Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN KASUS

G0P0A0 24 Tahun dengan Infertilitas

Pembimbing:
dr. Yasmina Ema Pandanwangi, Sp.OG

Disusun Oleh:
M. Mirza Fajar Handoko
H2A012047
BAB II
STATUS PASIEN
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. S Nama Suami : Tn. M
Umur : 24 tahun Umur : 26 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Pekerjaan : Karyawan Swasta Pekerjaan : Karyawan
Alamat : Mendak, Delanggu, Swasta
Klaten Pendidikan Terakhir : SMA
Tanggal masuk : 26-09-2016 Alamat : Mendak,
No. CM : 194496 Delanggu, Klaten
Biaya pengobatan : Umum
ANAMNESIS
Poli Obsgyn RS PKU; Rabu, 25 Januari 2017; 18.30 WIB

1. Keluhan Utama
Ingin memiliki keturunan

2. Riwayat Peyakit Sekarang


Sepasang kekasih datang ke POLI OBSGYN RS PKU Muhammadiyah Delanggu
untuk memeriksakan kesehatan reproduksinya dengan tujuan untuk program hamil.
Keduanya sudah menikah selama 2 tahun namun belum juga kunjung dikaruniai keturunan.
Dalam beberapa bulan terakhir pasien jarang berhubungan intim dikarenakan
kesibukannya dalam bekerja. Pasien berusia 24 tahun dan suaminya berusia 26 tahun, Ini
merupakan pernikahan pertama yang sudah berlangsung selama 2 tahun, dan sebelumnya
3. Riwayat Haid 6. Riwayat Obstetri
- Menarche : 15 tahun G0P0A0
- Siklus : 28 hari 7. Riwayat ANC
- Lama Haid : 4-7 hari Tidak pernah
- HPHT : 23-09-2016

4. Riwayat KB
Tidak pernah KB

5. Menikah
Pernikahan ke-1, lama menikah 2th

ANAMNESIS
8. Riwayat Penyakit Dahulu
- Riwayat DM; HT; Penyakit Jantung; Alergi Obat/Makanan; Asma:
Disangkal
- Riwayat penggunaan obat-obatan dan jamu: Disangkal hanya
konsumsi vitamin dari dokter
- Riwayat Kista : Diakui 3 bulan yang lalu.

9. Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat Penyakit Jantung; DM; HT; Asma; Alergi: Disangkal

10. Riwayat Sosial Ekonomi


Kesan ekonomi: Cukup ANAMNESIS
PEMERIKSAAN FISIK
Ruang VK; Rabu, 25 Januari 2017; 12.15 WIB

1. Keadaan Umum & Kesadaran


Baik & Compos Mentis

2. Vital Sign
-. TD : 120/60 mmHg
-. Nadi : 82x/ menit, irama reguler, isi dan tegangan cukup
-. RR : 21 x/ menit
-. Suhu : 36, 40C
3. Status Internus
- Kepala : dbn
- Mata : dbn
- Telinga : dbn
- Hidung : dbn
- Mulut : dbn
- Leher : dbn
- Thoraks
Cor dan Pulmo : dbn
- Abdomen : sesuai status obstetrikus
- Ekstremitas : dbn
PEMERIKSAAN
FISIK
4. Status obstetrikus
- Pemeriksaan luar
a. Inspeksi
Perut datar, striae gravidarum (-), linea nigra (-), bekas sc (-)
b. Palpasi
Nyeri tekan (-), teraba benjolan (-), teraba massa (-)

PEMERIKSAAN
FISIK
c. Auskultasi
Peristaltik (+), bising usus (+), mur-mur (-), bruti (-)

PEMERIKSAAN
FISIK
Pemeriksaan Hasil Nilai normal

Darah rutin (WB EDTA)


Leukosit 13.2 103/ul 4.0 - 12.0 103/ul
Eritrosit 4.07 106/uL 4.00 - 5.00 106/uL
Hemoglobin 11.9 g/dL 12.0 16.00 g/dL
Hematokrit 36.8 % 37.0 43.0 %
MCV 90.4 fl 78.6 102.2 fl
MCH 29.2 pg 25.2 34.7 pg
MCHC 32.3 g/dl 31.3 35.4 g/dl
Trombosit 170.0 103/uL 150.0 400.0 103/uL
Kimia darah
HbsAg Non reaktif (-) Non reaktif (-)
Golongan darah B
Rhesus Faktor +

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
DIAGNOSIS

- G0P0A0, 24 tahun dengan Infertilitas


INITIAL PLAN
a. Ip Dx
G0P0A0, 24 tahun dengan infertilitas
b. Ip Tx
. Observasi saat siklus haid selanjutnya
. Evaluasi perkembangan janin
. Mengkonsumsi Obat penyubur dan penunjang
kehamilan
. Meningkatkan intensitas berhubungan saat
masa subur
c. Ip Mx
- Keadaan Umum
- TTV
d. Ip Ex
Menjelaskan rencana program kehamilan
Menjelaskan kepada pasangan cara menghitung masa subur
Memberikan motivasi untuk tetap optimis

