Anda di halaman 1dari 9

UJI ANALISIS KADAR LEMAK PADA

IKAN BAWAL PUTIH


(Pampus Argenteus)

KELOMPOK 9 :
1. Hizkia
Hengky Yoikov Nainggolan
(16051103020)
2. Chintya Pansiang (160511030)
3. Kezia Tampi (16051103088)
4. George Pandeiroth (16051103020)
Ikan bawal putihmemiliki nama latinPampus Argenteus. Dilihat asal
usulnya, ikan bawal ini bukanlah asli Indonesia, tetapi berasal dari
negeri Samba, Brazil. Ikan ini dibawa ke Indonesia oleh para importis
ikan hias dari Singapura dan Brazil pada tahun 1980. Selain ke
Indonesia, ikan bawal pun sudah tersebar hampir ke seluruh penjuru
dunia. Di setiap negara, ikan ini mempunyai nama yang berlainan.
Bentuk badan pipih dengan badannya yang tinggi sehingga
hampir menyerupai bentuk belah ketupat. Ikan bawal ini
merupakan ikan herbivore yang cenderung bersifat omnivore,
selain suka melalap tumbuhan air juga suka memakan udang
ataupun ikan ikan kecil dan hewan air lainnya (Nelson, 1984).

Ikan bawal putih merupakan jenis ikan yang habitatnya dari air
laut. Pada umumnya ikan bawal putih memiliki bobot 500 gram,
namun ada juga yang mencapai bobot 1,5 hingga 2 kg per ekor
(Junianto, 2011).

Ikan Bawal hidup dan berenang secara berkumpulan. Biasanya


pada musim tertentu bawal cermin boleh didapati dengan
banyak. Ia juga dikatakan sering didapati beriringan dengan
udang di dasar laut.
Dalam Uji Peoksimat ini bahan yang digunakan sebagai sampel adalah Ikan Bawal
Putih (Pampus Argenteus). Berikut morfologi dan klasifikasinya :
Taksonomi Ikan Bawal Putih (Pampus Argenteus) / Silver pomfret
Klasifikasi ikan bawal putih :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Bramidae
Genus : Pampus
Spesies :Pampus argenteus
Karakteristik: Badan sangat pipih lateral (punggung bongkok), moncong sangat pendek, sirip
dada tidak runcing sperti Bawal Hitam dan tidak mempunyai sirip perut. Sirip ekor bercagak
(forked) dalam, bagian bawah lebih panjang. Warna badan bagian atas abu-abu, bagian
bawah putih keperakan. Terdapat bintik-bintik hitam (sangat kecil) pada hampir seluruh
tubuh. Sirip punggung ujungnya gelap. Jenis yang ditemukan di Indonesia terdiri dari dua
spesies, yaitu: Pampus argenteus dan pampus chinensis. Nama lokal: Bawal Tambak, Kilat,
Ikan Bawal putih hidup pada perairan pantai, payau bahkan dapat hidup di
perairan tawar. Jenis ikan ini hidup di dasar perairan yang keadaan
dasarnya berlumpur, sampai kedalaman 100 m dan cenderung berada
pada kedalaman 15-25 m. Penyebaran ikan ini meliputi pantai timur
Indonesia, Laut Jawa , sebagian timur Sumatera, pantai Laut Cina selatan,
Philipina, bagian barat Teluk Persia dan bagian Utara Jepang (Beaufort dan
Chapman, 1951).

Habitat: Ikan Bawal Putih lebih banyak menghuni perairan pantai dengan
dasar lumpur, seperti Bawal Hitam. Pada siang hari dia berada dekat
dengan dasar, sedangkan pada malam hari naik ke permukaan. Sering kali
ikan ini memasuki wilayah Estuari, terutama dekat dengan sungai-sungai
besar dengan membentuk gerombolan besar (schooling). Makanan
utamanya adalah Plankton. Perikanan: Alat tangkap utama ikan ini
termasuk Lampara dasar, Payang, Dogol dan Trawl. Perairan Kalimantan.
Ukuran ikan yang tertangkap mencapai panjang 30 40 cm dengan
Lipid adalah kelompok molekul alami yang meliputi lemak, lilin, sterol,
vitamin yang larut dalam lemak (seperti vitamin A, D, E, dan K),
monogliserida, digliserida, trigliserida, fosfolipid, dan lain-lain. Fungsi
biologis utama lipid termasuk menyimpan energi, pensinyalan, dan
bertindak sebagai komponen pembangun membran sel. Lipid memiliki
aplikasi dalam industri kosmetik dan makanan serta dalam
nanoteknologi.

Meskipun istilah lipid kadang-kadang digunakan sebagai sinonim untuk


lemak, lemak adalah subkelompok lipid yang disebut trigliserida. Lipid
juga mencakup molekul seperti asam lemak dan turunannya (termasuk
tri-, di-, monogliserida, dan fosfolipid), serta metabolit lainnya yang
mengandung sterol seperti kolesterol. Meskipun manusia dan mamalia
lainnya menggunakan berbagai jalur biosintesis untuk memecah dan
mensintesis lipid, beberapa lipid esensial tidak dapat dibuat dengan cara
ini dan harus diperoleh dari makanan.
Alat dan Bahan
Berikut Alat dan Bahan yang digunkan pada pengujian Kadar Lemak
pada Ikan Bawal Putih :

Satu set alat ekstraksi lemak Soxtec system (2046 control unit dan
2045 Extraction unit)
Selongsong Alumunium
Selongsong Kertas
Timbangan Analitik
Desikator
Gegep
Sampel Ikan Bawal Putih
N-heksan
Cara kerja pengujian Kadar Lemak pada Ikan Bawal Putih :
Siapkan alat dan bahan
Timbang sampel Ikan lalu bungkus dengan kertas saring kemudian masukan ke dalam
selongsong kertas
Sebelum pengujian selongsong alumunium dicuci lalu di oven semalaman/ 4 jam hingga
kering
Dinginkan dalam desikator hingga berat konstan, timbang selongsong alumunium yng
kosong catat beratnya
Pada pengujian kadar lemak menggunakan selongsong kertas dan selongsong alumunium.
Siapkan alat ekstrasi lemak, setting pada suhu 150 o C , kemudian selongsong alumunium
diisi dengan N-heksan 50 ml sebagai pelarut lemak. Ekstraksi lemak berlangsung selama
2 jam, tahap ekstraksi ada 3 tahap yaitu :
Pada pengujian kadar lemak menggunakan alat yang disebut Soxhlet System (terdiri dari
2046 control unit dan 2045 Extraction unit) seperti.
Boiling (Perebusan) buka keran suhu 150 oC, selama 20 menit
Posisi alat dalam keadaan Rinsing, selama 40 menit
Tutup Keran proses Recovery Solvent selama 10 menit
Kemudian setelah proses ekstraksi selesai, ambil selongsong alumunium dengan gegep
kemudian masukan dalam desikator hingga berat konstan
Timbang selongsong alumunium yang berisi lemak, hitung kadar % lemak
SEKIAN DARI
KELOMPOK 9
TERIMA KASIH