Anda di halaman 1dari 37

MATEMATIKA TEKNIK I

EL1102

Nita Indriani Pertiwi, ST.,MT

PROGRAM STUDI TEKNIK


ELEKTRO
INSTITUT TEKNOLOGI
BEBAS LINEAR,
RANK MATRIKS
BEBAS DAN TAK BEBAS LINEAR DARI
VEKTOR
Jika terdapat sejumlah m- vektor a(1) , ...a(m) dengan
jumlah komponen yang sama , maka kombinasi linear
dari vektor-vektor tersebut dapat dinyatakan dalam
bentuk berikut :

c1,c2,...cm adalah
(1)
bilangan skalar

(2)

Persamaan vektor (2) secara jelas dapat terpenuhi jika


seluruh cj adalah nol.
BEBAS DAN TAK BEBAS LINEAR DARI
VEKTOR
Bebas Linear (Linearly Independent)

Vektor-vektor disebut bebas linier jika persamaan (2) dapat


terpenuhi hanya jika seluruh cj adalah 0.

Tak Bebas Linear (Linearly Dependent)

Vektor-vektor disebut tak bebas linier jika persamaan (2)


dapat terpenuhi dengan cj yang tidak seluruhnya bernilai
0.
Tak bebas linear paling tidak terdapat satu vektor
yang merupakan kombinasi linear dari vektor lain

(3)
Contoh 1:

Vektor vektor tak


bebas linear

Sementara itu vektor baris ke-1 dan ke-2 adalah


bebas linear karena :

Hanya diperoleh jika c1 = 0 dan c2 = 0


RANK MATRIKS
Rank matriks adalah jumlah maksimum vektor baris
yang bebas linear dari matrik A.

Contoh :

Memiliki rank 2 karena


vektor baris ke-1 dan ke-2
adalah bebas linear
TEOREMA 1 :
MATRIKS EKIVALEN BARIS

Matriks B dapat dikatakan ekivalen baris dengan A


jika B dapat diperoleh dari A dengan operasi-operasi
baris . Matriks ekivalen baris akan memiliki jumlah
rank yang sama.

Dalam bentuk eselon


baris, jumlah dari baris
yang tidak bernilai 0
merupakan rank
matriks.
Contoh 2 :

B2 + 2B1

B3 - 7B1

Bentuk eselon baris,


memiliki 2 baris yang
tidak bernilai 0
sehingga rank A = 2.

B3 + B2
TEOREMA 2 :
BEBAS LINEAR DAN TAK BEBAS LINEAR
DARI VEKTOR
Jika terdapat p-vektor dan setiap vektor memiliki n komponen
, maka vektor-vektor tersebut adalah bebas linear jika
matriks dibentuk (dengan vektor-vektor tersebut sebagai
vektor baris), dan matriks tersebut memiliki rank p.
Sedangkan vektor-vektor adalah tak bebas linear jika matriks
memiliki rank kurang dari p.

rank A = 2.
rank A < p sehingga vektor
a(1) , a(2), a(3) tak bebas linear
TEOREMA 3 :
RANK DALAM BENTUK VEKTOR KOLOM

Rank r dari matriks A sama dengan jumlah maksimum


dari vektor kolom bebas linear dari matrik A. Dengan
demikian matriks A dan AT memiliki jumlah rank yang
sama.

Memiliki rank 2 karena vektor


kolom ke-1 dan ke-2 adalah
bebas linear
SOLUSI DARI SISTEM
LINEAR :
EXISTENCE , UNIQUENESS
EXISTENCE (EKSISTENSI)
Jika terdapat m persamaan dengan n- variabel yang
tidak diketahui (x1,x2,...xn ) adalah konsisten (memiliki
solusi) jika dan hanya jika matriks koefisien A dan
augmented matriks memiliki jumlah rank yang sama.

(4)
UNIQUENESS (KEUNIKAN/KHUSUS)

Sistem (4) hanya memiliki satu solusi jika dan hanya


jika matriks koefisien A dan augmented matriks
memiliki jumlah rank yang sama yaitu n.

(4)
BANYAK SOLUSI TAK TERBATAS
Sistem (4) memiliki banyak solusi yang tidak terbatas
jika matriks koefisien A dan augmented matriks
memiliki jumlah rank < n.

matriks koefisien A dan


augmented matriks
memiliki jumlah rank 2
(2 < n).
SISTEM LINEAR HOMOGEN
Sebuah sistem linear disebut homogen jika seluruh bj
bernilai 0.

