Anda di halaman 1dari 24

Asuhan Keperawatan

Pada Kasus Abnormalities Of Fecal


Elimination And Motility
MALABSORBSI
Disusun oleh :

Fara Ika
Fitrotin T.Wira
Harma Yudhaningtyas
Henny Widyasari
PENGERTIAN
Malabsorpsi adalah kegagalan usus halus
untuk menyerap makanan.
Ketidakmampuan menyerap tersebut
dapat hanya mengenai suatu jenis asam
amino, lemak, gula, atau vitamin atau
semua vitamin yang larut lemak.
Sindroma Malabsorbsi adalah kelainan-
kelainan yang terjadi akibat penyerapan
zat gizi yang tidak adekuat dari usus kecil
ke dalam aliran darah. (Secara Umum).
Sindroma Malabsorbsi adalah kumpulan
gejala dan tanda-tanda yang diakibatkan
oleh absorbsi lemak non adekuat didalam
usus halus. (Barbara C. Long, 1985).
ANATOMI DAN FISIOLOGI
Usus halus
Lambung melepaskan makanan ke dalam
usus dua belas jari (duodenum), yang
merupakan bagian pertama dari usus
halus.Makanan masuk ke dalam duodenum
melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang
bisa dicerna oleh usus halus. Jika penuh,
duodenum akan mengirimkan sinyal kepada
lambung untuk berhenti mengalirkan
makanan. Gerakan peristaltik juga membantu
pencernaan dan penyerapan dengan cara
mengaduk dan mencampurnya dengan zat
yang dihasilkan oleh usus. Bagian jejunum
dan ileum terutama bertanggungjawab atas
penyerapan lemak dan zat gizi lainnya.
Lanjutan...
Dinding usus juga melepaskan
sejumlah kecil enzim yang mencerna
protein, gula dan lemak. Kepadatan
dari isi usus berubah secara bertahap,
seiring dengan perjalanannya melalui
usus halus. Di dalam duodenum, air
dengan cepat dipompa ke dalam isi
usus untuk melarutkan keasaman
lambung. Ketika melewati usus halus
bagian bawah, isi usus menjadi lebih
cair karena mengandung air, lendir
dan enzim-enzim pankreatik.
KLASIFIKASI
1. Malabsobsi karbohidrat, Karbohidrat dapat
dibagi 4 :
a. Monosakarida (Glukosa,Galaktosa dan
fruktosa),
b. Disakarida (Laktosa atau gula susu,
c. Sukrosa atau gula pasir dan Maltosa),
d. Polisakarida (Glikogen,Amilum dan tepung).

2. Malabsobsi lemak, Gangguan absobsi


lemak terjadi dalam keadaan lipase tidak
ada atau kurang,mukosa usus halus(vili)
atrofi atau rusak,gangguan system limfe
usus.Keadaan ini menyebabkan diare
dengan tinja berlemak (steatore) dan
malabsorbsi lemak.
ETIOLOGI

1. Adanya penyakit,yg menghasilkan enzim atau empedu


yang jumlah
ataujenisnyatidaksesuaidenganyangdiperlukanuntuk
mencernamakanan. Penyakit-penyakittersebutadalah
pankreatitis kronis, fibrosiskistik, reseksi pancreas,
kanker pankreas, penyumbatansaluranempedu.
2. Pengangkatan sebagian dari usus yang akan
menyebabkan berkurangnya daerah permukaan dapat
mempengaruhi penyerapan.
3. Kelainan yang menyebabkan terhalangnya aliran zat-zat
ke dalam darah, terjadi penyumbatan pembuluh getah
bening
olehlimfomaatauberkurangnyaalirandarahkeusus.
PATOFISIOLOGI

