Anda di halaman 1dari 45

GLIKOSIDA JANTUNG

(GLIKOSIDA STEROID)

ADHI NUGROHO
ANDHIKA GUSTI
ANGIE ELVIANI
ANTON HADI WIBOWO
APRILIYARIKHATUN
ARYANDINI
BAYU ERIYANTO
CITRA CYNTIA
GLIKODSIDA STEROID
Pengertian
adalah glikosida yang aglikonnya berupa
steroid.

glikosida steroid disebut juga glikosida


jantung karena memiliki daya kerja kuat dan
spesifik terhadap jantung.
Struktur Kimiawi
secara kimiawi bentuk struktur glikosida jantung
sangat mirip dengan asam empedu yaitu bagian gula
yang menempel pada posisi tiga dari inti steroid dan
bagin aglikonnya.
daya kerja glikosida steroid yaitu :
menambah kontraksi sistemik, berakibat pada
pengosongan ventrikel menjadi lebih
sempurna, skibat selanjutnya lamanya
kontraksi sistole dipersingkat,sehingga
jantung dapat beristirahat lebih panjang
diantara dua kontraksi.

Aglikon steroid atau genin terdiri dari dua


tipe:
1. Kardenolida
2. bufadienolida
Kardenolida : steroida C23 dengan rantai samping
yang terdiri dari lingkaaran lakton lima anggota yang
tidak jenuh - dan menempel pada C nomor 17
bentuk .

Bufadienolida : homolog C24 dari kardenolida dan


mempunyai rantai samping lingkaran lakton enam
anggota titik jenuh ganda menempel pada C nomor 17.
setiap glikosida jantung mempunyai bagian
gula yang terdiri dari satu,dua,tiga, atau
empat gugus gula pentosa atau heksosa.
Gugus OH dari aglikon yang bereaksi pada
pembentukan glikosida adalah yang terdapat
pada posisi 3.
Biosintesa Glikosida Jantung
Aglikon dari glikosida jantung adalah
steroid yaitu turunan dari siklo-
pentenofenantren yang mengandung lingkaran
lakton yang tidak jenuh pada atom C-17.
biosintesis dari senyawa steroid pada
umumnya didasarkan atas biosintesa dari
senyawa kolesterol.
Tidak semua senyawa steroid memerlukan
kolesterol sebagai prekursor (pra zat)
pembentukannya, namun pada umumnya
pembentukan kolesterol dianggap sebagai
mekanisme biosintesa senyawa steroid
Proses biosintesa
asam asetatasam mevalonat isopentenil
pirofosfat skulen kholesterol.
reaksi lengkap :
Stabilitas dan sifat lain dari glikosida jantung
Hidrolisis asam yang lama dari glikosida jantung
akan menyebabkan terpecahnya glikosida tersebut
menjadi gula dan aglikon.
Sedang hidrolisis yang terjadi karena enzim yang
terdapat dalam banyak tanaman glikosida jantung
memecah glikosida menjadi suatu gula bebas dan
suatu glikosida sekunder yang menandung lebih
sedikit gula.
Kelarutan dari glikosida jantung berbeda cukup
besar sesuai dengan kadar gula dalam molekul.
Pada umumnya makin besar jumlah gugus gula
yang terdapat dalam molekul, makin besar
kelarutannya dalam air,
tetapi makin kecil kelarutannya dalam kloroform.
Alkohol dapat melarutkan kedua macam glikosida
baik glikosida asli maupun glikosida sekunder dan
juga aglikon, karena itu nampaknya alkohol
merupakan pelarut yang cocok untuk zat
kardioaktif (cardiac principles).
Glikosida jantung tidak larut dalam petroleum eter
dan dalam eter
Identifikasi kimiawi gliksida steroid
1. Reaksi Legal
Glikosida jantung kecuali scillaren, memberikan
reaksi legal. Heterosida atau ekstrak murni dari obat
gubal dilarukan dalam piridina. Bila natrium
hidroksida dan natrium nitropurusida ditambahkan
secara berturutan, akan terjadi warna merah darah.
2. Reaksi Keller Killiani
Glikosida dilarutkan dalam asam asetat glasial yang
mengandung jejak/rumutan/trace feri klorida.
Glikosida dari oleander dan squill memberikan warna
merah, sedang gliolosida dari adonis, apocymun dan
digitalis memberikan warna hijau kebiruan.
3. Reaksi Sterol dan Liebermann
Larutan glikosida dalam asam asetat glasial
ditambahkan satu tetes asam sulfat pekat.
Pergantian warna terjadi dari rosa melaui
merah, violet dan biru ke hijau.
Cara identifikasi glikosida jantung menurut
Materia Medika Indonesia I
1. Larutan percobaan
Sari 3 g serbuk simplisia dengan 30 ml campuran
7 bagian volume etanol 95% P dan 3 bagian
volume air dalam alaat pendingin balik selama
10 menit, dinginkan, saring. Pada 20 ml filtrat
tambahkan 25 ml air dan 25 ml timbal (II) asetat
0,4 M kocok, diamkan selama 5 menit, saring.
Sari filtar 3 kali, tiap kali dengan 20 ml
campuran 3 bagian volume kloroform P dan 2
bagian volume isopropanol P. Pada kumpulan
sari tambahkan natrium sulfat anhidrat P,
saring dan uapkan pada suhu tidak lebih dari
50oC. Larutkan sisa dengan 2 ml metanol P.
2. Cara Percobaan.:
Encerkan 0,1 ml larutan percobaan dengan 2,9 ml
metanol P, tambahkan Baljet LP, terjadi warna jingga
setelah beberapa menit, menunjukkan adanya glikosida
dan aglikon kardenolida.
Pada 0,1 ml larutan percobaan tambahkan 2 ml Kedde
LP dan 2 ml kalium hidroksida 1 N, terjadi warna merah
ungu sampai biru ungu dan dalam beberapa menit,
menunjukkan adanya glikosida dan aglikon kardenolida.
Masukkan 0,1 ml larutan percobaan dalam tabung
reaksi, uapakan di atas penagnas air. Pada sisa
tambahkan 3 ml larutan xantidrol P 0,01 % b/v dalam
asam asetat P dan 1 tetes asam klorida pekat P, larutan
berwarna kuning intensif, kemudian panaskan di atas
penangas air selama 3 menit, warna larutan menjadi
merah intensif, menunjukkan adanya glikosida dan
glikon 2-desoksigula.
Uapkan 0,2 ml larutan percobaan di atas
penangas air. Larutkan sisa dengan 3 ml asam
asetat P dengan sedikit pemanasan, dinginkan.
Teteskan besi (III) klorida 0,3 N, kmeudian
tambahkan hati-hati campuran 3 ml asam sulfat
dan 1 tetes besi (III) klorida 0,3 N, terbentuk
cincin berwarna merah coklat pada batas cairan,
setelah beberapa menit di atas cincin berwarna
biru hijau, menunjukkan adanya glikosida dan
glikon 2-desoksigula (reaksi Keller-Killiani).

