Anda di halaman 1dari 36

Konsep Dasar

Pemenuhan
Kebutuhan Nutrisi
By. Dwi Ariani. S. MKep
1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti pembelajaran MA:
pemenuhan kebutuhan nutrisi diharapkan
mahasiswa mampu memberikan asuhan
kepada pasien dengan gangguan
pemenuhan kebutuhan nutrisi
2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
a. Dapat menjelaskan anatomi fisiologi sal
pencernaan
b. Menjaleskan pengertian nutrisi
c. Menjelaskan komponen nutrisi
d. Menjelaskan kebutuhan nutrisi sesuai dengan
tahap perkembangan
Prinsip prinsip kebutuhan nutrisi
tubuh
Pengertian nutrisi
Nutrisi nutrients artinya bahan gizi.
Jadi nutrisi adalah bahan kimia berupa
organik maupun an-organik yang terdapat
dalam bahan makanan dan diharapkan untuk
dapat memperbaiki fungsi tubuh.

Nilai gizi :
kandungan atau isi yang terdapat dalam
bahan gizi yang specifik dari sejumlah bahan
makanan..
Konsep nutrisi mencakup
1. status nutrisi
2. status nutrisi optimal
3. energi input
4. energi output
5. keperluan energi
Nutrisi adalah
Proses tersedianya energi dan bahan bahan
kimia
dari makanan yang penting untuk
pembentukan,
pemeliharaan dan penggantian sel sel tubuh
( Berger dan Wiliam, pg 1067 ).

Nutrient adalah
subtansi organik dan anorganik khusus yang
terdapat dalam makanan yang diperlukan tubuh
agar dapat berfungsi : Pertumbuhan, Perkembangan,
Activitas, Reproduksi, Menyusui, Pemulihan /
Penyembuhan dll.
Status nutrisi optimal ( Energy balance)
yaitu jumlah energi yang dikonsumsi
dikurangi energi
yang dikeluarkan.
- Positive energy balance = Input > output
- Negative energy balance = Input < output.
Energi input
Energi input mencakup:
Sumber energi : karbohidrat, protein, lemak
Alat ukur : calori / joule
Calori, unit energi panas yang diperlukan untuk meningkatkan
suhu 1 C dari 1gr air
Kilocalori, jumlah energy panas yang diperlukan untuk
meningkatkan suhu 1 C dari 1kg air.

Energi output
Energi output meliputi:
Energy output merupakan energi yang dikeluarkan oleh tubuh
agar jaringan dan organ berfungsi
Sumber energi : ikatan molekul molekul pghosphate ATP dari
hasil proses metabolisme tubuh, yang mengandung tinggi
energi.
Keperluan energi

1. BMR ( Basal Metabolisme Rate )


Merupakan reaksi kimia yang terjadi saat tubuh
dalam keadaan istirahat.
BMR adalah jumlah calorie yang dihabiskan
setiap jam oleh tubuh dalam keadaan istirahat.
BMR : Calorie / meter / jam
pria : 1,0 kcal / kgbb/ jam
wanita : 0,9 kcal / kgbb/ jam
2. Jumlah energy lain yang dihabiskan
dalam
keadaan aktif.

Adapun fungsi energi adalah (Suitor,


Hunter, 1980):
Menyediakan energi untuk proses dalam tubuh
dan latihan atau aktivitas
Menyediakan struktur materi untuk jaringan
tubuh misalnya tulang dan otot tubuh
Mengatur proses tubuh lainnya
Komponen kebutuhan nutrisi tubuh

1. Air
merupakan komposisi terbesar dari tubuh
dan sangat penting untuk proses dalam
tubuh.
merupakan suatu keberuntungan seseorang
akan merasa haus dan rasa ingin minum
sebelum tingkat atau derajat dari tubuh
kekurangan air yang berlebihan. Untuk lebih
memperjelas hal ini akan diuraikan dalam
pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit
Karbohidrat
Komposisi terdiri dari elemen carbon, hydrogen,
dan oksigen. Terdapat dua jenis dasar
karbohidrat yaitu: Gula (karbohidrat single) dan
tepung (karbohidrat komplek). Gula terdiri dari
monosakarida, disakarida dan polysakarida.

