Anda di halaman 1dari 19

Metode Penelitian

Pendidikan
Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan R&D

Bagian I: Metode
Penelitian
Kuantitatif dan Oleh
Kualitatif
Rusn
a wati
Rusla
titatif dan Kualitatif
ode Penelitian Kuan
Bagian II: Met
Bab I
Perspektif Metode Penelitian
Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, R&D)
A. Pengertian Metode Penelitian
Metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk
mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan,
dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada
gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan
mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan (Prof. Dr. Sugiyono, hal 6).
Akademis
Bidang Profesional
Institusional
e n i s a n
j l i t i Tujuan
Murni
en i s e n e Terapan
B . J d e P
e t o m um Survey
M r a U Expostfacto
e c a
S Eksperimen
Jenis Naturalistik
jenis Metod Policy
Peneliti e Research
Action
an Research
Evaluasi
Sejarah
R&D
Tingkat Deskriptif
Eksplana Komparati
si f
Asosiatif
Cross
Waktu Sectional
Longitudinal
Macam macam metode penelitian berdasarkan
tujuan dan tingkat kealamiahan tempat penelitian

Macam
Metode
Penelitian

Berdasarkan Berdasarkan tingkat


tujuan kealamiahan tempat
penelitian penelitian

Peneliti Penelitia
eneliti Penelitian Penelitian Peneliti
an n
an Pengembangan Eksperime an
Terapa Naturalis
Dasar (R & D) n Survey
n tik
C. Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Metode penelitian kualitatif
Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang
dapat diartikan sebagai metode berlandaskan pada filsafat
penelitian yang berlandaskan postpositivisme, digunakan untuk
pada filsafat positivisme, meneliti pada kondisi obyek yan
digunakan untuk meneliti pada alamiah, (sebagai lawannya
populasi atau sampel tertentu, adalah eksperimen) dimana
teknik pengambilan sampel peneliti adalah sebagai instrumen
pada umumnya dilakukan secara kunci, pengambilan sampel
random, pengumpulan data sumber data dilakukan secara
menggunakan instrumen purposive dan snoebaal, teknik
penelitian, analisis data bersifat pengumpulan dengan trianggulasi
kuantitatif/statistik dengan (gabungan), analisis data bersifat
tujuan untuk menguji hipotesis induktif/kualitatif, dan hasil
yang telah ditetapkan. penelitian lebih menekankan
makna dari pada generalisasi.
D. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Perbedaan
Aksioma dasar
tentang sifat
realitas

Perbedaan metode
kuantitatif dan
kualitatif

Perbedaan dalam
Perbedaan dalam karakteristik
Proses penelitian penelitian
1. Perbedaan Aksioma
Aksioma Dasar Metode Metode Kualitatif
Kuantitatif
Sifat realitas Dapat Ganda, holistik, dinamis,
diklasifikasikan, hasil konstruksi dan
konkrit, teramati, pemahaman
terukur
Hubungan Independen, supaya Interaktif dengan sumber
peneliti dengan terbangun data supaya memperoleh
X Y Y
yang diteliti obyektivitas makna X
Hubungan Sebab akibat Timbal balik/interaktif/
Z
variabel (kausal)

