Anda di halaman 1dari 29

BAJA III

BAJA DAKTAIL

Ahmad Faza Azmi, S.T M.T

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

Desain Plastis
Gempa Terhadap Struktur Baja
Analisis Pushover dan Mekanisme Sendi Plastis
Desain struktur Baja Daktail Untuk Gempa
1. Sistem Rangka Pemikul Momen (Moment Resisting Frames)
2. Sistem Rangka Bresing Konsentrik (Concentrically Braced
Frames)
3. Sistem Rangka Bresing Eksentris (Eccentrically Braced
Frames)
4. Sistem Rangka Batang Pemikul Momen (Truss Moment
Frames)
5. Sistem Rangka Bresing Anti Tekuk (Buckling Restrained
Bracing)
. Dasar Hitungan Baja Komposit

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

Metode pembebanan gempa dengan SAP atau ETAB

Analisa Statik Ekivalen


Analisa Respon Spektrum
Analisa Time History

PUSHOVER ANALYSIS

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III
Analisa Statik Ekivalen

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III
Analisa Respon Spektrum
BAJA III
Analisa Respon Spektrum

Respons spektrum adalah suatu spektrum yang


disajikan dalam bentuk grafik/plot antara periode
getar struktur T, lawan respon-respon maksimum
berdasarkan rasio redaman dan gempa tertentu.
Respon-respon maksimum dapat berupa
simpangan maksimum (spectral displacement, SD)
kecepatan maksimum (spectral velocity, SV) atau
percepatan maksimum (spectral acceleration, SA)
massa struktursingle degree of freedom(SDOF)
BAJA III
Analisa Respon Spektrum

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III
Analisa Time History

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III
Analisa Time History

Model Analisis
Riwayat Waktu
(Time History
Analysis) adalah
dasar struktur
bangunan digetar
oleh gempa yang
pada umumnya
memakai rekaman
gempa tertentu

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III
Analisa Pushover

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

A = Origin point (belum ada


pembebanan)
B = Yield point
IO = Immediate Occupancy
LS = Life Safety
CP = Collapse prevention
C = Ultimate point
D = Residual point
E = Failure point

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

MATERIAL DAKTAIL : adalah sifat material


yang mampu menjalani deformasi inelastik
yang besar tanpa kehilangan kekuatannya.
ASM 1964 (dalam buku Metal Handbook of the
American Society for Metals) mendefinisikan,
daktilitas : adalah kemampuan material untuk
berdeformasi plastic (plastis) tanpa mengalami
retak (fracture).
BRITTLENESS (getas atau rapuh), lawan sifat
daktilitas, adalah kemampuan material yang
menjalani penjalaran retak (crack propagations)
tanpa deformasi plastik

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

BAJA : material paling daktail


yang dipakai dalam rekayasa
material.
Untuk mendesain struktur
baja daktail tidak cukup hanya
mengandalkan sifat baja yang
(inherent) daktail, harus ada
pendekatan dari faktor-faktor
eksternal

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

Diagram tegangan regangan baja dan beton

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

Diagram tegangan regangan baja

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

Diagram tegangan regangan baja berdasarkan mutu kekuatanya

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

Respon daktail memerlukan :


Daktilitas material
Daktilitas elemen struktur dan penampang
material
Daktilitas struktur
Untuk melindungi sambungan supaya
tidak leleh :
Pada sambungan semi rigid : daktilitas
sambungan dapat dianggap sebagai daktilitas
elemen yang disambung.

