Anda di halaman 1dari 6

1.

MITOS
Mitos adalah cerita prosa rakyat yang tokohnya para
dewa atau makluk setengah dewa yang terjadi di dunia
lain pada masa lampau dan dianggap benar-benar
terjadi oleh yang empunyai cerita atau yang
penganutnya.
Mitos umumnya menceritakan tentang terjadinya alam
semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk
topografi, petualangan para dewa dan kisah percintaan
mereka, dan sebaganya. Hampir setiap suku bangsa di
Indonesia memiliki mitos, umumnya mitos yang terkait
dengan asal usul masyarakat tersebut.
Cerita Mitos danau kelimutu Flores
Danau atau Tiwu Kelimutu di bagi atas tiga bagian yang
sesuai dengan warna - warna yang ada di dalam danau. Danau
berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" merupakan
tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah
meninggal. Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo"
merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah
meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan
kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau "Tiwu
Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang
tua yang telah meninggal. Masyarakat Kecamatan Moni,
Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur meyakini bakal terjadi
bencana besar yang melanda negeri ini. Percaya atau tidak,
keresahan itu terkait dengan perubahan warna tiga danau
Kelimutu yang terjadi saat ini. Dahulu, tiga danau kebanggaan
warga Ende itu masing-masing memancarkan warna berbeda,
yakni merah-hijau-biru. Namun saat ini, ketiganya menjadi satu
warna: hijau muda.
Peristiwa serupa terjadi pada 1992 silam. Seiring dengan perubahan
warna danau tersebut, gempa bumi dahsyat mengguncang Pulau
Flores yang menelan banyak korban jiwa. Gempa dan tsunami itu
memorakporandakan warga Flores. Tercatat 2.000 jiwa warga jadi
korban, imbuh salah seorang lainnya.

Warga Moni lainnya yang berumur 56 tahun, menambahkan bahwa


perubahan warna yang terjadi saat ini mengingatkan warga
Indonesia untuk waspada. Menurutnya, dari pengalaman,
perubahan warna Danau Kelimutu mengundang bencana besar.
Ayah lima anak dan enam cucu itu menuturkan, sesungguhnya para
penghuni kawah Tiwu Ata Polo dan Tiwu Nua Muri Koo Fai (dua dari
tiga danau di Kelimutu) marah. Penyebabnya, warga adat pemilik
Kelimutu sudah lama tidak melakukan ritual adat Pati Ka Konde.
Sekarang saatnya menggelar upacara adat untuk meminta maaf
agar bencana yang datang tidak lebih ganas dibanding sebelumnya,
ungkapnya.
2. Dongeng
Dongeng adalah cerita fiktif atau imajinatif yang di ceritakan
turun-menurun. Umumnya dongeng tidak diketahui pengarangnya.
Dongeng biasanya diceritakan untuk hiburan. Ada juga untuk
mengajarkan moral, sindiran kepada orang.
Cerita dongeng putri duyung: putri bungsu jatuh cinta
Nun jauh di dasar lautan, hiduplah raja Laut beserta enam
putrinya yang cantik-cantik. Istri raja laut telah lama meninggal.
Kini, keenam putri raja laut dirawat oleh nenek mereka.
Sebagaimana anak-anak laut lainnya, hanya bagian atas tubuh
mereka yang mirip tubuh manusia. Sedangkan, separuh bagian
bawah tubuh mereka seperti ikan.
Di antara keenam putri raja laut, putri yang paling bungsu adalah
yang paling cantik.Tidak seperti kakak-kakaknya, putri bungsu
sangat tertarik mendengarkan cerita tentang dunia manusia. la
sangat ingin memiliki kaki yang bisa berjalan di darat seperti
manusia. Saat usia kalian lima belas tahun, kalian boleh pergi ke
permukaan air dan melihat manusia," kata nenek mereka.
Tahun demi tahun berlalu, tibalah saat putri sulung pergi ke
permukaan laut. Dia senang sekali. Putri sulung pun menceritakan
pengalamannya pada adik-adiknya. "Aku suka dengan kota yang
besar. Manusia menari dan bernyanyi dengan riang gembira di
kota itu."
Putri bungsu terkagum-kagum mendengair cerita kakaknya. la
sudah tidak sabar menunggu gilirannya tiba.
Satu per satu putri raja laut mendapat bagiannya pergi ke
permukaan air. Semua cerita mereka membuat putri bungsu
semakin terpikat pada dunia manusia.
Akhirnya, tibalah kesempatan putri bungsu. la muncul di
permukaan air pada malam hari. la meiihat sebuah kapal laut yang
indah. la mengintip ke dalam kapal. la melihat banyak manusia
menari, berdansa, dan tertawa.
Namun, dari sekian banyak manusia di kapal itu, pandangan mata
putri bungsu tertuju pada seorang pangeran muda yang tampan.
Lama sekali putri bungsu memandang pangeran itu. la merasakan
getaran aneh dalam hatinya. Sejak saat itu, ia tidak pernah bisa
melupakan wajah pangeran muda itu.