Anda di halaman 1dari 19

Hak dan

Kewajiban
Disusun Oleh:

1. Anjas Florenza Margianto 165070200111011

2. Januar Rachmadani Akhsan 1650702000111013

3. Nellarosa Negita Rudystya 165070200111015

4. Meutia Hana Ashila 165070207111003

5. Nida Rizki Rachmadani 165070207111005

6. Imeldha Monitasari 165070207111007

7. Novia Ester Kurniawati 165070201111013


Pengertian Hak dan Kewajiban
Menurut Prof. Dr. Notonagoro
O Hakadalah kuasa untuk menerima atau melakukan
suatu yang semestinya diterima atau dilakukan
melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh
pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya
dapat dituntut secara paksa olehnya.
O Kewajibanberasal dari kata wajib. Wajib adalah
beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya
dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu
tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada
prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang
berkepentingan.Kewajibanadalah sesuatu yang
harus dilakukan.
Peraturan yang Mengatur Tentang Hak
dan Kewajiban Tenaga Kesehatan

1. Dalam SKNTenaga Kesehatandiartikan


sebagai tenaga kesehatan profesi termasuk
tenaga kesehatan strategis dan tenaga
kesehatan non profesi serta tenaga
pendukung / penunjang kesehatan yang
terlibat dan bekerja serta mengabdikan
dirinya dalam upaya dan manajemen
kesehatan.
2. Dalam UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal
1 butir 6 dikatakan bahwa Tenaga Kesehatan
adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam
bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau
keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan
yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan
untuk melakukan upaya kesehatan (profesional)
3. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 32 Tahun 1996. Arti dari tenaga kesehatan
dalam peraturan pemerintah ini adalah setiap orang
yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta
memiliki pengetahuan dan keterampilan melalui
pendidikan di bidang kesehatan yang jenis tertentu
memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya
kesehatan.
Hak Perawat berdasarkan UU No 38 Tahun 2014
pasal 36 :

a. Memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar pelayanan,

standar profesi, standar prosedur operasional, dan ketentuan Peraturan Perundang - undangan

b. Memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur dari Klien dan/atau keluarganya

c. Menerima imbalan jasa atasPelayanan Keperawatan yang telah diberikan

d. Menolak keinginan Klien atau pihak lain yang bertentangan dengan kode etik, standar pelayanan,

standar profesi, standar prosedur operasional, atau ketentuan Peraturan Perundang undangan

e. Memperoleh fasilitas kerja sesuai dengan standar

f. Mendapatkan jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya

g. Mendapatkan perlakuan adil dan jujur oleh Pimpinan sarana kesehatan, klien/pasien dan

keluarganya
h. Mendapat hakcuti & hak kepegawaian lainnya sesuai peraturan yang berlaku.
i. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dirimelalui pendidikan formal

sampai jenjang spesialisasi & pendidikan non formal


j. Menjaga hak privasi personal sebagai seorang perawat

k. Mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan secara rutin

l. Menuntut jika nama baiknya dicemarkan oleh klien/pasien atau tenaga kesehatan

lainnya.
m. Dilibatkan secara aktif dalam penyusunan atau penetapan kebijakan sesuai

pengembangan kesehatan di sarana kesehatan

n. Memperoleh kesempatan mengembangkan karier sesuai bidang profesinya di

sarana kesehatan
o. Meningkatkan pengetahuan berdasar kan IPTEK dalam bidang
keperawatan/kebidanan/kesehatan secara terus menerus.
Kewajiban Perawat menurut Pasal 37
Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014
a. melengkapi sarana dan prasarana Pelayanan Keperawatan sesuai dengan standar Pelayanan
Keperawatan dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan;

b. memberikan Pelayanan Keperawatan sesuai dengan kode etik, standar Pelayanan Keperawatan,
standar profesi, standar prosedur operasional, dan ketentuan Peraturan Perundang-undangan;

c. merujuk Klien yang tidak dapat ditangani kepada Perawat atau tenaga kesehatan lain yang lebih
tepat sesuai dengan lingkup dan tingkat kompetensinya;

d. mendokumentasikan Asuhan Keperawatan sesuai dengan standar;

e. memberikan informasi yang lengkap, jujur, benar, jelas, dan mudah dimengerti mengenai
tindakan Keperawatan kepada Klien dan/atau keluarganya sesuai dengan batas kewenangannya;

f. melaksanakan tindakan pelimpahan wewenang dari tenaga kesehatan lain yang sesuai dengan
kompetensi Perawat; dan

g. melaksanakan penugasan khusus yang ditetapkan oleh Pemerintah.


Hak dan kewajiban Dokter menurut
UU No. 29 Tahun 2004 Pasal 50 dan
51
Hak Dokter :

a. Memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas

sesuai standar profesi dan standar operasional prosedur.

b. Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar

operasional prosedur.

c. Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasien atau

keluarganya.

d. Menerima imbalan jasa.


Kewajiban dokter:
a. Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar operasional prosedur
serta kebutuhan medis.

b. Apabila tidak tersedia alat kesehatan atau tidak mampu melakukan suatu
pemeriksaan/pengobatan, bisa merujuk pasien ke dokter/sarana kesehatan lain yang
mempunyai kemampuan lebih baik.

c. Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan setelah pasien
itu meninggal dunia.

d. Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada
orang lain yang mampu melakukannya.

e. Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran.


