Anda di halaman 1dari 66

KELOMPOK 7

INESYA SALSABILA
IRFAN SUPRAHAMDANI
ITA TAZKIATUL IZZATI MUSTOPA
JEMIMA NARWASTU PRAWIDYA
JUAN MARSHALL SAMALLO
MEGA WAHYUNI GAFAR
MOCHAMAD REIZA ADIYASA
MOCHAMMAD HABIBIE DWI PUTRA
MUHAMAD ARFIQ
MUHAMMAD ANGGA JULZAEL
MUHAMMAD RIAN FATHURRAHMAN
KLARIFIKASI ISTILAH

Makanan berlemak:
Makanan yang banyak
mengandung kolesterol
yang berlebihan apabila
tidak di kontrol dengan
baik.
IDENTIFIKASI MASALAH

1. PAK BUDI USIANYA 45 TAHUN


2. PAK BUDI SUKA MAKANAN BERLEMAK DAN BERSANTAN
3. DALAM SATU MINGGU, MINIMAL MAKAN-MAKANAN
BERLEMAK 4X
4. MAKANAN BERLEMAK KURANG BAIK UNTUK KESEHATAN
5. DOKTER MENGANJURKAN UNTUK MENGURANGI
KONSUMSI MAKANAN BERLEMAK
BRAINSTORMING
Anatomi
saluran cerna
Proses
lipid pencernaan Fisiologi saluran
lipid cerna

Histologi
Makan
saluran cerna
Suka sedikitnya 4
Pak budi 45
makanan kali dalam
tahun
berlemak seminggu
Empedu

Kurang baik
untuk
Dokter kesehatan
menganjurkan
mengurangi
makan berlemak
LEARNING OBJECTIVES

1. MEMAHAMI ANATOMI DAN HISTOLOGI SALURAN


PENCERNAAN
2. MEMAHAMI FISIOLOGI PENCERNAAN LIPID
3. MEMAHAMI TENTANG LIPID DAN DERIVAT LIPID
4. MEMAHAMI PERANAN EMPEDU DALAM PENCERNAAN
ANATOMI SALURAN
PENCERNAAN
MULUT
Bagian dalam dilapisi oleh
selaput lendir
Motalitas: mengunyah
Sekresi: saliva
- amilase
- mukus
- lisozim
ada:
1.Vestibulum oris: bibir / labium
oris, pipi/buca, gingiva permukaan
luar
2.Cavum oris proprium: dentest
permukaan dalam, gingiva
permukaan dalam, palatum
durum dan palatum mole, lingua,
ismus fascium
FARING

berfungsi untuk sistem


pencernaan dan pernapasan
(penghubung antara mulut
dan esofagus)
terdapat tonsil
motalitas: menelan
ESOFAGUS

Terletak antara faring


dan lambung, menembus
diafragma dan menyatu
dengan lambung di
rongga abdomen
beberapa cm dibawah
diafragma
ada 2 sfingter :
1. faringesofageal (di
atas)
2. gastroesfageal (di
bawah)
LAMBUNG

Berbentuk huruf J
Terletak diantara esofagus
dan usus halus
Diregio epigastrium,
umbilicalis dan
hypochondriacum sinistra
Terdiri dari kardia, corpus,
pilorus
USUS HALUS
Terdiri dari :
1. Duodenum
. Panjang 20-25 cm
berbentuk C
. dibagi menjadi pars
superior, descendens,
horizontal, ascendens
. Terletak di retroperitoneal
kecuali pars superior
2. Jejenum
2/5 bagian proximal
Memiliki dinding yang lebih
tebal dari ileum
Suplai arterial: arteriae
jejunales dari A.mesentrica
superior

3. Ileum
3/5 bagian distal
Suplai arterial: arteriae
ileales dari A. mesentrica
superior dan arteria ileocolic
USUS BESAR
Terdiri dari :
1. Colon
. Terdiri dari colon
ascendens, transversum,
dan descendens
. Bagian terakhir colon
descendens membentuk
C.sigmoid dan berlanjut
sebagai rectum dan
berakhir pada canalis
analis
2. Caecum
Kantong buntu yg terletak
di fosa iliaca dx
Caecum berlanjut sebagai
colon ascendens pada
pertemuan dengan dengan
ileum

3. Appendix vermiformis
Berbentuk tabung sempit,
berongga dan berujung
buntu
4. Rektum
Bagian setelah colon
sigmoideum
Pertemuan
rectosigmoideum berada
pada level bertebra SIII

5. Canalis analis
Kelanjutan dari intestinum
crassum di inferior rectum
HISTOLOGI SALURAN PENCERNAAN
RONGGA MULUT
Terdiri dari epitel berlapis gepeng, ada mukosa khusus berupa
taste buds, duktus kel. Liur.
- Bibir Permukaan luar:
Rambut
Kel. Sebasea
Kel. Keringat
- Bag. Merah bibir
Ep. Berlapis gepeng tanpa lap. tanduk
- Bibir Permukaan dalam:
Ep. Berlapis Gepeng + lap. Tanduk
Musk. Orbikularis oris
LIDAH

Terdiri dari otot ekstrinsik (gerakan lidah) dan otot intrinsik.


