Anda di halaman 1dari 40

Case Report Session

PRIMA DELLA FEGITA


RESPIRATORY DISTRESS EC
ASPIRASI MEKONIUM
PENDAHULUAN

Di Indonesia, sepertiga dari kematian bayi terjadi


pada bulan pertama setelah kelahiran, dan 80%
diantaranya terjadi pada minggu pertama dengan
penyebab utama kematian diantaranya adalah
infeksi pernafasan akut dan komplikasi perinatal.
Pada bayi cukup bulan antara lain sindrom aspirasi
mekonium, pneumonia, transient tachyphea of the
newborn (TTN), asidosis, malformasi kongenital
serta inaktivasi surfaktan karena berbagai penyebab.
Sindroma Aspirasi Mekonium merupakan
masalah kegawatan respirasi bagian perinatologi.
Dalam case ini akan dibahas mengenai definisi,
etiologi, diagnosis dan penatalaksanaan gagal nafas
pada neonatus khususnya yang disebabkan oleh
sindrom aspirasi mekonium.
TINJAUAN PUSTAKA

DEFENISI

Terminologi respiratory distress digunakan untuk


menunjukkan bahwa pasien masih dapat
menggunakan mekanisme kompensasi untuk
mengembalikan pertukaran gas yang adekuat
Bayi khususnya neonatus rentan terhadap kejadian
gagal nafas akibat:
(1) ukuran jalan nafas yang kecil dan resistensi yang
besar terhadap aliran udara
(2) compliance paru yang lebih besar
(3) otot pernafasan dan diafragma cenderung yang
lebih mudah lelah
(4) predisposisi terjadinya apnea yang lebih besar.
ASPIRASI MEKONIUM

Cairan amnion yang terwarnai-mekonium


ditemukan pada 5-15% kelahiran, tetapi sindrom ini
biasanya terjadi pada bayi cukup bulan atau lewat
bulan.
Pada 5% bayi yang demikian berkembang
pneumonia aspirasi, dimana 30% darinya
memerlukan ventilasi mekanis dan 5-10%-nya dapat
meninggal
Mekonium merupakan hasil pengeluaran saluran
cerna (isi usus janin) yang dapat diamati pada bayi
baru lahir memiliki konsistensi sangat kental,
berwarna hijau tua.
Mekonium pertama kali ada di ileum fetus kira-kira
minggu ke 10 dan minggu ke 16 kehamilan.
Komponen utama mekonium adalah air yaitu
sebesar 85-95 %.
FAKTOR RESIKO

Faktor Ibu :
Adanya penyakit kronik
Preeklamsia/eklamsia
Hipertensi
Diabetes Melittus
Merokok
Faktor janin :
Gawat janin/hipoksia akut intrauterin,adanya
kesulitan dalam melahirkan
Intra Uterine Growth Retardation
Aterm dan Posterm
Faktor Penolong :
Ketersediaan alat suction
Keterampilan penolong
PATOFISIOLOGIS

Selama persalinanbayi bisa >> O2 gerakan usus dan


pengenduran otot anus >>mekonium dikeluarkan ke
dalam cairan ketuban dalam rahim Cairan ketuban dan
mekoniuim becampur
Jika selama masih berada di dalam rahim janin bernafas
atau jika bayi menghirup nafasnya yang pertamanya terjadi
campuran air ketuban dan mekonium terhirup ke dalam
paru-paru.
DIAGNOSIS

Anamnesis :
Umur gestasi aterm atau posterm
Air ketuban berwarna kehijauan dan viskositas kental.
Pemeriksaan Fisik
Obstruksi jalan lahir besar yang ditandai apnue, gasping,
sianosis dan staining di kuku, kulit maupun umbilikal.
Tanda-tanda distress respirasi sekunder karena
peningkatan resistensi jalan nafas, penurunan
compliance,nafas cuping hidung, retraksi interkostal,
sianosis dan peningkatan diameter antero posterior.
Pemeriksaan lainnya yang biasanya dilakukan:
Analisa gas darah (menunjukkan kadar pH yang
rendah, penurunan pO2 dan
peningkatan pCO2)
Rontgen dada ditandai adanya hiperinflasi seluruh
lapangan paru, diafragma mendatar
PENATALAKSANAAN

Umum
Jaga agar bayi tetap merasa hangat dan nyaman, dan
berikan oksigen.
Farmakoterapi
Obat yang diberikan, antara lain antibiotika.
Antibiotika diberikan untuk mencegah terjadinya
komplikasi berupa infeksi ventilasi mekanik.
Fisioterapi
Yang dilakukan adalah fisioterapi dada. Dilakukan
penepukan pada dada dengan maksud untuk
melepaskan lendir yang kental.
PROGNOSIS

