Anda di halaman 1dari 36

Laporan Kasus

Paronikia
Pembimbing
dr. Irwan Fahri Rangkuti, Sp.KK

Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin


Rumah Sakit Umum dr.pirngadi Medan
PENDAHULUAN
Paronikia adalah salah satu penyakit yang
sering menyerang tangan. Paronikia merupakan
penyakit infeksi superfisial terlokalisir atau
abses pada perionikium (lipat kuku) tangan,
jarang pada kaki. Paronikia terjadi jika adanya
kerusakan pada daerah kulit lipat kuku yang
berbatasan dengan lempeng kuku sehingga
kuman dapat masuk.
Anatomi Kuku
Definisi
Inflamasi mengenai lipatan kulit disekitar
kuku yang biasanya disebabkan oleh jamur
dan bakteri. Jamur yang tersering adalah
Candida albicans, sedangkan pada bakteri
adalah Staphylococcus atau Pseudomonas
aeruginosa
Klasifikasi
Akut Kronik

- Trauma - Trauma, iritasi,


- Infeksi bakteri : alergen
Staphylococcus - Infeksi jamur :
aureus Candida albicans
Streptococcus
pyogenes
Pseudomonas
pyocyanea
Proteus vulgaris
Faktor predisposisi
Kebiasaan
Gigit kuku
Hisap jari
Trauma jari berulang
Eksposure terhadap iritan kimia
Kuku yang dikuteks atau dikikir
Tangan sering terkena air
Patogenesis

Kutikula
Etiologi Inflama
terpisah
+ faktor Infeksi si
dari
predispo patogen paroniki
lempen
sisi a
g kuku
Gejala Klinis
Edema
Eritema
Nyeri
Pus
Paronikia
Penebalan kuku akut
Perubahan warna
kuku

Paronikia
kronik
Diagnosis
Pemeriksaan
Anamnesis Lain
Fisik
Keluhan Pemeriksaan Pewarnaan
Durasi kuku : atau kultur
Etiologi dan kutikula KOH smear
fakor Tes tekan jari Tzank smear
Predisposisi Penebalan
Riwayat dan
infeksi kuku perubahan
sebelumnya warna kuku
Riwayat
pengobatan
Diagnosis Banding
Onikomikosis
Psoriasis kuku
Tinea pedis
Penatalaksanaan
Nonmedikamentosa
Memperbaiki faktor predisposisi. Mencegah
adanya trauma dan menjaga agar kulit tangan
dan kaki tetap kering.pada paronikia yang
disebabkan oleh kandida, sumber-sumber
kandida yang lain, seperti pada rongga mulut,
vagina, dan rektum harus diobati. Pada anak-
anak, kebiasaan menghisap jari harus dicegah
karena air ludah lebih mengiritasi dari pada
air biasa.
Medikamentosa

Topikal diberikan antiseptik, seperti povidon


yodium atau klorheksidin. Sistemik
diberikan antibiotik sesuai dengan kuman
penyebab atau flukloksasilin 4x500 mg/hari.
Paronikia akut yang disertai supurasi harus
diinsisi.
Pencegahan
Tidak membuang kutikula kuku
Mengontrol kondisi sistemik tubuh.
Menghindari kebiasaan menghisap dan
menggigit kuku
Menjaga tetap bersih dan kering
Menjaga kelembapan
Menggunakan sarung tangan karet pada saat
mencuci
Menggunakan pelindung pada tangan pada
pekerja kasar
Laporan Kasus
Resume
Telah datang seorang perempuan usia 37 tahun ke poli klinik

RSUD Dr. Pirngadi Medan pada tanggal 28 November 2016


dengan keluhan bengkak bersisik dan gatal pada jempol kaki
sebelah kanan dan kiri dialami kurang lebih 4 bulan ini.
Awalnya os mengaku mengalami bintil-bintil kecil berisi
cairan berwarna jernih disertai rasa gatal. Karena gatal, os
terus menerus menggaruknya sehingga terjadi luka. Gatal
memberat jika terkena air dan deterjen. Os
menyangkal adanya riwayat penyakit keluarga yang sama.
Os mengaku ada alergi terhadap obat cotrimoxazole.
Pada pemeriksaan dermatologi dijumpai ruam berupa

plaque eritematosa, skuama, krusta dan oedema pada


regio dorsalis digitorum pedis dextra et sinistra. Tidak
dilakukan pemeriksaan laboratorium pada os.
Berdasarkan anamnesa dan status dermatologi maka