Merupakan massa otot rangka yang saling menyilang dalam 3
bidang, yaitu:
M. Transversus, M. Vertikalis, M. longitudinalis lingua.
Lidah 2/3 bag. Anterior Lidah 1/3 bag. posterior

- Ep. Berlapis gepeng - Ep. Berlapis gepeng


- Permukaan ventral tipis - Papil lidah (-)
- Permukaan dorsal tebal + papil2
lidah

Tunika submukosa Tunika Submukosa


- kel. Liur (kecil) umunya kel. Serosa - Tonsila lingualis

- Otot skelet (++) - Otot skelet (++)


Jaringan lemak () Jaringan lemak (++)
Kel. Ebner dekat papila sirkumvalata
Lidah ditutupi oleh tonjolan kecil yang disebut
papila. Tipe papila lidah:
Papila filiformis bentuk kerucut memanjang,
tersebar di seluruh lidah,ada lap. Tanduk, tidak ada
taste buds
Papila fungiformis bentuknya menyerupai
jamur,ada taste buds
Papila foliata terdiri dari dua atau lebih tonjolan
di permukaan dorsolateral, ada taste buds
Papila sirkumvalata papila bulat berukuran
besar, tersebar di daerah posterior, banyak kel.
Serosa (von ebner)
ESOFAGUS

Merupakan saluran berotot yang


berfungsi meneruskan makanan dari
mulut ke lambung. Dilapisi epitel
berlapis gepeng tanpa lap. Tanduk
dengan sel-sel punca yang tersebar di
seluruh lapisan.
Secara histologis dibagi menjadi
3:
1/3 bag. Atas
1/3 bag. Tengah
1/3 bag. bawah
Susunan ESOFAGUS
mikros. 1/3 bag. Atas 1/3 bag. 1/3 bag. bawah
Dinding Tengah
esofagus

T. Mukosa -lipatan -kel. Cardia


- Epitel longitudinal esofagus
- Lamina propria -ep. Berlapis
- T. musk. gepeng tanpa
Mukosa lap. Tanduk
-jar. Ikat jarang +
selular
T. Submukosa -jar. Ikat jarang -Plexus. Meissner
yg memadat
-kel. Esofagus
-plexus
submukosa
T. Muskularis 2 lapis
- Sirkularis Otot Skelet Otot Skelet Otot polos
+pl. myentericus
- Longitudinalis Otot skelet Otot polos Otot polos
T. Jar. Ikat jarang
Adventisia/Ser (pemb.
GASTER (LAMBUNG)
Secara histologis :
Kardia
Korpus/fundus
Pilorus
Kardia Gaster

1. Ep. Selapis Thorax


2. Foveola gastrika dangkal & sempit
3. Lamina propria : ada kel. Kardia (sedikit)
4. Tunika submukosa : tanpa kelenjar
Fundus Gaster

1. Ep. Selapis Thorax


2. Foveola gastrika tebal t. mukosa
3. Lamina propria kel. Fundus + jar. Ikat
4. T. muskularis mukosa (ada otot polos)
5. T. submukosa tanpa kelenjar
Kelenjar Fundus terdiri dari :
1.Stem cell regenerasi mukosa
2.Sel mukosa leher produksi
mukus asam
3.Sel parietal produksi HCL + fac.
intrinsik gaster
4.Sel zimogenik produksi
pepsinogen
5.Sel enteroendokrin / sel DNES
Pilorus Gaster

1.Ep. Selapis thorax


2.Foveola gastrika lebih lebar &
dalam ( tebal mukosa)
3.Di lamina propria ada sel
penghasil mukus
4.Sel gastrin terdapat diantara sel
mukus merangsang
pelepasan hcl
USUS HALUS
Ada 3 bagian :
Duodenum (usus 12 jari)

Yeyunum

Ileum
Ada struktur histologis :
Tunika mukosa
Bangunan khusus pada permukaan mukosa
Plika sirkularis Kerckring
Vilus intestinalis dan kriptus (kelenjar usus) liberkuhn
Epitel
Sel Silindris( sel absorptif)
Sel Induk (Stem Cell)
Sel Mukus/Cangkir/Piala (Sel Goblet)
Sel Paneth
Sel Enteroendokrin
KOLON
Struktur histologis :
Tunika mukosa

