Anda di halaman 1dari 13

tode Penelitian

Bagian II: Me
Kuantitatif

Bab II
Proses Penelitian, Masalah, Variabel dan
Paradigma Penelitian
A. Proses Penelitian Kuantitatif
Pengujian
Instrumen

Populasi Pengembang
dan
an Instrumen
sampel

Analisis
Data

Kesimpulan
dan saran
B. Masalah
1. Sumber
Masalah

Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang


seharusnya dengan apa yang benar benar terjadi, antara teori
dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara
rencana dengan pelaksanaan.
Stonner (1982) mengemukakan bahwa maslah masalah
dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan
antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang
direncanakan dengankenyataan, adanya pengaduan, dan
kompetisi.
C. Rumusan Masalah

1. Bentuk bentuk Rumusan Masalah


Penelitian

Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan


dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. benntuk- -
bentuk rumusan masalah penelitian dikembangkan berdasarkan
penelitian menurut tingkat eksplanasi. Bentuk masalah dapat
dikelompokkan sebagai berikut:

Rumusan Rumusan Rumusan


Masalah Masalah Masalah
Deskriptif Komparatif Asosiatif
a. Rumusan Masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan
dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu
variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini peneliti
tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan mencari
hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Penelitian semacam ini untuk
selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif.
Contohnya:

1. Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional?

2. Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan


Hukum?

3. Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah


daerah di idang pendidikan?
b. Rumusan Masalah Komparatif
Rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah penelitian yang
membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel
yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda.
Contohnya:

1. Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah neheri dan
swasta? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu
sekolah negeri dan swasta)

2. Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu
variabel dua sampel)

3. Adakah perbedaan, motivasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal
dar keluarga Guru, Pegawai Swasta, dan Pedagang? (dua variabel tiga sampel)

4. Adakah perbedaan kompetensi profesional guru dan kepala sekolah antara SD,
SMP dan SLTA. (sattu variabel untuk dua kelompok, pada tiga sampel)
C. Rumusan Masalah Asosiatif
Rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat
menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk
hubungan yaitu:

1. Hubungan Simetris : hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan
munculnya bersama. Contohnya: adakah hubungan antara warna rambut
dengan kemampuan memimpin sekolah?

2. Hubungan Kausal : hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini ada
variabel independen (variabel yang mempengaruhu) dan dependen
(dipengaruhi), contohnya: seberapa besar pengaruh tata ruang kelas
terhadap efisiensi pembelajaran di SMA?
3. Hubungan Interaktif/resiprocal/timbal balik : hubungan yang saling
mempengaruhi. Di sini tdak diketahui nama variabel independen atau dependen,
contohnya: Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di
Kecamatan A. Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tertapi
juga prestasi dapat mempengarihi motivasi.
D. Variabel Penelitian
1. Pengertian

Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa
saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi
tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

Macam-macam Variabel
a m- ma ca m Variabel
Mac

Variabel
Independen Variabel indepen ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor,
antecedent. Dalam bahasa Indonesia disebut sebagai variabel bebas.
Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab tibulnya variabel dependen (terikat).
Variabel
Dependen Variabel ini sering disebut variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam
bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat
merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena
adanya variabel bebas.
Variabel
Moderator
Adalah variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen
dan dependen. Variabel ini disebut juga sebagai variabel independen kedua.
Variabel
Intervening
Variabel ini adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan
variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak
langsung dan tidak dapat diamati atau diukur. Variabel ini merupakan
variabel penyela/ antara yang terletak diantara variabel independen dan
dependen

Variabel
Kontrol
Adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan
variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar
uang tidak diteliti. Variabel kontrol sering digunakan oleh peneliti bila
akan melakukan penelitian yang berifat membandingkan.
E. Paradigma Penelitian

Dalam penelitian kuantitatif /positivistik, yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa
suatu gejala itu dapat diklasifikasikan, dan hibungan gejala bersifat kasual (sebab
akibat), maka peneliti dapat melakukan penelitian dengan memfokuskan kepada
variabel saja. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya
disebut sebagai paradigma penelitian.
Jadi pradigma penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola pikir yang
menunjukan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan
jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang
digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis
statistik yang akan digunakan.
tu k b en tuk
Ben
Paradigma

Bentuk
bentuk
Paradigma
Paradig Paradigma
aradig Paradigm
ma Paradigma Paradigm Ganda Dua
ma a Ganda Paradig
Sederha Ganda Tiga a Ganda Variabel
derha Dua ma Jalur
na Variabel Dua Independen
na Variabel
Beruruta Indenpende Variabel dan dua
n Depende n
n Dependen Dependen
E. Menemukan Masalah

Untuk menemukan maslah dapat dilakukan dengan cara


melakukan analisis maslah, yaitu dengan bantuan menyusun ke
dalam pohon masalah. Dengan analisis masalah, maka permasalahan
dapat diketahui nama masalah yang penting, yang kurang penting
dan yang tidak penting. Melalui analisis masalah ini juga dapat
diketahui akar akar permasalahannya.
Untuk dapat melakukan analisis masalah, maka pertama-tama peneliti harus
mampu mendudukan masalah dalam konteks keseluruhan secara sitematik. Dalam
konteks tersebut akan terlihat hubungan antara satu masalah dengan masalah yang lain,
baik masalah yang mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung.