Anda di halaman 1dari 14

Konsep Pembelajaran

Berwawasan
DEFINISIPBK
TUJUAN
KONSEP
DASAR
Kemasyarakatan
INPLEMENTASI
PBK
PBK
PBK PBK
Konsep Pembelajaran Berwawasan
Kemasyarakatan
Kelompok 6 :
Else Yusnaini
Fazita Apritama
definisi pembelajaran
Pembelajaranyangdidentikkan dengan kata mengajar
berasal dari kata dasar ajar yang berarti petunjuk
yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut)
ditambah dengan awalan pe dan akhiran an menjadi
pembelajaran, yang berarti proses, perbuatan, cara
mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau
belajar.

Pembelajaran adalah proses interaksipeserta


didikdenganpendidikdan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar. Jadi,pembelajaranmerupakan suatu
proses interaksi peserta didik dan pendidik, serta
sumber belajar di lingkungan belajar, yang dilakukan
kapanpun dan dimanapun, yang menyebabkan suatu
perubahan tingkah laku pada peseta didik.
Definisi wawasan
Wawasan menurut kamus dewan
bahasa dan pustaka ialah
bayangan, penglihatan, dan
gambaran. Didalam konteks yang
lebih luas lagi, wawasan boleh
dinyatakan sebagai
anggapan,paham atau
tanggapan pikiran. Wawasan
merupakan pandangan,
pendapat, pengertian,dan
konsepsi suatu perkara.
Definisi masyarakat
Masyarakatadalah sejumlah
manusia yang merupakan satu
kesatuan golongan yang
berhubungan tetap dan
mempunyai kepentingan yang
samaseperti; sekolah,
keluarga,danperkumpulan.
Definisi Pembelajaran
berwawasan kemasyarakatan
Pembelajaran berwawasan kemasyarakatan adalah
pembelajaran yang diselenggarakan dengan
menggunakan berbagai potensi yang ada pada
lingkungan masyarakat yang terdiri dari sumber
daya alam,sumberdaya manusia, sumberdaya
budaya,dan sumberdaya teknologi dengan tujuan
agar peserta didik dapat mengembangkan potensi
dalam dirinya dan dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari peserta didik.
tujuan
Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatanbertujuan untuk
mencapai masyarakat madani yang memiliki intelektualitas
tinggi, dengan pendidikan diharapkan masyarakat Indonesia bisa
menjadi manusia profesional.
Dengan adanya Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan,
diharapkan seorang guru dapat mengaktulisasikan pendidikan
yang diberikan untuk menjadikan demokrasi pendidikan kearah
yang lebih baik. Sehingga tujuan pendidikan nasional dapat
dicapai seiring dengan visi dan misi pendidikan yang berorientasi
pada kurikulum dan peraturan pemerintah mengenai sistem
pendidikan nasional dalam kehidupan global.
Melatih kemampuan akademis peserta didik.
Memperkuat mental fisik dan disiplin.
Memperkenalkan tanggung jawab.
Membangun jiwa sosial.
Sebagai identitas diri.
Sarana mengembangkan diri dan berkreativitas
Dasar-dasar pembelajaran
berwawasan masyarakat
Kebermaknaan dan kemanfaatan bagi peserta
didik.
Pemanfaatan lingkungan dalam Pembelajaran.
Materi pembalajaran terintegrasi dalam
kehidupan sehari-hari peserta didik.
Masalah yang diangkat dalam pembelajaran
ada kesesuian dengan kebutuhan peserta didik.
Menekankan pada pembelajaran partisifatif
yang berpusat pada peserta didik.
Menumbuhkan kerjasama diantara peserta
didik.
Menumbuhkan kemandirian.
prinsip-prinsip pembelajaran berwawasan
kemasyarakatan yang mengacu pada pendapat
Galbraith yang dikutip Ihat Hatimah dkk
(2007:3.26)
Determinasi diri (self determination)

Determinasi diri mengandung makna bahwa setiap


keputusan untuk kepentingan peserta didik,harus
dimusyawarahkan terlebih dahulu secara bersama.
Membantu dirinya sendiri (selp help)
Setiap peserta didik harus diberi kesempatan untuk
meningkatkan potensi yang dimiilikinya sehingga
setiap peserta didik dapat membantu dirinya untuk
berkembang sesuai dengan kapasitas yang
dimilikinya.
Mengembangkan kepemimpinan (Leadership
Development)
Setiap peserta didik harus mempunyai kemampuan
untuk menjadi pemimpin dalam berbagai
kegiatan,untuk melatih keberanian sehingga
kepercayaan diri akan terbentuk.
Lokalisasi (Localization)
Tempat kegiatan belajar diupayakan memiliki nilai strategis
bagi peserta didik sehingga memberi kemudahan untuk
dijangkau oleh semua peserta didik.
Pelayanan Terpadu (integrated Delivery of Services)
Pelayanan yang diberikan pada peserta didik dilakukan secara
terpadu dari berbagai komponen yang terlibat .
Menerima Perbedaan (accept diversity)
Peserta didik yang mengikuti pembelajaran memiliki karakter
yang heterogen, dengan keanekaragaman karakter tersebut
diharapkan menjadi modal untuk menciptakan kebersamaan
melalui pemenuhan kebutuhan belajar yang beraneka ragam.
Belajar Terus Menerus (Lifelong Learning)
Prinsip belajar terus menerus harus memperhatikan
kesempatan kepada setiap peserta didik untuk terus belajar
sesuai dengan kebutuhannya.
impementasi
1.Keluarga
Orang tua menanamkan nilai dan moral dengan cara membimbing
anak untuk saling menyayangi, menghormati orang yang lebih tua,
berbicara sopan,dan lain- lain.
Orang tua mendampingi anak dalam belajar berbagai pengetahuan,
seperti berhitungdanmembaca.

2. Sekolah
Siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler misalnya Pramuka,
PMR,dan lain-lain.
Melakukan tanggung jawab dengan baik jika menjadi pengurus
kelas.
Menjadi anggota koperasi sekolah.

3.Masyarakat
Kerja bakti
Siskamling
Karang Taruna