Protein
Protein adalah zat kimia organic dari hasil
hydrolysis dari pencernaan yang merupakan
unsure pokok untuk membangun kembali dalam
hal ini adalah asam amino. Komposisi protein
terdiri dari carbon, hydrogen, oksigen dan
nitrogen.
Lemak

Lemak adalah kelompok zat kimia organik


yang berminyak dan tidak bisa bercampur
dengan air tetapi bisa bercampur dengan
alkohol dan ether.
Zat kimia organik ini adalah lipids. Elemen
yang terdapat dalam lemak adalah carbon,
hydrogen dan oksigen, sama dengan
karbohidrat tetapi dalam lemak hydrogen
lebih tinggi.
Vitamin
Vitamin adalah senyawa organik yang tidak dapat
dibuat oleh tubuh dan diperlukan dalam jumlah
besar sebagai katalisator dalam proses
metabolisme

Vitamin secara umum diklasifikasikan dalam:


Vitamin yang dapat larut dalam lemak, contoh :
vitamin A, D, E dan K
Vitamin yang larut dalam air, contoh : vitamin B
dan C
Mineral

Mineral dikategorikan menjadi dua :


Macromineral yaitu :
seseorang memerlukan setiap harinya sejumlah lebih
dari 100 mg. Contohnya : Kalsium, pospor, sodium,
pottasium, magnesium, klorida dan sulfur

Micromineral yaitu :
seseorang memerlukan setiap harinya sejumlah
kurang lebih 100 mg. Contohnya : Besi, seng, mangan,
iodium, selenium, cobalt, chromium, tembaga, fluorida
Kebutuhan nutrisi sesuai
tingkat perkembangan usia
Bayi (0-12 bln)
Pada bayi pencernaan dan absorbsi masih sederhana
sampai umur 6 bulan. Kalori yang dibutuhkan sekitar
110-120 kalori/kg/hari. Kebutuhan cairan sekitar 140-
160 ml/kg/hari. Bayi sebelum usia 6 bulan pemberian
nutrisi yang pokok adalah air susu ibu. Air susu ibu
sangat cocok diberikan sp umur minimal 4 bulan,
yang dinamakan ASI Eksklusif, dan umur lebih dari 4
bulan baru boleh mendapatkan makanan tambahan,
karena kandungan gizi yang ada pada ASI cukup
memadai terhadap kebutuhan pertumbuhan dan
perkembangan bayi.
Adapun keuntungan pemberian air susu ibu
adalah :

Asi merupakan nutrisi yang komplit


Dalam asi terdapat lactobacillus bifidus adalah
mikroorganisme dalam asi yang bermanfaat untuk
menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang
berbahaya dalam intestinal
Protein dalam asi banyak dan berbentuk laktalbumin
dimana bayi akan lebih mudah untuk mencerna
Kandungan mineral dalam asi baik untuk bayi dengan
perbandingan calsium dengan pospor adalah 2 : 1.
Disamping itu zat besi asi lebih mudah untuk
diabsorbsi.
Asi mengandung lipose untuk membantu bayi yang
immatur dalam pencernaan lemak
Protein dalam ASI tidak dapat menyebabkan alergi.
Masa anak Toddler (1 3 tahun) dan pra
sekolah (Umur 3 5 tahun)

Masa anak penting untuk mendidik pola, cara dan


jenis makan yang benar
Kebiasaan yang sebaiknya diajarkan pada usia ini
antara lain :
Penyediaan makanan dalam berbagai variasi
Membatasi makanan manis
Konsumsi diet yang seimbang
Penyajian waktu makan yang teratur.
Kebutuhan nutrisi meningkat terkait proses
pertumbuhan yang semakin cepat
Kebutuhan kalori pada masing masing usia:
1 tahun = 100 kcal / hari
3 tahun = 300 -500 kcal / hari.
Anak sekolah (Umur 6 12 tahun)

Pola makan anak usia ini perlu mendapatkan


perhatian serius karena masa ini ditandai
dengan meningkatnya aktifitas anak dan
biasanya konsumsi nutrisi kurang karena
aktifitas anak sering diluar rumah. Pola makan
tersebut digolongkan berdasarkan kelompok
usia dalam tahun.

