Anda di halaman 1dari 15

TUGAS BIOANALISIS

KELOMPOK :
M.A. Hanny Ferry Fernanda (051614153001)
Anisa Rizki Amalia (051614153005)
Dyan Maulani (051614153008)
Arroofita Ani Sandiya (051614153009)
JUDUL JURNAL

Oral bioavailability of curcumin in rat


and the herbal analysis from Curcuma
longa by LCMS/MS
Pendahuluan

Kurkumin merupakan senyawa fenolik yang diperoleh dari


tanaman Curcuma longa L. dan banyak digunakan sebagai
zat warna pada makanan.
Saat ini kurkumin banyak diteliti karena memiliki aktivitas
sebagai anti kanker yang spesifik menghambat COX-2 pada
HT-29 sel kanker kolon.
LC MS/MS dipilih karena sebelumnya metode ini belum
pernah dilakukan.
Bahan

Campuran curcuminoid (curcumin, demethoxycurcumin dan


bisdemethoxycurcumin)
Aseton
Internal standart (honokiol)
Metanol
Akuadem dengan 3x deionisasi
Hewan coba (Sprague-Dawley male)
Phentobarbital
Kriteria Hewan Coba

Hewan coba diberikan kebebasan untuk makan dan minum 18 jam


sebelum perlakuan
Berat hewan coba (280-320 g)
6 tikus dianastesi dengan phentobarbital (50mg/kg i.p.)
Selama periode pembedahan, suhu tubuh dijaga 37 oC dengan
Heating Pad
Setelah dibedah hewan coba diletakkan dalam kandang diberikan
waktu 1 hari untuk pemulihan
Alat

LC-MS / MS Waters 2690


Sistem autoinjeksi hyphenated
tandem Micromass Quattro Ultima
Spektrometer massa quadrupole (Micromass, Manchester, UK)
dilengkapi dengan sumber electrospray ionisasi (ESI)
Detektor : 996 fotodioda detektor (PDA)
Kolom Zorbax Perpanjang-C18 150 4,6 mm I.D .; 5 m, Agilent,
Palo Alto, CA, USA
Sistem fase gerak terdiri dari 70% asetonitril dan 30% 1 mM
HCOOH (asam format).
Flow rate 200 L/menit
Volume injeksi adalah 10 L
Kondisi Mass Spektrofotometri

Menggunakan orthogonal Z-spray electroscopy interface


(ESI) (analyte infusion experiment was performed using a
Mode 22 multiple syringe pump (Harvard, Holliston, MA,
USA).
Seting parameter ESI :
Capilary voltage : 2,5kV
Source temperature : 80oC
Desolvation temp : 250 oC
Cone gas flow : 100 L/h
Desolvation gas flow : 500 L/h
Sampling prosedur

1. Eksperimen dibagi menjadi 2 kelompok :


Kelompok 1
Curcumin diberikan secara oral 500 mg/kg
Kelompok 2
Curcumin diberikan secara intra vena pada vena femoral 10 mg/kg

2. Sampel darah sebanyak 150 L diambil dari vena jugular pada menit
ke 10,20,30,40,50 menit 1;1,5;2;2,5; dan 3 jam setelah pemberian
perlakuan
3. Tiap sampel darah disentrifuse pada 3000 rpm selama 5 menit dan
dihasilkan sampel plasma 50 L.
4. Setelah itu ditambah 100 L standar internal (honokiol 0,1 g/mL)
kemudian divortex
5. Kemudian disentrifuse kembali 8000 rpm selam 5 menit
6. Supernatan diambil 20 L untuk diinjeksikan kedalam LC MS/MS untuk
kemudian dianalisis
Prosedur Metode Validasi

Semua kurva kalibrasi yang diperlukan untuk memiliki korelasi


nilai minimal 0.996. Intra-assay dan inter-assay variabilities
ditentukan sebanyak enam ulangan pada konsentrasi 5, 10, 25,
100, 500, 1000, 5000 dan 10000 ng / ml menggunakan metode LC-
MS / MS yang dijelaskan di atas pada hari yang sama dan enam
hari berturut-turut.
Ketepatan (Bias%) dihitung dari nilai rata-rata yang diamati
konsentrasi (Cobs) dan konsentrasi nominal (CNOM) sebagai
berikut:
Akurasi: (bias%) = [(Cobs- CNOM) / CNOM] 100.
Relatif standar deviasi (RSD) dihitung dari konsentrasi diamati
sebagai berikut:
presisi (RSD%) = [Standar deviasi (SD) / Cobs] 100
Hasil dan Pembahasan
Hasil dan Pembahasan
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan

Pengembangan LC-MS / MS untuk penentuan kurkumin dan


demethoxycurcumin dalam ekstrak herbal dan curcumin pada
tikus plasma.
Metode ini cepat, akurat dan tepat, sehingga dapat digunakan
sebagai alat analisis untuk kontrol kualitas berbagai spesies
tumbuhan kunyit.
Selain itu, metode ini diterapkan dalam studi farmakokinetik pada
tikus dengan bioavailabilitas adalah sekitar 1%.
Terima Kasih