Anda di halaman 1dari 46

ANGINA LUDWIG

(Case Report)

Oleh:
Farida Hakim L
Hanarisha Putri A
Idzni Mardhiyah
Septyne Rahayuni Putri

Preceptor:
Dr. Hadjiman Yotosudarmo, Sp.THT

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT THT


RUMAH SAKIT UMUM AHMAD YANI
UNIVERSITAS LAMPUNG
2017
PENDAHULUAN
Angina Ludwig ialah infeksi
ruang submandibular berupa
selulitis yang progresif dengan
tanda khas berupa
pembengkakan seluruh ruang
submandibula, tidak
membentuk abses dan tidak
ada limfadenopati.

Dapat berpotensi
menyebabkan
obstruksi jalan napas.
Penderita Kasus ini dominan Angka kematian
terbanyak berkisar terjadi pada laki- akibat angina
antara umur 20-60 laki (3:1 sampai Ludwig sebelum
tahun, walaupun 4:1). dikenalnya
pernah dilaporkan antibiotik mencapai
terjadi pada usia 12 angka 50% dari
hari 84 tahun. seluruh kasus yang
dilaporkan, sejalan
dengan
perkembangan
antibiotika,
perawatan bedah
yang baik, serta
tindakan yang
cepat dan tepat,
maka saat ini
angka kematiannya
hanya 8%.
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : Tn. K
Usia : 49 tahun
Alamat : Raman Utara
Agama : Islam
Jenis Kelamin: Laki-laki
Pekerjaan : PNS
Tanggal periksa: 30 Maret 2017
Anamnesis
Anamnesis : Autoanamnesis

Keluhan Utama : Bengkak di bawah


dagu
Keluhan Tambahan : Sulit
membuka mulut, nyeri dan sulit
menelan, banyak keluar air liur,
demam.
Riwayat Penyakit
Sekarang
Pasien datang ke Poliklinik THT RSUD A. Yani dengan keluhan
bengkak di bawah dagu sejak 2 minggu yang lalu. Bengkak dirasa
memberat 1 minggu terakhir dan terasa nyeri. Keluhan terus
menerus dirasakan dan tidak dipengaruhi oleh aktivitas

Pasien juga mengeluh sulit membuka mulut sehingga pasien


sulit berbicara dan sulit dan nyeri saat menelan. Pasien banyak
mengeluarkan air liur yang berwarna putih kekuningan, kental,
dan terkadang terdapat bercak darah.

Lima hari sebelum datang ke Poli THT pasien mengatakan


bahwa dirinya demam.

Sekitar 6 bulan sebelum keluhan mulai dirasakan, pasien


mengatakan bahwa dirinya pernah sakit gigi pada gigi geraham
kanan bawah dan sudah ditangani di dokter umum setempat.
Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien belum pernah mengalami sakit
seperti ini sebelumnya.
Riwayat sakit gigi (+)
Riwayat trauma leher disangkal.
Riwayat operasi atau tindakan medis
seperti tonsilektomi atau endoskopi
disangkal.
Riwayat hipertensi (+) tidak terkontrol
Riwayat diabetes mellitus disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak terdapat anggota keluarga pasien
yang memiliki keluhan serupa. Riwayat
kelainan bawaan lahir dan penyakit
keganasan pada keluarga disangkal.

Riwayat Alergi
Riwayat alergi disangkal.

Riwayat Pribadi
Riwayat merokok disangkal.
Pemeriksaan Fisik
STATUS GENERALIS
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Compos mentis
GCS : E4M6V5
Tanda vital :
Tekanan darah : 130/80 mmHg
Nadi : 95 x/ menit
Napas : 24 x/ menit
Suhu : 36,5oC
KEPALA
Bentuk : normocephal
Rambut : alopecia (-), mudah rontok (-)
Muka : edema (-), flushing (-), deformitas (-)
Mata : edema palpebra (-/-), konjungtiva
anemis (-/-), eksofthalmus (-/-), discharge (-/-)
Hidung : deviasi septum nasi (-), massa (-)
Mulut : trismus (+), mukosa buccal hiperemis
(+), atrofi papil lidah (-), pembesaran tonsil (-)
Telinga : nyeri tekan (-/-), hiperemis (-/-),
discharge (-/-)
LEHER
JVP : tidak meningkat
Pembesaran tiroid : (-)
Pembesaran KGB : (-)
Trachea : deviasi (-)

THORAKS
Inspeksi
Bentuk thoraks : normochest, simetris (+)
Retraksi : (-)
Jantung
Inspeksi : ictus cordis terlihat (-)
Palpasi : ictus cordis teraba (+) kuat angkat,
volume cukup
Perkusi : batas jantung tidak melebar
Auskultasi : murmur (-), gallops (-), SI-SII reguler

