Anda di halaman 1dari 60

Pembahasan Utilitas

PT. Pupuk Sriwidjaja


Palembang, Sumatra Selatan
Disusun Oleh : Kelompok 3

Seffiani (1306370783)
Muh.A.H. Vinci Kurnia (1306403390)
Nadira Kamilia P. (1406607956)
Riza Thalita Adevia(1406552912)
Proses Pembuatan
Amonia
Amonia (NH3)
Merupakan hasil campuran
Nitrogen (N2) dan Hidrogen
(H2) 1:3 (v/v) dengan katalis
beserta suhu dan tekanan
tinggi
Sumber N2 : Udara bebas
(79%)
Sumber H2: Syn gas hasil
pengolahan gas alam
(80%-90% metana), fraksi
miyak bumi, batu bara
Bersifat basa, tidak berwarna,
lebih ringan daripada udara,
memiliki aroma khas
Pabrik Ammonia Pusri

Tujuan: Memproduksi Liquid Unhydrous Ammoni


a sebagai feedstock produksi urea atau dikirim ke
ammonia storage
Produk samping: CO2 feedstock produksi urea
Kapasitas: 1350 MT/hari
Teknologi: Kellong
Skema Manufaktur Amoniak Pusri
1. Feed Treating
Gas alam
dikondisikan suhu
dan tekanan masing-
masing 28C dan 14,1
kg/cm sekaligun
mengurangi cairan
dengan KO drum
separator
Aliran gas alam dibagi
menjadi 2: gas proses
dan gas bahan bakar
Gas proses akan
dikirim ke
desulfurizer untuk
menyerap H2S pada
gas
2. CO2 Removal Pretreatment
CO2 dihilangkan sampai maksimal
1% by vol untuk mencegah terjadinya
reaksi methanasi pada katalis Cobalt
Molybdenum dalam Desulfurizer
Gas alam dipanaskan dengan HE
kemudian berkontak dengan larutan
len benfield dalam absorber. Gas
selanjutnya melewati demister dan
didinginkan
Hasil absorber diturunkan tekannan
ke 2,07 kg/cm2 untuk mendorong
pelepasan gas CO2 dari larutan.
Selanjutnya larutan distripping
dengan uap panas reboiler untuk
Kandungan larutan benfield mengambil CO2
Potasium Carbonat (K2CO3), Di-Ethanol Larutan hasil stripping dipanaskan
Amine (DEA), Vanadium Pentoksida (V2O5) dengan flash drum sebelum
dan Anti foam Agent (Ucon 50 MB 500) digunakan kembali
3. Co-Mo/ZnO Desulfurizer
Gas Alam dipisahkan cairan dengan
KO drum, dinaikkan tekanan ke 43
kg/cm dengan kompresor, dan
ditambahkan H2 untuk meningkatkan
pembentukan H2S.
Gas dinakkan suhu ke menjadi 399 C
dengan preheater untuk meningkatkan
kemampuan ZnO dalam desulfurisasi
Gas kemudian dihilangkan sulfur
dengan katalis Cobalt-Molybdenum
(Co-Mo) dan Zinc Oxide (ZnO)
Co-Mo mengubah senyawa belerang
dalam gas menjadi H2S dengan gas
Hidrogen (H2)
ZnO menyerap H2S yang dihasilkan
dengan katalis Co-Mo
4. Primary Reformer
o Di proses ini gas
dicampur dengan
steam proses
Reaksi (katalis Nikel) (medium pressure
dengan perbandingan
1 mol karbon : 3,2 mol
steam.
o Campuran memasuki
radiant section
melalui tabung nikel
kemudian dipanaskan
1000C dengan arch
burner
CO dalam proses ini cukup banyak o Campuran kemudian
sehingga CO yang keluar dari proses ini
dipanaskan dengan
masih banyak. Ini membuat terbentuk
deposit karbon (melalui reaksi dengan
furnace di convection
H2) bila steam to carbon ratio (S/C) section.
kurang dari 2,5
5. Secondary Reformer
Di proses ini, gas alam akan
bercampur dengan udara
bebas dan steam yang telah
dipanaskan
Campuran ini membuat
terjadinya pembakaran cepat
ketika mengalir melalui
katalis nikel. Reaksinya
sebagai berikut
6. CO Shift Converter (HTS dan LTS)

