Anda di halaman 1dari 20

ANALGETIK &

ANTIPIRETIK
Kelompok 1 :

Maghfirani Faroh Fauzia G701 15 192


Nur Afiyani G701 15 137
Adlian AnggrainI G701 15 147
Risky Dermawati G701 15 010
Mardy Rezha G701 15 117
ANALGETIK

Apa sebenarnya Analgetik itu ?

Definisi Obat analgetik adalah obat


penghilang nyeri yang banyak digunakan
untuk mengatasi sakit kepala,demam, dan
nyeri ringan tanpa menghilangkan
kesadaran.
Nyeri merupakan suatu pengalaman
sensorik dan motorik yang tidak
menyenangkan, berhubungan
dengan adanya potensi kerusakan
jaringan atau kondisi yang
menggambarkan kerusakan
tersebut .
PENGGOLONGAN OBAT

Berdasarkan sistem kerja farmakologisnya


1. Analgetik perifer ( non narkotika)
Terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik dan tidak
bekerja sentral. Obat ini dinamakan juga analgetika perifer
karena tidak mempengaruhi sistem saraf pusat, tidak
menuunkan kesadaran atau mengakibatkan ketagihan
2. Analgetik narkotik
Zat-zat ini memiliki daya menghalangi nyeri yang kuat
sekali dengan tingkat kerja yang terletak disistem saraf
pusat. Umumnya mengurangi kesadaran dan menimbulkan
perasaan nyaman (euforia). Dapat mengakibatkan toleransi
dan kebiasaan (habituasi). Serta ketergantungan psikis dan
fisik (ketagihan adiksi) apabila pengobatan dihentikan.
Golongan analgetik perifer
Salisilat
Contoh obat :
1.Aspirin
Komposisi : tablet aspirin mengandung 0,5 gram asam asetilsalisilat.
Indikasi : untuk meringankan rasa sakit terutama sakit kepala dan
pusing, sakit gigi, dan nyeri otot serta menurunkan
demam.
Dosis : dewasa : 1 tablet, 3 x sehari, anak 5 tahun keatas 3x sehari
Mekanisme : menghambat pengaruh an biosintesa dari pada zat-zat yang
menimbulkan rasa nyeri dan demam (prostaglandin). Daya
kerja analgesik aspirin diperkuat oleh pengaruh langsung
terhadap susunan saraf pusat , jangan digunakan untuk
penderita cacar air dan gejala flu dan penderita
hipersensitif
Efek samping : gangguan lambung-usus , kerusakan darah , kerusakan
hati dan ginjal dan juuga reaksi-reaksi alergi kulit.
Para-aminofenol
contoh obat
1. Acethaminophen (paracetamol)
Komposisi :.
Indikasi : untuk mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, sakit gigi, sakitwaktu
haid dan sakit pada otot menurunkan demam pada influenza

Dosis : Untuk anak dibawah 1 tahun: 60 120 mg, tiap 4 6 jam.


Untuk anak usia 1 5 : 1 2 sdk teh atau 120 250 mg, tiap 4 6 jam.

Untuk anak usia 6 12 thn: 2 4 sdk teh atau 250 500mg,tiap 4 6


jam.
Untuk anak usia diatas 12 tahun: Sampai 1 g tiap 4 jam.
Mekanisme : menghambat sintesis prostaglandin di pusat otak (hipotalamus), tetapi
tidak di perifer (jaringan),mampu meringankan/ menghilangkan rasa
nyeri tanpa mempengaruhi susunan syaraf pusat dan tidak
menimbulkan
ketagihan
Efek samping : mual. Jika alergi terhadap obat ini juga dapat mengakibatkan sakit
tenggorokan, bintik-bintik di mulut dan bibir, ruam pada kulit atau
gatal-gatal. munculnya gejala penyakit hati seperti infeksi perut
sehingga mengakibatkan urin dan tinja berdarah.
Pirazolon
contoh obat
Metamizol
Komposisi : Tiap tablet mengandung Metamizole Na 500mg
Indikasi : Antrain dapat meringankan rasa sakit, terutama nyeri
kolik dan sakit setelah operasi.
Dosis : 500 mg tiap 6-8 jam per hari dengan dosis maksimal
harian adalah 2000 mg.
Mekanisme : menghambat transmisi rasa sakit ke susunan saraf
pusat dan perifer. Metamizole Na bekerja sebagai
analgesik, diabsorpsi dari saluran pencernaan
mempunyai waktu paruh 1 - 4 jam.
Efek samping : mulut kering,mual dan muntah, konstipasi.
Golongan analgetik narkotik

Zat-zat ini memiliki daya menghalangi nyeri yang


kuat sekali dngan tingkat kerja yang terletak di
sistem saraf pusat umumnya mengurangi kesadaran
dan menimbulkan perasaan nyaman.
Misalnya nyeri pada kanker biasanya diobati menurut
suatu skema bertingkat empat, yaitu :
Obat perifer (non opioid) peroral atau rectal, paracetamol,
asetosal
Obat perifer bersama kodein dan tramadol
Obat sental (opioid) peroral atau rektal
Obat opioid parenteral
Efek samping : umumnya mengurangi kesadaran sifat
meredakan dan menidurkan) dan menimbulkan perasaan
nyaman (euforia).dapat mengakibatkan toleransi dan
kebiasaan (habituasi) serta ketergantungan psikis dan fisik
(adiksi) bila pengobatan dihentikan

Sediaan obat analgesik Narkotik


Contoh obat : MST CONTINUS
Morfin sulfat tiap pil mengandung 10mg,1 mg 30mg,60mg
dan 100mg
Dosis awal 10 15 mg
Aturan pakai : telan utuh / jangan dikunyah
Antipiretik

Antipiretik adalah golongan obat yang


dipergunakan untuk menurunkan suhu tubuh
bila demam. Cara kerjanya dengan
melebarkan pembuluh darah dikulit,
sehingga terjadi pendinginan darah oleh
udara luar. Obat antipiretik juga bersifat
analgesik maka disebut golongan obat
analgesik-antipiretik
Mekanisme kerja, Menghambat kerja enzim
siklookcygenasi, yaitu enzim yang berperan dalam
mengubah asam arakhidonat menjadi prostaglandin.

