Anda di halaman 1dari 9

Proses Pembuatan Gula Menggunnakan Alat Tradisional

oleh:
Surandi N. Sangaji. 651415034
Siti astuti.651415016
Loidyawati kai.651415006
Ferawati s.iron.651415014
nurulmita modjidu. 651415026
rizal umaladu.65141049
sutikno bulumungo. 651415031
sitti ulfiany anugra luawo.651415008
adrian 651415094

JURUSN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIFERSITAS NEGERI GORONTALO
Proses pengolahan mulai dari bahan baku
berupa tebu hingga menjadi produk
utama berupa gula secara garis besar
dapat dikelompokkan ke dalam lima
stasiun
pengolahan utama berikut
Stasiun penggilingan
Stasiun pemurnian
Stasiun penguapan
Stasiun pemasakan
Stasiun putaran
stasin pengiringan dan pendinginan
stasin pengemasan
stasyun penggilingan

Pada stasiun penggilingan berlangsung proses ekstraksi yang


bertujuan
mengekstraksi nira dari tebu sebanyak mungkin dan menekan
sekecil mungkin kehilangan gula dalam ampas. Tahapan ekstraksi
ini sangat menentukan nilai rendemen gula yang akan dihasilkan,
semakin banyak nira yang diekstraksi maka semakin tinggi
rendemen gula yang akan dihasilkan. Pertama tebu diangkat dan
diletakkan di atas meja tebu, kemudian dimasukkan ke unit
unigator untuk dicacah dan ditumbuk. Selanjutnya, tebu digiling
stasiun pemurnian
roses pemurnian bertujuan menghilangkan bahan-bahan bukan
gula sebanyak mungkin dari nira, baik secara kimia maupun secara
fisika. Proses pemurnian ini sangat menentukan proses pengolahan
gula secara keseluruhan. Semakin tinggi tingkat kemurnian nira
yang diperoleh, maka semakin tinggi pula nilai brightness dan
rendemen gula yang akan dihasilkan. Auditee menggunakan
teknologi pemurnian secara sulfitasi, yaitu suatu proses pemurnian
yang dilakukan dengan cara mengendapkan kotoran dalam nira,
dengan bahan kimia pembantu berupa Ca(OH)2, H3PO4 dan SO2.
Sebagaimana diketahui bahwa reaksi kimia sangat bergantung
pada kondisi operasi, seperti pH, suhu, dan waktu. Oleh karena itu,
proses pemurnian yang melibatkan reaksi kimia ini hanya akan
efektif apabila berlangsung pada kondisi operasi yang akurat
Stasiun Penguapan
Nira encer yang masih banyak mengandung air akan
dipekatkan pada stasiun penguapan. Proses pemekatan dilakukan
dengan cara menguapkan air sebanyak mungkin air dari nira,
hingga mendekati titik jenuh (nilai brix sekitar 64%). Nilai brix
menunjukkan tingkat kepekatan nira, yang didefinisikan sebagai
berat zat padat (gula dan bukan gula) yang terkandung dalam 100
g larutan. Di sini, nira encer yang masuk ke stasiun penguapan
memiliki nilai brix = 12,21, sementara nira kental yang keluar dari
stasiun ini ditargetkan memiliki nilai brix = 64,84.
Stasyun kristalisasi
Pada stasiun kristalisasi, dilakukan penguapan air
yang masih tersisa dalam nira kental hingga mencapai
kejenuhan tertentu. Dalam stasiun masakan,
diharapkan akan terjadi pembentukan kristal molekul-
molekul sakarosa. Secara umum, proses kristalisasi
berlangsung dalam tiga tahapan, yaitu pembentukan
inti, pembesaran kristal dan perapatan kristal.
stasyun putaran
Setelah didinginkan hingga mencapai suhu
kamar, massecuite A dimasukkan ke dalam stasiun
putaran untuk memisahkan kristal gula dan stroop
dari massecuite dengan menggunakan centrifugal
machine. Peralatan yang dimiliki oleh Auditee pada
stasiun putaran terdiri dari : 7 buah HCG (High
Grade Centrifugal) dan 8 buah LCG (Low Grade
Centrifugal). Unit HCG menghasilkan produk utama
berupa gula SHS (nilai brix = 99,93 dan HK =
99,86), sementara LCG menghasilkan gula C dan
gula D, serta menghasilkan produk samping berupa
molasse (nilai brix = 88,66 dan HK = 33,9
stasiunPengeringan Dan Pendinginan
Pada stasiun penyelesaian ini dilakukanproses
pengeringan gula yang berasal dari stasiun putaran
sehingga benar-benar kering. Pengeringan
dilakukan dengan penyemprotan uap panas dengan
suhu 70OC, kemudian didinginkan kembali karena
gula tidak tahan pada temperatur yang tinggi.
Tujuan pengeringan adalah untuk menghindari
kerusakan gula yang disebab oleh
microorganism ,agar gula tahan lama selama
proses penyimpanan sebelum disalurkan kepada
konsumen. Setelah kering gula diangkut dengan
elevator dan disaring pada saringanvibrating
screen.
Stasiun Pengemasan
Gula yang telah bersih dari besi yang terikat
didalamnya masuk kedalam sugar bin. Sugar bin
menampung gula dan sugar weigher mengisi dan
menimbang gula drngan berat 50kg kedalam
karung secara otomatis. Kemudian karung gula
dijahit dan diangkut dengan menggunakan
conveyor untuk disimpan digudang penyimpanan
dan siap untuk dipasarkan.