Dari keempat percobaan di atas, serbuk


mengandung glikosida jantung jika paling
kurang reaksi menunjukkan adanaya aglikon
kardenolida dan glikon 2-desoksigula.
TANAMAN YANG
MENGANDUNG GLIKOSIDA
STEROID
Digitalis

Klasifikasi:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Lamiales
Famili: Plantaginaceae
Genus: Digitalis
Spesies: Digitalis purpurea
Nama Tanaman: Digitalis
Adalah serbuk daun Digitalis
Purpurea Linne atau D.lanata
yang telah dikeringkan pada
suhu tidak lebih dari 60 C.
Daun digitalis mengandung
berbagai glikosida jantung,
diantaranya: digitoksin (0,2-
0,4 %), digitalin, gitalin,
gitoksin, dan digitonin.
Daun digitalis juga
mengandung minyak atsiri
yang tersusun dari
stearoptena, digitalosmin
(yang memberi bau khas
digitalis serta menimbulkan
rasa tajam), asam antirinat,
digitoflavon, inositol, dan
pektin.
Strophanthus

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Gentianales
Famili : Apocynaceae
Genus: Strophanthus
Spesies : Strophanthus thollonii
Strophantus
merupakanbiji yang telah
dikeringkan dari
tanamanStrophantus
kombeOliver
atauStrophantus
hispidus(family
Apocynaceae).
Strophantus mengandung
glikosida jantung dengan potensi
setiap gramnya tidak kurang dari
0,5 mg. Glikosida utama padaS.
kombedanS. hispidusadalah K-
stropantosida yang juga dikenal
sebagai strofosida. Glikosida ini
dalam biji terkandung sampai 5
% yang disebut strofantin.
Urginea

Kingdom: Plantae
Divisi: Angiosperms
Kelas: Monocots
Ordo : Asparagales
Famili: Asparagaceae
Subfamili: Scilloideae

Genus: Drimia
Species: Drimia maritima
Urginea maritime
merupakanumbi lapis dari
tanamanUrginea
Maritima(L.) Baker atauU.
indicaKunth (famili
Liliaceae).
Bagian yang dimanfaatkan
adalah sisik bagian dalam dari
umbi lapisU. maritime var. Alba.
Umbi tumbuh setengah terbenam
dalam tanah berpasir di pantai.
Umbi dipanen, lalu dirajang
melintang, dan dikeringkan.
SquillUrginea
maritimamengandung glikosida
jantung skilaren A 60 % dari
jumlah seluruh glikosida yang
ada.
Convallaria

Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Bangsa : Liliales
Suku : Liliaceae
Marga : Convallaria
Jenis : Convallaria majuscula
Convallaria
adalahakar dan
rimpang kering dari
tanamanConvallaria
majalisLinne (famili
Liliaceae).
Kandungan kimia
convallaria antara lain
konvalatoksin, konvalarin,
konvalamarin, konvalatoksol,
dan konvalosida.
Kandungan kimia tersebut
merupakan kelompok
glikosida jantung.
. Krokot

