Anda di halaman 1dari 22

AKUNTANSI PEMERINTAHAN

CATATAN ATAS LAPORAN


KEUANGAN (CaLK)

OLEH
KELOMPOK 5

ENI FITRIYATI C2B015164


ESI KARTIKA C2B015165
PENYUSUNAN CATATAN ATAS LAPORAN
KEUANGAN
Laporan keuangan merupakan informasi yang
kompleks dan disusun berdasarkan standar
tertentu yang dapat berpotensi menimbulkan
kesalahpahaman antara penyusun dan pengguna
laporan keuangan. Untuk menghindari
kesalahpahaman tersebut, laporan keuangan harus
disertai dengan Catatan atas Laporan Keuangan
yang berisi informasi untuk memudahkan
pengguna dalam memahami Laporan Keuangan.
RUANG LINGKUP

Laporan Keuangan untuk tujuan untuk entitas


pelaporan

. Laporan Keuangan yang diharapkan menjadi


Laporan Keuangan untuk tujuan umum oleh
entitas yang bukan merupakan entitas
pelaporan
TUJUAN UMUM

Tujuan Pernyataan Standar Catatan atas

Laporan Keuangan adalah mengatur

penyajian dan pengungkapan yang

diperlukan pada Catatan Atas Laporan

Keuangan
TUJUAN PENYAJIAN CALK

Untuk meningkatkan
transparansi laporan
keuangan dan penyediaan
pemahaman yang lebih baik
atas informasi keuangan
pemerintah
KETENTUAN UMUM

Setiap entitas pelaporan diharuskan untuk


menyajikan Catatan atas Laporan
Keuangan sebagai bagian yang tak
terpisahkan dari laporan keuangan untuk
tujuan umum.
Perlunya pengungkapan basis akuntansi
dan kebijakan akuntansi yang diterapkan
akan membantu pembaca menghindari
kesalahpahaman dalam memahami
laporan keuangan
KETENTUAN UMUM
Catatan atas Laporan Keuangan harus disajikan
secara sistematis. Setiap pos dalam Laporan
Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional
dan Laporan Arus Kas harus dapat mempunyai
referensi silang dengan informasi terkait dalam
Catatan atas Laporan Keuangan.
Catatan atas Laporan Keuangan meliputi
penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas
nilai suatu pos yang disajikan dalam seluruh
komponen laporan keuangan
CaLK menyajikan informasi yang diharuskan dan
dianjurkan oleh Pernyataan Standar Akuntansi
Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan
lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang
STRUKTUR DAN ISI
Catatan atas Laporan keuangan menyajikan informasi tentang penjelasan pos-
pos laporan keuangan dalam rangka pengungkapan yang memadai, mengenai:
a) Informasi umum tentang Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi
b) Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro
c) Ikhtisar pencapaian target keuangan selama tahun pelaporan, berikut
kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target
d) Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-
kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi
dan kejadian-kejadian penting lainnya;
e) Rincian dan penjelasan masing-masing pos yang disajikan pada lembar
muka laporan keuangan
f) Informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi
Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan;
g) informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang
tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan
INFORMASI UMUM TENTANG ENTITAS PELAPORAN
DAN ENTITAS AKUNTANSI

Catatan atas Laporan Keuangan harus


mengungkapkan informasi yang merupakan
gambaran entitas secara umum.
Untuk membantu pemahaman para pembaca laporan
keuangan, perlu ada penjelasan awal mengenai baik
entitas pelaporan maupun entitas akuntansi yang
meliputi:
o domisili dan bentuk hukum suatu entitas serta jurisdiksi
tempat entitas tersebut berada;
o penjelasan mengenai sifat operasi entitas dan kegiatan
pokoknya; dan
o ketentuan perundang-undangan yang menjadi landasan
kegiatan operasionalnya.
INFORMASI TENTANG KEBIJAKAN FISKAL/KEUANGAN
DAN EKONOMI MAKRO

Ekonomi Makro yang perlu diungkapkan


dalam catatan atas laporan keuangan
adalah asumsi-asumsi indikator ekonomi
makro yang digunakan dalam
penyusunan APBN/APBD Berikut tingkat
capaiannya.
Indikator Makro : Produk Domestik
Bruto/Produk Domestik Regional Bruto,
Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Inflasi,
Nilai Tukar, Harga Minyak, Tingkat Suku
IKHTISAR PENCAPAIAN TARGET KEUANGAN SELAMA
TAHUN PELAPORAN BERIKUT KENDALA DAN HAMBATAN

Catatan atas Laporan Keuangan harus dapat


menjelaskan perubahan anggaran yang penting
selama periode berjalan dibandingkan dengan
anggaran yang pertama kali disetujui oleh
DPR/DPRD, hambatan dan kendala yang ada
dalam pencapaian target yang telah ditetapkan,
serta masalah lainnya yang dianggap perlu oleh
manajemen entitas pelaporan untuk diketahui
pembaca laporan keuangan.
Ikhtisar pencapaian target keuangan perbandingan target
sebagaimana yang tertuang dalam APBN/APBD dengan
realisasinya.
Financial information Informasi keuangan lainnya yang
dianggap perlu untuk diketahui pembaca, misalnya
kewajiban yang memerlukan ketersediaan dana dalam
DASAR PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAN
PENGUNGKAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI KEUANGAN

Entitas pelaporan mengungkapkan dasar


penyajian laporan keuangan dan kebijakan
akuntansi dalam Catatan atas Laporan
Keuangan.
Asumsi dasar atau konsep dasar akuntansi
tertentu yang mendasari penyusunan laporan
keuangan, biasanya tidak perlu diungkapkan
secara spesifik. Pengungkapan diperlukan jika
entitas pelaporan tidak mengikuti asumsi atau
konsep tersebut dan disertai alasan dan
penjelasan.
Pertimbangan dan/atau pemilihan kebijakan
akuntansi perlu disesuaikan dengan kondisi
entitas pelaporan. Sasaran pilihan kebijakan
yang paling tepat akan menggambarkan
PENYAJIAN RINCIAN DAN PENJELASAN
MASING-MASING POS

Catatan atas Laporan Keuangan harus menyajikan


rincian dan penjelasan atas masing-masing pos dalam
Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo
Anggaran Lebih, Neraca, Laporan Operasional, Laporan
Arus Kas, dan Laporan Perubahan Ekuitas.
Anggaran;
Realisasi;
Prosentase pencapaian;
Penjelasan atas perbedaan antara anggaran dan realisasi;
Perbandingan dengan periode yang lalu;
Penjelasan atas perbedaan antara periode berjalan dan
periode yang lalu;
Rincian lebih lanjut pendapatan-LRA menurut sumber
pendapatan;
Rincian lebih lanjut belanja menurut klasifikasi ekonomi,
organisasi, dan fungsi;
Rincian lebih lanjut pembiayaan; dan
Penjelasan hal-hal penting yang diperlukan
KEJADIAN KEJADIAN PENTING
SELAMA
PELAPORAN
Catatan atas Laporan Keuangan harus mengungkapkan
kejadian kejadian penting selama tahun pelaporan,
seperti:

Penggantian manajemen pemerintahan selama


tahun berjalan;
Kesalahan manajemen terdahulu yang telah
dikoreksi oleh manajemen baru;
Komitmen atau kontinjensi yang tidak dapat
disajikan pada Neraca; dan
Penggabungan atau pemekaran entitas tahun
berjalan.
Kejadian yang mempunyai dampak sosial, misalnya
adanya pemogokan yang harus ditanggulangi
pemerintah.
PENGUNGKAPAN
PERSEDIAAN
LAPORAN KEUANGAN MENGUNGKAPKAN:
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
pengukuran persediaan
Penjelasan lebih lanjut tentang persediaan, seperti
barang atau perlengkapan yang digunakan dalam
pelayanan masyarakat, barang atau perlengkapan
yang digunakan dalam proses produksi, barang yang
disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada
masyarakat, dan barang yang masih dalam proses
produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau
diserahkan kepada masyarakat
Jenis, jumlah, dan nilai persediaan dalam kondisi
rusak atau usang
PENGUNGKAPAN INVESTASI

