Anda di halaman 1dari 17

TELAAH KRITIS JURNAL

Evidence Based Medicine

Gus Dinda Marsella


1102012102
Fakultas Kedokteran
2015-2016
Skenario
Anak perempuan usia 6 tahun dibawa ibunya
berobat ke Puskesmas dengan keluhan nyeri
tenggorokan dan demam sudah 3 hari. Selain itu
pasien juga mengeluh kesulitan menelan, batuk kering
dan suara serak. Pada pemeriksaan vital didapatkan
tekanan darah 120/90 mmHg, nadi 98 x/menit,
frekuensi nafas 20 x/menit, suhu 38,5o C. Pasien sadar
dengan keadaan sakit sedang. Pada pemeriksaan fisik
terlihat edema dan hiperemis pada faring.
Dokter memutuskan menggunakan Rapid
Antigen-Diagnostic Test untuk memastikan pasien
positif faringitis atau tidak. Selain itu dokter juga
melakukan kultur swab tenggorok pada agar darah
plat.
Foreground Question
Apakah pemeriksaan Rapid Antigen-Diagnostic
Test sama baiknya dengan kultur tenggorok
dalam menegakkan diagnosis faringitis?

V
S
https://m.ufhealth.org/sites/default/files/graphics/images/en/9950.
jpg
http://www.labpitta.com/wp-
PICO
Patient : Anak perempuan usia 6 tahun
dengan nyeri tenggorokan
Intervention : Rapid Antigen-Diagnostic
Test
Comparative : Kultur swab tenggorok
Outcome :Diagnosis yang tepat untuk
faringitis
Pencarian bukti ilmiah
Alamat website :
www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/clinical
Kata kunci : RADT AND throat culture AND
pharyngitis
Limitasi : 2006-2015

Judul Artikel
Performance of a Rapid Antigen-Detection Test and
Throat Culture in Community Pediatric Offices:
Implications for Management of Pharyngitis

Type of Question : Diagnosis


Telaah Kritis Jurnal
Validity
1. Menentukan ada atau tidaknya
perbandingan yang dilakukan secara
independen dan blind terhadap suatu
rujukan standar (gold standar)
Ada
Validity
2. Menentukan kesesuaian antara sample
pasien penelitian dengan spektrum
penderita pada setting praktik klinik saat
uji diagnostic tersebut akan diaplikasikan
Terdapat kesesuaian antara sample
penelitian dengan spektrum
Validity
3. Menentukan ada tidaknya rujukan standar
dilakukan tanpa melihat hasil uji
diagnostik
Terdapat rujukan standar tanpa melihat
hasil uji diagnostik
Importance
4. Menentukan sensitivity, specificity, likelihood ratio

Likelihood Ratio Likelihood Ratio


Positive (Sens/1- Negative (1-
Spec) Sens)/Spec
RADT 31,63 0,31
Office BAP 25,25 0,2
Culture
Combined 16,06 0,16
Aplicability
5. Menentukan kemungkinan penerapan
pada pasien (available, affordable,
accurate, precise)
Unclear
Aplicability
6. Menentukan ada atau tidaknya perubahan
tatalaksanan dari hasil penelitian
Terdapatnya pengaruh tatalaksana dari hasil
penelitian
Aplicability
7. Menentukan manfaat dan kerugian uji
diagnostik terhadap pasien
Manfaat
Kerugian
http://www.medshop.com/media
/catalog/product/cache/1/image/
1200x1200/9df78eab33525d08d
6e5fb8d27136e95/B/T/BTSTR15
S25_1.jpg
https://upload.wikimedia.org/wik
TERIMA KASIH