Diperkirakan bahwa bayi yang tercat mekonium


memiliki mortalitas lebih tinggi dan aspirasi
mekonium biasanya menyebabkan proporsi
kematian neonatus yang bermakna.
Progonosis akhir tergantung pada luasnya jejas
sistem saraf pusat akibat asfiksia, dan adanya
masalah-masalah terkait seperti adanya sirkulasi
janin.
LAPORAN KASUS

Seorang pasien bayi laki-laki umur 4 hari masuk bagian COVISE


anak RSUP M.Djamil tanggal 1Desember jam 15.00 WIB dengan :

KELUHAN UTAMA :
Sesak nafas sejak lahir
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Neonatus berat badan kahir cukup 2886 gram,Panjang Badan 47
cm, lahir secara sesio Caesario dengan bekas SC,ibu anemia
gravidarum,ketuban hijau,kental dan tidak berbau.Ketuban pecah
10 jam sebelum persalinan
Sesak nafas sejak lahir
Kebiruan ada, berkurang dengan pemberian O2
Demam tidak ada,muntah tidak ada
Injeksi vitamin K sudah diberikan
Belum ada diberi minum
BAK ada jumlah dan warna biasa
Riwayat ibu sering demam selama hamil/persalinan
tidak ada
Riwayat ibu keputihan tidak ada
RIWAYAT KEHAMILAN IBU : G2P2A0H2
Pemeriksaan Ante Natal : Dokter Umum
Penyakit Selama Hamil : tidak ada
Komplikasi Kehamilan : tidak pernah mengalami pendarahan

PEMERIKSAAN WAKTU HAMIL


TD : 120/80 mmHg
Suhu : af
Hb : 10,1 gr%
Leukosit : 8700/mm3
KEBIASAAN IBU WAKTU HAMIL
Kualitas dan kuantitas makan baik
Ibu tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan selama kehamilan
Ibu tidak memiki riwayat merokok
RIWAYAT PERSALINAN
BB ibu : 50 kg
Persalinan di : M.Djamil
Jenis Persalinan : Sesio Caesaria
Ketuban : hijau,kental dan tidak berbau busuk
Dipimpin oleh : dokter
Indikasi : Bekas SC
SKOR Ballard : 17
APGAR SKOR : 5/6

KEADAAN BAYI SAAT LAHIR


Lahir tanggal : 1 desember 2011
Jenis Kelamin : laki-laki
Jam 15.00 WIB
Kondisi saat lahir : Hidup
Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : kurang aktif


Berat badan : 2886 gram
Frekuensi nadi : 110x /menit
Frekuensi nafas : 62x /menit
Suhu : 36 C
Sianosis : Ada
Ikterus : tidak ada
Kepala : Bentuk simetris, rambut hitam, tidak mudah dicabut.
Ubun-ubun besar : 1,5 x 1,5 cm
Ubun-Ubun kecil : 0,5 x 0,5 cm
Mata : Konjungtiva : tidak anemis, sklera tidak ikterik
Telinga : tidak ada kelainan
Hidung : nafas cuping hidung ada.
Mulut : sianosis sirkum oral ada
Bibir : kering, mukosa basah.
Leher : tidak ditemukan kelainan
Kelenjar getah bening : tidak membesar
Thorak :
Bentuk : retraksi epigastrium
Jantung : irama teratur,bising tidak ada
Paru :bronkovesikuler,ronkhi tidak ada,wheezzing tidak
ada
Abdomen
Permukaan : datar
Kondisi : lemas
Hati :x
Limpa : S0
Tali pusat : segar warna kehijauan, jumlah pembuluh darah 1
vena umbilikus dan 2 arteri umbilikali
Umbilikalis : Mekonium stain ada
Genitalia : Tidak ditemukan kelainan
Extremitas :
Atas : Akral dingin,perfusi baik
Bawah : Akral dingin,perfusi baik
Kulit : Teraba dingin
Anus : ada
Tulang-tulang : tidak ada kelainan
Refleks :
Moro : (+)
Rooting : (+)
Isap : (+)
Pegang : (+)
Ukuran
Lingkar kepala : 34 cm
Lingkar dada : 32 cm
Lingkar perut : 29 cm
Simpisis-kaki : 17 cm
Panjang lengan : 20 cm
Panjang kaki : 19 cm
Kepala-simpisis : 30 cm
Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium

Tanggal (01-12-11 )
Hb : 15,2 gr/dl
Leukosit : 25.200/mm3
Trombosit : 298.000
Ht : 46%
DIAGNOSA KERJA
Respiratory Distress ec susp Aspirasi Mekonium
Pengobatan

Terapi
S/O2 2L/menit (nasal)
IVFD D12,5%
ASI 4x3cc dan 4x5cc / NGT
Aminoseril intan 6 %,24 cc/hari=1cc/jam
Ampicilin-Sulbactam 2x140 mg IV
Gentamisin 1x 14 mg
FOLLOW UP

Tanggal 02/12/11 03/12/11

KU Kurang aktif Kurang Aktif

Kesadaran sadar sadar

Vital Sign

Nafas 64 64

Nadi 160 128

Suhu 37 37
FOLLOW UP

Tanggal 4/12/11 5/12/11


KU Krang aktif Kurang aktif

Kesadaran sadar sadar

Vital Sign

Nafas 58 60
Nadi 125 127
Suhu 36,5 36,5
Tanggal 02 Desember 2011
Anamnesis :
Demam (-), sesak nafas (+),kebiruan (-), anak masih
puasa,BAK dan mekonium ada
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Kulit : teraba hangat
Thoraks : Retraksi epigastrium (+)
Abdomen : Distensi (-), BU (+)N
Ekstremitas : Akral hangat,perfusi baik
Tanggal 03 Desember 2011
Anamnesis :
Sesak nafas masih ada tapi berkurang,Demam (-),
kebiruan(-), anak masih dipuasakan,BAK jumlah
cukup,BAB biasa
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Kulit : teraba hangat
Thoraks : Retraksi epigastrium (+),cor irama teratur,bising
(-)
Abdomen : Distensi (-), BU (+)N
Ekstremitas : Akral hangat,perfusi baik
Tanggal 04 Desember 2011
Anamnesis :
Sesak nafas masih ada tapi berkurang,Demam (-),
kebiruan(-), anak masih dipuasakan,BAK jumlah
cukup,BAB biasa
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Kulit : teraba hangat
Thoraks : Retraksi epigastrium (+),cor irama teratur,bising
(-)
Abdomen : Distensi (-), BU (+)N
Ekstremitas : Akral hangat,perfusi baik
Tanggal 04 Desember 2011
Anamnesis :
Sesak nafas masih ada tapi berkurang,Demam (-),
kebiruan(-), anak masih dipuasakan,BAK jumlah
cukup,BAB biasa
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Kulit : teraba hangat
Thoraks : Retraksi epigastrium (+),cor irama teratur,bising
(-)
Abdomen : Distensi (-), BU (+)N
Ekstremitas : Akral hangat,perfusi baik
PENATALAKSANAAN

Tanggal 2/12/11
S/O2 1L/menit
IVFD D10% : 60cc/kgBB/hari7cc/jam
Sementara puasa
Ampicilin-Sulbactam 2x140 mg IV
Gentamisin 1x 14 mg IV
Tanggal 3/12/2011
S/O2 2L/menit (nasal)
IVFD D12,5%
ASI 4x3cc dan 4x5cc / NGT
Aminoseril infan 6 %,24 cc/hari=1cc/jam
Ampicilin-Sulbactam 2x140 mg IV
Gentamisin 1x 14 mg
Rencana : Tropic feeding ASI 4x3cc dan 4x5ccNGT
Dasar Diagnosis

Anamnesis didapatkan adanya : umur gestasi aterm atau


posterm, dan air ketuban berwarna kehijauan dengan
viskositas kental tidak berbau
Pemeriksaan Fisik didapatkan : adanya obstruksi jalan lahir
besar yang ditandai dengan apnue, gasping, sianosis dan
staining di kuku, kulit maupun umbilikal.Ditemukan juga
tanda-tanda distress respirasi sekunder karena peningkatan
resistensi jalan nafas, penurunan compliance,nafas cuping
hidung, retraksi interkostal, sianosis dan peningkatan
diameter antero posterior.
Rontgen dada ditandai adanya hiperinflasi seluruh lapangan
paru, diafragma mendatar
Pengobatan yang diberikan sesuai untuk penyakit ini.
S/O2 2L/menit (nasal)
IVFD D12,5%
ASI 4x3cc dan 4x5cc / NGT
Aminoseril intan 6 %,24 cc/hari=1cc/jam
Ampicilin-Sulbactam 2x140 mg IV
Gentamisin 1x 14 mg
Rencana : Tropic feeding ASI 4x3cc dan 4x5ccNGT