Hal-hal lain yang harus diungkapkan dalam laporan


keuangan pemerintah berkaitan dengan investasi
pemerintah, antara lain:
Kebijakan akuntansi untuk penentuan nilai investasi;
Jenis-jenis investasi, investasi permanen dan
nonpermanen;
Perubahan harga pasar baik investasi jangka pendek
maupun investasi jangka panjang;
Penurunan nilai investasi yang signifikan dan
penyebab penurunan tersebut;
Investasi yang dinilai dengan nilai wajar dan alasan
penerapannya;
Perubahan pos investasi
PENGUNGKAPAN ASET
TETAP
Laporan Keuangan harus mengungkapkan
untuk masing-masing jenis aset tetap sbb:
(a)Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai
tercatat (carrying amount);
(b)Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang
menunjukkan:
(1) Penambahan;
(2) Pelepasan;
(3) Akumulasi penyusutan dan perubahan nilai, jika ada;
(4) Mutasi aset tetap lainnya.
(c)Informasi penyusutan, meliputi:
(1) Nilai penyusutan;
(2) Metode penyusutan yang digunakan;
(3) Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;
(4) Nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir
periode;
PENGUNGKAPAN ASET
TETAP
Laporan keuangan juga harus
mengungkapkan:
Eksistensi dan batasan hak milik atas aset tetap;
Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang
berkaitan dengan aset tetap;
Jumlah pengeluaran pada pos aset tetap dalam
konstruksi; dan
Jumlah komitmen untuk akuisisi aset tetap.
PENGUNGKAPAN
KEWAJIBAN
Utang pemerintah harus diungkapkan secara rinci
dalam bentuk daftar skedul utang
Informasi yang harus disajikan dalam CaLK :
Jumlah saldo kewajiban jangka pendek dan jangka panjang
berdasarkan pemberi pinjaman
Jumlah saldo kewajiban utang pemerintah berdasarkan jenis
sekuritas dan jatuh temponya
Bunga pinjaman yang berlaku
Konsekuensi penyelesaian kewajiban sebelum jatuh tempo
Perjanjian restrukturisasi utang (pengurangan pinjaman,
modifikasi persyaratan utang, pengurangan tingkat bunga
pinjaman, pengunduran jatuh tempo pinjaman,
pengurangan nilai jatuh tempo pinjaman, pengurangan
jumlah bunga terutang)
Jumlah tunggakan pinjaman daftar umur utang
berdasarkan kreditur
Biaya pinjaman (perlakuan,jumlah yang
dikapitalisasi,tingkat kapitalisasi
FORMAT RINCIAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai
suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas.
Bab I Pendahuluan Bab V Kebijakan Akuntansi
Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan 5.1. Entitas pelaporan
Keuangan 5.2. Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan
Landasan Hukum Penyusunan Laporan Laporan Keuangan
Keuangan 5.3 Basis pengukuran yang Mendasari
Penyusunan Laporan Keuangan
Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan 5.4. Kebijakan Akuntansi yang Berkaitan dengan
Sistematika penyajian Catatan atas Laporan Rekening-rekening Akuntansi
Keuangan Bab VI Penjelasan Rekening-rekening Laporan
Bab II Ekonomi Makro Keuangan
2.1. Ekonomi Makro 6.1 Rincian dan Penjelasan Masing-masing
Rekening Laporan Keuangan
2.2. Kebijakan Keuangan
6.1.1 Pendapatan
2.3. Indikator Pencapaian Kinerja Fiskal dan 6.1.2 Belanja
Moneter
6.1.3 Pembiayaan
2.4. Indikator Pencapaian Kinerja Program 6.1.4 Aset
Entitas Pelapor
6.1.5 Kewajiban
Bab III Ikhtisar Pencapaian Kinerja Fiskal 6.1.6 Ekuitas Dana
dan Moneter
6.1.7 Komponen-komponen Arus kas
3.1. Ikhtisar Realisasi Pencapaian Sasaran 6.2. Pengungkapan atas Pos-pos Aset dan
Kinerja Fiskal dan Moneter Kewajiban yang Timbul Sehubungan dengan
3.2. Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Basis Akrual atas Pendapatan dan
Pencapaian Kinerja Belanja dan Rekonsiliasinya dengan Penerapan
Bab IV Ikhtisar pencapaian kinerja program Basis Kas, untuk Entitas Pelaporan yang
entitas pelapor Menggunakan Akuntansi Berbasis Akrual Penuh.
Bab VII Penjelasan atas Informasi non Keuangan
4.1. Ikhtisar realisasi pencapaian sasaran Bab VIII Penutup
kinerja program entitas pelapor
Lampiran
4.2. Faktor Pendukung dan Penghambat
Contoh Artikel Penelitian

Analisis Pencatatan Dan Pelaporan


Keuangan Menurut PP No.71 Tahun
2010 Dan Permendagri No.64 Tahun
2013 Pada Badan Pengelola Keuangan
Dan Aset Daerah Pemerintah Kota
Malang
oleh Yuni Ferianti
SELESAI