Anda di halaman 1dari 9

Formulasi Clausius

Pernyataan Clausius yaitu:

Tidak mungkin membuat suatu


mesin yang bekerja dalam suatu
siklus, dimana kalor yang
diserap dari suatu reservoir yang
bersuhu rendah dan dilepaskan
kalor tersebut ke reservoir kalor
bersuhu tinggi tanpa
memerlukan usaha luar
Ketidaksamaan Clausius

Ketidaksamaan Clausius mendasari dua hal yang


digunakan untuk menganalisis system tertutup dan
volume atur berdasarkan hukum kedua
termodinamika, yaitusifat entropidanneraca
entropi.
Ketidaksamaan Clausius menyatakan bahwa:

(1)
dimana Q mewakili perpindahan kalor pada
batas system selama terjadinya siklus, dan T
adalah temperature absolute pada daerah
batas tersebut. Subskrip b menunjukkan
bahwa integral dihitung pada daerah batas
yang mengalami siklus. Simbol bahwa
integral dilakukan pada semua bagian dari
batas tersebut dan siklus secara keseluruhan
Model yang mewakili ketidaksamaan Clausius
dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar Ilustrasi yang digunakan untuk


mengembangkan Ketidaksamaan Clausius
Gambar tersebut memperlihatkan sebuah system
untuk mendapatkan energi sebesar Q di daerah
batas dengan temperature absolute T pada saat system
menghasilkan kerja W.
Berdasarkan definisi skala Kelvin diperoleh
hubungan antara perpindahan kalor dan temperatur
seperti berikut :

(a)
Selanjutnya, perhatikan gabungan system
seperti pada Gambar yang ditunjukkan oleh
garis putus-putus. Neraca energi pada
kombinasi tersebut adalah :

Dimana WC adalah kerja total dari kombinasi


system, penjumlahan antara W, W,dan EC
menyatakan perubahan energi dari kombinasi
system tersebut. Penyelesaian persamaan
neraca energi untukdengan
menggantidengan Persamaan (a) didapat:
Bila system tersebut dibiarkan menjalani
siklus tunggal, sementara system antara
menjalani siklus satu kali atau lebih. Kerja
total dari kombinasi system gabungan
tersebut adalah:

(b)
Karena kombinasi system tersebut menjalani siklus dan
memindahkan energi dengan perpindahan kalor pada sebuah
reservoir kalor, Persamaan 5.1 memenuhi pernyataan Kelvin-
Planck tentang hukum kedua termodinamika. Berdasarkan
hal ini, Persamaan (b) disederhanakan hingga didapat
Persamaan awal, di mana kesamaan dapat digunakan, pada
saattidak terdapat ireversibilitas dalam systemyang
melakukan siklus. Ketidaksamaan diaplikasikan jikaterdapat
ireversibilitas internal. Pengertian ini sebenarnya berkaitan
dengan adanya kombinasi system dan siklus antara. Namun,
pada siklus antara tersebut dapat dianggap tidak terjadi
ireversibilitas, jadi kemungkinan terjadinya ireversibilitas
adalah pada system itu sendiri, sehingga Persamaan (1)
dapat disederhanakan menjadi

(2)
dimana dapat mewakili tingkat
ketidaksamaan
tidak ada ireversibilitas dalam system
adanya ireversibilitas dalam system
tidak mungkin

Jadi, merupakan ukuran dari efek yang


ditimbul kan oleh ireversibilitas pada saat system
menjalani suatu siklus.