diagnosa banding pada pasien adalah paronikia,


onikomikosis, psoariasis kuku, dermatitis kontak dan
tinea pedis. Diagnosa sementara pada pasien ini
adalah paronikia dan dianjurkan untuk pemeriksaan
KOH untuk mengetahui kuman penyebab.
Penatalaksanaan secara umum menyarankan
kepada pasien menghindari faktor pencetus:
berupa deterjen. Pasien juga disarankan untuk
menggaruk bagian yang gatal. Untuk
penatalaksaan secara khusus pada pasien ini
adalah kompres NaCL, Cetirizine 1x1,
Amoksisilin dan Kortikosteroid cream.
DISKUSI
KASUS TEORI
DEFENISI
Paronikia adalah reaksi
Pada pasien ditemukan inflamasi mengenai lipatan
kelainan kulit berupa kuku disekitar kulit.
bengkak bersisik dan Paronikia ditandai dengan
gatal pada jempol kaki pembengkakan jaringan
sebelah kanan dan kiri yang nyeri dan dapat
dialami kurang lebih 4 mengeluarkan pus.
bulan ini.
KASUS TEORI
Pekerjaan pasien adalah
ibu rumah tangga dan ETIOLOGI
kebiasaan mencuci Salah satu etiologi
pakaian sendiri. Gatal eritroderma maserasi pada
memberat jika terkena tempat yang sering terkena
air dan deterjen. Os air. Celah yang lembab itu
menyangkal adanya kemudian terkominasi oleh
riwayat penyakit coccus piogenik atau
keluarga yang sama. jamur.
KASUS TEORI
Gambaran klinis:
Edema
Gambaran klinisnya Eritema
berupa: Nyeri
Plaque eritematosa, Pus
Skuama, Penebalan kuku
Krusta dan Perubahan warna kuku
Oedema.
KASUS TEORI
Berdasarkan anamnesa dan status
dermatologi maka diagnosis
banding pada pasien ini adalah
Paronikia,

Onikomikosis, Paronikia adalah reaksi


inflamasi yang mengenai
Psoariasis kuku, lipatan kulit disekitar kuku.

Dermatitis kontak
Gambar 1. Paronikia kronis
Tinea pedis dengan dermatitis pada
tangan.
KASUS TEORI
Berdasarkan anamnesa dan status
dermatologi maka diagnosis
banding pada pasien ini adalah
Paronikia, Onikomikosis yaitu infeksi
Onikomikosis,
jamur pada lempeng kuku, yang
dapat disebabkan oleh
Psoariasis kuku, dermatofita, candida dan jamur
lain.
Dermatitis kontak
Gambar 2. Onikomikosis
Tinea pedis
KASUS TEORI
Berdasarkan anamnesa dan status
dermatologi maka diagnosis
banding pada pasien ini adalah
Paronikia,
Psoriasis kuku adalah
Onikomikosis, kelainan kuku pada
penderita psoriasis berupa
Psoariasis kuku, pits, Beaus lines, onikolisis
atau oilspot.
Dermatitis kontak
Gambar 3. Psoariasis Kuku
Tinea pedis
KASUS TEORI
Berdasarkan anamnesa dan status
dermatologi maka diagnosis
banding pada pasien ini adalah
Paronikia,

Onikomikosis, Dermatitis kontak adalah


dermatitis yang disebabkan
Psoariasis kuku, oleh bahan (substansi) yang
menempel pada kulit.
Dermatitis kontak
Gambar 4. Paronikia kronis
Tinea pedis dengan dermatitis kontak.
KASUS TEORI
Berdasarkan anamnesa dan status
dermatologi maka diagnosis
banding pada pasien ini adalah
Paronikia,

Onikomikosis, Tinea pedis adalah suatu


dermatofitosis pada kaki,
Psoariasis kuku, terutama sela-sela jari dan
telapak kaki.
Dermatitis kontak
Gambar 5. Tinea pedis
Tinea pedis
KASUS
Pada pasien ditemukan : TEORI
Pemeriksaan kulit :
Lokalisasi : regio
dorsalis digitorum pedis Lokalisasi : Biasanya
dextra et sinistra. mengenai satu sampai tiga jari
terutama jari telenjuk dan jari
tengah.
Efloresensi : plaque
eritematosa, skuama, Efloresensi : Eritema dan
krusta dan oedema. edema pada jaringan periungual.
Penatalaksanaan

