Anda di halaman 1dari 50

PEREKAHAN HIDRAULIK

Hydraulic fracturing adalah suatu teknik stimulasi yang


dilakukan untuk meningkatkan permeabilitas formasi dengan
cara membuat rekahan pada batuan formasi. Rekahan
dilakukan dengan menginjeksikan fluida perekah pada tekanan
injeksi di atas tekanan rekah formasi dan laju alir injeksi yang
tinggi.
Sebelum memutuskan untuk melakukan stimulasi
hydraulic fracturing, ada beberapa hal yang harus
dipertimbangkan antara lain :

Tujuan dari hydraulic fracturing adalah untuk memperbaiki permeabilitas


formasi atau meningkatkan nilai indeks produktivitas.
Kecilnya laju alir fluida yang disebabkan karena permeabilitas formasi
yang memang kecil atau karena adanya kerusakan formasi (faktor skin)
atau juga karena formasi yang ketat (consolidated).
Kelayakan sumur untuk dilakukan hydraulic fracturing yaitu cadangan
yang tersisa masih cukup banyak. Sehingga diharapkan keuntungan dari
hasil penjualan minyak mentah yang diperoleh setelah dilakukan hydraulic
fracturing jauh lebih besar daripada biaya pekerjaan itu sendiri, sehingga
perusahaan mendapatkan keuntungan yang signifikan.
Mekanisme Hydraulic Fracturing

Step Rate Test


Step Rate Test merupakan test laju bertingkat yang dilakukan dengan menaikkan
dan menurunkan rate pemompaan secara bertahap dalam selang waktu tertentu.
Test ini bertujuan untuk mengetahui tekanan estimasi. Tekanan estimasi merupakan
tekanan awal dimana rekahan mulai terbentuk.

Mini fracturing
Mini fracturing merupakan simulasi pengerjaan mainfracturing yang dilakukan
dengan menginjeksikan fluida perekah tanpa proppant kedalam sumur dengan
tekanan tidak melebihi tekanan rekah. Dari kegiatan minifrac ini didapatkan data
data yang diperlukan dalam kegiatan main fracturing nanti seperti, leak-off
coefficient (CL), closure pressure, effisiensi fluida, dan parameter mekanika batuan
seperti stress gradient, modulus young (E), poisson ratio (v)
Main fracturing

Main fracturing merupakan tahapan utama dalam kegiatan hydraulic


fracturing, dimana fluida perekah beserta proppant yang dibawanya
diinjeksikan kedalam sumur. Dari kegiatan main fracturing ini didapatkan
jalan atau permeabilitas baru yang nantinya diharapkan dapat
meningkatkan nilai produksi
Fluida Perekah dan Additive

Fluida perekah biasanya berupa cairan. Fluida perekah berguna untuk


menghantarkan daya pompa ke batuan formasi, memulai perekahan,
memperluas rekahan, memperlebar rekahan, membawa dan menempatkan
proppant.

Syarat-syarat yang harus dimiliki fluida perekah yaitu stabil pada


temperatur formasi. Tidak menyebabkan kerusakan terhadap formasi.
Tingkat kehilangan cairan (Filtrationloss) kecil. Kehiangan tekanan pada
pipa casing dan tubing rendah. Mempunyai kemampuan yang efektif untuk
membawa proppant (material pengganjal) ke dalam batuan. Tidak
membentuk emulsi yang stabil dengan fluida sumur. Serta syarat terakhir
yang harus dimiliki oleh fluida perekah adalah mudah didapat, ekonomis
dan relatif mudah dipompakan.
FLUIDA PEREKAH
Fluida perekah atau fracturing fluids adalah fluida yang digunakan pada
proyek perekahan

Prepad adalah cairan yang biasa, seperti air, minyak atau foam dengan ditambah gel
sedikit ,fluid loss, surfactant atau KCl untuk memperkecil kemungkinan damage
(menyebabkan kerusakan formasi). Prepad digunakan untuk mempermudah
membuka rekahan dan mendinginkan formasi.
Pad adalah fluida kental tanpa proppant yang dipompakan untuk melebarkan dan
mempertinggi rekahan, dan mempersiapkan jumlah slurry dengan proppant.
Slurry (bubur) dengan proppant akan mengembangkan rekahan menjauhi sumur
menambah lebar panjang rekahan serta membawa proppant untuk mengisi rekahan.
Flush
Dipompakan cairan dasar di belakang slurry dengan proppant agar mendorong
slurry tersebut masuk ke formasi
Menurut Thomas C. Frick, fluida perekah dapat digolongkan menjadi
empat katagori menurut bahan dasar pembuatannya yaitu fluida dengan
bahan dasar minyak, fluida dengan bahan dasar air, fluida dengan bahan
dasar emulsi, serta fluida dengan bahan dasar foam dan gas.
Additive adalah bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam fluida dasar
perekaahan.Komposisi tertentu yang digunakan sehingga menghasilkan
performance suatu fluida perekah yang diinginkan.

