memenuhi kewajibannya. berupa : dikenakan denda administratif
- Teguran tertulis (2x) sebesar 2% (dua persen) per bulan
SANKSI UNTUK PEMBERI KERJA - Denda 0,1% (nol koma satu dari total iuran yang tertunggak
Pasal 17 persen) setiap bulan dari yang paling banyak untuk waktu 3 (tiga)
Ayat 1: Pemberi Kerja selain seharusnya dibayar yang dihitung bulan, yang dibayarkan bersamaan
penyelenggara negara yang tidak sejak teguran tertulis kedua dengan total iuran yang tertunggak
melaksanakan ketentuan sebagaimana berakhir; dan/atau oleh Pemberi Kerja. Dalam hal
dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) dan - Tidak mendapat pelayanan publik keterlambatan pembayaran Iuran
ayat (2), dan setiap orang yang tidak tertentu lebih dari 3 (tiga) bulan,
melaksanakan ketentuan sebagaimana penjaminan
dimaksud dalam Pasal 16 dikenai sanksi dapat diberhentikan sementara.
administratif.
Ayat 2: Sanksi administratif
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dapat berupa:
a. teguran tertulis;
b. denda; dan/atau
c. tidak mendapat pelayanan publik
tertentu.

Pasal 55
Pemberi Kerja yang melanggar
ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 19 ayat (1) atau ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara paling
Undang-Undang RI No. 24 Tahun
2011
Tentang Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial

Menyelenggarakan program
jaminan kesehatan

Undang-undang RI No. 40
Tahun 2004
Tentang Sistem Jaminan Menyelenggarakan Program :
Sosial Nasional 1. Jaminan Kecelakaan Kerja
(JKK)
2. Jaminan Kematian (JK)
3. Jaminan Hari Tua (JHT)
4. Jaminan Pensiun (JP)
PERPRES No. 12 tahun 2013, 111 Tahun 2013,
No. 19 Tahun 2016, No. 28 Tahun 2016

KEPESERTAAN
Pemberi Kerja pada BUMN, usaha besar, usaha menengah, dan usaha kecil wajib
melakukan pendaftaraan kepesertaan Jaminan Kesehatan paling lambat tanggal
1 Januari 2015.
IURAN
Iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang bekerja di BUMN, sebesar
5% dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan :
1. Pemberi Kerja sebesar 4%
2. Pekerja sebesar 1%
. Besaran gaji atau upah sebagai dasar perhitungan iuran dapat menjamin
maksimal 5 orang / keluarga.
Perhitungan Iuran BPJS Kesehatan
Pekerja Penerima Upah (PPU) Non Penyelenggara Negara

Total besaran iuran yang dibayarkan kepada BPJS Kesehatan adalah sebesar 5% dari nilai
P1 pegawai per bulan dengan rincian, dibayar oleh pegawai sebesar 1% dan dibayar oleh
Perseroan sebesar 4%;

Batas atas P1 sebagai dasar perhitungan besaran iuran BPJS Kesehatan adalah sebesar
Rp 8.000.000,00 (delapan juta rupiah), yang artinya Pegawai dengan P1 dibawah Rp
8.000.000,00 iurannya dihitung sesuai dengan nilai P1-nya. Pegawai dengan P1 diatas Rp
8.000.000,00 iurannya dihitung maksimal pada nilai batas atas Rp 8.000.000,00;

Pembayaran Iuran yang dibayar oleh Pegawai dilakukan melalui pemotongan dari
penghasilan pegawai dan akan ditampilkan dalam payslip (slip gaji) pegawai setiap bulan.

Kelas Kelas Kelas


Rawat II I
Inap

P1 per Rp. 4.000.000 < maksimal Rp


s.d Rp 4.000.000,-
8.000.000,-
Bulan
Peraturan Pemerintah No. 44, 45 dan 46 Tahun
2015
KEPESERTAAN
Pemberi kerja selain penyelenggara negara sesuai dengan skala usahanya mulai
tanggal 1 Juli 2015 wajib mendaftarkan pekerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan
untuk mengikuti program JKK, JHT, JP, JKM secara bertahap.

IURAN
1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), PLN masuk dalam kategori Jenis Usaha
Risiko tinggi : 1,27% (PLN)
2. Jaminan Kematian (JK), sebesar 0.30%.
3. Jaminan Hari Tua (JHT), sebesar 5.7% dari upah per bulan dengan rincian :
a. Pemberi Kerja sebesar 3.70%
b. Peserta sebesar 2%
4. Jaminan Pensiun (JP), sebesar 3% dari upah per bulan dengan rincian :
a. Pemberi Kerja sebesar 2%
b. Peserta sebesar 1%
. Iuran Program JKK dan JK ditanggung SEPENUHNYA oleh Pemberi Kerja.
. PLN sudah mengikutsertakan seluruh Pegawai pada Program JKK dan JK sejak
Tahun 2010
Peraturan Pemerintah No. 44, 45 dan 46 Tahun
2015
IURAN
Perhitungan iuran pada Bulan November-Desember 2015 berdasarkan
PhDP, mulai Januari 2016 dan seterusnya berdasarkan P1 pegawai
Program yang saat ini telah diikuti oleh PLN adalah JKK, JK dan JHT.
Untuk JP masih dalam proses analisa dan evaluasi.
Pembayaran Iuran yang dibayar oleh Pegawai dilakukan melalui
pemotongan dari penghasilan pegawai dan akan ditampilkan dalam
payslip (slip gaji) pegawai setiap bulan.
PANDUAN CEK SALDO JHT
BPJS KETENAGAKERJAAN
KARTU PESERTA BPJS
KETENAGAKERJAAN
NIK (NO.
KTP)

NO. PESERTA
BPJS TK
NAMA PESERTA
BPJS TK

BULAN MULAI
TERDAFTAR
DI BPJS TK

Syarat mendapatkan Kartu Peserta BPJS TK :


Menyampaikan NIK / Nomor KTP kepada Pengelola SDM di unit masing-
masing untuk diteruskan ke DIV HCMS PLN Pusat
METODE CEK SALDO JHT BPJS
KETENAGERJAAN :
1.Melalui Website Electronic Service BPJS TK
https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id
2.Melalui Aplikasi Smartphone
Download di APP STORE atau Play
Store
3.Melalui SMS 2757
VIA WEBSITE ELEKTRONIC
SERVICE BPJS TK
https://es.bpjsketenagakerj
aan.go.id
VIA WEBSITE ELEKTRONIC
https://es.bpjsketenagakerj
SERVICE BPJS TK
aan.go.id
APLIKASI SMARTPHONE
CEK SALDO JHT VIA
SMS 2757
CEK SALDO JHT
VIA SMS
CEK SALDO JHT
VIA SMS

Registrasi & Cek


Saldo
TERIMAKA
SIH