Kemungkinan Cenderung Transferability (hanya


generalisasi membuat mungkin dalam ikatan
2. Proses Penelitian

a. Proses penelitian Kuantitatif


Penelitian kuantitatif bertolak dari studi pendahuluan dari obyek
yang diteliti (preliminary study) untuk mendapatkan yang betul
betul masalah. Proses penelitian kuantitatif bersifat linier, di mana
langkah langkahnya jelas, mulai dari rumusan masalah, berteori,
berhipotesis, mengumpulkan data, analisis data dan membuat
b. Proses penelitian
kesimpulan Kualitatif
dan saran.
Proses penelitian kualitatif mempunyai tahap tahap sebagai
berikut:
1. Tahap Deskriptif (memasuki situasi sosial: ada tempat, aktor,
aktivitas)
2. Tahap Reduksi (menentukan fokus: memilih diantara yang telah
dideskripsikan)
3. Tahap Selektsi (mengurai fokus: menjadi komponen yang lebih
rinci)
3. Karakteristik Penelitian
No Metode Kuantitatif Metode Kualitatif
.
1. A.Desain A.Desain
-. Spesifik, jelas, rinci -. Umum
-. Ditentukan secara mantap sejak -. Fleksibel
awal -. Berkembang, dan muncul dalam proses
-. Menjadi pegangan langkah demi penelitian
langkah
2. B. Tujuan B. Tujuan
- Menunjukkan hubungan antar - Menemukan pola hubungan yang bersifat
variabel interaktif
- Menguji teori - Menemukan teori
- Mencari generalisasi yang - Menggambarkan realitas yang kompleks
mempunyai nilai prediktif - Memperoleh pemahaman makna
3. C. Teknik Pengumpulan Data C. Teknik Pengumpulan Data
- Kuesioner - Participant observation
- Observasi dan wawancara - In depht interview
terstruktur - Dokumentasi
- tringulasi
4. D. Instrumen Penelitian D. Instrumen Penelitian
5. E. Data E. Data
- Kuantitatif - Deskriptif kualitatif
- Hasil pengukuran variabel yang - Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan
dioperasionalkan dengan dan tindakan responden, dokumen dll
menggunakan instrumen
6. F. Sampel F. Sampel
- Besar - Kecil
- Representatif - Tidak representatif
- Sedapat mungkin random - Purpositive, snowball
- Ditentukan sejak awal - Berkembang selama proses penelitian
7. G. Analisis G. Analisis
- Setelah selesai pengumpulan data - Terus menerus sejak awal sampai akhir
- Deduktif penelitian
- Menggunakan statistik untuk - Induktif
menguji hipotesis - Mencari pola, model, thema, teori
8. H. Hubungan dengan Responden H. Hubungan dengan Responden
- Dibuat berjarak, bahkan sering - empati, akrap supaya memperoleh
tanpa kontak supaya obyektif pemahaman yang mendalam
- Kedudukan peneliti lebih tinggi dari - Kedudukan sama bahkan sebagai guru,
responden konsultan
- Jangka pendek sampai hipotesis - Jangka lama, sampai datanya jenuh,dapat
dapat dibuktikan ditemukan hipotesis atau teori
9. I.Usulan Desain I.Usulan Desain
-. Luas dan rinci -. singkat, umum bersifat sementara
-. Literatur yang berhubungan dengan -. Literatur yang digunakan bersifat
masalah, dan variabel yang diteliti sementara, tidak menjadi pegangan utama
-. Prosedur yang spesifik dan rinci -. Prosedur bersifat umum, seperti akan
langkah langkahnya merencanakan tour/piknik
-. Masalah dirumuskan dengan spesifik -. Masalah bersifat sementara dan akan
dan jelas ditemukan setelah studi pendahuluan
-. Hipotesis dirumuskan dengan jelas -. Tidak dirumuskan hipotesis, karena justru
-. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum akan menemukan hipotesis
terjun ke lapangan -. Fokus penelitian ditetapkan setelah
diperoleh data awal dari lapangan
10. J. Kapan penelitian dianggap J. Kapan penelitian dianggap selesai?
selesai? Setelah tidak ada data yang dianggap
Setelah semua kegiatan yang baru/jenuh
direncanakan dapat diselesaikan
11. K. Kepercayaan terhadap hasil K. Kepercayaan terhadap hasil
penelitian penelitian
Pengujian validitas dan reliabilitas Pengujian kredibilitas, depnabilitas, proses
instrumen dan hasil penelitian
E. Kapan Metode Kuantitatif dan Kualitatif digunakan

a. Metode Kuantitatif digunakan:


1. Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas.

2. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi.

3. Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain.

4. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian.

5. Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang
empiris dan dapat diukur.

6. Bila ingin menguji terhadap adanya keragu raguan tentang validitas


pengetahuan, teori dan produk tertentu.
b. Metode Kualitatif digunakan:
1. Bila masalah peneliti belum jelas, masih remang remang atau
mungkin malah masih gelap.

2. Untuk memahami makna di balik data yang tampak.

3. Untuk memahami interaksi sosial.

4. Memahami perasaan orang lain.

5. Untuk mengembangkan teori.

6. Untuk memastikan kebenaran data.

7. Meneliti sejaran perkembangan.


F. Jangka Waktu Penelitian Kualitatif
Pada umumnya jangka waktu penelitian kualitatif cukup
lama, karena tujuan penelitian kualitatif adalah bersifat
penemuan. Bukan sekedar pembuktian hipotesis seperti
dalam penelitian kuantitatif. Namun demikian kemungkinan
jangka penelitian berlangsung dalam waktu yang pendek,
bila telah ditemukan sesuatu dan datanya sudah jenuh.
Dalam hal ini Susan Stainback menyatakan bahwa
tidak ada cara yang mudah untuk menentukan berapa
lama penelitian kualitatif dilaksanakan. Pada umumnya
penelitian dilaksanakan dalam tahunan. Tetapi lamanya
penelitian akan bergantung pada keberadaan sumer data,
interes, dan tujuan penelitian. Selain itu juga akan
tergantung cakupan penelitian, dan bagaimana peneliti
mengatur waktu yang digunakan dalam setiap dari atau
tiap minggu.
G. Apakah Metode Kuantitatif dan Kualitatif dapat digabungkan