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Famili : Portulacaceae
Genus : Portulaca
Spesies : Portulaca oleracea L.
Krokot berbentuk terna
dengan batang berwarna
ungu, bulat, dan mulai muncul
percabangan pada pangkal
batang yang bersingungan
dengan tanah. Daun krokot
berwarna hijau untuk
permukaan atas dan berwarna
sedikit kemerahan pada
bagian permukaan bawah,
berair, agak tebal dan tunggal.
Cara Penggunaan :

Jantung berdebar: 4 batang


krokot dicuci, digiling, tambah
setengah cangkir air dan satu
sendok madu, diperas, dan
disaring. Air hasil saringan
diminum.
Leng-lengan

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Leucas
Spesies : Leucas lavandulifolia Smith
Manfaat:
1. Membantu mencegah

penyakit jantung.
2. Memperkuat pembuluh
darah.
3. Menurunkan kolesterol LDL.
4. Menurunkan tekanan darah
tinggi.
5. Membantu mencegah
arteriosclorosis.

Cara Penggunaan :
3 genggam daun dicuci lalu
direbus dengan 15 liter air bersih
sampai mendidih selama 15
menit, Hangat-hangat dipakai
untuk mandi berendam.
Lakukan 2 kali sehari.
Daun Dewa

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoloiophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Gynura
Spesies : Gynura segetum (Lour.) Merr.
Kandungan Kimia :
Bagian yang digunakan untuk sarana
pengobatan adalah daunnya yang mengandung
senyawa flavonoid, saponin, dan minyak atsiri.

Cara Penggunaan :
a. Jantung koroner (penyempitan pada
pembuluh nadi koroner yang memasok darah ke
jantung )
30 gr daun dewa segar direbus dengnan 400 cc air
hingga tersisa 200 cc. Minum airnya selagi hangat.
Lakukan secara teratur 2 kali sehari.
b. Kelainan pada pembuluh darah jantung :
1. Ambil 30 gr daun dewa segar ,rebus dengan 400
cc air hingga tersisa 200 cc. Minum airnya selagi
hangat. Lakukan secara teratur 2 kali sehari.
2. Umbi daun dewa (thien chi) yang telah
dikeringkan secukupnya dijadikan bubuk. Ambil
10 gr bubuk, seduh dengan air panas secukupnya,
aduk dan minum selagi hangat. Lakukan secara
teratur 2 kali sehari .
Gynura segetum
APOCYNUM

Kingdom:Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas:Magnoliopsida
Order:Gentianales
Family:Apocynaceae
Genus:Apocynum
Species:A. cannabinum
Apocynum
Biasa dikenal
denganblack Indian bemp.
Merupakanakar dari
rimpang
tanamanApocynum
cannabinumLinne
(family Apocynaceae).
Konstituen utama adalah
simarin,apokanosida,
lapokanida, dan
sianokanosida.
Apocynum merupakan
glikosida jantung karena
dapat mengobati kardiotonik
ADONIS

Kingdom:Plantae
Divisi:Angiosperms
Kelas:Eudicots
Ordeo: Ranunculales
Family:Ranunculaceae
Genus:Adonis
Species: Adonis vernalis
Adonis
Adonis
adalahbagian tanaman
di atas tanah yang
telah dikeringkan dari
tanamanAdonis
vernalisLinne (famili
Ranunculaceae).
Glikosida jantung yang
terkandung pada adonis
adalah adonitoksin,
simarin, dan vernadigin.
Seperti yang lainnya,
adonis dapat mengobati
kardiotonik.
HELLEBORUS

Kingdom:Plantae
Divisi:Angiosperms
Kelas:Eudicots
Order:Ranunculales
Family:Ranunculaceae
Genus:Helleborus
Species:Helleborus niger
Heleborus
Heloborus adalahakar
atau rimpang yang telah
dikeringkan dari
tanaman Hellebores
nigerLinne (famili
Ranunculaceae).
Kandungan utama yang
berkhasiat sebagai glikosida
jantung adalah hellebrin.
Sifat aksi heleborus
adalah stimulansia jantung.
Heleborus juga mengandung
helleborein yang aksinya
tidak begitu kuat dan
helleborin.
NERIUM

Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Gentianales
Family: Apocynaceae
Genus: Nerium
Species:Nerium oleander
Nerium oleander
Nerium oleander
merupakantanaman asli India
dan sekarang menyebar dimana-
mana.
Semua bagian tanaman memiliki
efek terhadap jantung.
Daun dan korteks secara hati-hati
digunakan untuk diuretik,
ekspektoransia, diaforetik, dan
emetikum, tetapi terhadap jantung
memiliki efek kardiotonikum.
Kulit kayu mengandung kortenerin,
oleandrin, neriin, neriantin,
neriokorin, dan neriodolein. Folinerin
memiliki sifat emetikum yang kuat.
Kegunaannya adalah sebagai
glikosida jantung.
TERIMAKASIH