Anda di halaman 1dari 62

TFS KOSMETIK

SANDRA AULIA MARDIKASARI


DAFTAR
ACUAN
1. PERATURAN KEPALA
BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN REPUBLIK
INDONESIA NOMOR 19
TAHUN 2015 TENTANG
PERSYARATAN TEKNIS
KOSMETIKA
2. Retno Iswari Trenggono
dan Fatma Latifah, Buku
Pegangan Ilmu
Pengetahuan Kosmetik.
Jakarta: Gramedia
3. E-BOOK
Definisi Kosmetika
Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang
dimaksudkan untuk digunakan pada bagian
luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku,
bibir, dan organ genital bagian luar), atau
gigi dan membran mukosa mulut, terutama
untuk membersihkan, mewangikan,
mengubah penampilan, dan/atau
memperbaiki bau badan atau melindungi
atau memelihara tubuh pada kondisi baik
(Peraturan Kepala BPOM No. 19 Tahun 2015
Tentang Persyaratan Teknis Kosmetika)
Perbedaan kosmetik dengan
sediaan farmasi lain (obat)

Kosmetik tidak
mengubah atau
mempengaruhi
struktur atau fungsi
dari jaringan tubuh
Penggolongan Kosmetika
Handbook of Cosmetic Skin Care, 2009
Kosmetik diklasifikasikan berdasarkan fungsinya :
1. Kosmetik yang meningkatkan penampilan dan
keindahan , contohnya berbagai make-up,
pewarna rambut, cat kuku, dll
2. Kosmetik perawatan kulit, digunakan untuk
menjaga agar kulit lembut dan halus,
contohnya sediaan pelembab (moisturizer) dan
pembersih (cleanser)
3. Kosmetik untuk melindungi kulit, contohnya
sediaan tabir surya dan sabun antibakteri
Penggolongan Kosmetik
(BPOM)
Berdasarkan bahan dan penggunaannya serta
untuk maksud evaluasi produk kosmetik dibagi 2
(dua) golongan :
1. Kosmetik golongan I adalah :
a. Kosmetik yang digunakan untuk bayi;
b. Kosmetik yang digunakan disekitar mata,
rongga mulut dan lainnya;
c. Kosmetik yang mengandung bahan dengan
persyaratan kadar dan penandaan;
d. Kosmetik yang mengandung bahan dan
fungsinya belum lazim serta belum diketahui
keamanan dan kemanfaatannya.
2. Kosmetik golongan II adalah kosmetik yang tidak
Tipe produk kosmetik
(BPOM)
1. Krim, emulsi, cair, cairan kental, gel minyak untuk kulit
(wajah,tangan,kaki,dan lain-lain)
2. Masker wajah (kecuali produk peeling/pengelupasan
kulit secara kimiawi)
3. Alas bedak (cairan kental, pasta, serbuk)
4. Bedak untuk rias wajah, bedak badan, bedak antiseptik
dan lain-lain
5. Sabun mandi, sabun mandi antiseptik, dan lain-lain
6. Sediaan wangi-wangian
7. Sediaan mandi (garam mandi, busa mandi, minyak, gel
dan lain-lain)
8. Sediaan depilatori
9. Deodoran dan anti-perspiran
10. Sediaan rambut
Lanjutan..
11. Sediaan cukur (krim, busa, cair, cairan kental, dan
lain-lain)
12. Sediaan rias mata, rias wajah, sediaan pembersih rias
wajah & mata
13. Sediaan perawatan dan rias bibir
14. Sediaan perawatan gigi dan mulut
15. Sediaan untuk perawatan dan rias kuku
16. Sediaan untuk organ intim bagian luar
17. Sediaan mandi surya dan tabir surya
18. Sediaan untuk menggelapkan kulit tanpa berjemur
19. Sediaan pencerah kulit
20. Sediaan anti-wrinkle
Beberapa klaim yang tidak diperbolehkan
Penandaan Kosmetik
(BPOM)
Penandaan harus mencantumkan informasi, paling
sedikit:
a. Nama Kosmetika;
b. Kemanfaatan/Kegunaan;
c. Cara penggunaan;
d. Komposisi;
e. Nama dan negara produsen;
f. Nama dan alamat lengkap Pemohon Notifikasi;
g. Nomor bets;
h. Ukuran, isi, atau berat bersih;
i. Tanggal kedaluwarsa;
j. Nomor notifikasi; dan
k. Peringatan/perhatian dan keterangan lain, jika
dipersyaratkan.
Cosmeceutical
Handbook of Cosmetic Skin Care, 2009
Istilah cosmeceuticals pertama kali dipopulerkan oleh
seorang dermatologis, Professor Albert Kligman, pada
pertengahan tahun 1980an. Istilah ini membandingkan
antara istilah cosmetics dan pharmaceuticals dan
merujuk pada sediaan antara kedua grup ini.
Kosmesetikal didefinisikan untuk produk-produk yang dapat
memberikan efek menguntungkan bagi kulit tetapi tidak
secara jelas menunjukkan efek terapetik biologis dimana
dapat diklasifikasikan sebagai obat.
Produk klasik yang dapat disebut kosmesetikal misalnya
adalah retinol (kurang potensial dibanding tretinoin), alpha-
hydroxy acids, beta-hydroxy acids.
Pada konsentrasi rendah, alpha-hydroxy acids berfungsi
secara esensial sebagai moisturizer agent, tetapi pada
konsetrasi tinggi secara signifikan mempengaruhi epidermis
Struktur Kulit
Struktur Kulit Manusia
Ketebalan 0,5-5 mm
Pertahanan paling luar
Penampan
g
Melintang
Kulit
Struktur kulit dilihat dari
mikroskop
Lapisan Kulit
Epidermis
Ketebalan 100-150 m.
Komponen utama protein keratin. Lapisan:
Stratum Basale
Stratum Spinosum
Stratum Granulosum
Stratum Korneum
Stratum Basale
Lapis tunggal sel muda tak terdifferensiasi
Berbentuk tabung
Memperbarui lapisan stratum korneum
Stratum Spinosum