(4)

(5)
SISTEM LINEAR NON- HOMOGEN
Sebuah sistem linier disebut non-homogen jika satu
atau beberapa dari bj tidak bernilai 0.

(4)
DETERMINAN
ATURAN CRAMER
ATURAN CRAMER

(6)

Untuk n>=2

(7)

(8)
MINOR DAN KOFAKTOR
DETERMINAN ORDE 3
(9) Mjk = minor dari ajk
Cjk = kofaktor dari ajk

C21 = - M21
C22 = + M22
C23 = - M23
DETERMINAN ORDE KE-3
DETERMINAN ORDE KE-3

Menggunakan kolom ke -3 :
SIFAT DETERMINAN PADA
MATRIKS ORDE-N
(a) Pertukaran dua baris akan membuat determinan
dikali -1

(b) Perkalian sebuah baris dengan konstanta c akan


membuat nilai determinan dikali c

(c) Penambahan dari perkalian sebuah baris ke baris


yang lain tidak akan mengubah nilai determinan
SIFAT DETERMINAN PADA
MATRIKS ORDE-N
d) Point (a) (c) juga berlaku pada kolom

e) Transpose tidak akan mengubah nilai determinan

f) Baris atau kolom yang bernilai 0 akan membuat nilai


determinan = 0

g) Matriks dengan dua baris atau kolom yang identik


memiliki determinan = 0
MEMPEROLEH DETERMINAN DENGAN MEREDUKSI
MATRIKS KE BENTUK MATRIKS SEGITIGA

B2 - 2B1

B4 +1,5B1 B4 + 4,75B3

B3 0,4B2

B4 1,6B2
SOLUSI SISTEM LINEAR
MENGGUNAKAN DETERMINAN
Jika sebuah sistem linear memiliki n- variabel yang tidak
diketahui (x1,x2,...xn ) :

Dk adalah determinan yang diperoleh dengan menukar


kolom ke-k dengan elemen b1,...,bn.
Aturan Cramer pada 2 persamaan linier :

(10) (11)

Contoh 3 :
Aturan Cramer pada 3 persamaan linier :

(12)

(13)
TUGAS
1. Tunjukkan apakah vektor-vektor berikut bebas
linear ?
a)

b)

c)
INVERSE MATRIKS
Matriks yang memiliki inverse disebut matriks
nonsingular sementara itu matriks yang tidak memiliki
inverse disebut matriks singular.

(14)

Matriks A = n x n memiliki inverse (A-1) jika rank A = n,


dengan demikian A matriks nonsingular jika rank A = n
dan singular jika rank A < n
PENENTUAN INVERSE DENGAN METODE
ELIMINASI GAUSS JORDAN

Langkah 1 : Tambahkan matriks identitas (I) sehingga terbentuk


matriks n x 2n. Lalu gunakan metode eliminasi Gauss ,
PENENTUAN INVERSE DENGAN METODE
ELIMINASI GAUSS JORDAN

B2 + 3B1

B3 - B1

B3 B2

Terbentuk :
Langkah 2 : Gunakan metode eliminasi Gauss Jordan ,
reduksi U menjadi I

1 1 2 1 0 0 B1 0,5B2

0 2 7 3 1 0
0 0 5 4 1 1
1 0 1,5 0,5 0,5 0 -B1

0 2 7 3 1 0
0 0 5 4 1 1
1 0 1,5 0,5 0,5 0

0 2 7 3 1 0 0,5B2
0 0 5 4 1 1 -0,2B3
1 0 1,5 0,5 0,5 0 B1-1,5B3

0 1 3,5 1,5 0,5 0 B2-3,5B3

0 0 1 0,8 0,2 0,2


1 0 0 0,7 0,2 0,3

0 1 0 1,3 0,2 0,7
0 0 1 0,8 0,2 0,2

Pengecekan :
PENENTUAN INVERSE DENGAN
DETERMINAN
Invers dari matriks A= n x n :

Invers dari matriks A= 2 x 2:


Contoh :
INVERSE DARI MATRIKS DIAGONAL

a11 0 0 Contoh :
A 0 a22 0
0 0 a33

1
0 0
a11
1
A1 0 0
a22
1
0 0
a33
TUGAS
3. Tentukan inverse dengan metode Gauss-
Jordan
a) c)

b)