Anda di halaman 1dari 14

PACG

Primary Angle Closure Glaucoma


(Glaukoma Sudut Tertutup Primer)

Oleh: Ida Bagus Alamduta


Glaukoma Sudut Tertutup Primer
(PACG)
Glaukoma sudut tertutup primer terjadi pada mata dengan
predisposisi anatomis tanpa disertai kelainan lain. Peningkatan
tekanan intraocular terjadi, karena sumbatan aliran keluar
aqueous akibat adanya oklusi anyaman trabekular oleh iris perifer.
faktor resikonya antara lain adalah Hipermetrop ( terdapat
penyempitan coa ) dan Usia lanjut ( pembesaran lensa kristalina )
Diagnosis ditegakan dengan melakukan pemeriksaan segmen
anterior dan gonioskopi yang cermat. Istilah glaukoma sudut
tertutup primer hanya digunakan bila penutupan sudut primer
telah menimbulkan kerusakan nervus optikus dan kehilangan
lapangan pandang.
Patofisiologi

Patofisiologi dari glaukoma sudut tertutup dengan block pupil


meliputi factor
Aposisi lensa dan iris yang mengakibatkan pencembungan
iris perifer
Predisposisi anatomi mata yang menyebabkan bagian
anterior iris perifer menyumbat trabekulum.

Patofisiologi glaukoma sudut tertutup tanpa block pupil terjadi


melalui 2mekanisme
Mekanisme penarikan anterior dan posterior.
Pada penarikan anterior, iris perifer ditarik kearah depan
menutup trabekulum karena kontraksi membrane eksudat
inflamasi atau serat fibrin.
Pada mekanisme penarikan posterior iris perifer mencembung
kearah depan karena lensa vitreus atau badan siliaris.
Glaukoma Sudut Tertutup Primer Akut

Manifestasi Klinis

OBJEKTIF/ TANDA SUBJEKTIF/ GEJALA

Palpebra : Bengkak Nyeri hebat


Konjungtiva bulbi : Hiperemia Kemerahan ( injeksi siliaris )
kongestif, kemosis dengan injeksi Pengelihatan kabur
silier, injeksi konjungtiva, injeksi Melihat pelangi di sekitar lampu
episklera (hallo)
Kornea : keruh, insensitif karena Mual muntah
tekanan pada saraf kornea
Bilik mata depan : Dangkal
Iris : gambaran coklat bergaris
tak nyata karena edema,
berwarna kelabu.
Pupil : Melebar, lonjong, miring
agak vertikal, kadang-kadang
didapatkan midriasis yang total,
warnanya kehijauan, refleks
cahaya lamban atau tidak ada
samasekali
Glaukoma Sudut Tertutup Primer Akut

Penatalaksanaan :
1. Medikamentosa inisial
. Miotikum : Untuk mengecilkan pupil, sehingga iris lepas dari
lekatannya di trabekula dan sudutnya menjadi terbuka.
Pilokarpin 2-4% 1 tetes tiap 30 menit-1 jam pada mata yang
mengalami serangan dan 3 x 1 tetes pada mata sebelahnya.
. Penghambat karbonik anhidrase : Mengurangi produksi
humor akuos
diamox, glaupax, glaukon, dsb.
. Obat Hiperosmotik
Glycerin 50 % 3 x 100 - 150 cc ( sesuai dengan berat badan )
oral / hari.
. Obat pengurang rasa sakit
Suntikan morfin 10-15 mg. Morfin juga dapat mengecilkan
pupil.
2. Iridektomi perifer (tindakan bedah inisial)
3. Melindungi mata sebelahnya dari kemungkinan terkena
serangan akut
Glaukoma Sudut Tertutup Primer
Subakut

Manifestasi Klinis

OBJEKTIF/ TANDA SUBJEKTIF/ GEJALA

Injeksi silier ringan Sakit kepala sebelah


Edema kornea ringan pada mata yang sakit
TIO meningkat (timbul pada waktu sore
hari karena pupil
middilatasi sehingga iris
menebal dan menempel
pada trabekulum out
Penatalaksanaan flow terhambat)
Penglihatan sedikit
Iridotomi perifer dengan
menurun
laser.
Melihat pelangi di
sekitar lampu (hallo)
Mata merah
Glaukoma Sudut Tertutup Primer
Kronis

Manifestasi Klinis
OBJEKTIF/ TANDA SUBJEKTIF/ GEJALA
Peningkatan TIO Sama dengan PACG Akut
Sudut coa yang sempit tetapi lebih ringan
Sinekia anterior ( dengan
tingkatan yang bervariasi )
Kelainan diskus optikus dan
lapangan pandang.

Penatalaksanaan :
Medikamentosa sebelum terapi iridektomi perifer maupun
setelahnya
Trabekulektomi bila TIO > 21 mmHg setelah tindakan
Iridektomi perifer dan medikamentosa.
Tindakan bedah kombinasi trabekulektomi dan katarak bila
ada indikasi keduanya
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan COA
- Pemeriksaan dengan silt lamp
- Kedalaman bilik mata depan kurang dari
ketebalan kornea perifer.
- Refleks kornea dan pantulan iris menyentuh
satu sama lain (busur panah),
mengindikasikan bilik mata depan yang
dangkal. Indikasi pemeriksaan gonioskopi
- Pemeriksaan gonioskopi dalam menentukan
morfologi dan sudut bilik mata depan
Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Tekanan Bola Mata


- Palpasi (tonometri digitallis)
- Palpasi membandingkan kedua mata pemeriksa dengan penderita
dapat mendeteksi adanya peningkatan tekanan intraokuler.
- Pemeriksaan tonometri Schiotz.
- Semakin keras bola mata, semakin dangkal indentasi dan
semakin kecil pergerakan dari jarum indikator
Pemeriksaan Penunjang

Oftamoskopi Diskus Optik

Diskus optikus normal Diskus optikus glaukoma

Cakram optik masih berbatas tegas


Cakram optik yang namun tampak pucat (tanda atrofi).
berbatas tegas. Sentral Pembesaran optic cup dan hampir
dari optic cup berwarna menutupi seluruh cakram. Pembuluh
lebih cerah. darah masuk ke dalam cup akibat
KOMPLIKASI

1. Sinekia Anterior Perifer


Iris perifer melekat pada jalinan trabekel dan menghambat aliran
humour akueus
2. Katarak
Lensa kadang-kadang membengkak, dan bisa terjadi katarak.
Lensa yang membengkak mendorong iris lebih jauh ke depan
yang akan menambah hambatan pupil dan pada gilirannya akan
menambah derajat hambatan sudut.
3. Atrofi Retina dan Saraf Optik
Daya tahan unsur-unsur saraf mata terhadap tekanan intraokular
yang tinggi adalah buruk. Terjadi gaung glaukoma pada papil
optik dan atrofi retina, terutama pada lapisan sel-sel ganglion.
4. Glaukoma Absolut
Tahap akhir glaukoma sudut tertutup yang tidak terkendali adalah
glaukoma absolut. Mata terasa seperti batu, buta dan sering
terasa sangat sakit.
TERIMA KASIH