Penatalaksanaan secara
TEORI KASUS
umum menyarankan kepada
pasien menghindari faktor
Penatalaksanaan
pencetus: berupa air dan
Nonmedikamentosa
deterjen. Pasien juga Cegah adanya trauma dan
disarankan untuk tidak jaga agar kulit yang dikenai
tetap kering.
menggaruk bagian yang
gatal.
Kompres NaCL 0,9% pada luka
dapat menurunkan gejala
edema karena cairan normal
KASUS TEORI
salin dapat menarik cairan dari
luka melalui proses osmosis.
Selain itu NaCL 0,9% memiliki
respon anti inflamasi sehingga
Medikamentosa : dapat menurunkan gejala nyeri
kompres NaCL dan eritema yang timbul pada
Cetirizine 1x1 luka, serta meningkatkan aliran
Amoksisilin darah kedaerah luka, sehingga
Kortikosteroid cream mempercepat proses
penyembuhan luka.
Medikamentosa
Pemberian cetirizine 1x1
KASUS TEORI
diindikasi untuk mengatasi gatal
yang dikeluhkan pasien. Hal ini
Medikamentosa :
sesuai dengan kepustakaan dimana
kompres NaCL
cetirizine merupakan salah satu
Cetirizine 1x1
Amoksisilin jenis obat antihistamin yang

Kortikosteroid cream berguna untuk mengurangi reaksi


alergi.
Medikamentosa
Pemberian antibiotik
KASUS TEORI
amoksisilin diindikasikan
Medikamentosa : untuk mengatasi bakteri
kompres NaCL penyebab. Hal ini sesuai
Cetirizine 1x1 dengan kepustakaan yang
Amoksisilin mengatakan bahwa paronikia
Kortikosteroid cream dapat disebabkan oleh
bakteri maupun jamur.
KASUS TEORI

Medikamentosa
Medikamentosa :
Pemberian kortikosteroid
kompres NaCL
Cetirizine 1x1 topical diindikasikan untuk

Amoksisilin menekan inflamasi/


Kortikosteroid cream peradangan dengan cara
menghambat fosfolipase A
dan menekan IL-1a.
PROGNOSA
Hal ini sesuai dengan
KASUS kepustakaanTEORI
yang menyebutkan
dalam kasus ringan sampai
sedang, Sembilan minggu
pengobatan biasanya efektif.
PROGNOSA
Paronikia kronis berespon
Quo ad vitam : bonam perlahan terhadap pengobatan.
Quo ad functionam: bonam Resolusi biasanya memakan
Quo ad sanationam: dubia waktu beberapa minggu atau
ad bonam bulan.
KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa penyakit paronikia
adalah reaksi inflamasi mengenai lipatan kulit disekitar kuku ditandai
dengan adanya pembengkakan jaringan yang nyeri dan dapat mengeluarkan
pus. Namun pada pasien ini tidak ditemukan pus, yang disebabkan oleh
coccus piogenik dan jamur. Kelainan kulit pada paronikia ditemukan eritema
dan edema pada jaringan periungual. Biasanya mengenai satu sampai tiga
jari terutama jari telenjuk dan jari tengah. Ada dua tipe pengobatan pada
penderita paronikia. Pengobatan secara umum yaitu hindari faktor pencetus
dan pengobatan secara khusus berupa pengobatan sistemik dan pengobatan
topikal.
Daftar Pustaka
Soeparman L. Kelainan kuku. Dalam: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S, editor.

Ilmu penyakit kulit dann kelamin. Edisi ke-5. Jakarta: Penerbit fakultas
kedokteran Indonesia. 2007.hal 312-313
Wolff K, Johnson RA. Fritzpatricks color atlas and synopsis of clinical

dermatology. 6th ed. New York: McGraw-Hill Inc;2009.Chapter 33. Disorder of


the nail; p 1003.
Siregar RS. Atlas berwarna saripati penyakit kulit. Edisi ke-2. Jakarta:Penerbit

Buku Kedokteran EGC. Bab 2. Penyakit jamur. Hal 32.


Rockwell P. Acute and chronic paronychia. Am Fam Physician.2001;63:11136.

http://www.aafp.org/afp/2001/0315/p1113.html. Accesed on November 29, 2016


TERIMA KASIH