Paru-paru
Inspeksi : pergerakan napas simetris
Palpasi : ekspansi simetris, nyeri tekan (-/-)
Perkusi : sonor (+/+)
Auskultasi : vesikuler (+/+), ronki (-/-), wheezing
(-/-)
ABDOMEN
Inspeksi : datar, lesi (-)
Auskultasi : bising usus (+) normal
Perkusi : timpani (+), batas hepar dan lien
tidak melebar
Palpasi : nyeri tekan (-)

EKSTREMITAS
Superior : lengkap, tanpa cacat, edema (-/-),
sianosis (-/-), CRT < 2 detik
Inferior : lengkap, tanpa cacat, edema (-/-),
sianosis (-/-), CRT < 2 detik
Status Lokalis: Telinga
Auris
Bagian Kelainan
Dextra Sinistra
Kelainan kongenital - -

Preaurikula Radang dan tumor - -


Trauma - -

Kelainan kongenital - -

Aurikula Radang dan tumor - -


Trauma - -

Edema - -
Hiperemis - -
Nyeri tekan - -
Retroaurikula Sikatriks - -
Fistula - -
Fluktuasi - -
Status Lokalis: Telinga
Auris
Bagian Kelainan
Dextra Sinistra
Nyeri pergerakan - -

Palpasi aurikula - -
Nyeri tekan tragus

Kelainan kongenital - -
Kulit Tenang Tenang
Sekret - -
Serumen - -
Canalis Acustikus Edema - -
Externa Jaringan granulasi - -
Massa - -
Cholesteatoma - -
Status Lokalis: Telinga
Auris
Bagian Kelainan
Dextra Sinistra
Warna putih keabu- abuan putih keabu- abuan
Intak (+) (+)
Retraksi (+) (+)
Refleks cahaya (-) (-)
Perforasi (-) (-)
Membrana Timpani
Status Lokalis: Hidung
Rhinoskopi Cavum nasi kanan Cavum nasi kiri
anterior
Mukosa hidung Hiperemis (-), sekret (-), Hiperemis (-), sekret (-), massa
massa (-) (-)
Septum nasi Deviasi (-), dislokasi (-), Deviasi (-), dislokasi (-), laserasi
laserasi (-) (-).
Konka inferior Edema (-), hiperemis (-) Edema (-), hiperemis (-)
dan media
Meatus inferior Polip (-) Polip (-)
dan media
Status Lokalis: Mulut dan
Orofaring
Bagian Kelainan Keterangan
Mukosa mulut Hiperemis
Lidah Hiperemis, basah, gerakan terbatas
Dasar lidah Hiperemis, edema, eksudat (+)
Palatum molle Tenang, simetris
Mulut
Gigi geligi Caries (+) molar
Uvula Simetris
Halitosis (-)
Status Lokalis: Mulut dan
Orofaring
Bagian Kelainan Keterangan
Mukosa
Besar Sulit dinilai
Kripta :
Tonsil
Detritus :
Perlengketan

Mukosa
Granula Sulit dinilai
Post nasal drip
Faring
Darah
Status Lokalis: Leher
Inspeksi : tampak pembengkakan di
daerah submandibula, hiperemis
Palpasi : teraba pembengkakan di
daerah submandibula, keras,
fluktuasi (-)
Pemeriksaan Penunjang
Leukosit 19,2 ribu/L

Eritrosit 4,55 juta/L

Hemoglobin 11,9 g/dL

Hematokrit 36%

Trombosit 374 ribu/L

Ureum 69 mg/dL

Kreatinin 1,25 mg/dL


Diagnosis Banding
Angina Ludwig
Abses Submandibula
Abses Parafaring

Diagnosis Kerja
Angina Ludwig

Pentalaksanaan
Clindamycin cap 3 x 300 mg pc
Natrium diclofenac tab 3 x 50 mg pc
Dexamethasone tab 3 x 0,5 mg pc
Ranitidin tab 2 x 150 mg

Prognosis
Quo Ad Vitam : dubia ad bonam
Quo Ad Functionam : dubia ad bonam
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi

Infeksi
selulitis
ruang
atau progresif.
submandibu
flegmon
lar

Karakter spesifik yang membedakan angina


Ludwig dari infeksi oral lainnya ialah infeksi ini
harus melibatkan dasar mulut serta kedua
ruang submandibularis (sublingualis dan
submaksilaris) pada kedua sisi (bilateral)
Epidemiologi