Dalam hal ini Thomas D Cook and Charles


Reichardt, (1978) menyatakan: Kesimpulannya,
metode kualitatif dan kuantitatif tidak akan pernah
dipakai bersama sama, karena ke dua metode
tersebut memiliki paradigma yang berbeda dan
perbedaannya bersifat mutually exclusive,
sehingga dalam penelitian hanya dapat memilih
salah satu metode.
Menurut penulis, ke dua metode tersebut dapat
digunakan bersama sama atau digabungkan, tetapi
dengan catatan sebagai berikut.
1. Dapat digunakan bersama untuk meneliti pada obyek
yang sama, tetapi tujuan yang berbeda.
2. Digunakan secara bergantian.
3. Metode penelitian tidak dapat digabungkan karena
paradigmanya berbeda. Tetapi dalam penelitian
kuantitatif dapat menggabungkan penggunaan teknik
penumpulan data (bukan metodenya), sepertinya
penggunaan trianggulasi dalam penelitian kualitatif.
4. Dapat menggunakan metode tresebut secara
bersamaan, asal kedua metode tersebut telah
difahami dengan jelas, dan seseorang telah
berpengalaman luas dalam melakukan penelitian.
1. Kompetensi Peneliti kuantitatif
a. H. Kompetensi
Memiliki wawasan yang luas Peneliti
dan mendalamKuantitatif dan Kualitatif
tentang bidang pendidikan yang akan diteliti;
b. Mampu melakukan analisis masalah secara akurat, sehingga dapat ditemukan maslah
penelitian pendidikan yang betul betul masalah;
c. Mampu menggunakan teori pendidikan yang tepat sehingga dapat digunakan untuk
memperjelas masalah yang diteliti, dan merumuskan hipotesis penelitian;
d. Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif, seperti metode survey, action
research, expost facto, evaluasi dan R&D;
e. Memahami teknik teknik sampling, seperti probability sampling dan nonprobability
sampling, dan mampu menghitung dan memilih jumlah sampel yang representastif
dengan sampling error tertentu;
f. Mampu menyusun instrumen baik test maupun nontest untuk mengukur berbagai variabel
yang diteliti, mampu menguji validitas dan reabilitas instrumen;
g. Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner, maupun dengan wawancara observasi,
dan dokumentasi;
h. Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim, maka harus mampu mengorganisasikan tim
peneliti dengan baik;
i. Mampu menyajikan data, menganalisis data secara kantitatif untuk menjawab rumusan
masalah dan menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan;
j. Mampu memberikan interpretasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengujian
hipotesis;
k. Mampu membuat laporan secara sistematis, dan menyampaikan hasil penelitian ke pihak
pihak yang terkait;
l. Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam
2. Kompetensi Peneliti kualitatif
a. Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang
akan diteliti;
b. Mampu menciptakan rapport kepada setiap orang yang ada pada situasi sosial
yang akan diteliti. Menciptakan rapport berarti mampu membangun hubungan
yang akrap dengan setiap orang yang ada pada konteks sosial;
c. Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada obyek penelitian
(situasi sosial);
d. Mampu menggali sumber data dengan observasi partisipan, dan wawancara
mendalam secara trianggulasi, seta sumber sumber lain,
e. Mampu menganalisis data kualitatif secara induktif berkesinambungan mulai dari
analisis deskriptif, domain, komponensial, dan tema kultural/budaya;
f. Mampu menguji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, an transferabilitas
hasil penelitian;
g. Mampu menghasilkan temuan pengetahuan, mengkonstruksi fenomena,
hipotesis atau ilmu baru;
h. Mampu membuat laporan secara sistematis, jelas, lengkap dan rinci;
i. Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat
ke dalam jurnal ilmiah;
j. Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas.
I. Ruang Lingkup Penelitian Pendidikan
Lingkup Penelitian
Pendidikan

Lingkup Penelitian Pada Lingkup Penelitian Pada Lingkup Penelitian


Tingkat Kebijakan Tingkat Manajerial Pada Tingkat
Pendidikan ( Manajemen) Operasional
1. Perumusan kebijakan tentang
pendidikan yang dilakukan oleh 1. Perencanaan pendidikan pd tingkat 1. Aspirasi masyarakat dlm memilih
MPR nasional, propinsi/kabupaten/kota pendidikan
2. Kebijakan Presiden dan DPR dan lembaga 2. Pemasaran lembaga pendidikan
tentang pendidikan 2. Organisasi Diknas, Dinas 3. Sistem seleksi murid baru
propinsi/kabupaten/kota dan institusi 4. Kurikulum, silabe
3. Kebijakan Mendiknas tttg
pendidikan 5. Teknologi pembelajaran
pendidikan 3. Kepemimpinan Pendidikan 6. Media pendidikan, buku ajar dll
4. Kebijakan Dirjen, Gubernur, 4. Ekonomi pendidikan 7. Penampilan mengajar guru
Bupati, Walikota, Diknas ttg 5. Bangunan pendidikan, sarana dan 8. Manajemen klas
pendidikan prasarana pendidikan 9. Sistem evaluais belajar
5. Implementasi kebijakan 6. Hubungan kerjasama antar lembaga 10. Sistem ujian akhir
pendidikan pendidikan 11. Kuantitas dan kualitas lulusan
7. Koordinasi pendidikan dari pusat ke 12. Unut produksi
6. Output dan Outcome kebijakan
daerah 13. Perkembangan karier lulusan
pendidikan 8. SDM tenaga pendidikan 14. Pembiayaan pendidikan
9. Evaluasi pendidikan 15. Profil pekerjaan dan tenaga kerja
10. Kearsipan, perpustakaan dan DUDI
musium penddikan 16. Kebutuhan masyarakat akan lulusan
pendidikan