High Temperature Low Temperature


Shift (HTS) Shift (LTS)
Suhu: 371C Suhu: 206C
CO leak: 3,53% mol CO leak: maksimum
dry basis 0,3% dry basis
7. CO2 Removal
Tujuan: mennyerap
gas CO2 hasil
reforming dan
konversi shift CO
hingga 0,1% mol (basis
kering) untuk
dialirkan ke pabrik
urea Pada dasarnya proses ini sama seperti CO2
Metode: Absorpsi removal pretreatment (no. 2), yakni
dengan larutan mengalirkan benfield pada gas kemudian
Benfield (K2CO3). melepaskan gas CO2 dengan penurunan
Kandunga benfield tekanan sebelum diambil melalui proses
(w/w): 29,13% K2CO3, stripping (dibantu air pencuci). Reaksinya
2,91% DEA (sebagai sebagai berikut
activator), 0,7%
Vanadium Okside
(V2O5) (sebagai
inhibitor korosi).
8. Methanasi
Inlet proses ini masih mengandung 0,1 mol % CO2 dan 0,4
mol % CO
Tujuan: Menyempurnakan pembuangan oksida-oksida
karbon yang merupakan racun untuk katalis sintesis
ammonia
Gas dipanaskan terlebih dahulu dengan HE sebelum
direaksikan. Hasil reaksi didinginkan dengan HE.
9. Syngas Compressor

Syarat masuk ke proses ini : CO2 dan CO 10 ppm


Gas dinaikkan tekanan hingga 57 kg/cm2 dan didinginkan hingga 37C.
Selanjutnya dilakukan pemisahan air pada suatu tangka
Pada tingkat dua, gas dinaikkan tekanan hingga 102 kg/cm2 dan
didinginkan dengan ammonia hingga 4 C. Selanjutnya kondensasi yang
terbentuk dipisah dari gas kemudian diserap dengan molecular sieve dryer
Tekanan outlet pada tingkat empat kompresor mencapai 177,5 kg/cm2g.
10. Ammonia Converter

Ammonia terbentuk dengan menggunakan converter dalam reactor horizontal


berisi bed katalis PROMOTED IROD yang dibagi ke dua bagian
Bed pertama mengatur suhu dan tekanan hingga 454-482 C dan 173-177
kg/cm2g.
Bed kedua mendorong sintesis ammonia hingga 17,2% mol. Reaksi

Gas didinginkan hingga -17,8C dengan ammonia utilized chiller untuk


mengkondensasi ammonia. Gas yang tidak terkondensasi dipisah sebagai gas
recycle atau ke ARU/HRU (untuk mengurangi kandungan gas inert)
11. Refigerator System

Ammonia yang sudah dipisahkan dialirkan ke letdown drum untuk


melepaskan ammonia vapour dari cairan. Carian ini ke refrigerator
system untuk mendinginkan ammonia dengan 4 tingkat. Amonia yang
telah diuapkan dikompresi kemudian dikondensasi dan diinjeksi ke
flash drum
Proses Pembuatan
Urea
Blok Diagram Overall Pabrik PT. PUSRI

Udara
Gas bumi
Ammonia Storage

PABRIK Amoniak (NH3) PABRIK Urea


AMONIAK Carbon Dioxide (CO2) UREA

Gas bumi(NG) Uap air


Tenaga Listrik
Air Pendingin (CW)
PABRIK
PABRIK Tenaga Listrik

Air demin/filter (DW/FW) OFFSITE Air Pendingin (CW)

Uap air (steam) Air demin/filter (DW/FW)

Instr. air/plant air/N2 (IA/PA/N2) Instr. air/Plant air/N2 (IA/PA/N2)


UTILITA
Gas bumi (natural gas)
S Air (Sungai Musi)

Udara
Process Urea Pusri 1-B
Area Sintesis
Sintesa produk urea dari reaksi antara ammonia (NH3) dan
karbondioksida (CO2) yang membentuk ammonium carbamate
(NH2COONH4)
Ada beberapa unit dalam area sintesis, yaitu :
Reaktor (DC-101)
Stripper (DA-101)
Scrubber (DA-102)
Carbamate Condenser 1 (EA-101)
Carbamate Condenser 2 (EA-102)
CO2 compressor (GB-101)
Ammonia Feed Pump (GA-101 A/B)
Carbamate Feed Pump (GA-102 A/B)
Ammonia Preheater (EA-103)
Ammonia Reservoir (FA-105)
Ammonia Bypass Cooler (EA-105)
Ammonia Boost-up Pump (GA-103 A/B)
Saturation Drum (FA-102)
Steam Drum (FA-103)
Area Sintesis
1. Reaktor (DC-101)
Di dalam reaktor terjadi reaksi antara ammonia (NH3) dengan karbondioksida
(CO2) membentuk ammonium carbamate (NH2COONH4) dengan reaksi
eksotermis kemudian akan diikuti dengan reaksi dehidrasi carbamate menjadi
urea dengan reaksi endotermis.

