Anda di halaman 1dari 15

SHOCK OBSTRUKTIF

DEFENISI
Syok obstruktif merupakan
gangguan kontraksi jantung akibat
dari luar atau gangguan aliran balik
menuju jantung terhambat,
akibatnya berkurangnya preload
sehingga Cardiac output berkurang.
ETIOLOGI
Hal ini biasa terjadi pada obstruksi
vena cava, emboli pulmonal,
pneumotoraks, gangguan pada
pericardium (misalnya : tamponade
jantung) ataupun berupa atrial
myxoma.
MANIFESTASI KLINIS
2.3.1 Gejala Obyektif
Pernapasan cepat & dangkal
Nadi capat dan lemah
Akral pucat, dingin & lembab
Sianosis : bibir, kuku, lidah & cuping hidung
Pandangan hampa & pupil melebar

2.3.2 Gejala Subyektif


Mual dan mungkin muntah
Rasa haus
Badan lemah
Kepala terasa pusing
PATOFISIOLOGI
DIAGNOSA
Berikut ini ada empat tanda syok yang paling penting :
Hipotensi terjadi akibat dari berkurangnnya curah jantung.
Dikatakan hipotensi jika tekanan darah systole dibawah 80
mmHg atau tekanan nadi dibawah 20 mmHg.
Takikardi terjadi akibat dari refleks simpatis terhadap keadaan
hipotensi. Pada orang dewasa frekuensi nadi 60-100 kali/menit,
jadi dikatakan takikardi jika frekuensi nadi diatas 100 kali/menit.
Pada anak-anak dikatakan takikardi jika di atas 120 kali/menit.
Takipnu terjadi akibat usaha tubuh untuk mengkompensasi
hipoksia pada keadaan syok. Pernapasan di katakana takipneu,
jika frekuensinya di atas 24 kali/menit.
Penurunan kesadaran terjadi akibat aliran darah ke saraf pusat
tidak memadai. Penurunan kesadaran ini bisa berupa
kebingungan, letargia, agitasi dan koma.
PENATALAKSANAAN

Pasien diletakkan dalam posisi


Trendelenburg atau telentang dengan kaki
ditinggikan.
Untuk syok yang tidak terdiagnosis :
1. Bebaskan jalan napas dan yakinkan
ventilasi yang adekuat
2.Pasang akses ke intravena
3.Mengembalikan cairan
4.Pertahankan produksi urine >0,5
ml/kgBB/jam
KOMPLIKASI
1.Kegagalan multi organ akibat penurunan alilran
darah dan hipoksia jaringan yang
berkepanjangan.
2.Sindrom distress pernapasan dewasa akibat
destruksi pertemuan alveolus kapiler karena
hipoksia.
3.DIC (Koagulasi intravascular diseminata)
akibat hipoksia dan kematian jaringan yang luas
sehingga terjadi pengaktifan berlebihan jenjang
koagulasi.