- Crosslink berguna untuk meningkatkan viskositas dengan pengikatan satu


molekul atau lebih.
- buffers berguna untuk mengontrol pH.
- bactericide berguna untuk melindungi polymer dari kerusakan yang
diakibatkan oleh bakteri.
- fluid loss additive berguna untuk mengontrol kehilangan fluida
- breakersberguna untuk memecahkan rantai polymer sehingga encer
kembali atau kecil viskositasnya setelah penempatan proppant
Material Pengganjal (Proppant)

Material pengganjal atau sering disebut juga proppant. Proppant adalah


benda padat yang pada umumnya berbentuk pasir. Berdasarkan fungsinya
proppant harus memiliki sifat-sifat diantaranya berbentuk bulat dan
simetris. Mempunyai specific gravity antara 0,8 s/d 3.0. memiliki diameter
yang cukup besar. mempunyai compressive strength tinggi. memiliki
ukuran butiran yang seragam.
Jenis proppant yang biasa dipakai dalam operasi hydraulicfracturing
adalahpasir kwarsa dengan specific gravity 2,7. Wall Nutshells dengan
specific gravity 1,4. Glass Beads dengan specific gravity 2,7. Allumunium
Pallet dengan specific gravity 2,7. Serta proppant yang sering digunakan
lainnya Most Plastics dengan specific gravity 1,1.

1. Pasir Alami
a. Ottawa sands
Spesifikasi : Well Rounded
SG 2.65
b. Brady Sands
Spesifikasi : Bulat nya kurang rata
SG = 2.65
Harganya lebih murah dibanding pasir Ottawa
2. Proppant Ceramic ( Proppant buatan)
a. Sintered Bauxite
Untuk Temperatur tinggi dan sumur dalam
Stress > 12000 psi
SG =3.65
b. Intermediate Ceramic
Stress < 10000 Psi
SG =3.15
c. Low density Ceramic
SG =2.7
Stress < 6000 Psi
Pemilihan Proppant

- Ukuran Proppant
- Distribusi proppant ( seragam atau tidak)
- Kualitas Proppant
- Kehalusan permukaan dan bentuk bulat proppant
Konduktivitas Rekahan

konduktivitas rekahan berhubungan dengan permeabilitas


proppant dan lebr rekahan yang tersisi proppant.
Konduktivitas Rekahan dipengaruhi oleh :

1. Closure Stress
Stress ini diteruskan oleh formasi ke proppant pada saat tertutupnya
rekahan. Jika stressnya besar akan menyebabkan proppant hancur,
mengurangi ukuran proppant dan memperkecil permeabilitas rekahan. Jika
stressnya kecil akan memadatkan proppant dan mengurangi porositas dan
permeabilitas.
2. Ukuran Proppant
Makin besar Proppant makin besar konduktivitasnya. Lebar rekahan harus
2 sampai 3 kali diameter proppant
3. Konsentrasi Proppant

4. Kekuatan Proppant
Fines atau butiran kecil pecahan proppant terjadi karena closure stress
5. Bentuk Butiran Proppant
Semakin bulat dan halus, maka akan semakin tahan terhadap tekanan.
Bentuk butiran dipengaruhi oleh roundness (halusnya permukaan dan
sphericity (bulatnya butiran)
Mekanika Batuan

Pada projek perekahan, perlu diketahui besaran-besaran yang berlaku pada batuan,
agar dapat diramalkan rekahannya.

Ada tiga komponen penting yaitu fluida perekah, rekahannya, dan batuan
reservoir. = lim F/A

Stress = = tegangan
F = gaya
A = luas
Poisson Ratio
Tekanan Overburden
Tekanan overburden tidak tergantung pada tektonik, dan harganya sama
dengan berat batuan formasi di atasnya

Dimana rata-rata gradient akan disekitar 0,95 1,1 psi/ft.

H
v g ( z ) dz
0

Kalau overburden adalah harga absolut, yang diderita oleh batuan dan
fluida di pori-pori adalah effective stress yang didefenisikan sebagai
Stress vertikal efektif = 'v v p
adalah Konstanta Poroclastic Biot (1956), ( Tekanan yang di alami
pori pori) yang bernilai 0,7.

Stress vertikal memberi effektif akan diterjemahkan ke arah


horizontal dengan perbandingan Poisson, di mana :

v
'H ' v'
1 v
di mana H adalh stress horizontal effektif dan v = Poisson ratio.
Variabel ini adalah sifat batuan. Untuk sandstone sekitar 0.25
Absolute horizontal stress H

H H ' p

Harga stress minimum effektif adalah

' '
H min H

Harga stress minimum absolut Horizontal adalah

'
H min H min p
Stress horizontal maksimum absolut adalah :

H max H min tect


Arah Rekahan

stress utama formasi adalah v, H,min dan H,max.

Arah rekahan akan tegak lurus dengan harga stress


terkecil dari ketiganya
Suatu formasi sedalam 8000 kaki dengan gradient tanah di atasnya dengan
densitas 162 lb/ft3.Poroelastic constant formasi adalah 0.7, Poisson Ratio =
0.25. Tekanan reservoir 3600 psi. Kontribusi stress tectonic 1100 psi.
Hitung harga stress vertikal, minimum dan maksimum. Tentukan arah
rekahan akan vertikal atau horizontal.

