Anda di halaman 1dari 20

ESTIMASI CADANGAN DENGAN

MENGGUNAKAN METODE INVERSE


DISTANCE WEIGHTED PADA PENAMBANGAN
NIKEL DI PT ANTAM (Persero). Tbk UBPN
SULTRA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

PROPOSAL PENELITIAN

M. RAFIQ RAFSANJANI
093 2010 0003
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Untuk melakukan penambangan maka


sangat perlu dilakukan perhitungan
cadangan yang mana diperlukan untuk
mengetahui apakah endapan tersebut
layak untuk ditambang sehingga penulis
mencoba meneliti tentang perhitungan
cadangan dengan menggunakan metode
IDW
2
2. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penelitian ini adalah
untuk menghitung cadangan endapan
nikel laterit dengan menggunakan
metode IDW

Tujuan dari penelitian ini adalah


mengetahui jumlah jumlah cadangan
endapan nikel laterit sebelum
dilakukan penambangan
3
3. Batasan Masalah
Batasan masalah dari penelitian ini
adalah menghitung jumlah cadangan
dengan metode IDW. Metode ini dipilih
karena merupakan metode yang lazim
digunakan pada penghitungan
cadangan endapan nikel laterit

4
4. Manfaat Penelitian
. Turut memberikan solusi terhadap
perhamasalahan yang dihadapi
oleh perusahaan yang berkaitan
dengan estimasi cadangan
. Sebagai referensi tambahan bagi
peneliti selanjutnya yang relevan
dengan penelitian ini

5
5. Alat dan bahan
. Peta Izin Usaha Pertambangan
tempat penelitian
. Peta topografi daerah penelitian
. Laptop
. GPS
. Kamera digital
. Buku lapangan dan alat tulis
menulis

6
6. Lokasi dan Kesampaian Daerah
. Secara administrasi terletak di daerah
Pomalaa Kabupaten Kolaka Provinsi
Sulawesi Tenggara
. Jarak dari Ibu Kota Kabupaten Kolaka
30 km, sedangkan dari kendari ibu
kota Provinsi Sulawesi Tenggara
berjarak 165km
. Secara astronomis terletak pada
"1213650BT dan 41427LS

7
8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Nikel Laterit
Nikel laterit merupakan bijih yang
dihasilkan dari proses pelapukan
batuan ultrabasa yang ada di atas
permukaan bumi. Istilah laterit berasal
dari bahasa latin later yang berarti
batubara merah (M.F. Buchanan, 1807)

9
2. Pengertian Cadangan
Cadangan adalah endapan mineral
yang telah diketahui ukuran, bentuk,
sebaran, kuantitas, dan kualitasnya
yang secara ekonomis, teknis, hukum,
lingkungan, dan sosial dapat
ditambang pada saat perhitungan
dilakukan (SNI, 1998)

10
Menurut MC Kelvey, 1972 cadangan
dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Cadangan Terukur
Cadangan terukur adalah cadangan
yang kuantitasnya dihitung dari
pengukuran nyata, misalnya dari
pemboran, singkapan dan paritan,
sedangkan kadarnya diperoleh dari hasil
analisa conto. Batas Kesalahan
perhitungan tidak boleh lebih dari 20%

11
Cadangan Terkira/Terindikasi
Cadangan terkira adalah cadangan yang
jumlah tonase dan kadarnya sebagian
diperoleh dari hasil perhitungan
pemercontoan dan sebagian lagi dihitung
sebagai proyeksi untuk jarak tertentu
berdasarkan keadaan geologi setempat titik-
titik pemerconto dan pengukuran jaraknya
tidak perlu rapat sehingga struktur, kadar,
ketebalan, kedudukan, dan kelanjutan
endapan mineral serta batas penyebarannya
belum dapat dihitung secara tepat dan baru
disimpulkan/dinyatakan berdasar indikasi.
Batas toleransi kesalahan perhitungan 20%-
40%
12
Cadangan Terduga/Tereka
Cadangan terduga adalah cadangan
yang diperhitungkan kuantitasnya
berdasarakan pengetahuan geologi,
kelanjutan endapan mineral, serta batas
dari penyebaran. Ini diperhitungkan dari
beberapa titik conto, sebagian besar
perhitungannya didasarkan kepada kadar
dan kelanjutan endapan mineral yang
mempunyai ciri endapan sama. Toleransi
penyimpangan kesalahan terhadap
perhitungan cadangan adalah 60%.
13
3. Metode Perhitungan Cadangan IDW
Metode IDW adalah salah satu dari
metode penaksiran dengan
pendekatan blok model yang
sederhana denan mempertimbangkan
titik di sekitarnya (NCGIA, 2007)

14
Secara garis besar IDW sebagai berikut (Latif, 2008)
Suatu cara penaksiran dimana harga rata-rata titik
yang ditaksir meruipakan kombinasi linear atau harg
rata-rata terbobot (weighted average) dari data-data
lubang bor disekitar titik tersebut. Data di dekat titik
yang ditaksir memperoleh bobot yang lebih besar,
sedangkan data yang jauh dari titik yang ditaksir
bobotnya lebih kecil. Bobot ini berbanding terbalik
dengan jarak data dari titik yang ditaksir.
Pilihan dari pangkat yang digunakan (ID1, ID2, ID3, )
berpengaruh terhadap hasil taksiran. Semakin tinggi
pangkat yang digunakan, hasilnya akan semakin
mendekati metode NNP.

15
Jika d adalah jarak titik yang ditaksir, z, dengan titik data, maka factor
pembobotan w adalah

Dimana:
z = nilai parameter yang
dit
wi = pembobotan titik data
zi = nilai parameter titik data

16
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
TAHAPAN DAN METODOLOGI PENELITIAN

Tahap Pendahuluan
-Administrasi
-Studi Pustaka
-Penyusunan Proposal Penelitian

Tahap Pengambilan Data

Data Sekunder Data Primer


-Peta Lokasi - Data Hasil
Penelitian Pemboran
-Peta Topografi

Tahap Pengolahan dan Analisis Data


- Pengolahan Data Hasil Pemboran di
Lapangan
- Pembuatan peta sebaran Ni
menggunakan Software ArcGis 9.3 dan
Surpac

TAHAP PENULISAN SKRIPSI


17
BAB IV
RENCANA WAKTU DAN ANGGARAN BIAYA

Tabel Rencana Anggaran


Biaya

18
Jadwal Kegiatan

19
TERIMA
KASIH

20