Malabsorbsi diakibatkan oleh 3 hal


yaitu :
Gangguan fungsi percernaan
(phase Intra Lumen)
Gangguan Mukosa Usus Halus
(Phase Mukosal).
Gangguan pengangkutan Nutrien
ke dalam pembuluh limpa dan
pembuluh darah (Phase Transit).
P
A
T
H
W
A
Y
MANIFESTASI KLINIS
Beban osmotik yang dihasilkan dari
ketidakmampuan usus menyerap unsur
hara tertentu menyebabkan gejala yang
muncul. Pada kesempatan tersebut,
produk pencernaan yang dihasilkan oleh
flora bakteri juga menghasilkan reaksi
sekretori oleh usus.
1. Diare
2. Steatorrhea
3. Beratbadanmenurundankelelahan
4. Perut kembung dan distensi abdomen
5. Busung.
6. Anemia.
7. Gangguanperdarahan
8. Cacatmetabolismetulang.
9. Manifestasi neurologis.
KOMPLIKASI
Malnutrisi
Penurunan berat badan yang tidak
diinginkan
Dehidrasi
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Pengukuran PH.
Penentuan kadar gula dalam tinja.
Laktosa loading test(tes toleransi).
Barium meal lactoce
Biopsi usus.
PROGNOSIS
Prognosis malabsorpsi tergantung dari
penyebabnya. Prognosis malabsorpsi
karbohisdrat (disakarida) umumnya
baik karena penyebabnya cepat,
sedangkan malabsorpsi karbohidrat
monosakarida sering sulit
pengobatannya dan memerlukan
kesabaran.
Prognosis malabsorpsi protein baik
karena kebanyakan kasus bersifat
sementara dan 50% penderita pulih
dalam waktu 1 tahun, sedangkan
sisihnya dalam waktu 2 tahun.
Prognosis pasca bedah akibat sekresi
PENATALAKSANAAN
Diet
Medikamentosa
Penyuluhan
ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian
Identitas , nama, umur, jenis kelamin, alamat, pendidikan, suku
bangsa, agama, status perkawinan, nomor mr, tanggal masuk, alasan
masuk, dll.
Riwayat kesehatan meliputi :
Riwayat Kesehatan Dahulu, Meliputi riwayat yang pernah
diderita, pengalaman riwayat di rumah sakit, penyakit lain
yang pernah diderita
Riwayat Kesehatan Sekarang, Meliputi alasan masuk RS,
keluhan utama yang dirasakan saat ini yang mliputi sakit
tenggorokan dan nyeri sekitar mata dan pada kedua sisi
hidung, kesulitan menelan, batuk, suara serak, demam, hidung
tersumbat, rasa tidak nyaman umum, dan keletihan
Riwayat Kesehatan keluarga, Meliputi adanya riwayat keluarga
yang pernah mengalami hal seperti ini, riwayat penyakit
keturunan dan penyakit menular pada keluarga
Pemeriksaan fisik :
Rambut dan Hygiene kepala : Rambut
hitam,bau tidak ada, rambut tumbuh
subur dan kulit kepala bersih
Mata : Meliputi keadaan konjunktiva
anemis, mata cekung, dll
Hidung : Meliputi pemeriksaan septum
hidung, sekret atau benda asing
lainnya.
Mulut : Meliputi pemerikasaan rongga
mulut yang menandakan apakah bau
mulut atau ada caries, kebersihan
lidah dan tidak adanya peradangan
Leher : Meliputi kelenjar getah bening
dan submandibular disekitar leher
Abdomen : Klien dengan biasanya
yang diperiksa tidak terjadi
pembesaran pada abdomen /
auskultasi peristaltik usus 20 kali / l
pada palpasi tidak terasa masa dan
perut terasa tegang. Pada perkusi
berbunyi timpani
Kulit : Meliputi kebersihan kulit, dan
turgor kulit yang jelek
Genitalia : Meliputi kelengkapan
genitalia
Aktivitas Sehari hari :
Pola Eliminasi : Pemeriksaan frekuensi
BAK dan BAB.
Pola Istirahat : Kebutuhan istirahat
Diagnosa Keperawatan
Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan gangguan absorbsi
nutrisi
Resiko kekurangan volume cairan berhubungan
dengan gangguan absorbsi
Kelemahan berhubungan dengan menurunnya
berat badan
Peningkatan Suhu berhubungan dngan resiko
infeksi
Nyeri berhubungan dengan obstruksi limfatik
ntervensi Keperawatan
1. Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan gangguan
absorbsi nutrisi
Tujuan : Setelah diberikan asuhan
keperawatan selama 2x24 jam
diharapkan kebutuhan nutrisiklien
terpenuhi secara adekuat
Intervensi :
Pertahankan tirah baring selama fase
akut/pasca terapi
Bantu perawatan kebersihan rongga
mulut (oral hygiene).
2. Resiko kekurangan volume cairan
berhubungan dengan gangguan
absorbsi
Tujuan : Setelah diberikan asuhan
keperawatan selama 2x24 jam
diharapkan kebutuhan cairan klien
terpenuhi
Intervensi :
Observasi tanda-tanda vital.
Observasi tanda-tanda dehidrasi.
Ukur infut dan output cairan (balanc
ccairan).
Berikan dan anjurkan keluarga untuk
memberikan minum yang banyak
kurang lebih 2000 2500 cc per hari.
3. Kelemahan berhubungan dengan
penurunan berat badan
Tujuan : Setelah diberikan asuhan
keperawatan selama 2x 24 jam
diharapkan klien meningkatkan
ambulan atau aktivitas
Intervensi :
Anjurkan klien istirahat bila terjadi
kelelahan dan kelemahan,anjurkan
pasien melakukan aktivitas
semampunya
Berikan lingkungan tenang batasi
pengunjung dan kurangi suara bising,
pertahankan tirah baring bila di
indikasikan
4. Peningkatan suhu tubuh
berhubungan dengan resiko
infeksi

Tujuan : Setelah diberikan


asuhan keperawatan selama 2x
24 jam diharapkan suhu tubuh
klien bisa kembali normal
Intervensi :
Kompres dengan air hangat
Observasi ttv
Kolaborasi dengan dokter
5. Nyeri berhubungan dengan
obstruksi limfatik
Tujuan : Setelah diberikan asuhan
keperawatan selama 2x 24 jam
diharapkan skala nyeri yang
dirasakan klien bisa berkurang
Intervensi :
Catat lokasi, lama, intensitas
nyeri
Kompres hangat pada daerah
nyeri
Observasi TTV