Diabetes Anemia
Neutropenia
mellitus aplastik

Glomerulonefri Umunya,
tis, lupus pasien berusia
Laki-laki
eritematosus antara 20-60
sistemik. tahun
Etiologi

Infeksi dental primer


Odontoge Post ekstraksi gigi
nik Hygine kurang
Patogenesis
Manifestasi klinis

Intra oral : nyeri Tanda-tanda


dan peninggian penting seperti
lidah; nyeri Ekstra oral : Trismus dapat pasien tidak
menelan pembengkakan, terjadi dan mampu
(disfagia); perabaan yang menunjukkan menelan air
hipersalivasi keras seperti adanya iritasi liurnya sendiri,
(drooling); papan (board- pada m. dispneu,
kesulitan dalam like) masticator. takipneu,
artikulasi bicara stridor inspirasi
(disarthria).3 dan sianosis
Penegakkan Diagnosis

Anamnesis Pemeriksaan Pemeriksaan


Fisik Penunjang

Bengkak di KU: malaise, Laboratorium


bawah dagu sianosis (darah rutin,
Dagu terasa TTV: demam, kultur bakteri)
nyeri saat takikardi Imaging (Ro,
menggerakkan Area USG, CT Scan,
lidah submandibula MRI)
Kesulitan bengkak,
membuka hiperemis dan
mulut, keras pada
berbicara, perabaan
menelan, Dasar mulut
bernafas membengkak
Disfagia,
odinofagia
Keluar air liur
terus menerus
Stridor
r/ infeksi pada
gigi
Untuk dapat menegakkan diagnosis Angina Ludwig ada empat kriteria
yang dikemukakan oleh Grodinsky yaitu :

Terjadi secara bilateral pada lebih dari satu rongga

Menghasilkan infiltrasi yang gangren-serosanguineous dengan


atau tanpa pus

Mencakup fasia jaringan ikat dan otot namun tidak melibatkan


kelenjar

Penyebaran secara perkontinuitatum dan bukan secara limfatik


Diagnosis Banding

karsinom
a lingual

hematom
abses a
peritonsil sublingua
Angin l

a
Ludwi
g abses
glandula
selulitis
salivatori
us

limfadeni
tis
Penatalaksanaan

Patensi jalan nafas

Terapi antibiotik secara


progesif

Dekompresi ruang
submandibular,
sublingual, dan submental
Komplikasi
Penyebaran infeksi
(leher,
Obstruksi saluran retropharyngeal
pernafasan space,
mediastinum,
ruang subphrenik)

Trombosis sinus
Aspirasi sekret
kavernosus

Komplikasi lebih lanjut yang telah dilaporkan meliputi sepsis,


mediastinitis, efusi perikardial/pleura, empiema, infeksi dari carotid
sheath yang mengakibatkan ruptur a. carotis, dan thrombophlebitis
supuratif dari v. jugularis interna
Prognosis
Prognosis angina Ludwig tergantung pada kecepatan
proteksi jalan napas untuk mencegah asfiksia, eradikasi
infeksi dengan antibiotik, serta pengurangan radang.
Angina Ludwig dapat berakibat fatal karena
membahayakan jiwa. Kematian pada era preantibiotik
adalah sekitar 50%.
Dengan diagnosis dini, perlindungan jalan nafas yang
segera ditangani, pemberian antibiotik intravena yang
adekuat serta penanganan dalam ICU, penyakit ini
dapat sembuh tanpa mengakibatkan komplikasi. Angka
mortalitas dapat menurun hingga kurang dari 5%
ANALISIS KASUS
Pembengkakan dibawah dagu
Nyeri menelan & sukar membuka
Anamnesis mulut
Liur putih kekuningan
Demam
Riwayat karies gigi

Pembengkakan submandibula,
Pemerikaa hiperemis, teraba keras dan tidak
berfluktuasi

n fisik Lidah serta dasar mulut hiperemis


Karies gigi (+)

Pemeriksa Leukositosis

an
Penunjang
LUDWIGS
ANGINA

INFEKSI
GIGI
Nekrosis jaringan
infeksigigi
pulpa periapikal

penjalaran tulang
secara spongiosa
jaringan lunak
perkontinuitat sampai tulang
um cortical
Menghasilkan
infiltrasi yang
Terjadi secara
gangren-
bilateral pada
serosanguine
lebih dari satu
ous dengan
rongga.
atau tanpa
pus.

Mencakup
Penyebaran
fasia jaringan
perkontinuitat
ikat dan otot
um dan bukan
namun tidak
secara
melibatkan
limfatik
kelenjar.
MANAGEMEN
T ALGORITHM