Anda di halaman 1dari 38

DEPARTEMEN ILMU

KESEHATAN MATA LAPORAN KASUS


FAKULTAS KEDOKTERAN APRIL 2017
UNIVERSITAS HASANUDDIN

ULKUS KORNEA
OCULI SINISTRA

DIBAWA OLEH :
SITI AMALIA PUTRI
C 111 12 160
PEMBIMBING:
dr. Sukriyah Sofyan
SUPERVISOR:
dr. A. Tenrisanna Devi, Sp. M (K)., M.Si., MARS
IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. P
Umur : 60 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Suku Bangsa : Indonesia
Agama : Islam
Alamat : Jeneponto
Pekerjaan : Ibu Rumah
Tangga
Tgl. Pemeriksaan : 12-4-2017
Rumah Sakit : BKMM
ANAMNESIS
Keluhan Utama :

Penglihatan kabur pada mata kiri

Keluhan Tambahan :
Penglihatan kabur pada mata kiri dialami sejak 2 minggu
sebelum diperiksa di BKMM. Mata merah ada, nyeri pada
mata ada, rasa mengganjal ada, air mata berlebih ada,
kotoran mata berlebih ada, mata silau ketika melihat
cahaya ada. Riwayat terkena batang jagung sekitar 2
bulan yang lalu.
Riwayat pengobatan di dokter di Jeneponto 1 bulan
sebelumnya, diberikan obat tetapi pasien tidak tahu
nama obat.
Riwayat menderita penyakit yang serupa sebelumnya
disangkal.

Riwayat menggunakan kacamata tidak ada.

Riwayat penggunaan kontak lens tidak ada.

Riwayat penyakit mata sebelumnya tidak ada.

Riwayat diabetes dan tekanan darah tinggi disangkal.


STATUS GENERALIS

KU : Sakit sedang, gizi cukup, composmentis


Tanda Vital :
- Tekanan Darah : 120/80 mmHg
- Nadi : 88x/menit
- Pernapasan :18x/menit
- Suhu : 36,50C

PEMERIKSAAN OFTALMOLOGI
Inspeksi:
SEGMEN ANTERIOR

PEMERIKSAAN OD OS

Palpebra Edema (-) Edema (-)

Apparatus
hiperlakrimasi (-) hiperlakrimasi (+)
Lakrimalis

Silia Sekret (-) Sekret (+)

Konjungtiva Hiperemis (-) Hiperemis (+)

Bola mata Kesan intak Kesan intak

Normal ke segala arah Normal ke segala arah


Mekanisme
muskular
Keruh. Edema (+),
Kornea Jernih fluorescent (+)
di sentral

Bilik Mata Depan Normal Sulit dinilai

Iris Coklat, kripte (+) Sulit dinilai

Pupil Bulat, sentral, RC(+) Sulit dinilai

Lensa keruh Sulit dinilai


PALPASI

No Pemeriksaan OD OS
1. Tensi Okuler Tn Tn

2. Nyeri Tekan (-) (-)

3. Massa Tumor (-) (-)

4. Glandula periaurikuler Pembesaran (-) Pembesaran (-)


Tonometri
OD : 9 mmHg
OS : 13 mmHg

Visus
VOD: 20/70
VOS: 1/300

Tes Fluorescence
OS (Positif), defek disentral kornea ukuran diameter 5 mm
Tes KOH
OS (Negatif)
PENYINARAN OBLIK

Pemeriksaan OD OS

Konjungtiva Hiperemis (-) Hiperemis (+)


Kornea Jernih Keruh disentral

BMD Normal Sulit dinilai

Iris Coklat, Kripte (+) Sulit dinilai

Pupil Bulat, sentral, RC(+) Sulit dinilai

Lensa keruh Sulit dinilai


SLIT LAMP

SLOD:

Konjungtiva hiperemis (-), kornea keruh (-), VH4,


iris cokelat, dan pupil bulat, lensa keruh
SLOS:
Konjungtiva hiperemis (+), kornea keruh (+) edem
(+) tampak ulkus di sentral kornea ukuran diameter
mm fluoresensi (+), BMD sulit dinilai, iris sulit dinilai
, pupil sulit dinilai, lensa sulit dinilai.
RESUME