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III
LETAK INDONESIA :
SEISMOLOGI

Eurasian Plate

Pasific Plate

Indo-Australian
Plate

HAMPIR SEMUA
WILAYAH
INDONESIA BERESIKO
GEMPA TEKTONIK
TINGGI
Ahmad Faza Azmi, S.T
BAJA III

GEMPA KECIL
BANGUNAN TAK BOLEH RUSAK

GEMPA SEDANG
BOLEH RUSAK HANYA BANGUNAN SEKUNDER

GEMPA BESAR
BOLEH RUSAK TANPA KORBAN JIWA

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

GEMPA KECIL

METODE ELASTIK

GEMPA KECIL
METODE TIDAK EKONOMIS
ELASTIK
METODE INELASTIK
MENGATUR KERUSAKAN (PLASTIFIKASI)

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

Perencanaan struktur baja didasarkan atas sifat material


baja yang dapat menahan tegangan tarik, tekan, geser,
lentur, torsi, dan kombinasinya
Kekuatan dan daktilitas material baja relatif tinggi, sehingga
baja mampu menjalani deformasi inelastik yang besar tanpa
kehilangan kekuatannya
Strukturnya ringan sehingga menguntungkan untuk struktur
jembatan bentang panjang, bangunan tinggi, ataupun
struktur cangkang
Waktu pengerjaan relatif singkat (tidak memerlukan set-up
time)
Disain meliputi disain elemen dan sambungan
Kelangsingan elemen harus diperhitungkan untuk
menghindari hilangnya kekuatan akibat tekuk
Ahmad Faza Azmi, S.T
BAJA III

Dasar Perencanaan: SNI-03-1729-2002


Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan
Gedung
Pasal 15. Ketentuan Perencanaan Tahan Gempa Untuk
Struktur Bangunan Baja

Komponen struktur untuk bangunan baja tahan gempa


harus memenuhi:
Keterangan:
= faktor reduksi beban
Rn = kuat nominal komponen struktur
Ru = pengaruh aksi terfaktor

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

Parameter beban gempa


Gaya geser dasar rencana total, V, pada suatu arah
ditetapkan sebagai berikut:

Gaya geser dasar rencana total, V, tidak perlu lebih


besar daripada nilai berikut ini
Keterangan:
V = gaya geser dasar rencana
total
Ca dan Cv adalah
Vmaks = gaya geser dasar
koefisien
rencana maks
percepatan
R = faktor modifikasi respons
gempa
T = waktu getar dasar struktur
BAJA III

Untuk bangunan yang melebihi


satu tingkat, bahan baja yang
digunakan harus memenuhi
persyaratan berikut:
1. Fy terhadap Fu < 0,85
2. Kurva - memperlihatkan
daerah yield plateau cukup
panjang,
3. Perpanjangan maksimum
tidak kurang daripada 20%
untuk daerah pengukuran
sepanjang 50 mm,
4. Mempunyai sifat relatif
mudah dilas Fy < 350 MPa

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III SIFAT-SIFAT UMUM MATERIAL
BAJA
Hubungan - beberapa material
baja
BAJA III

Tegangan = = P/A ; regangan = = L/L


Untuk meningkatkan tegangan leleh y (DIN) = fy
(SNI) = Fy (AISC) yang lebih besar dengan cara
alloying (tambahan unsur logam tertentu) dan
tempering (ditempa)
Material baja dengan y lebih besar, tidak ada
daerah datar (plateau), regangan leleh y dan
regangan putus u lebih kecil, material kurang
daktail.
A36 carbon steel adalah baja lunak (mild steel)
setara Bj 41 (SNI) : HSLA = High Strength Low Alloy ;
Heat-Treated = material baja perlu pemanasan awal
sebelum dilas supaya tidak terjadi kerapuhan
(brittleness)

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

Ahmad Faza Azmi, S.T


BAJA III

Daerah dengan regangan sampai regangan


leleh, y, disebut daerah elastik
y - sh : daerah datar plastik/plastis (plastic
plateau).
sh - ult : daerah penguatan regangan (strain
hardening); sh= regangan strain hardening; ult
= regangan ultimit
Pada material baja sh= (5-15) y, rata-rata =
10y
Modulus Elastisitas E = 200.000MPa
(=29.000 ksi) ; Esh = 6700 Mpa
Esh/E = 1/30 = 0.033 = 3,3 %
Ahmad Faza Azmi, S.T