1. Epitel selapis silindris dengan sel goblet


2. Kriptus Lieberkuhn (+)
3. Lamina propria
Otot polos

Noduli limfatikus <<

Tunika submukosa
. Jaringan ikat longgar
Tunika Muskularis
. Sirkular & longitudinal
. Pleksus Aurbach
Tunika serosa
LIPID DIGESTION
PENCERNAAN DI LAMBUNG
Pencernaan lipid dimulai di lambung, dikatalis
oleh acid lipase yang berasal dari kelenjar di
belakang lidah

Terjadi pemecahan Triasilgliserol menjadi asam


lemak dan monoasilgriserol
EMULSI DI DUODENUM
Terjadi
emulsi oleh garam empedu di lumen
duodenum, tujuannya adalah untuk
meningkatkan luas permukaan sehingga
memudahkan kerja dari lipase
PEMBENTUKAN MISEL
Asam lemak, kolestrol bebas , dan
monoasilgliserol adalah produk utama dari
degradasi lipid dalam makanan di dalam
jejunum, bersama garam empedu dan vitamin
larut lemak membentuk Misel (kumpulan lipid
ampipatik)
ABSORPSI OLEH MUKOSA USUS
Miselmendekati tempat utama penyerapan lipid
(brush border) atau sel mukosa
Permukaan hidrofilik misel memfasilitasi
pengangkutan lipid menuju brush border
Monogliserida dan asam lemak lalu disintesis
kembali menjadi trigliserida (terjadi di retikulum
endoplasma) lalu keluar seperti jalur keluar protein
pada sintesis protein sebagai kilomikron
Kilomikron menuju lakteal (pembuluh limfa) di vili
usus
LIPID DAN DERIVAT LIPID
Senyawa organik heterogen, yang merupakan
ester antara alkohol dan asam lemak.

LIPID

Alkohol yang membentuk lipid adalah gliserol,


sfingol, kolesterol, sterol lain dan alkohol alifatik
rantai panjang.
LIPID

Fungsi :
Memiliki kalori tinggi (9,3 kkal)
Mengandung vitamin yang tidak larut dalam air
(Vitamin A, D, E, K)
Pelindung di jaringan bawah kulit dan sekitar
organ tubuh
Berbentuk lipoprotein merupakan bagian
membran sel dan membran sub seluler.
Sederhan
a

LIPID

Kompleks
LIPID
SEDERHANA
Ester asam lemak dengan berbagai alkohol
o Lemak : Ester asam lemak dengan gliserol
o Wax : Ester asam lemak dengan alkohol
monohidrat berberat molekul tinggi.
LIPID KOMPLEKS

Ester asam lemak yang mengadung gugus -gugus


selain alkohol dan asam lemak.
o Fosfolipid:Lipid mengandung suatu asamFosfor,
selain asam lemak dan alkohol.
o Glikolipid: Lipid yang mengandung asam lemak,
sfingosin, dan karbohidrat.
o LipidKompleks Lain: Lipid seperti sulfolipid dan
aminolipid, termasuk lipoprotein
DERIVAT LIPID
Senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid.
Mencakup :
Asam Lemak
Gliserol
Steroid
Alkohol lain
Aldehida lemak
Badan Keton
GARAM EMPEDU

Disekresikan oleh empedu (untuk penyerapan lipid)


Dialirkan ke duodenum
Fungsi garam empedu:

1. Membantu : Mengubah Globulus Besar / mengemulsikan nya


menjadi lebih kecil sehingga luas permukaan untuk aktivitas
lipase pankreas meningkat
2. Pembentukan Misel:
Dalam suatu misel garam empedu dan lesitin menggumpal.
Misel memiliki bagian yang larut air karena ada selubung
hidrofiliknya tetapi juga memiliki bagian yang larut lemak
dibagian tengahnya.
FUNGSI GARAM EMPEDU
3. Garam empedu adalah
perangsang paling kuat bagi
peningkatan sekresi empedu:

Setiap bahan yang meningkatkan


sekresi empedu bernama koleretik.
Koleretik terkuat adalah garam
empedu.
Saat empedu telah ikut dalam
pencernaan makanan dan
penyerapan lemak, garam empedu
direabsorpsi dan dikembalikan ke
hati oleh siklus enterohepatik dan
bekerja sebagai koleretik poten
untuk merangsang sekresi empedu
REFERENSI

1. Widmaier E,Raff H, Strang K. Vanders Human Physiology.


13th rev ed.New York : Mc Graw Hill. 2014
2. Ferrier D. Lippincotts Illustrated Reviews Biokimia Jilid 1.
Rudiharso W,Hartono A, Saputra L, translator. 6th rev ed.
Jakarta : Binarupa Aksara. 2014
3. Rhoades R, Bell D. Medical Phsiology Principles for Clinical
Medicine. 4th rev ed. China : Lippincott Williams & Wilkins.
2013