Lapisan sel berbentuk poligonal


Masih memiliki nukleus dan
organel
Filamen keratin > Stratum Basale
Antar sel dihubungkan desmosom
Stratum Granulosum
Tempat aktivitas biokimia
Perubahan morfologi sel
Polipeptida membentuk gabungan sel
keratin, membentuk lapisan spinosum
yang bergerak pada zona transisi
menjadi molekul serat keratin yang
tidak larut.
Stratum Korneum
Barier pertama untuk difusi zat
Ketebalan 10-20 m saat kondisi kering
Tersusun atas 10-25 lapisan sel yang
kompak, rata, kering dan sel keratin.
Secara fisiologi tidak aktif
Kulit manusia terdiri dari 10-70 folikel
rambut dan 200-250 kelenjar keringat /cm2
luas tubuh.
Dermis
Lapisan jaringan ikat 75 % serat kolagen, 4 %
serat elastin dan 0,4 % serat retikulin. Serat-serat
kolagen dan elastin tersusun secara acak dan
menyebabkan dermis teregang dan memiliki daya
tahan. Asam hialuronat yang disekresikan oleh sel-
sel jaringan ikat memiliki mekanisme kerja melapisi
protein dan menyebabkan kulit menjadi elastis dan
turgor (tegang).
Terdapat pembuluh darah, saraf sensorik dan
simpatis, pembuluh limfe, folikel rambut serta
kelenjar keringat dan sebasea (minyak).
Terdapat sel mast histamin saat radang dan
makrofag fagositosis sel-sel mati dan
mikroorganisme.
Subkutan
Lapisan yang terletak dibawah dermis ini
terdiri dari lemak dan jaringan ikat yang
berfungsi sebagai peredam kerja dan
insulator panas.
Tempat penyimpanan kalori.
TUGAS PERORANG
FISIOLOGI DAN BIOKIMIA
KULIT
STRUKTUR DAN FUNGSI KULIT Pernapasan kulit
gambaran umum kulit
Mantel asam kulit
keratinisasi
susunan kimia kulit dan keratin Fungsi mantel asam kulit
susunan pokok kimia protein kulit Mantel lemak kulit
Empat tipe ikatan dalam keratin
Sistem pengaturan air kulit
Kelenjar keringat dan perspirasi
Kelenjar sebaceae dan sebum Permeabilitas dan
Pembuluh darah pada kulit FUNGSI BIOLOGI
Penetrasi kulit KULIT
Limfe dan saraf pada kulit Proteksi oleh kulit
Thermoregulasi
Persepsi Sensori
Absorbsi
Fungsi lain dari kulit
TERIMA KASIH
Jalur penetrasi
Obat masuk dari luar kulit
melewati jaringan kulit
sirkulasi sistemik

Tiga jalur penetrasi potensial:


-kelenjar keringat,
-minyak atau folikel rambut
-tembus stratum korneum
Fungsi Kulit
1. Sebagai lapisan pelindung
2. Mentransmisikan sensasi (sentuhan,
tekanan, nyeri, dan suhu)
3. Membantu mengatur suhu tubuh
4. Produksi vitamin D
5. Berperan dalam interaksi sosial
Kulit sebagai lapisan
pelindung
Lapisan terluar kulit tersusun atas lapisan
keratin yang berperan sebagai penutup
yang melindungi tubuh dari mekanisme
kerusakan yang dapat disebaban oleh :
pecahan, tekanan, chemical toxins, sinar
uv, agen infeksi seperti bakteri & fungi.
Kulit tidak hanya berperan melindungi
tubuh dan lingkungan luar tetapi juga
mencegah hilangnya air dari tubuh
Mentrasnmisikan sensasi
Lapisan dermis banyak pembuluh darah
yang dapat mentransmisikan sentuhan,
tekanan, rasa nyeri dan temperatur ke kulit
Membantu mengatur suhu
tubuh
Sejumlah keringat dilepaskan dari kulit
berdasarkan suhu tubuh dan kondisi
lingkungan dan dapat dihasilkan beberapa
liter keringat per hari.
Produksi vitamin D
Cahaya matahari menstimulasi produksi
vitamin D di kulit, kemudian masuk ke
dalam darah dan jaringan tubuh.
Vitamin D esensial untuk pengaturan
tingkat kalsium tubuh dan untuk
pertumbuan tulang
Interaksi sosial
Kulit memiliki warna, tekstur dan bau,
berperan dalam interaksi sosial.
Beberapa ekspresi dapat menyebabkan
dilatasi pembuluh darah kulit
Skin Moisture and
Moisturizer
Kandungan air pada kulit

Kandungan air dalam kulit (dermis dan


epidermis) sekitar 80%. Lapisan kulit terluar,
lapisan keratin, tersusun dari sel-sel kulit mati
dan memiliki kandungan air yang kecil sekitar
10-30%.
Kelembaban kulit
Ketika kandungan
air pada kulit
sedang normal,
maka kulit akan
lembut, halus,
elastis dan
mengkilap.

Pada kulit normal,


pergerakan air
selalu terjadi dari
Evaporasi air dari lapisan kulit yang
permukaan kulit
dalam menuju
Tipe-tipe kulit
1. Kulit kering
2. Kulit berminyak
3. Kulit normal
4. Kulit kombinasi

Dry
skin
Kulit kering
Kulit kehilangan elastisitasnya karena
hilangnya kandungan kelembaban.
Pada kulit kering, lapisan superfisial tidak
terlepas dengan mudah dan tetap melekat.
Sel keratin yang terakumulasi
menyebabkan permukaan kulit seperti
bersisik

Mikroskopik struktur
kulit kering
Penyebab kulit kering
Kulit kering dapat disebabkan oleh :
1. Faktor eksternal misalnya terpapar
lingkungan kering dan angin, AC,
pencucian yang sering juga dapat
menghilangkan lapisan minyak pelindung
kulit , terpapar bahan tertentu seperti
pelarut atau deterjen.
2. Ketidakmampuan kulit
mempertahankan kelembabannya,
misal adanya penyakit kulit seperti
dermatitis atopik atau karena kurangnya
asupan mineral pada makanan.
Faktor alami yang melindungi kulit
dari kekeringan
1. Lapisan minyak pada kulit lapisan
lemak
2. Faktor pelembab alami : beberapa
senyawa mengandung faktor pelembab
alami seperti urea, asam laktat, asam
glikolat, asam malat, asam piruvat,dll
Oklusif dan humektan
Ada 2 golongan sediaan yang tujuannya
untuk menjaga kelembaban kulit :
1. Oklusif
2. Humektan
Oklusif
Oklusif menghasilkan lapisan minyak pada
kulit, memperkaya lapisan lemak alami
kulit yang mana mampu mencegah
evaporasi air.
Lapisan keratin menjadi tersaturasi penuh
Bahan yang
dengan air berfungsi sebagai
oklusif :
1. senyawa lemak
turunaan mineral
seperti paraffin
atau petroleum
jelly,
cetomacrogol
2. lemak hewan
Lapisan lipid diatas lapisan seperti lanolin dan
keratin turunannya
3. Minyak sayur
Humektan
Humektan menyerap air. Banyak senyawa
yang termasuk dalam kelompok ini, yang
mana mampu berpenetrasi ke lapisan
keratin dan meningkatkan kandungan air.
Contoh bahan humektan :
1. molekul kecil dengan
kemampuan absorbsi :
gliserin, sorbitol,
propilenglikol
2. Makromolekul :, elastin,
kolagen,
glikosaminokglikan
3. Bahan mengandung
faktor pelembab alami :
Bahan urea, fosfolipid, asam
mengabsorbsi air laktat, dll
Memilih moisturizer
Ratusan moisturizer tersedia, mengandung
bahan-bahan yang disebutkan sebelumnya.
Ada yang berupa produk oklusif, produk
yang mengabsorbsi air atau kombinasi
Dijual dengan berbagai formula : emulsi,
salep dan krim
Kandungan air dan komponen lipid berbeda
tiap formula
Produk yang kaya dengan air terasa dingin
saat disentuh, lebih kental
Produk dengan kandungan minyak tinggi
memiliki sensasi hangat dan lebih
TERIMA KASIH
Berdasarkan penggunaannya,
kosmetik terbagi atas :
Kosmetik perawatan kulit (skin-care cosmetics), untuk
merawat kebersihan dan kesehatan kulit :
a. Kosmetik untuk membersihkan kulit (cleanser) : sabun, cleansing
cream, cleansing milk, dan penyegar kulit (freshner)
b. Kosmetik untuk melembabkan kulit (moisturizer), misalnya
moisturizing cream, cream, anti wrinkle cream
c. Kosmetik pelindung kulit, misalnya sunscreen cream dan
sunscreen foundation, sun block cream/lotion
d. Kosmetik untuk menipiskan atau mengampelas kulit (peeling),
misalnya scrub cream yang berisi butiran-butiran halus yang
berfungsi sebagai pengampelas (abrasiver)