Tabel kebutuhan nutrisi kelompok umur, sbb:


Table : Kebutuhan nutrisi anak berdasarkan
golongan umur dalam tahun

usia Kalori Protein Cal Fe Vit A Vit B1 Vit C

10 12 1900 60 0,75 8 2500 0,7 25

07 09 1600 50 0,75 7 2500 0,6 25

05 06 1400 40 0,50 6 2500 0,6 25

Tahun Cal gr gr mg U mg mg
Masa adolescents atau remaja
(Umur 13 21 th)
Kebutuhan kalori, protein, mineraql dan
vitamin sangat tinggi berkaitan dengan
berlanjutnya proses pertumbuhan (menstruasi
kebutuhan energi meningkat)

Lemak tubuh meningkat akan mengakibatkan


obesitas sehingga akan menimbulkan stres
terhadap body image yang dapat
mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.
Masa dewasa muda (Umur 23 30
tahun)

Kebutuhan nutrisi pada masa dewasa muda, selain


untuk proses pertumbuhan juga digunakan untuk
proses pemeliharaan dan perbaikan tubuh dari pada
pertumbuhan. Kebutuhan nutrisi masa dewasa
muda, pada umumnya lebih diutamakan pada tipe
dan kualitas daripada kuantitas berkaitan dengan
proses perbaikan dan pemeliharaan tubuh.

Kebutuhan nutrisi pada masa perkembangan ini


bukan hanya berfungsi untuk pertumbuhan tubuh
tetapi juga untuk mempertahankan keadaan gizi
yang didapat atau membuat keadaan gizi lebih
baik. Dengan demikian akan unsure-unsur gizi
sudah agak konstan kecuali jika terjadi kelainan.
Masa dewasa (Umur 31 - 45 tahun)

Masa dewasa merupakan masa produktif


khususnya terkait dengan aktifitas fisik,
karena umur ini merupakan masa puncak
untuk aktifitas hidup terutama dalam aktifitas
bekerja. Kebutuhan nutrisi pada masa dewasa
ini perlu mendapatkan perhatian besar, dan
harus dibedakan antara tingkat pekerjaan
ringan, sedang dan berat.

Tabel : kebutuhan nutrisi masing masing


tingkat
pekerjaan,
Tabel . Kebutuhan gizi untuk orang dewasa
berdasarkan tingkat pekerjaan
Unsur gizi Keadaan pekerjaan

Ringan Sedang Berat

Lk Pr Lk Pr Lk Pr

Kalori 2100 1750 2500 2100 3000 2500

Protein 60 55 65 65 70 70

Calsium 0,5 0,5 0,5 0,5 0,7 0,7

Ferum 8 10 8 8 10 8

Vit A 2500 2500 2500 2500 2500 2500

Vit B1 1 0,8 1,2 1 1,5 1,5


Dewasa tua (Usia 46 tahun ketas)

Kebutuhan unsur-unsur gizi sudah jauh


berkurang jika disbanding dengan dewasa.
Pada usia lanjut maka BMR akan berkurang 10
30 %. Umumnya aktifitas mereka sudah
berkurang, berhubungan dengan usia yang
bertambah maka akan banyak alat tubuh
mengalami degeneratif, alat-alat pencernaan
sudah mengalami kemunduran.
Wanita masa kehamilan dan menyusui

Ibu yang hamil dan menyusui memerlukan


makanan yang baik dan cukup. Sebagai bahan
pertimbangan untuk dapat menghasilkan 1
liter air susu ibu harus menyediakan kalori
sebanyak 350 kal sedangkan air susu ibu
sendiri mengandung 750 kal, 12 gr protein,
45 gr lemak, laktosa, vitamin dan lainnya.

Kebutuhan kalori bertambah kira kira 40


kcal / kg bb ( 300 kcal / hari )
Kebutuhan nutrisi pada masa kehamilan
terutama mencakup protein, zat besi, calcium,
zinc, vitamin A B C D. Pada masa menyusui
kebutuhan nutrisi lebih banyak dari pada saat
kehamilan (500 - 600 kcal/hari )

Nah untuk mengetahui kebutuhan nutrisi ibu


masa hamil dan menyusui, silakan Anda
memahami tabel berikut ini:
Tabel. Kebutuhan gizi untuk ibu hamil dan menyusui

Jenis kebutuhan Ibu hamil Ibu menyusui


Kalori 2500 3000
Protein 85 gr 100 gr
Calsium 1,5 gr 2 gr
Ferum 15 gr 15 gr
Vit A 8000 u.i 8000 U.I
Vit B 1,8 mg 2,3 mg
Vit C 100 mg 150 mg
Riboflavin 2,5 mg 3 mg
Vit D 400-800 U.I 400-800 U.I
Air 6-8 gelas 6-8 gelas
). Jumlah energi yang dibebaskan oleh
katabolisme zat makanan dalam tubuh sama
dengan energi yang dibebaskan bila zat
makanan dibakar diluar tubuh.
Energi yang dihasilkan oleh proses
katabolisme dalam tubuh berbentuk kerja luar,
panas dan simpanan energi.