2. Stripper (DA-101)
Stripper (DA-101) berfungsi untuk memisahkan excess ammonia dan
dekomposisi ammonium carbamate yang tidak terkonversi menjadi urea
solution di reactor. Pemisahan tersebut dilakukan dengan cara steam heating
dan CO2 stripping dalam keadaan tekanan operasi yang sama dengan reactor.

3. Scrubber (DA-102)
Scrubber (DA-102) berfungsi untuk meng-absorp gas-gas dari top reaktor yang
mengandung NH3 dan CO2 yang tidak terkonversi di reactor dengan
menggunakan larutan recycle carbamate dari High Pressure Absorber (EA- 401)
yang dikirim ke bagian top scrubber.
Area Purifikasi
Hasil dari reaksi di seksi sintesa terdiri dari beberapa senyawa yaitu urea,
biuret, ammonium carbamate, air dan excess ammonia.
Pada dasarnya proses yang digunakan dalam seksi ini adalah memisahkan
ammonium carbamate, excess ammonia, dan sedikit air dengan cara
pemberian panas pada tekanan yang rendah.
Area Recovery
Dalam seksi ini, campuran gas NH3-CO2-H2O dari decomposer akan
diabsorbsi oleh air dan urea solution dan akan di-recycle kembali ke
reactor (DC-101)
Inert gas akan di scrub di Washing Column (DA-401) dan ter-venting ke
atmosphere.
Gas dari LPD (DA-202) akan dikondensasikan dan di-absorb di LPA (EA-
402) dengan cara dibuat bubling melewati pipa sparger di bawah
permukaan larutan.

Seksi recovery terdiri dari :


Low Pressure Absorber (DA-202)
High Pressure Absorber (DA-201)
Washing Column (DA-401)
HPA Pump (GA-402 A/B)
Carbamate boost-up Pump (GA-401 A/B)
Carbonate Solution Tank (FA- 401)
Carbonate Solution Pump (GA-403).
Area Finishing
1. Crystallization Section
Area Finishing
2. Prilling Section
Seksi ini terdiri dari :
Fluidizing Dryer (FF-301) Blower for Fluidizing Cooler (GB-
Cyclone (FC-301 A-D) 303)
Screw Conveyor to Melter (JD-301 A/B) Induced Fan for Prilling Tower
Air Heater for Dryer (EC-301) (GB-304 A-F)
Air Heater for Fluidizing Cooler (EC-302) Circulation Pump for Dust
Melter (EA-301) Recovery (GA-302 A/B)
Head Tank (FA-301) Dust Chamber (FC-302).
Distributor (FJ-301 A-I)
Fluidizing Cooler (FD-302)
Prilling Tower (IA-301)
Trommel (FD-303)
Packed Bed for Dust Recovery (FD-304)
Forced Fan for Dryer (GB-301)
Induced Fan for Dryer (GB-302)
Proses Finishing Overall
Area Process Condensate Treatment
Seksi ini di desain untuk meminimalkan polusi. Setiap komponen
yang dapat menimbulkan permasalahan polusi akan dikembalikan ke
dalam proses.
Kebanyakan polusi yang timbul dari pabrik urea adalah gas ammonia
dan urea mist. Jika semua itu bisa tertangkap dan dapat
dikembalikan ke dalam proses maka dapat mengurangi penambahan
raw material, terutama konsumsi ammonia per ton produk urea akan
meningkat
Unit Utilitas
Block Diagram Utilitas Pabrik

PACKAGE BOILER
UAP AIR
AIR BERSIH

WATER TREATMENT COOLING WATER GAS BUMI


SYSTEM

WASTE HEAT BOILER


AIR DEMIN UAP AIR

MUSI
DEMIN PLANT GAS BUMI

KANTOR/PERUMAHAN GAS TURBIN GENERATOR


TENAGA LISTRIK

GAS BUMI
Unit Utilitas pada PT. Pusri
1. Stasiun Pengisian Gas (Gas Metering Station)
Fungsi Gas Alam