Peraturan yang Mengatur Tentang Hak
dan Kewajiban Pasein
Menurut UU No.36 tahun 2009 tentang kesehatan, pada pasal 4-8 disebutkan :
setiap orang berhak atas kesehatan, akses atas sumber daya, pelayanan kesehatan yang aman,
bermutu dan terjangkau, menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan, lingkungan yang
sehat, info dan edukasi kesehatan yang seimbang dan bertanggungjawab, dan informasi tentang data
kesehatan dirinya.
Hak-hak pasien dalam UU No. 36 tahun 2009 itu diantaranya meliputi

1. hak menerima atau menolak sebagian atau seluruh pertolongan (kecuali tak sadar, penyakit
menular berat, gangguan jiwa berat),

2. hak atas rahasia pribadi (kecuali perintah UU, pengadilan, dan kepentingan masyarakat),
3. hak tuntut ganti rugi akibats alah atau kelalaian (kecuali tindakan penyelamatan nyawa atau
cegah cacat).
O Dalam UU No 23 tahun 1992 tentang
Kesehatan, pasal 53 menyebutkan beberapa
hak pasien, yakni
1. hak atas Informasi,
2. hak atas second opinion,
3. hak atas kerahasiaan,
4. hak ataspersetujuan tindakan medis,
5. hak atas masalah spiritual, dan
6. hak atas ganti rugi.
Hak-hak pasien dalam UU Nomor 44 Tahun 2009, yaitu:
a. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit

b. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien

c. Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi

d. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan medis, standar profesi dan

standar prosedur operasional

e. Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi

f. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan

g. Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di

RumahSakit
h. Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Izin

Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar rumah sakit

i. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya (isi rekam

medis)
j. Mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis,
alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang
dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan/tindakan medis yang akan dilakukan terhadap dirinya

k. Memberikan persetujuan atau menolak sebagian atau seluruh tindakan yang akan diberikan oleh tenaga
kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya setelah menerima dan memahami informasi mengenai
tindakan tersebut secara lengkap dengan pengecualian yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-
undangan

l. Didampingi keluarganya dan atau penasehatnya dalam keadaan kritis atau menjelang kematian

m. Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya selama tidak mengganggu pasien
lainnya

n. Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di rumah sakit

o. Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan rumah sakit terhadap dirinya

p. Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya

q. Menggugat dan/atau menuntut rumah sakit apabila rumah sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak
sesuai dengan standar baik secara perdata ataupun pidana.
Kewajiban pasien menurut UU No 29 tahun 2004 pasal
53 , meliputi:

a. Memberi informasi yang lengkap dan jujur tentang

masalah kesehatannya.

b. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter dan dokter

gigi.

c. Mematuhi ketentuan yang berlaku di saryankes.

d. Memberi imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.


Hak dan kewajiban RS diatur di UU no. 44 Tahun 2009
pasal 29 dan 30.
Setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban :
a.Memberikan informasi yang benar tentang pelayanan Rumah Sakit kepada masyarakat

b.Memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan
kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit

c.Memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya

d.Berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bencana, sesuai dengan kemampuan pelayanannya

e.Menyediakan sarana dan pelayanan bagi masyarakat tidak mampu atau miskin

f. Melaksanakan fungsi sosial antara lain dengan memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu/miskin,
pelayanan gawat darurat tanpa uang muka, ambulan gratis, pelayanan korban bencana dan kejadian luar biasa, atau
bakti sosial bagi misi kemanusiaan

g.Membuat, melaksanakan, dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit sebagai acuan dalam
melayani pasien

h.Menyelenggarakan rekam medis


i. Menyediakan sarana dan prasarana umum yang layak antara lain sarana ibadah, parkir, ruang tunggu, sarana untuk orang
cacat, wanita menyusui, anak-anak, lanjut usia

k. Melaksanakan sistem rujukan

l. Menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan standar profesi dan etika serta peraturan perundang-
undangan

m.Memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai hak dan kewajiban pasien

n. Menghormati dan melindungi hak-hak pasien

o. Melaksanakan etika Rumah Sakit

p. Memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana

q. Melaksanakan program pemerintah di bidang kesehatan baik secara regional maupun nasional

r. Membuat daftar tenaga medis yang melakukan praktik kedokteran atau kedokteran gigi dan tenaga
kesehatan lainnya

s. Menyusun dan melaksanakan peraturan internal Rumah Sakit (hospital by laws)

t. Melindungi dan memberikan bantuan hukum bagi semua petugas Rumah Sakit dalam melaksanakan tugas

u. Memberlakukan seluruh lingkungan rumah sakit sebagai kawasan tanpa rokok


Pelanggaran atas kewajiban dikenakan
sanksi admisnistratif berupa:

a. Teguran

b. Teguran tertulis

c. Denda dan pencabutan izin Rumah Sakit


Setiap Rumah Sakit mempunyai hak:

a. Menentukan jumlah, jenis, dan kualifikasi sumber daya manusia sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit

b. Menerima imbalan jasa pelayanan serta menentukan remunerasi, insentif, dan penghargaan sesuai

dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

c. Melakukan kerjasama dengan pihak lain dalam rangka mengembangkan pelayanan

d. Menerima bantuan dari pihak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

e. Menggugat pihak yang mengakibatkan kerugian

f. Mendapatkan perlindungan hukum dalam melaksanakan pelayanan kesehatan

g. Mempromosikan layanan kesehatan yang ada di Rumah Sakit sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan

h. Mendapatkan insentif pajak bagi Rumah Sakit publik dan Rumah Sakit yang ditetapkan sebagai Rumah

Sakit pendidikan.