Pasien perempuan umur 60 tahun datang ke BKMM dengan keluhan penglihatan kabur pada mata kiri dialami
sejak 2 minggu sebelum diperiksa di BKMM. Mata merah ada, nyeri pada mata ada, rasa mengganjal ada, air
mata berlebih ada, kotoran mata berlebih ada, mata silau ketika melihat cahaya ada. Riwayat terkena
batang jagung sekitar 2 bulan yang lalu. Riwayat pengobatan di dokter di Jeneponto 1 bulan sebelumnya,
diberikan obat tetapi pasien tidak tahu nama obat.
Riwayat menderita penyakit yang serupa sebelumnya disangkal. Riwayat diabetes dan tekanan darah tinggi
disangkal. Riwayat menggunakan kacamata tidak ada. Riwayat penggunaan kontak lens tidak ada. Riwayat
penyakit mata sebelumnya tidak ada.
Pada inspeksi didapatkan kornea OS keruh. Pada pemeriksaan visus didapatkan
VOD : 20/70, VOS: 1/300.
SLOS: Konjungtiva hiperemis (+), kornea keruh (+) edem (+) tampak ulkus di sentral kornea degan
ukuran diameter 5 mm, BMD sulit dinilai, iris sulit dinilai, pupil sulit dinilai, lensa sulit dinilai.
SLOD:
Konjungtiva hiperemis (-), kornea keruh (-), VH4, iris cokelat, dan pupil bulat, lensa keruh
Tes Fluoresensi : OS (+), defek di sentral kornea
Tes KOH : OS negatif
DIAGNOSIS

OS Ulkus Kornea e.c Jamur dd Ulkus kornea e.c


Bakteri
OD Katarak senile
PENATALAKSANAAN

Cendo tropin 1%
S 2 dd I gtt OS
Cendo repitel ED No. I

S 6 dd I gtt OS
Vigamox ED No. I

S 6 dd I gtt OS
Cendo Natacen ED No.I

S 4 dd I gtt OD
Cefadroxyl 500 mg

S 3 dd I
Ketokonazole 100 mg caps No. X

S 3 dd I p.c
Prognosis

Quo ad vitam: bonam


Quo ad sanationem : dubia
Quo ad visum: dubia ad malam
Quo ad kosmeticum : dubia ad malam
ULKUS KORNEA
Anatomi
LAPISAN KORNEA
DEFINISI

Ulkus kornea merupakan diskontinuitas jaringan


kornea yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri,
jamur, virus atau suatu proses alergi-imunologi yang
mengakibatkan hilangnya sebagian permukaan
kornea.
ETIOLOGI

Infeksi Non
Infeksi

Bakteri Bahan
Kimia

Virus Radiasi

Jamur Def Vit A

Parasit Neutropik
PATOGENESIS

Stadium Infiltrasi Progresif

infiltrasi sel Polimorfonuklear dan leukosit dari stroma ke epitel.

Stadium Ulseratif Aktif

Hasil dari nekrosis dan pelepasan epitelium, lapisan bowman dan stroma.
Stadium Regresi

respon antibodi dan imun seluler.

ulkus membaik, epitel mulai tumbuh

Stadium Sikatrik

epitelisasi dan jaringan fibrous membentuk sikatrik (nebula, makula, dan


leukoma)
Klasifikasi Ulkus Kornea

Ulkus kornea bakteri

Pseudomonas aeroginosa,. Streptococcus pneumoniae

Ulkus kornea fungi

Candida, Fusarium, Aspergillus, Penicillium, Cephalosporium


Sentral
Ulkus kornea virus

Herpes simpleks, Herpes Zoster

Ulkus kornea parasit

acanthamoeba
Klasifikasi Ulkus Kornea

Ulkus Marginal

Perifer Ulkus Mooren

Ring ulcer
Ulkus kornea sentralis
Ulkus Kornea Bakterialis

2. Ulkus Stafilokokus
1.Ulkus Streptokokus . Awalnya: ulkus yang bewarna putih
.Tanda Khas: ulcus menjalar dari tepi ke
kekuningan disertai infiltrat berbatas tegas
tengah kornea (serpinginous).
tepat dibawah defek epitel.
.Berwarna kuning keabu-abuan bentuk
. Bila tidak diobati secara adekuat, terjadi
cakram dengan tepi menggaung.
abses kornea yang disertai edema stroma
.Cepat menjalar ke dalam dan
dan infiltrasi sel leukosit.
menyebabkan perforasi kornea, karena . Walaupun terdapat hipopion ulkus
eksotoksin dari Streptokokus pneumonia
seringkali indolen yaitu reaksi radangnya
minimal.
Ulkus kornea sentralis
Ulkus Kornea Bakterialis
4. Ulkus Pneumokokus :
3. Ulkus Pseudomonas . Ulkus kornea sentral yang dalam.
. Lesi dari sentral dapat ke samping dan . Tepi ulkus terlihat menyebar ke arah satu jurusan
dalam kornea. sehingga disebut Ulkus Serpen.
. Penyerbukan ke dalam mengakibatkan . Ulkus terlihat dengan infiltrasi sel yang penuh dan
berwarna kekuning-kuningan.
perforasi kornea dalam 48 jam. . Penyebaran ulkus sangat cepat dan sering terlihat
. Gambaran: ulkus berwarna abu-abu
ulkus yang menggaung dan di daerah ini terdapat
dengan kotoran yang dikeluarkan banyak kuman.
berwarna kehijauan. . Ulkus ini selalu di temukan hipopion yang tidak
. Dalam bilik mata depan dapat terlihat selamanya sebanding dengan beratnya ulkus yang
hipopion yang banyak. terlihat.
. Diagnosa lebih pasti bila ditemukan dakriosistitis.
Ulkus Kornea Fungi
Pada permukaan terlihat bercak putih dengan warna keabu-
abuan yang agak kering.
Tepi lesi berbatas tegas, irregular dan terlihat penyebaran
seperti bulu pada bagian epitel yang baik.
Terlihat suatu daerah tempat asal penyebaran di bagian
sentral sehingga terdapat satelit-satelit disekitarnya.
Pada infeksi kandida bentuk tukak lonjong dengan
permukaan naik.
Dapat terjadi neovaskularisasi akibat rangsangan radang.
Terdapat injeksi siliar disertai hipopion.
Ulkus Kornea Virus
1. Ulkus Kornea Herpes Zoster
. Biasanya diawali dengan
perasaan lesu, timbul 1-3 hari
sebelum timbul gejala kulit.
. Pada mata: vesikel dan edem 2. Ulkus Kornea Herpes simplex