INITIAL PLAN
PROGNOSIS

Quo ad Vitam : dubia ad bonam


Quo ad Sanam : dubia ad bonam
Quo ad Fungsionam : dubia ad bonam
PROGRESS REPORT
Vital sign Pemeriksaan Keterangan Penatalaksanaan
Tgl

26/09/16 T: 120/80 Memeriksakan Ditemukan kista dengan Rencana Operasi


mmHg kesehatan ukuran 5,8x6 cm Kistektomi
HR: reproduksi Disarankan untuk
82x/menit melakukan pemeriksaan
RR: 20x/ HSG dan Analisis Sperma
menit
S: 37o C

01/10/16 T: 120/70 Memeriksakan Ditemukan kista dengan Opname untuk


mmHg kesehatan diamter 6x6 cm Persiapan
HR: reproduksi Rencana kistektomi operasi
65x/menit HSG : kistektomi
RR: kedua tuba paten posisi Biopsi Kista
20x/menit anteflexi
S: 37o C
Analisis Sperma :
Oligoteratozoospermia
03/10/16 T: 134/85 Operasi
mmHg kistektomi
HR: 80x/menit
RR: 20x/menit
S: 37o C

18/10/16 T: 110/80 Kontrol Post Hasil Biopsi : Antibiotik


mmHg Kistektomi Kista cokelat, Radang kronik Asam Folat
HR: 86x/menit Program Kehamilan non spesifik Licoxy
RR: 20x/menit Kontrol haid ke2
S: 37,0 0C

10/11/16 T: 129/89 Program Kehamilan HPHT : Berhubungan pada


mmHg 10/11/2016 masa subur
HR: 88x/menit Ukuran uterus : Profula
RR: 20x/menit 7x4 cm Asam Folat
S: 36,5 0C Masa Subur : Licoxy
21, 23, 25, 27
13/12/16 T: 129/89 Program Kehamilan HPHT : Berhubungan pada
mmHg 10/12/2016 masa subur
HR: 88x/menit Ukuran Uterus : Profula
RR: 20x/menit 6,3x3,6 cm Asam Folat
S: 36,5 0C Masa subur : Licoxy
21, 23, 25, 27, 29

15/01/17 T: 129/89 Program Kehamilan HPHT : Berhubungan pada


mmHg 15-01-2017 masa subur
HR: 88x/menit Ukuran Uterus : Profula
RR: 20x/menit 6,3x3,6 cm Asam Folat
S: 36,5 0C Masa subur : Licoxy
21, 23, 25, 27, 29

25/01/17 T: 129/89 Nyeri perut bagian Advise dilanjutkan Terapi dilanjutkan


mmHg bawah
HR: 88x/menit Konsultasi program
RR: 20x/menit kehamilan
S: 36,5 0
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI

Infertilitas adalah tidak terjadinya kehamilan setelah


menikah 1 tahun atau lebih dengan catatan pasangan
tersebut melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa
adanya pemakaian kontrasepsi.
EPIDEMIOLOGI

Diperkirakan 85-90% pasangan yang menikah dalam satu tahun pernikahannya


akan menjadi hamil, dimana 10-15 % pasangan tersebut akan mengalami
kesulitan untuk menjadi hamil dan mereka ini lah yang disebut sebagai pasangan
infertil. Prevalensi infertilitas yang tepat tidak diketahui dengan pasti, sangat
bervariasi tergantung keadaan geografis, budaya dan status sosial negara
tersebut.
ETIOLOGI

Penyebab infertil Infertil Primer(%) Infertil sekunder(%)

Gangguan Ovulasi 20 15

Faktor Pria 25 20

Faktor Tuba 15 40

Endometriosis 10 5
Faktor tidak dapat
dijelaskan 30 20
PATOFISIOLOGI

1 Faktor Pria (tunggal)


2 Faktor wanita (tunggal)
Faktor Gangguan Ovulasi
Faktor Tuba
Faktor Uterus
Faktor serviks

3 Multi faktor (wanita)


4 Multi Faktor (wanita dan pria
5 Faktor yang tidak dapat dijelaskan(Unexplained)
DIAGNOSIS
a. Tahap Pertama (Fase I)

1. Pemeriksaan riwayat infertilitas (anamnesis).


2. Pemeriksaan fisik
3. Penilaian ovulasi
4. Uji pasca senggama

b. Tahap Kedua (Fase II)

5. Histerosalpingografi (HSG)
6. Analisis Sperma

c. Tahap Ketiga (Fase III)

7. Laparoskopi
TATALAKSANA

1. Berhubungan di saat waktu subur


2. Mengkonsumsi Obat untuk menunjang kehamilan
PROGNOSIS

Prognosis pada ketuban pecah dini sangat bervariatif tergantung pada:


1. Waktu terjadinya
2. Usia kehamilan
3. Adanya infeksi / sepsis
4. Faktor resiko / penyebab
5. Ketepatan Diagnosis awal dan penatalaksanaan
TERIMAKASIH