Anda di halaman 1dari 9

Diagnosa

1. Anamnesa
Diagnosis dimulai dari anamnesis berdasarkan keluhan
pasien, yaitu :
. Adanya tumor bisa menyebabkan pembenjolan perut.
. Rasa sakit atau tidak nyaman pada perut bagian bawah.
. Terdapat juga rasa penuh di perut.
. Tekanan terhadap alat-alat di sekitarnya dapat
menyebabkan rasa tidak nyaman, gangguan miksi dan
defekasi.
. ketidaknyamanan dalam coitus, yaitu pada penetrasi
yang dalam.
. umumnya tumor ovarium tidak mengubah pola haid,
kecuali jika tumor tersebut mengeluarkan hormon.
Ireguleritas siklus menstruasi dan pendarahan vagina
yang abnormal dapat terjadi.
2. Pemeriksaan Fisik
palpasi abdomen teraba massa yang
kistik, mobile, permukaan massa
umummnya rata.
Serviks dan uterus dapat terdorong
pada satu sisi.
Dapat juga teraba, massa lain, termasuk
fibroid dan nodul pada ligamentum
uterosakral, ini merupakan keganasan
atau endometriosis.
Pada perkusi mungkin didapatkan
ascites yang pasif
Stadium kanker ovarium menurut International
Federation of Gynecologist and Obstetricians
Stadi Keterangan
um
(FIGO) 2000.
I Tumor terbatas pada ovarium
IA Tumor terbatas pada satu ovarium, kapsul tumor utuh, tidak ada pertumbuhan di permukaan ovarium, tidak ada sel
tumor pada cairan asites ataupun pada bilasan cairan di rongga peritoneum
IB Tumor terbatas pada dua ovarium, tidak ada pertumbuhan tumor pada permukaan kapsul, tidak ada sel tumor pada
cairan asites ataupun pada bilasan cairan di rongga peritoneum
IC Tumor terbatas pada satu atau dua dengan salah satu faktor dari kapsul tumor yang pecah, pertumbuhan tumor pada
permukaan kapsul, ditemukan sel tumor ganas pada cairan asites ataupun bilasan rongga peritoneum
II Tumor pada satu atau dua ovarium dengan perluasan di pelvis
IIA Tumor meluas ke uterus dan atau ke tuba tanpa sel tumor di cairan asites ataupun bilasan rongga peritoneum
IIB Tumor meluas ke jaringan organ pelvis lainnya tanpa sel tumor di cairan asites ataupun bilasan rongga peritoneum
IIC Perluasan di pelvis (IIA atau IIB) dengan ditemukan sel tumor di cairan asites atau bilasan rongga peritoneum
III Tumor pada satu atau dua ovarium disertai dengan perluasan tumor pada rongga peritoneum di luar pelvis dengan
atau metastasis ke kelenjar getah bening regional
IIIA Metastasis mikroskopis di luar pelvis
IIIB Metastasis makroskopis di luar pelvis dengan besarnya lesi metastasis yang kurang atau sama dengan 2 sentimeter
IIIC Metastasis makroskopis di luar pelvis dengan besarnya lesi metastasis yang lebih dari 2 sentimeter dan atau
metastasis ke kelenjar getah bening regional
IV Metastasis jauh ( di luar rongga peritoneum )
Pemeriksaan CA 125
Test serum CA 125 bisa positif pada berbagai
jenis kasus malignan non ovarium. Hal ini
berlaku juga pada kanker non ginekologi seperti
kolon dan pankreas bisa meningkatkan kadar
serum CA 125.
Tumor berasal dari organ organ selain ovarium
bisa meningkatkan kadar CA 125 jika sudah
metastasis ke ovarium. Oleh karena itu fungsi
test CA 125 kurang mempunyai nilai untuk
diagnosa banding berbagai jenis keganasan.
Sensitivitas CA 125 dalam mendeteksi penyakit
diperkirakan hanya 70-80% dengan spesifisitas
98,6% hingga 99,4% serta rendahnya nilai
prediksi positif(positive prediktif value) sebesar
3%.
Ultrasonograf
Cavitas kista bersifat noneckogenik. Jika ditemukan temuan
USG seperti itu maka hal ini biasayan akan bersamaan
dengan hasil CA-125 yang berada di bawah nilai 35U/ml, dan
merupakan indikasi untuk tumor epithelial dalam 95% kasus.
Sassone skoring digunakan untuk membedakan tumor
ovarium jinak dan tumor ovarium ganas dengan mencakup
struktur dinding dalam, tebal dinding kapsul, adanya septa,
tebal septa, dan echogenesitas.
Setiap karakteristik diberikan skor antara 1 dan 5. Skor
minimum adalah 4 dan skor maksimum adalah 15. Skor < 9
mengindikasikan resiko keganasan rendah. Skor 9 beresiko
tinggi keganasan.
Ukuran ovarium > 5 cm pada ultrasonografi transvaginal
mempunyai 2.5 kali resiko malignan dibanding dengan
ovarium yang lebih kecil. Jika ovariumnya normal atau tidak
terlihat, maka dianggap skor ultrasonografinya < 5.
Skoring sasone
Kista simpleks Kista ovarium
kompleks
Laparoskopi
Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui
apakah sebuahtumor berasal dari ovarium atau
tidak dan untuk menentukkan sifat sifat tumor itu.
Foto Rontgen
Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya
hidrotoraks.Selanjutnya, pada kista dermoid kadang
kadang dapat dilihat adanya gigi dalam tumor.
Parasintesis
Telah disebut pada pungsi pada asites berguna
untuk menentukansebab asites. Perlu diingatkan
bahwa tindakan tersebut dapatmencemari kavum
peritoneum dengan isi kista bila dinding
kistatertusuk.