Efek samping, dapat menimbulkan reaksi


hipersensitivitas dan kelainan darah. Pada
penggunaan kronis dari 3-4 g sehari dapat terjadi
kerusakan hati yang tidak reversibel. Dosis dari 20
gram sudah berefek fatal. Selain itu meningkatkan
resiko ulkus (luka) lambung, pendarahan, hingga
perforasi (kebocoran akibat terbentuknya lubang di
dinding lambung).
Golongan obat perifer
Para-aminofenol
contoh obat
1. Acethaminophen (paracetamol)
Komposisi :.
Indikasi : untuk mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, sakit gigi, sakitwaktu
haid dan sakit pada otot menurunkan demam pada influenza
Dosis :Untuk anak dibawah 1 tahun: 60 120 mg, tiap 4 6 jam.
Untuk anak usia 1 5 : 1 2 sdk teh atau 120 250 mg, tiap 4 6 jam.

Untuk anak usia 6 12 thn: 2 4 sdk teh atau 250 500mg,tiap 4 6


jam.
Untuk anak usia diatas 12 tahun: Sampai 1 g tiap 4 jam.
Mekanisme : menghambat sintesis prostaglandin di pusat otak (hipotalamus), tetapi
tidak di perifer (jaringan),mampu meringankan/ menghilangkan rasa
nyeri tanpa mempengaruhi susunan syaraf pusat
Efek samping : mual, alergi terhadap obat ini dapat mengakibatkan sakit tenggorokan,
bintik-bintik
dimulut dan bibir, ruam pada kulit atau gatal-gatal. munculnya gejala
penyakit hati
seperti infeksi perut sehingga mengakibatkan urin dan tinja berdarah.
2. Asam mefenamat
Komposisi : tiap tablet mengandung 250mg
Indikasi : untuk penderita nyeri ringan sampai sedang dan penyakit peradangan,
umumnya nyeri gigi, myeri menstruasi,nyeri otot atau sendi dan
nyeri
setelah melahirkan
Dosis : awal diberikan 500mg kemudian dilanjutkan 4x 250mg. Tidak
boleh diminum lebih dari 2500mg perhari. Disarankan tidak
melebihi 7hari.
Mekanisme : menghalang efek enzim yang disebut siklooksigenase (coox).
Enzim ini membantu tubuh untuk memproduksi bahan kimia
yang disebut prostaglandin yang menyebabkan rasa sakit
dan peradangan.
Efek samping : nyeri perut, nyeri telingan, nyeri saat buang air kecil,telinga
berdenging, pusing, diare, penurunan nafsu makan dan
kelelahan juga dapat menyebankan gangguan fungsi ginjal ,
gangguan pernafasan, kejang, penurunann kesadaran dan
depresi
3. Ibuprofen
Komposisi : tiap tablet mengandung ibuprofen 200mg
Indikasi : meredakan demam, mengurani rasa neyri pada sakit
kepala, sakit gigi, nyeri otot, nyeri setelah operasi pada

gigi dan dimenore


Dosis : Dewasa : 200-400mg, 3-4x sehari
Mekanisme : Bekerja melalui [enghambatan enzim siklooksigenase
pada biosintesis prostaglandin sehingga konversi asam
arakidonat menjadi PG-G2 terganggu
Efek Samping : efek ringan dan bersifat sementara berupa mual,
muntah, diare, konstipasi, nyeri lambung, ruam kulit,
pruritus, sakit kepala, pusing dan heart burn
Golongan Narkotika Analgesik-
Antipiretik
1. Morfin
Komposisi :
indikasi : digunakan dalam mengurangi keparahan, nyeri akut atau
sedang sampai parah, nyeri kronis (ex pasien sakit parah)
Dosis : dosis yang diberikan biasanya berkisar antara 5-20 mg
tiap empat jam sekali. Untuk morfin suntik, dosis yang
diberikan berkisar antara 3-5 mg tiap empat jam sekali
Mekanisme : Berikatan dengan reseptor di sistem saraf pusat,
mempengaruhi persepsi dan respon thd nyeri Sebuah
analgesik kuat; berbagi aksi agonists opiat Agonis opiat
mengubah persepsi dan respons emosional untuk nyeri.
Efek samping : Mengantuk Pusing atau sakit kepala Mual Sembelit Sulit
buang air kecil Gangguan tidur Mulut terasa kering Tubuh
berkeringat
2. Fentanil
Komposisi
Indikasi : Suplemen analgesik narkotik pada anestesi
regional atau general.
Dosis : dosis yang biasa diresepkan ialah 100mikrogram setiap

episode rasa sakit.


Mekanisme : meningkatkan aksi anestetik lokal pada blok saraf
tepi. Keadaan itu sebagian disebabkan oleh sifat
anestetsi lokal yamg lemah (dosis yang tinggi
menekan hantara saraf) dan efeknya terhadap
reseptor opioid pada terminal saraf tepi.
Efek samping : mual, konstipasi
umumnya, diare, gangguan pernapasan,
berkeringat, mulut kering dan Sariawan,
ruam kulit yang gatal, mengantuk
kelelahan dan pusing, sakit perut,
perubahan mood, sakit kepala, iritasi lokal
disekitar plaster.