3) Energi output = Kerja luar + Simpanan energi


+ Panas.
Jumlah energi yang dibebaskan persatuan
waktu disebut laju metabolisme.
Faktor pengaruh pemenuhan
kebutuhan nutrisi

A. Keseimbangan metabolisme dan energi


tubuh
Metabolisme secara harfiah berarti perubahan
yang menyangkut segala transfortasi kimiawi
serta energi yang terjadi dalam tubuh. Terdapat
keseimbangan terus menerus antara metabolisme
berbagai unsur yang komplek, membebaskan
energi dan menghancurkan (katabolisme) dengan
mengambil energi dan pembentukan energi
(anabolisme).
Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi laju metabolisme adalah :

Kerja otot
Konsumsi oksigen
Pemberian makan
Lingkungan
Untuk dapat membandingkan laju metabolisme
antara orang satu dengan orang lain maka
pengukuran dilakukan dalam keadaan istirahat
total, baik fisik maupun mental dalam satu
ruangan dengan suhu yang sesuai 12 14 jam
setelah makan. Laju metabolisme yang
ditetapkan dalam kondisi demikian disebut :
Laju Metabolisme Basal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju
metabolisme basal adalah :
Umur
Ukuran tubuh
Aktifitas
Suhu tubuh
Temperatur lingkungan
Pertumbuan
Jenis kelamin
Status emosi
Berat badan seseorang tergantung dari kalori yang
diperoleh dan energi yang dikeluarkan. Untuk
mempertahankan keseimbangan berat badan seseorang
memerlukan keseimbangan energi input yaitu: umur dan
pertumbuhan, jenis kelamin, iklim, tidur atau istirahat,
kesehatan, makanan serta aktifitas.
Dampak gangguan pemasukan nutrisi
(inadekuat dan eksesif)

Dampak gangguan pemasukan nutrisi tergantung


dari pada macam dan tipe nutrisi yang meliputi :
lamanya pemasukan yang inadekuat atau konsumsi
yang berlebihan dan juga umur dari seseorang.

Jika semua atau sejumlah nutrisi hilang secara total


maka seseorang akan mengalami gangguan
pertumbuhan. Jika intake dari salah satu nutrisi tidak
adekuat maka akan memberi efek yang lebih nyata.

Misalnya : Kekurangan vitamin C dalam beberapa


bulan akan menimbulkan gangguan pada gusi
Kekurangan vitamin A dalam beberapa tahun
maka akan menimbulkan rabun senja dan yang
lebih parah lagi akan mengalami gangguan
penglihatan sampai terjadi buta.

Biasanya pemberian vitamin akan bermanfaat


jika pada situasi tertentu misalnya kehamilan
jika pemberiannya tepat dalam jumlahnya.

Jika pemberian over dosis atau secara


sembarangan maka akan menimbulkan
berbagai gangguan, sebagai contoh :
Konsumsi vitamin A yang berlebihan dalam
beberapa bulan akan dapat menyebabkan
nausea, vomitus dan sakit kepala.

Pemberian vitamin B6 yang berlebihan akan dapat


menimbulkan problem pada syaraf dan akan dapat
menyebabkan kesulitan dalam mengontrol otot.

Dampak dari kekurangan atau kelebihan nutrisi


dapat hanya beberapa minggu, bulan atau tahun
ini tergantung daripada manifestasi setiap
individu.

Kelebihan atau kekurangan vitamin biasanya


dalam beberapa minggu atau bulan. Kelebihan dari
nutrisi atau karbohidrat dan lemak sebagai energi
akan mendatangkan tubuh yang gemuk dalam
beberapa minggu.
Faktor faktor yang mempengaruhi pola
diet

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi


pola diet seseorang adalah berikut:

Kebudayaan
Agama
Kesukaan seseorang terhadap makanan
Sikap dan emosi
Letak geografi
Faktor ekonomi
Matur Nuwun