Sumber H untuk Sumber C untuk Sumber Energi untuk


Pembuatan Amoniak Pembuatan Urea Pembakaran

Komponen utama pada gas alam adalah CH4


Gas alam berasal dari Pertamina
Proses pengiriman gas melalui pipa bawah tanah berjarak
120 km
Gas tersebut diterima PT PUSRI dan diukur kuantitasnya
melalui Gas Metering Station (GMS). Jumlah gas yang
diperlukan dalam satu hari berkisar 150 juta MMBtu.
2. Unit Pengolahan Air (Water Treatment Plant)
Block Diagram Water Treatment Plant

coagulant aid
NaOH
NaOH

4206-U 4204-F
Cl2 PREMIX TANK 4201-U
Musi river alum CLEAR WELL
(FLOCULATOR) CLARIFIER
(FLOC TREATOR)

to Cooling Tower

4201-F
to housing/office FILTER WATER
STORAGE TANK 4202-U-A/F
SAND FILTER
to Demin Plant
3. Unit penyediaan air bebas mineral (Demin Plant)

Untuk keperluan proses, diperlakukan air bebas mineral yang tidak


mengandung garam-garam terlarut

Garam terlarut di dalam air berikatan dalam bentuk ion positif (Cation)
dan negatif (Anion). Ion-ion tsb dihilangkan dgn cara pertukaran ion di
alat Penukar Ion (Ion Exchanger).

Tahapan Proses di Demin Plant:


Filtrasi dengan Carbon Filter
Penghilangan cation
Penghilangan anion
Block Diagram Demin Plant
Untuk menghilangkan ion positif
Untuk dalam
menghilangkan airion negatif
Menghilangkan sisa dalam air logam/senyawa
dan residu
asam dari proses-proses sebelumnya

Untuk menghilangkan warna, materi organic, materi


berbahaya lainnya
4. Sistem Pendinginan Air (Cooling Water System)

Air pendingin adalah suatu media air yang berfungsi untuk


mengambil panas dari suatu proses atau peralatan dengan
cara perpindahan panas

Chemical injection digunakan untuk mencegah terjadinya


korosi, terbentuknya kerak & lumpur di peralatan operasi.
Kerak & lumpur akan menghambat/menurunkan kapasitas
perpindahan panas
Block Diagram Cooling Water System
Campuran ortho-phospate Evaporation loss
untuk menghambat
Menghindari
Berfungsi terjadinya
sebagai
terjadinya oksidasi logam
pengendapan
desinfektan berlebihan
Fe oleh O2
dari Ca orthophospate
Chemical injection :
ID. FAN
- corrosion inhibitor
- scale dispersant SYSTEM
- biocide HEAT
- pH adjuster EXCHANGER
COOLING
TOWER
Make up water

BASIN

Blow down water CIRCULATION PUMP


5. Unit penyediaan udara pabrik dan udara
Instrumen (Plant air dan Instrument air)
Block Diagram Plant air dan Instrument air
6. Electric Power Generation System

Pembangkit Listrik PT.


PUSRI:
Kegunaan:
Menggerakkan motor- A. Pembangkit tenaga
listrik untuk normal
motor listrik
operasi berupa gas
Penerangan (lampu)
turbin generator
Peralatan kendali dan
B. Pembangkit tenaga
instrumentasi listrik untuk keadaan
Peralatan bengkel darurat yang terdiri dari
Peralatan perkantoran emergency diesel
Dan peralatan lainnya generator dan
uniterruptible power
supply (UPS).
A. Gas Turbin Generator (GTG)
Diagram sistem interkoneksi pembangkit
listrik PT PUSRI

Pabrik Spesifikasi
GTG
PUSRI II 15 MW

PUSRI III 15 MW

PUSRI IV 15 MW

PUSRI IB 22 MW

Total 67 MW
Diagram alir proses pada GTG

Bagian dari Gas Turbine


Generator

Natural Gas a) Control Package, meliputi panel


Fuel kendali dan station battery and
Exhaust
Combustion charger
Chamber Ke WHB

Couplin
b) Generator Aux Compartement
g
(GAC), meliputi Static exitation
Air Gas
equipment, Grounding system,
Compressor Turbine
Starter
Lighting arrestor, Surge capasitor,
Generator
Generator circuit breaker, dan Aux
Air
Exciter transformer
inlet Reduction

Gear c) Power Package, meliputi Sistem


pelumasan oli, Starting System,
Turbine Accesory Gear, Speed
Ratio Valve (SRV) dan Gas Control
Valve (GVC), serta Panel turbin gas
d) Generator Package, meliputi
B. Emergency Diesel Generator