palpebra, konjungtiva . Awalnya dimulai injeksi siliar disertai terdapatnya


dataran sel di permukaan epitel kornea bentuk dendrit
hiperemis, kornea keruh. atau bintang infiltrasi.

Terdapat hipertesi kornea


Infiltrat berbentuk dendrit
.
.
Terdapat pembesaran kelenjar preaurikel.
berwarna abu-abu kotor
.

. Bentuk dendrit kecil, ulceratif, jelas diwarnai dengan


dengan fluoresin yang lemah. fluoresin dengan benjolan diujungnya

. Kornea hipestesi tapi dengan


rasa sakit.
Ulkus Kornea Acanthamoeba
Awal: sakit yang tidak sebanding dengan temuan kliniknya,
kemerahan dan fotofobia.
Tanda khas: ulkus kornea indolen, cincin stroma, dan
infiltrat perineural.
Ulkus kornea perifer
Ulkus Marginal Ring Ulcer
Bentuk simpel: ulkus Terlihat injeksi perikorneal sekitar
superfisial yang berwarna limbus.
abu-abu terdapat pada Di kornea terdapat ulkus yang
infeksi stafilococcus, toksik Ulkus Mooren berbentuk melingkar dipinggir
atau alergi dan gangguan berjalan progresif dari perifer kornea ke sentral. kornea, di dalam limbus, bisa dangkal
sistemik pada influenza T.u pada usia lanjut. atau dalam, kadang-kadang perforasi.
disentri basilar gonokok Penyebabnya belum diketahui diduga hipersensitivitas
tuberculosis, virus, alergi, autoimun. Ulkus marginal yang banyak kadang-
arteritis nodosa, dan lain- Sering menyerang seluruh permukaan kornea dan kadang kadang dapat menjadi satu
lain. meninggalkan satu pulau yang sehat pada bagian yang sentral.
menyerupai ring ulcer.
Bentuk cincin atau multiple Tetapi pada ring ulcer yang
dan lateral pada leukemia sebetulnya tak ada hubungan dengan
akut, sistemik lupus konjungtivitis kataral.
eritromatosis dan lain-lain.
Perjalanan penyakitnya menahun.
DIAGNOSIS

Anamnesis Pemeriksaan Fisis Pemeriksaan penunjang


Mata merah Visus Tes fluoresense
Slit lamp KOH
Nyeri Kultur Sensitivitas Bakteri
Silau Histopatologi
Pewarnaan Gram
Sekret
Penglihatan kabur
Riw.trauma
Riw.pemakaian lensa kontak
GEJALA UMUM ULKUS KORNEA

Merah, bengkak, sakit, fotofobi,


visus
Berat peny tergantung pd jenis
kuman, kondisi host, lama peny
sebelum di R/
Hiperemi konjungtiva
Ulkus kornea dgn atau tanpa
hipopion
Penatalaksanaan

Spesifik Non farmako


Bakteri antibiotik Penggunaan kacamata
Jamur antijamur Istirahat, Diet bergizi
Virus antivirus
Non Spesifik Non spesifik

Sikloplegik
Anti inflamasi sistemik
Vitamin
KOMPLIKASI ULKUS KORNEA

1. Sembuh dgn sikatriks


tergantung berat ulkus: Glaukoma
ddescematocele
nebula, makula, leukoma sekunder
2. Iritis/iridosiklitis dgn
komplikasinya: Perforasi
sikatriks
- sinekia anterior kornea
- katarak komplikata
- sinekia posterior Iridosiklitik
- glaukoma sekunder toksik
3. Descematokel
4. Perforasi kornea
Prognosis
Tergantung pada tingkat keparahan dan cepat lambatnya mendapat
pertolongan
Jenis mikroorganisme penyebabnya
Ada tidaknya komplikasi yang timbul
Ketaatan penggunaan obat