Anda di halaman 1dari 23

IKATAN ION

DAN
IKATAN
KOVALEN
Ikatan ion terbentuk antara atom logam dengan
atom non logam. Atom Logam cenderung untuk
melepas elektron, sementara atom non logam
cenderung untuk menerima elektron.

Atom yang melepas elektron berubah menjadi ion


positif, sedangkan atom yang menerima elektron
menjadi ion negatif.

Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini,


terjadi tarik-menarik (gaya elektrostatik) yang
disebut ikatan ion.
Ikatan ion (elektrovalen) adalah
ikatan yang terjadi karena adanya
gaya tarik-menarik elektrostatik
antara ion positif dan ion negatif.
Ion positif terbentuk ketika suatu
atom melepaskan elektron.

Atom-atom yang cenderung mudah


melepaskan elektron valensi terletak
pada golongan IA (kecuali H),
golongan IIA, dan golongan IIIA.
Masing-masing melepaskan 1 dan 2,
dan 3 elektronnya.
Unsur-unsur
golongan
alkali (IA)
melepaskan 1
elektron

Na Na + e
+
Ion negatif terbentuk ketika suatu
atom menerima elektron. Atom-atom
yang mudah menerima elektron
terletak pada golongan VA, VIA dan
VIIA. Karena mempunyai afinitas
elektron yang besar. Untuk
memperoleh kestabilan, sesuai
dengan aturan oktet, unsur dengan
valensi 5, 6 dan 7 akan dengan
mudah menerima elektron.
Unsur-unsur
golongan
halogen (VIIA)
menerima 1
elektron
F
-
F + e
Ikatan kovalen sering disebut juga
dengan ikatan homo polar. Ikatan kovalen
adalah ikatan yang terjadi karena
penggunaan bersama elektron oleh dua
atom yang berikatan.
Ikatan kovalen biasanya terjadi antara
atom nonlogam dengan atom nonlogam.
Penggunaan bersama pasangan elektron
biasanya menggunakan notasi titik
elektron atau dikenal dengan struktur
lewis.
Ikatan kovalen tunggal terjadi pada senyawa
seperti Hidrogen (H2), Asamklorida (HCl),
Metana (CH4), Air (H2O) dll.
ditulis
Ikatan kovalen rangkap adalah ikatan kovalen
yang mempunyai ikatan tak jenuh karena
ikatan antar atomnya lebih dari satu.
Pembentukan ikatan rangkap dua dapat dilihat
dari contoh berikut:
1.Pembentukan molekul O2
2.Pembentukan molekul C2H4
ditulis
ditulis
Ikatan kovalen rangkap tiga adalah ikatan
kovalen yang mempunyai tiga pasangan
elektron yang dipakai secara bersama-
sama Pembentukan ikatan rangkap tiga
dapat dilihat dari contoh berikut:
1.Pembentukan molekul C2H2
ditulis
Berdasarkan asal elektron yang
digunakan untuk berikatan, dikenal
adanya ikatan kovalen dan ikatan kovalen
koordinasi. Ikatan kovalen terjadi apabila
elektron yang digunakan untuk berikatan
masing-masing berasal dari dua atom
yang berikatan sedangkan ikatan kovalen
koordinasi adalah ikatan yang terjadi
apabila elektron ikatan hanya berasal dari
salah satu atom yang berikatan.
GAYA ANTARMOLEKUL
IKATAN HIDROGEN
Tarikan antar molekul yang luar biasa kuatnya, dapat terjadi
antara molekul-molekul, jika satu molekul mempunyai
sebuah atom hidrogen yang terikat pada sebuah atom
berelektronegativitas besar, dan molekul sebelahnya
mempunyai sebuah atom berelektronegativitas tinggi yang
mempunyai sepasang elektron menyendiri.

Inti hidrogen, yakni proton ditarik oleh sepasang elektron


yang bersebelahan bolak-balik antara kedua atom tersebut.
Tarikan antara dua molekul yang menggunakan bersama-
sama sebuah proton disebut Ikatan Hidrogen.Ikatan
hidrogen terbentuk hanya pada molekul yang mengandung
nitrogen,oksigen dan fluor.
GAYA LONDON
Seorang ahli fisika dari Jerman Fritz London, tahun
1930 menguraikan terjadinya tarikan yang lemah
disebabkan oleh dipol imbasan sekejap atau sesaat
yang kemudian dikenal Gaya London.

Terjadinya tarikan antar elektron satu molekul dan


inti molekul yang lain dapat dibayangkan sebagai
akibat menggesernya posisi atau getaran (Vibrasi)
elektron dan inti-inti itu. Suatu getaran dalam
sebuah molekul mengimbas (menginduksi) suatu
geseran elektron-elektron suatu molekul yang
disebelahnya.
GAYA VAN DER WAALS

Pada awal abad ke-20,ahli fisika


belanda,johannes van der waals meneliti
interaksi antarmolekul senyawa non
polar dan senyawa polar yang memilki
ikatan hidrogen.Menurut van der
waals,interaksi antarmolekul tersebut
menghasilkan suatu gaya antarmolekul
yang lemah.Gaya ii dikenal sebagai gaya
ikatan van der waals.
PENGARUH GAYA VAN DER
WAALS TERHADAP TITIK DIDIH
Semakin kuat ikatan antarmolekul,titik didih
semakin tinggi karena energi yang
dibutuhkan untuk memutuskan ikatan
semakin besar.
Titik didih senyawa nonpolar dipengaruhi
juga oleh gaya Van der Waals (gaya London)
Faktor2 yang mempengaruhi kekuatan gaya
London yaitu jumlah awan elektron dan
bentuk molekul.
Senyawa Titik Titik Jenis Ikatan
didih beku

Air (H2O) 100 0 Hidrogn


Etanol (C2H5OH) 78 -115 Hidrogen

Kloroform (CHCl3) 60 -64 Hidrogen

Benzene (C6H6) 80 5 Kovalen

Aseton 56,2 -95,35 Hidrogen


Sikloheksana 80,7 43 Hidrogen
Naftalena 217,7 6,5 Hidrogen
Terima Kasih