Anda di halaman 1dari 24

PERKEMBANGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH, USIA

SEKOLAH DASAR DAN USIA SEKOLAH MENENGAH


DAN PRAKTIK PEMBELAJARAN YANG RELEVAN

KELOMPOK 3
MUTIARA
(11417201044)
NAZHROTUL AKMALIAH
(11417201148)
Pertumbuhan dan
Perkembangan
Pertumbuhan merupakan
pertambahan ukuran atau kenaikan
secara berangsur-angsur dalam
besaran, misalnya kaki atau tangan
serta bagian badan lainnya,
sedangkan perkembangan
merupakan perubahan secara
progresif (maju) dalam diri manusia
sebagai organism dalam pola-pola
yang memungkinkan terjadi fungsi-









Dialah yang menciptakanmu dari tanah kemudian


dari tetesan (nutfah), sesudah itu dari segumpal
darah (alaqah); kemudian dilahirkan-Nya kamu
tumbuh kepada masa (dewasa yang penuh
kekuatan); kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi)
sampai tua, diantara kamu ada yang diwafatkan
sebelum itu, Kami perbuat demikian supaya kamu
sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya
kamu memahaminya. (QS Al-Mumin 40:67)
Pendapat para ahli mengenai periodisasi dalam perkembangan anak dibagi
menjadi tiga macam yaitu :

Periodisasi-periodisasi
yang Berdasar Biologis
Periodisasi-periodisasi
yang berdasarkan
didaktis
Periodisasi-periodisasi
yang berdasarkan
psikologi
Tahapan Proses Perkembangan

Perkembangan Anak PraSekolah


Perkembangan Anak Sekolah Dasar
Perkembangan Anak Sekolah
Menengah (Remaja)
1. Perkembangan Anak PraSekolah

Anak-anak dapat dikatakan


prasekolah ketika mereka
berusia antara 3 dan 5 tahun. Ini
adalah suatu masa perubahan
pesat dalam semua bidang
perkembangan.
Perkembangan Fisik

Perkembangan fisik
mengggambarkan perubahan-
perubahan dalam penampilan fisik
anak-anak dan juga dalam
kemampuan motor mereka.
Pencapaian fisik utama bagi anak-
anak prasekolah adalah
pengendalian yang meningkat
terhadap otot-otot besar dan kecil.
Perkembangan otot kecil, atau
kegiatan motor halus, terkait dengan
Perkembangan Kognitif

Secara kognitif, mereka mulai


mengembangkan pemahaman
tentang kelas dan hubungan dan
menyerap informasi dalam jumlah
yang sangat besar tentang dunia
social dan fisik mereka.
Perkembangan Sosioemosional
Secara social, anak-anak
mempelajari perilaku dan aturan
yang tepat dan makin terampil dalam
berinteraksi dengan anak-anak lain.

Teori Erik Erikson tentang


perkembangan pribadi dan social
mengatakan bahwa, selama masa-
masa prasekolah, anak-anak harus
menyelesaikan krisis kepribadian
antara inisiatif versus rasa bersalah.
Perkembangan Kepribadian

Ditandai adanya kecendrungan


initiative guilty. Pada masa ini
anak telah memiliki beberapa
kecakapan, dengan kecakapan-
kecakapan tersebut dia terdorong
melakukan beberapa kegiatan, tetapi
karena kemampuan anak tersebut
masih terbatas adakalanya dia
mengalami kegagalan.
2. Perkembangan Anak sekolah dasar

Anak-anak yang memasuki kelas


satu sekolah dasar berada dalam
periode transisi dari
pertumbuhan pesat masa anak-
anak awal ke fase perkembangan
yang lebih bertahap.
Perkembangan Fisik

perkembangan fisik mereka


mengalami perlambatan kalau
dibandingkan dengan masa
anak-anak lebih awal. Anak-
anak berubah relative sedikit
dalam ukuran tubuh selama
masa-masa sekolah dasar.
Perkembangan Kognitif

Antara usia 5 dan 7 tahun, proses


pemikiran anak-anak mengalami
perubahan penting. Ini adalah
periode peralihan dari tahap
pemikiran praoperasional ke tahap
operasi konkret. Perubahan ini
memungkinkan anak-anak
melakukan secara mental sesuatu
yang sebelumnya dilakukan secara
fisik dan membalik tindakan tersebut
secara mental.
Perkembangan Sosioemosional

Pada saat anak-anak memasuki


sekolah dasar, mereka telah
mengembangkan kemampuan
pemikiran, tindakan, dan pengaruh
social yang lebih rumit.