Kosmetik riasan (dekoratif atau make-up), untuk merias dan


menutup cacat pada kulit sehingga menghasilkan penampilan yang
lebih menarik serta menimbulkan efek psikologis yang baik, seperti
percaya diri (self confidence). Dalam kosmetik riasan, peran zat
pewarna dan zat pewangi sangat besar.
Skin cleansing
Pembersih kulit
Apa saja yang harus dibersihkan dari kulit?
1. Debu-debu
2. Keringat
3. Produk dari sebum
4. Residu kosmetik dan make up yang
digunakan
5. Substansi dari lingkungan sekitar
Pendahuluan
Sediaan pembersih kulit (skin cleansing) berperan
untuk menjaga kesehatan kulit dan menjaga
penampilan estetik dari kulit.
Bahan-bahan yang dapat mengotori kulit, melekat
pada kulit, pada lapisan minyak dari permukaan kulit.
Karena melekat pada lapisan minyak kulit, sehingga
mencuci dengan air tidak cukup efektif membersihkan
kulit.
Air tidak bercampur dengan minyak tidak mampu
membersihkan lapisan minyak kulit yang mengandung
pengotor
Untuk menghilangkan pengotor secara efektif dari
lapisan minyak permukaan kulit dibutuhkan sabun
Sabun dan beberapa
aksinya
Bahan aktif sabun terdiri atas garam-garam
dari berbagai jenis asam lemak seperti :
1. Stearic Acid
2. Palmitic acid
3. Oleic acid
4. Myristic acid
5. Lauric acid

Istilah sabun berdasarkan komposisi kimianya,


dikenal sebagai sabun keras (hard soap) terdiri
atas garam natrium dan asam lemak
Struktur sabun
Struktur sabun pada umumnya seperti menyelimuti
tetesan minyak dimana bahan-bahan pengotor terjerap
didalamnya, dan kemudian dapat tercuci oleh air.
Strktur sabun, disebut micelles, melapisi partikel lemak
(dan pengotor), kemudian dapat dihilangkan dari kulit.

pH sabun umumnya 9-10, lebih tinggi dari pH normal kulit


(4 6,5). Konsekuensinya, sabun dapat menaikkan pH
kulit. Tetapi pada kulit normal ada mekanismeadjusting
pH sehingga secara cepat setelah terpapar sabun, level
asam kulit kembali normal (pH kembali normal dalam 1
atau 2 jam setelah terpapar sabun).
Kandungan sabun selain bahan aktif
Kandungan bahan pembersih kulit dan sabun-sabun
umumnya adalah bahan aktif permukaan (surface-
active agent/surfactants) atau surfaktan. Tetapi
dapat juga sabun mengandung beberapa bahan
dibawah ini :
1. Moisturizer
2. Preservatives
3. Coloring agents
4. Fragrances and perfumes
5. Antibacterial substances
6. Subtances that alter the pH
7. Other ingredients
Principles in the Preparation of Medical
and Cosmetic Products
Pendahuluan
Sediaan untuk penggunaan luar terdiri atas
3 komponen :
1. Bahan aktif
2. Basis (pembawa)
3. Bahan tambahan

