Anda di halaman 1dari 16

Kasus 2

An. XY, laki-laki berusia 5 tahun, datang ke puskesmas bersama ibunya dengan keluhan BAB
bercampur lendir dan darah. Keluhan dirasakan sejak 3 hari yang lalu. BAB 8x/hari sedikit-sedikit
dan berbau busuk, setiap akan BAB An. XY selalu menangis. Ibu An. XY juga mengeluhkan
anaknya demam, mual dan muntah. Nafsu makan berkurang, nafsu minum biasa. BAK (+) normal,
anak tidak rewel/gelisah.

An. XY baru pertama kali sakit seperti ini. Menurut ibunya, anak sering jajan makanan di pinggir
jalan. Tetangganya yang merupakan teman bermain An. XY juga sakit dengan keluhan yang sama.
An. XY sebelumnya sudah diberi obat enterostop yang dibeli di warung.

Dokter melakukan pemeriksaan dan diperoleh hasil sebagai berikut : An. XY tidak tampak gelisah
dan rewel, pemeriksaan tanda vital didapatkan nadi 100x/menit reguler isi dan tegangan cukup,
suhu aksila 38,2C. Pemeriksaan fisik diperoleh kelopak mata tidak cekung, air mata (+/+),
mukosa mulut tidak kering, bising usus (+) meningkat dan ditemukan nyeri tekan pada kuadran
kanan bawah abdomen, turgor kulit kembali < 1 detik.

Hasil pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Pemeriksaan feses makroskopis
didapatkan bau busuk, ampas (+) lembek, kekuningan, darah (+), lendir (+). Pemeriksaan feses
mikroskopis didapatkan leukosit (++), eritrosit (++), bakteri (+), amoeba (+) dalam bentuk
tropozoid yang memiliki pseudopodia.

Dokter mendiagnosis An. XY menderita diare akut tanpa dehidrasi karena amoeba. Dokter
memberikan metronidazole, obat penurun panas, zinc dan oralit. Dokter menyarankan untuk
menghentikan enterostop.
JENIS/TIPE DIARE
Diare Osmotik: disebabkan meningkatnya tekanan
osmotik intralumen dari usus halus yang disebabkan
oleh obat-obatan/zat kimia yang hiperosmotik
Diare sekretorik:disebabkan karena meningkatnya
sekresi air dan elektrolit dari usus,dan menurunya
absorbsi.yang khas dari diare tipe ini secara klinis diare
dengan volum tinja yang banyak,diare ini akan tetap
berlangsung walaupun dilakukan puasa
makan/minum,penyebab diare tipe ini efek enterotoksin
pada infeksi vibrio cholerae,atau e.coli,penyakit yang
menghasilkan hormon (VIPoma),gangguan absorbsi
garam empedu,dan efek obat laksatif dioctyl sodium
sulfosuksinat
Malabsorbsi asam empedu,malabsorbsi
lemak:diare tipe ini terjadi karena gangguan
pembentukam/produksi micelle empedum dan
penyakit penyakit saluran bilier dan hati
Diare infeksi: infeksi oleh bakteri merupakan
penyebab tersering dari diare,diare oleh bakteri
dibagi atas non-invasif(tidak merusak mukosa)
dan invasif (merusak mukosa). Bakteri non-
invasif menyebabkan diare karena toksin yang
disekresi oleh bakteri tersebut.
Inflamasi dinding usus (diare
inflamatorik) diare tipe ini adanya
kerusakan mukosa usus karena
proses inflamasi,sehingga terjadi
produksi mukus yang berlebihan dan
eksudasi air dan elektrolit kedalam
lumen,gangguan absorpsi air-
elektrolit. Inflamasi mukosa usus
halus dapat disebabkan infeksi
(disentri shigella)atau non infeksi
BAB bercampur lendir dan darah. Keluhan dirasakan sejak 3 hari yang lalu.
BAB 8x/hari sedikit-sedikit dan berbau busuk, setiap akan BAB An. XY selalu
menangis. Ibu An. XY juga mengeluhkan anaknya demam, mual dan muntah.
Nafsu makan berkurang, nafsu minum biasa. BAK (+) normal, anak tidak
rewel/gelisah.

Menurut World gastroenterology organisation global guidelines 2005


A. Diare Akut berlangsung kurang dari 14 hari feses /tinja cair/lembek dengan
jumlah lebih banyak dari normal
B. Diare kronik: diare yg berlangsung lebih dari 15 hari ,

KLASIFIKASI DIARE
1) Lama waktu : diare akut/kronik
2) mekanisme patofisiologi: osmotik/sekretorik dll
3) penyebab : infeksi/tidak, organik/fungsional
diare organik :ditemukan penyebab
anatomik,bakterioologik,hormonal/toksikologik
Diare akut
Menurut world gastroenterology
organisation global guidelines 2005
Etiologi diare akut di bagi atas 4
penyebab:
a. Bakteri
b. Virus
c. Parasit
d. Non-infeksi
Diare akut
GERD: tinja dengan peningkatan frekuensi
dan volume berlangsung kurang dari 14 hari
Depkes: 4 kategori
Diare tanpa dehidrasi
Diare dengan dehidrasi ringan (hilang 2-
5%BB)
Diare dengan dehidrasi sedang 5-8%BB
Diare dehidrasi berat >8-10%BB
N Tanda
Menurut
Dehidra
WHO:
Dehidra Dehidrasi berat
o dan si ringan si
gejala sedang
1 Keadaa Masih Gelisah, Mengantuk, lemas
n umum sadar, mengant anggota gerak,
gelisah, uk berkeringat, kebiruan,
haus tidak sadar
2 Denyut Normal Cepat Cepat haus <140 per
nadi <120 per dan menit
menit lemah
120-140
per
menit
3 Pernapa Normal Dalam Dalam dan cepat
san dan
cepat
4 Air seni Normal Berkuran Tidak sama sekali atau
g jarang kencing

5 Elastisit Pada Agak Sangat lambat, lebih
as kulit pencubit lambat dari 2 detik
an kulit
secara
elastis
Diagnosis

Diare karena penyakit usus halus:biasanya


berjumlah banyak,diare air,dan sering
berhubungan dengan jenis diare
malabsorpsi dan dehidrasi
Diare karena kelainan kolon: tinja
berjumlah kecil tapi sering,bercampur
darah,dan sakit saat defekasi.
Diare akut infektif: nausea,muntah,nyeri
abdomen,demam,tinja sedikit dan sering
dan berdarah
Langkah anamnesis-pemeriksaan penunjang pada
pasien diare