1 psi = 144 lbf/ft2; 1 lbf/ft2 = 0.006944 psi


v 162 144 x 8000 9000 psi

H , min '

H ,min

H , max
Cara-cara Perekahan

(membuka)

(menggeser)

(merobek)
MODEL GEOMETRI REKAHAN
Bentuk geometri rekahan perlu diperkirakan untuk mengetahui berapa
produksi, material yang diperlukan, tekanan, fluid loss dan lain-lain.
Pendekatanmodel geometri dibuat berdasarkan mekanika batuan, sifat-sifat
fluida perekah,seperti kondisi pemompaan fluida dan stress yang bekerja di
batuan.
MODEL GEOMETRI REKAHAN 2-D

Pada model geometri rekahan dua


dimensi (2-D) tinggi rekah tetap sedang
aliran fluida satu dimensi (1-D).
1. Model howard dan fast (Pan American
Model)
2. Model perkins-kern-nordgren (PKN)
3. Model khristianovich-zheltov-geertsma-de
Klerk (KGD)
Model perekahan pseudo tiga dimensi (P-3-D)
merupakan model perkembangan dari dua
dimensi dengan ketinggian bertambah serta
aliran fluidanya satu dimensi (1D) atau dua
dimensi (2D).Sedangkan, model perekahan tiga
dimensi (3-D) merupakan perluasan rekahan
dalam arah 3D serta aliran fluidanya 2D.
Aplikasinya memerlukan software komputer.
Model PKN
Model pertama dari 2D yang banyak
dipakai dalam analisis setelah tahun 1960-
1970.

Model ini diterapkan dengan anggapan jika


panjang (penetrasi) rekahan jauh lebih
besar dari pada tinggi rekahannya
(Xf>>Hf), tinggi rekahannya sama dengan
tebal reservoir, tekanan dianggap konstan
pada arah irisan vertikal
Model KGN
Merupakan hasil rotasi sebesar 900dari model
PKN. Model ini diterapkan berdasarkan anggapan
bahwa panjang rekahannya jauh lebih kecil
daripada tinggi rekahan (xf << hf). Tinggi
rekahan sama dengan tebal reservoir
Model KGD mempunyai lebar rekahan sama di sepanjang
rekahannya dan berbentuk setengah elips di bagian ujungnya.
Efek dari profil seperti ini memberikan rekahan yang relatif lebih
pendek, lebih lebar dengan konduktivitas yang lebih besar dari
model PKN
Evaluasi Hasil Perekahan
Berdasarkan Permeabilitas Formasi
Besarnya harga permeabilitas setelah rekahan
(Kf) dan harga distribusi permeabilitas rata-rata
(Kavg) dapat dihitung dengan persamaan Howard
& Fast berikut :
Kavg = permeabilitas formasi rata-rata, mD
re = radius pengurasan, ft
rw = radius sumur, ft
Kf = permeabilitas formasi yang terkena
efek perekahan, mD
K = permeabilitas formasi, mD
Xf = panjang rekahan 1 sayap, ft
WKf = konduktifitas rekahan, mD.ft
Berdasarkan Productivity Index

Metode yang digunakan untuk menghitung


peningkatan
indeks produktivitas diantaranya:
Metode Prats

panjang rekahan satu interval


(Xf).
Metode Cinco-Ley, Samaniego dan
Dominiquez

Asumsi yang digunakan adalah area pengurasan silindris,


komplesi sumur cased hole, memperhitungkan
permeabilitas dan konduktivitas serta panjang rekahan dan
aliran fluida steady state.
grafik hungungan antara rw dengan fcd. Grafik
ini berguna untuk mendapatkan nilai jari-jari
sumur efektif (rw). Untuk mendapatkan nilai jari-
jari sumur efektif kita harus lebih dulu
mengetahui nilai dari konduktifitas rekahan tanpa
dimensi (Fcd). Nilai konduktifitas rekahan tanpa
dimensi dapat dihitung dengan menggunakan
rumus
Metode McGuire-Sikora

Membuat analogi perekahan di lapangan dengan


menggunakan studi analog elektrik. Asumsi yang
digunakan pada metode ini aliran pseudo-steady state, laju
aliran konstan dengan tanpa aliran dari luar batas jari-jari
pengurasan, daerah pengurasan segi empat sama sisi,
aliran incompressible, lebar rekahan sama dengan lebar
formasi. Rumus yang digunakan pada metode ini yaitu:
Pada perhitungan X diatas menggunakan parameter
konduktifitas rekahan efektif (WKf), nilai permeabilitas (k)
dan nilai luas area (A). Setelah itu cari panjang rekahan (L)
berbanding nilai jari-jari pengurasan (re). Setelah nilai X
dan L/re didapat, masukkan kedua nilai kedalam grafik
pada gambar 3.9 dibawah ini.