Bahan aktif dikombinasikan dengan basis


dan bahan tambahan lainnya untuk
menghasilkan sediaan yang efektf. Kombinasi
ini untuk memastikan bahwa bahan aktif
dapat masuk ke dalam kulit.
Bahan aktif
Bahan aktif dapat berupa :
Antibiotik untuk pengobatan, digunakan untuk
mengobati jerawat dan infeksi bakteri kulit
Antifungi, untuk mencegah infeksi yang disebabkan
oleh fungi
Bahan yang ditujukan untuk mencegah penuaan
(contoh asam retinoat atau alpha-hydroxy acid)
bahan yang dapat menghilangkan bintik hitam
pada kulit

Bahan aktif dalam kosmetik tidak berdiri sendri, harus


dikombinasi dengan bahan lainnya.
Basis (pembawa)
Bahan ini yang membawa bahan aktif ke dalam kulit.
Disebut basis (base) atau pembawa (vehicle)
Basis/pembawa harus memastikan bahwa bahan aktif dapat
terjaga kestabilannya secara kimia, dapat berpenetrasi, dan
dapat dilepaskan dalam kulit.
Terdapat 3 jenis basis :
1. Fatty bases
2. Aqueous (water) solutions
3. powders
Dengan menggunakan salah satu atau kombinasi dari bahan-
bahan tersebut, dapat dibuat berbagai kosmetik seperti :
ointments, creams, emulsions, solutions, powders, pastes,
suspensions, lotions.
basis juga tidak hanya berfungsi membawa zat aktif, tetapi
dapat juga berperan untuk meningkatkan kelembaban, memberi
efek dingin, dll
Fatty bases (basis
berlemak)
Kegunaan basis lemak dalam kosmetik :
1. Basis lemak dapat membantu bahan aktif
terpenetrasi ke dalam kulit
2. Basis lemak dapat meningkatkan kelembaban
kulit dengan cara membentuk lapisan minyak
pada permukaanya sehingga mengurangi jumlah
air yang menguap dari kulit.
Contoh basis lemak :
- Basis lemak dari mineral (paraffin liq., petroleum
jelly, wax)
Basis lemak tumbuhan (minyak tanaman)
Basis lemak hewan (lanolin, spermaceti)
Aqueous solution (larutan
berair)
Cairan yang paling umum digunakan dalam
sediaan kosmetik adalah air, membentuk
sediaan kosmetik berupa larutan.
Air memiliki efek tambahan pada kulit
seperti efek mendinginkan. Karena air
dapat menguap pada permukaan kulit,
sehingga ada efek mendinginkan.
Powders (serbuk)
Bahan-bahan yang umumnya digunakan :
1. Zinc oxide, memiliki sifat melindungi dan menutup
permukaan kulit
2. Titanium dioxide, dapat melindungi kulit terhadap sinar
UV dan merupakan komponen penting dalam sediaan
tabir surya
3. Talc, merupakan bahan inert dan dapat mencegah kulit
pecah-pecah
4. Calamine, campuran zinc oxide dengan sejumlah kecil
iron oxide. Memiliki efek menyejukkan kulit dan dapat
menurunkan gatal-gatal kulit.
5. Starch,dapat mengabsorbsi cairan dengan efektif dan
digunakan dalam pengobatan kulit yang terlalu lembab.
Kombinasi basis
Kombinasi berbagai basis dapat
menghasilkan berbagai jenis kosmetik.
Kombinasi basis lemak dan air
menghasilkan emulsi atau krim
Kombinasi serbuk dan air menghasilkan
suspensi
Kombinasi basis lemak dan serbuk
menghasilkan pasta
Bahan tambahan lain
Sediaan kosmetik maupun kosmetik medik
juga biasanya mengandung bahan lain,
seperti :
a. Pewangi
b. Pewarna
c. pengawet
Pengawet
Pengawet yang umumnya digunakan dalam
kosmetik :
1. Benzoic acid
2. Imidazolidinyl urea
3. Benzyl alcohol
4. Parabens
5. Formaldehyde
6. Quaternium 15
Produk kosmetik yang sudah terkontaminasi bakteri
atau sudah tidak stabil menunjukkan perubahan
tekstur, timbulnya bau yang tidak enak,
perubahan fase dan perubahan warna.