Fungsi: melayani beban kritis di pabrik apabila pembangkit lis


trik utama mengalami gangguan

Pabrik Spesifikasi
Daya Teganga Fasa
n
PUSRI 300 kW 440 V 3 fasa
II
PUSRI 300 kW 440 V 3 fasa
III
PUSRI 300 kW 440 V 3 fasa
IV
PUSRI 600 kW 440 V 3 fasa
IB
Total 1,6 MW 440 V 3 fasa
C. Uninterruptible Power Supply (UPS)
Steam Generation System

Kegunaan steam: Steam yang dihasilkan oleh unit utilitas:


A. Steam bertekanan sedang
Penggerak turbin-turbin
diproduksi dari Waste Heat Boiler (WHB) dan
yang akan menggerakkan
Packed Boiler (PB)
pompa atau kompresor
untuk melayani pabrik urea, offsite, dan start-
Pemanas di heater atau up pabrik amoniak
reboiler B. Steam bertekanan rendah
diproduksi dari Blow Down Flash Drum dan
Media stripping
keluaran Turbin di unit utilitas
Bahan pembuat steam: Untuk deaerator, instrument air dryer, unit
Air bebas mineral stripper amoniak, dan peralatan lain yang butuh
panas
Proses pembuatan C. Steam jenuh bertekanan rendah
steam dilakukan di dalam Diproduksi dari desuperheater
boiler Untuk amoniak heater dan water heater
Air Bebas Mineral (Air Denim)

Air bebas mineral dengan kualitas yang baik untuk kukus


bertekanan sedang dihasilkan oleh unit penyedia air bebas
mineral dan tangki penampungan air bebas mineral yang
kemudian dipompakan oleh pompa turbin ke deaerator
Deaerasi (Pengolahan BFW)
TV-3416 Di dalam deaerator air bebas
mineral dibebaskan dari
Vent
PCAH-3451

komponen udara melalui


34-5011-L
Desuperheater
31-6007-U semprotan (spray sparger) yang
PC-3484 berkontak secara berlawan arah
31-5003-U

WHB
31-5003-U (counter current) dengan steam
PT-3453
RV-4310 bertekanan rendah
Distribusi SLL

Air bebas mineral yang telah


PV-3453
31-6007-U
bebas dari komponen udara
SLL PB Boiled Feed Water
FR-3432

34-5002-U
LV-3441
31-5003-U

WHB
BFW ditampung dalam tangki
Urea Plant
Deaerator penyimpanan dari deaerator.
31-5209-L
FR-3433
LV-3423 Desuperheater Larutan hidrazin (N2H4) 1%wt
31-5001-J Blow Down
diinjeksikan untuk menyerap
Hydrazine
atau mengikat kandungan
oksigen yang terlarut dalam air
34-5007-LJ 34-5003-JT

Amoniak
34-5010-LJ
bebas mineral
34-5003-JM

N2H4 + O2 N2 + 2 H2O
Deaerator
Condensate Stripping Section
Return

Air Demin
Steam
LS Storage

N2H4 pH : 8.9 9.2


N2H4 : 0.05 ppm
NH3

P: 60 kg/cm2 WHB

N2H4 + O2 N2 + H2O
N2H4 + 6Fe2O3 4Fe3O4 + 2H2O + N2 PB
Pompa
BFW
Waste Heat Boiler (WHB)
Waste Heat Boiler (WHB) contd
Waste Heat Boiler (WHB) contd
Waste Heat Boiler (WHB) contd
pH : 9.6 10.2
Stack PO4 : 15 20 ppm
Cond : < 100 mhos/cm
Bypass Stack SiO2 < 0.50 ppm

PO4

Economizer BFW

Evaporator
Produk
Steam MS
42 kg/cm2

Superheater LS
Damper

GTG Exhaust GTG


800 oC Flash Drum
400 oC

BURNER
Gas Alam
Package Boiler
Package Boiler contd

FI-3407
PIC-3408
TI-3406
DESUPERHEATER
Main
Steam
FI-3402 Turbine
TI-3407
SUPERHEATER
Boiler PI-3402 LP Steam
ECONOMIZER
STEAM BLOWN
Feed LI-3415
DRUM DRUM
LIC-3402
Water
PI-3401 TI-3403 34-6007-F
PHI-3443
PHI-3441 Condensate
LIC-3415
MUD
DRUM
TIC-3407

Phosfat Injection

System
Package Boiler contd

Stack
BFW
Economizer pH : 9.6 10.2
PO4 : 15 20 ppm Produk
Gas Alam Cond : < 100 mhos/cm Steam MS
SiO2 < 0.50 ppm 42 kg/cm2

Flash Drum
Burner Evaporator

F.D. Fan
Superheater
T

Udara
Terima Kasih