Selama tahap ini, anak-anak mulai


mencoba membuktikan bahwa
mereka tumbuh dewasa; bahkan,
hal ini digambrkan sebagai tahap
saya-dapat-melakukannya-sendiri.
Perkembanga Kepribadian

pada masa ini anak sangat aktif


mempelajari apa saja yang ada di
lingkungannya. Dorongan untuk
mengetahui dan berbuat terhadap
lingkungannya sangat besar, tetapi di
pihak lain karena keterbatasan-
keterbatasan kemampuan dan
pengetahuannya kadang-kadang dia
menghadapi kesukaran, hambatan
bahkan kegagalan
3. Perkembangan Anak Sekolah Menengah (usia remaja)

Periode perkembangan remaja dimulai


dengan pubertas. Periode pubertas atau masa
remaja awal adalah waktu perkembangan fisik
dan intelektual yang pesat.

Periode lain yang dianggap sangat kritikal dan


sensitif adalah periode remaja dimana periode
transisi dari anak-anak menju kedewasaan.
Masa ini rentan terhadap kegairahan,
kenikmatan yang mencemaskan dan godaan.
Aspek fisik

Anak pra-puber dan


remaja pasca-puber
berbeda dalam
penampilan luar karena
perubahan-perubahan
dalam tinggi dan
proporsi tubuh dan
perkembangan sifat-sifat
seks primer dan
sekunder.
Aspek intelektual/Kognitif

Cara berfikir yang tidak hanya


sebatas disini dan sekarang, tetapi
juga terkait dengan dunia
kemungkinan/ masa depan.
Kemampuan berfikir hipotetik
Kemampuan melakukan eksplorasi
dan ekspansi pemikiran, horizontal
berfikirnya semakin luas(seperti
menyangkut aspek-aspek social,
moralitas agama, dan keadilan).
Aspek Emosi

Masa remaja merupakan


puncak emosionalitas. Emosi-
emosi lain kelompok usia ini
meliputi kemarahan ( dan
ketakutan tidak sanggup
mengendalikannya), rasa
bersalah, frustasi, dan
kecemburuan
Aspek Sosial
Penyebab utama perubahan
hubungan pra-remaja dengan
orang tua adalah diawali dari
hubungan anak semasa
sekolah dasar. Hal itu terjadi
bukan karena anak-anak pra-
remaja tidak begitu peduli
dengan orang tua mereka. Hal
itu hanya terjadi karena teman-
teman mereka dirasakan lebih
penting dari sebelumnya
Aspek Kepribadian
Dorongan membentuk dan
memperlihatkan identitas diri ini, pada
para remaja sering sekali sangat
ekstrim dan berlebihan, sehingga
tidak jarang dipandang oleh
lingkungannya sebagai penyimpangan
atau kenakalan. Dorongan
pembentukan identitas diri yang kuat
di satu pihak, sering diimbangi oleh
rasa setia kawan dan toleransi yang
besar terhadap kelompok sebayanya
Praktik Pembelajaran yang Relevan

Ada beberapa teori pembelajaran yaitu :


Teori Behavioris
Teori Kognitif
Teori Sosial
Teori Humanisme
Teori Piaget
Teori Vygotsky
Prinsip Pembelajaran
Encourages Contact Between Students
and Faculty
Develops Reciprocity and Cooperation
Among Students
Encourages Active Learning
Gives Prompt Feedback
Emphasize Time on Task
Communicates High Expectations
Respect Diverse Talents and Ways of
Learning
SYUKRAN